Lila And Grey

Lila And Grey
Jangan nekat Grace !



Flashback On


Grey tersenyum senyum sendiri di dalam ruangan kelasnya. Sudah sebulan ini dia menjadi cowoknya Grace, cewek terpopuler di sekolahannya. Cewek yang cantik, lemah lembut, feminin dan pintar.


Hari ini Grace berulang tahun. Grey sudah mempersiapkan kado jauh jauh hari yaitu sebuah kalung dengan liontin yang didesain khusus oleh Grey, liontin unik yang mewakili perasaan cintanya untuk Grace.


Nanti sore aku akan ajak Grace kencan, aku ajak makan malam aja kalau nonton aku nggak mau, aku kan takut gelap.


"Greyson Adi Wijaya, maju kamu ke depan kerjakan soal soal di papan tulis ini !" teriakan pak Bram guru matematikanya yang terkenal galak, membuyarkan lamunannya.


Grey melangkah maju ke depan sambil garuk garuk kepala, Grey pun berhasil menyelesaikan semua soal yang ada di papan tulis dengan sempurna.


Grey lalu menyerahkan kapur tulis yang di pegangnya kepada pak Bram, tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu melangkah kembali ke bangkunya.


"Untung aja kamu tuh pintar, kalau nggak sudah saya suruh kamu berdiri di luar kelas, berani beraninya ya melamun di mata pelajaran saya, makanya kamu tuh jangan pacaran dulu." kata pak Bram panjang kali lebar heeee.


Geeeerrrrr seisi kelas pun tertawa, Grey melihat Grace yang duduk di bangku terdepan, tengah menundukkan kepala karena malu.


Sepulang sekolah, Grey sudah siap di depan gerbang sekolah untuk mengantarkan Grace pulang. Grey naik motor ninja keluaran terbaru kala itu, membuat Grey semakin kelihatan tampan dan gagah.


Setelah Grace naik diatas motornya, Grey langsung melaju menuju ke rumah Grace.


Sesampainya di depan pintu rumah Grace, Grey pun ngomong "Nanti sore aku ajak kamu kencan ya, selama kita jadian kan kita belum pernah kencan."


Grace pun menganggukkan kepala, melambaikan tangan ke arah Grey, lalu masuk ke dalam rumahnya.


Grey melajukan motornya ke rumah dengan hati berbunga bunga.


Sore hari pun tiba seusai menjemput Grace, Grey pun langsung melajukan motornya menuju ke salah satu kafe miliknya. Bakalan aman dari pengawasan ibunya yang biasanya ada di kafe tersebut untuk mengawasi karyawan karyawannya, karena Ibunya Grey saat ini sedang ada meeting dengan salah seorang kliennya di rumah, Perfect, kata Grey dalam hati.


Begitu mereka selesai makan, Grey pun menyodorkan sebuah kotak ke Grace "Ini kado untukmu, Happy birthday ya cantikku." kata Grey sambil tersenyum.


Grace membuka kotak itu dan langsung berbinar binar matanya. Sebuah kalung dengan liontin berbentuk G❤️G, sangat unik dan indah di matanya Grace.


"Kamu suka ?" tanya Grey.


Grace menatap Grey menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


Grey berdiri dan melangkah ke belakang kursinya Grace, meraih kalung yang masih berada di kotaknya, lalu memakaikannya di leher Grace yang cantik. Kemudian Grey duduk di kursi yang berada di sampingnya Grace.


Grey meraih tangan Grace yang ada diatas meja, Grace menatap Grey penuh cinta. Tanpa sadar Grey terus mendekatkan wajahnya ke wajahnya Grace lalu mengecup bibir Grace.


Flashback Off


Grey menoleh ke Rio saat Rio menepuk pundaknya agak keras. Usaha Rio untuk menarik kembali Grey dari kenangan masa lalunya akhirnya berhasil.


Grey tersadar sekarang setelah sesaat tadi benaknya menari nari diatas kenangan manisnya dulu saat masih bersama Grace.


Grace tersenyum penuh kemenangan, dia paham saat ini Grey mulai mengingat semua kenangan indah mereka dulu.


Rio mulai merasakan suasana canggung diantara mereka lalu berkata "Ehem Bos, elo nggak nyusul isteri elo ? kok lama ya main berdua sama Raja di kolam renang ?"


"Aahh iya elo bener bro, kamu tunggu bentar ya, aku lihat Lila dulu." sahut Grey yang langsung berdiri lalu melangkah menuju ke teras belakang rumahnya.


Setelah Grey sudah tidak tampak, Rio menatap Grace dan mulai berkata " elo jangan coba coba merusak rumah tangga mereka, mereka saling mencintai dan sudah hidup bahagia saat ini."


Grace tersenyum sinis, ternyata Rio masih sangat cerdas dan sangat peka, batin Grace.


"Dari dulu aku hanya mencintai Grey." jawab Grace dengan santainya.


"Lah itu urusan elo, aku sarankan mendingan kamu simpan saja rasa cinta kamu itu selama lamanya dan jangan pernah berpikir untuk merebut Grey dari Lila." Rio mulai kesal.


"Benar, ini urusanku jadi kamu pun juga tidak berhak ikut campur." sahut Grace tidak kalah kesal.


"Hei ! jangan memancing emosiku ya. Kamu paham betul siapa aku, aku tidak akan ikut campur kalau tidak menyangkut Grey, karena aku sudah menganggap Grey sebagai saudaraku, aku pun juga menyayangi Lila, aku tidak ingin rumah tangga mereka rusak karena elo, kalo sampai elo nekat aku pun tidak akan tinggal diam." Rio berkata penuh penekanan.


Grace akan merespon kata katanya Rio tetapi dia urungkan ketika dilihatnya Grey dan Lila sudah nongol sambil menggandeng tangan Raja.


Raja langsung menghambur ke dalam gendongan mamanya saat mamanya langsung berdiri dan mengucapkan kata pamit. Grace tersenyum penuh arti saat menatap Rio. Cih! batin Rio saat melihat Grace menatapnya penuh arti.


Sepulangnya Grace dari rumah Grey, Rio pun memanggil Uci dan mulai menjelaskan semua rencana yang sudah dia susun dengan sangat rapi. Rencananya mereka akan mulai melaksanakan rencana tersebut besok.


Mulai besok Upik dan Uci setiap hari, begitu Grey keluar dari rumah maka Uci dan Upik pun menyusul Grey menuju ke kantor. Sedangkan Lila tetap di rumah dijaga sama Ari dan 3 orang satpam.


Rio yakin sejak pertemuan mereka kemarin di sebuah Mall, Raymond sudah mulai menguntit Lila, atau bahkan mungkin sebelumnya pun sudah. Jadi mulai besok mereka akan mulai menarik Raymond ke dalam pemainannya mereka.


Setelah Rio menjelaskan panjang lebar, Rio pun pamit pulang.


Sepeninggalnya Rio, semuanya pun kembali ke kamar mereka masing masing untuk beristirahat malam ini, karena besok mereka butuh stamina yang prima untuk memulai misi mereka.