Lila And Grey

Lila And Grey
Grey takut gelap



Lila dan Bu Ratih berganti baju tidur karena tubuh Lila tidak jauh beda dengan Bu Ratih maka Lila pun dipinjami Bu Ratih untuk memakai salah satu piyamanya. Dan mereka pun langsung berbaring di ranjang karena sudah merasa sangat letih seoanjang hari ini.


"Nak Lila cocok rambutnya seperti ini, tambah cantik hmm kalo bisa jangan dipotong lagi ya nak biar panjang aja pasti tambah cantik lagi." kata Bu Ratih sambil membelai rambut Lila.


Lila tersenyum menatap Bu Ratih membuat dia merasa kangen sama ibunya yang ada di kota S.


Tiba-tiba PET gelap seluruh kamar "yah mati lampu nih, nak Lila tolong ambilkan lampu emergency di ruang rias sebelah kanan ranjang ya."


Lila menyalakan Hpnya memencet tombol senter untuk menyoroti kamar mengarah ke arah meja rias dan menyalakan lampu emergency nya.


"Nak, tolong ambilkan jar minuman di bawah ya maaf tadi ibu lupa bawa kesini karena terlalu bersemangat menggandeng tangan kamu" sahut Bu Ratih lagi.


"Baik Bu, sebentar ya Lila turun dulu" kata Lila.


Lila melangkah turun sambil membawa hpnya yang sudah berubah fungsi menjadi senter, dia menyoroti semua ruang di lantai bawah setelah dirasa aman dia pun melangkah menuju dapur dan sialnya


tiba-tiba hpnya mati dan gelaplah semua.


Lila memaki dalam hati sambil menatap HP yang dia genggam saat dia mendongak Lila kaget ada sosok hitam tinggi besar berdiri tak jauh dari hadapannya.


"Aaawwwww ada genderuwooo tolong" Lila tambah panik saat sosok itu malah melompat memeluknya.


Saat Lila mau berteriak tiba-tiba mulutnya dibekap dan Lila pun semakin panik " sssst diam ini aku, mana genderuwonya aku takut nih Lil ." suara Grey hmm ternyata Grey yang memeluknya dan mempererat pelukannya saat menyebut genderuwo.


Lila menepis tangan Grey, dan berusaha melepaskan diri dari pelukannya Grey. Grey bisa melihat kalo Lila saat ini berada dekat sekali dengan dia dan Grey mengira-ira, eemmm kira-kira dimana ya letak bibir Lila dan akhirnya cup cup Grey asal menebak lalu mengecup Lila dan semoga benar di bibir Lila lalu dia semakin mempererat pelukannya.


Lila kaget saat Grey mengecup bibirnya, "kak, apa yang kakak lakukan ?" Grey tidak menjawabnya malah semakin erat memeluk Lila. untungnya gelap jadi Lila nggak melihat kalo saat ini wajah Grey merona senang.


"Aku takut gelap Lil tolong aku dan tadi katamu ada genderuwo hihhhh aku takut melek nih." sahut Grey.


Lila mendengus kesal "lepaskan dulu pelukannya kak, gerah nih Lila. Terus kalo takut gelap kenapa turun ke bawah tanpa bawa lampu emergency atau senter ?" tanya Lila. Grey masih belum melepaskan pelukannya.


"Tadi bawa HP Lil, karena di ruang kerjaku nggak ada lampu emergency adanya di kamarku. Tapi tadi keburu haus aku langsung turun ambil minum pake lampu senternya HP sialnya pas sampai di depan kulkas HPku mati" Grey terus memeluk Lila dan terasa gemetar badannya.


Hmm bayi tua nih batin Lila.


" Ayok kita menuju ke lantai atas jalan pelan pelan ya, kakak lepas dulu pelukannya aku nggak bisa jalan nih !" akhirnya Grey melepas pelukannya tapi langsung menggenggam tangan Lila erat erat.


Lalu Lila mulai melangkah pelan pelan sambil menuntun Grey. Dengan pelan pelan mereka pun melangkah menaikki satu demi satu anak tangga dan berhasil sampai di depan pintu kamarnya Grey.


Saat Lila mau beranjak pergi meninggalkan Grey, tangan Lila tidak dilepaskan, Grey malah menarik Lila dan Lila jatuh ke pelukannya. Grey memeluknya lagi dengan erat.


Akhirnya Lila melangkah mundur selangkah hingga sampai di depan pintu kamarnya Bu Ratih yang bersebelahan dengan kamarnya Grey, Lila mengetuk pintu dan Bu Ratih menjawab Lila untuk masuk.


"Lho Grey kamu belum tidur ? " tanya Bu Ratih.


"Tadi Grey haus turun ke bawah mau ambil minum pakai cahaya HP lalu tiba tiba Hp Grey mati Bu." dan Bu Ratih pun tertawa lirih mengingat anaknya memang takut sama gelap.


"Dan ini nih kucing liarnya ibu, malah teriak genderuwo bikin Grey tambah panik." kata Grey menuding Lila .


"Maaf kak soalnya Lila tadi lihat ada sosok tinggi besar di kegelapan Lila pikir ya genderuwo, ternyata kak Grey. " Bu Ratih tertawa lagi.


"Oh iya Bu, maaf tadi Lila menuntun bayi tua untuk kesini jadi lupa bawa jar minumannya." sahut Lila.


Bu Ratih tertawa "nggak apa-apa nak nanti aja kita tunggu kalo sudah nyala kembali listriknya."


Lila dan Grey berdiri canggung menatap satu sama lain saat Lila ingat klo Grey sudah mengecup bibirnya tadi Lila langsung mengalihkan pandangannya dari Grey sedangkan Grey terus menatap Lila.


"Ayok tidur Lil ini sudah larut, sini naik ke ranjang." kata Bu Ratih sambil menepuk kasur di sebelahnya dan Lila pun melangkah ke arah ranjang dan duduk di sebelahnya Bu Ratih. dia menatap Grey yang juga tengah menatapnya.


" Lalu aku gimana ni, tidur dimana aku ?" tanya Grey sambil menggaruk-nggaruk kepalanya. Bu Ratih tertawa melihat tingkah anaknya.


" Ya udah kamu tidur di sofa situ aja" tunjuk Bu Ratih ke arah sofa yang ada di sebelah kiri ranjangnya.


Grey mengerucutkan mulutnya "Bu, kaki Grey gak muat tidur di sofa itu Sofanya gak begitu panjang Bu hufft bisa pegal badan Grey nanti".


Akhirnya Lila bangun dan beranjak menuju sofa.


"Biar Lila aja yang tidur di sofa, kak Grey bisa bobok bareng sama ibu, jadi bayi lagi hihihihi." kata Lila sambil meringis ke arah Grey.


Akhirnya karena sudah larut malam dan semua sudah sangat letih mereka pun tertidur pulas sampai pagi tiba.


Lila bangun paling pagi dia pun berdoa dan beranjak keluar dari kamar untuk memasak sebelum menutup pintu kamar dia melihat ke arah ibu dan anak yang masih tertidur pulas dan Lila pun tersenyum lalu menutup pintu kamar pelan.


Sampai di lantai bawah mbok Iyem sudah datang dan mulai memasak, Bi Inah juga sudah mulai menjemur baju yang diambilnya dari mesin cuci. Lila menghampiri mbok Iyem "masak apa mbok ? Lila bantuin motong sayurnya ya. " kata Lila dibalas anggukan dan senyuman mbok Iyem.


Tiba-tiba bahu Lila ditepuk seseorang saat Lila menoleh Bu Ratih sudah tersenyum menyapanya " pagi sekali nak bangunnya, nggak mandi dulu ?" Lila menatap Bu Ratih dan menjawab "nanti aja Bu, ini masih pagi lagipula kak Grey masih di dalam kamar kan belum bangun "


Bu Ratih tersenyum memandang Lila semakin kagum dan semakin sayang ternyata Lila bener-bener anak yang baik tahu sopan santun. Bu Ratih membelai rambut Lila penuh perasaan lalu mereka pun melanjutkan aktifitas memasak mereka sambil bercanda ringan.


Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannya🙏


Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.


Terima kasih banyak. God Bless You all readers😘🤗