
Grey akhirnya memutuskan untuk menelepon balik Grace.
"Halo, ini betul Grace?" tanya Grey
"Iya, ini aku hmm maaf HPku dibuat mainan Raja jadi mencet nomer kamu beberapa kali maaf ya." jawab Grace di seberang sana.
"oooo gitu aku kira ada masalah penting apa kok sampai ada 5 missed call dari nomer kamu." sahut Grey.
Maaf aku berbohong Grey, kata Grace di dalam hatinya.
"Hmm kamu sedang apa, maaf kalo mengganggu tadi raja nggak sengaja telah memencet nomer kamu beberapa kali." Grace mulai mencoba memperpanjang percakapan mereka.
"Aku tadi sedang meeting online sama anak buahku, nggak ngganggu kok lagian tadi HP aku bisukan." jawab Grey santai.
"Kamu sudah menikah Grey ?" tanya Grace kemudian.
"Iya, aku sudah menikah baru aja hmm sekitar tiga bulan lebih." Jawab Grey singkat.
"Maaf kalo aku mau bertanya lagi, apa kamu sudah punya anak ?" tanya Grace yang memang sejak awal ingin memancing Grey untuk menelepon balik dia, karena jujur saja Grace merasa sangat merindukan Grey.
"Belum, kami memang sedari awal menikah pengen menundanya dulu karena isteriku masih ingin fokus sama ujian akhirnya." jawab Grey kemudian.
"OOO begitu ya, selamat ya Grey kamu memilikki seorang isteri yang sangat manis, yang tadi kan isteri kamu, hmm terus wanita paruh baya yang sangat anggun dan cantik tadi apakah ibu kamu ?" tanya Grace.
Grey merasa ada sedikit rasa sesal di hatinya, kenapa dulu tidak sempat mengenalkan Grace kepada ibunya. Kalau semisal Ibu kenal sama Grace, apa ibu juga akan menyayangi Grace seperti ibu menyayangi Lila. batin Grey.
"Halo, Grey kamu masih disana kan......halo?" tanya Grace.
"Iya, aku masih disini. Kamu benar, yang tadi kamu lihat sewaktu kita di warung soto, hmm benar tadi itu isteri dan ibu aku." sahut Grey.
"Bisa kamu share lokasi rumah kamu Grey ? aku pengen bersilaturahmi dengan Ibu kamu dan isteri kamu, aku juga pengen kasih kamu kado untuk pernikahan kamu." tanya Grace.
"Hmm sebenernya aku sama isteriku besok pagi pagi sekali harus balik, kami disini cuma sebentar untuk kangen kangenan sama ibu aku, sekalian berbulan madu." jawab Grey.
"OOO begitu ya, kalo gitu boleh aku ke rumahmu sekarang juga ?" tanya Grey.
Grey bingung mau menjawab apa, kalau jawab iya, terus nanti dia harus bilang apa ke ibu sama Lila, secara dia tuh nggak pandai berbohong. Pasti akan ketahuan kalau Grey bilang Grace dan dia cuma teman biasa. Grey menggaruk nggaruk kepalanya.
"Hmm gimana ya ? sebentar lagi aku sama isteriku ada acara keluar. Maaf mungkin lain kali saja ya, kalo pas aku berkunjung lagi kesini." Jawab Grey.
"Maaf, aku tutup dulu ya teleponnya lain kali kita sambung lagi." tambah Grey yang langsung menutup sambungan teleponnya.
Grey menghela napas panjang sambil menyandarkan kepalanya di sofa. kenapa dia harus bertemu kembali dengan Grace disini. Kenapa juga harus tahu kalau Grace sudah punya seorang anak dan telah bercerai.
Gila ! perasaan apa nih yang aku rasakan saat ini arrrgghhh. Grey mengusap wajahnya sendiri dengan kasar.
"Sayang, kamu kenapa ? ada masalah ya di kafe ?" tanya Lila tiba tiba, spontan membuat Grey duduk tegak.
Lila duduk di samping suaminya, menangkup kedua pipi Grey " Sayang, kamu kenapa ? sakit kepala lagi ?" tanya Lila kemudian.
"Taruh kepala kamu di pangkuan Lila sini, biar Lila pijat lagi kepalanya " ucap Lila lembut.
Grey langsung nurut, langsung meletakkan kepalanya di pangkuan Lila. Tangan Lila yang satu memijat kepala Grey, sedangkan yang satunya digenggam Grey dan didekap Grey di dadanya. Sesekali Grey mencium tangan Lila yang dia genggam.
Grey menatap Lila, isteri yang sangat dia cintai, kepolosan dan kelembutannya Lila mirip sekali dengan Grace. Cuma Grace itu manja, dan sangat bergantung sama Grey sewaktu mereka pacaran dulu. Tidak semandiri Lila. shit ! ngapain aku membandingkan mereka berdua. batin Grey.
Grey mencium kembali tangan Lila, yang sedari tadi dia dekap di dadanya.
"Sayang, kamu kenapa sih ? kok Lila rasain ada yang beda sama kamu ?" tanya Lila sambil menatap mata Grey yang sedang menatapnya tiada henti.
"Nggak papa sayang, cuma capek aja." sahut Grey asal.
"Sudah pas pijatannya Lila ? apa kurang keras ?" tanya Lila lembut.
"Sudah pas sayang, makasih ya. I love you." jawab Grey.
Maafkan aku ya isteriku sayang, aku belum bisa menceritakan yang sebenarnya sama kamu. Aku takut kamu nantinya jadi salah paham. Karena aku sendiri juga masih belum bisa menata hatiku sendiri saat tadi aku bertemu kembali dengan Grace. Kalau nanti bayangan Grace sudah benar benar lenyap dari hati dan pikiranku, aku janji akan menceritakan semuanya sama kamu.
Lebih baik nanti aku hapus saja nomernya Grace. Aku nggak usah menghubungi dia lagi. Masa bodoh dengan kehidupannya, toh aku juga sudah memilikki Lila, isteri yang benar benar aku cintai dan yang benar benar mencintai aku.
Besok aku dan Lila juga sudah balik, secepatnya aku akan menghilangkan bayangan Grace dari hati dan pikiranku. Aku akan menceritakannya ke Lila begitu kita sampai di rumah besok. Ya secepatnya lebih baik. batin Grey
Lama lama Grey pun tertidur sangat pulas berkat pijatannya Lila. Lila tersenyum menatap wajah suaminya yang kini telah terlelap di atas pangkuannya. Lila menyandarkan kepalanya di sofa tidak begitu lama Lila pun ikut terlelap.