Lila And Grey

Lila And Grey
Ujian kedua bagi Rio mantap!!



Papa dan mamanya Rio mengetuk pintu kamarnya Lila, dan langsung masuk. Mamanya Rio memeluk Lila dan mengucap syukur melihat kondisinya Lila sudah tersadar dari komanya dan sudah berangsur membaik.


Papanya Rio duduk di sofa berbincang bincang dengan Grey. Tidak begitu lama Dony, Ratna, Rio dan Melly nongol secara bersamaan.


Rio tampak kaget saat melihat papa dan mamanya sudah berada di dalam kamarnya Lila. Melly tampak heran melihat ekspresi kaget dari kekasihnya itu.


"Beb, kenapa ?" tanya Melly.


"Emm pa, ma sudah lama disini ?" tanya Rio sambil menggenggam tangan Melly.


""Barusan kok, oooo jangan jangan ini ya calon menantuku ?" tanya mamanya Rio sambil melangkah mendekati Rio dan Melly.


Melly melepaskan genggaman tangannya Rio dan langsung membalas pelukan dari mamanya Rio.


"Kamu cantik, kapan kapan main ke rumah ya, mama tunggu." kata mamanya Rio sambil melepas pelukannya lalu membelai rambutnya Melly. Melly mengangguk dan tersenyum bahagia. Syukurlah mamanya ayang Bebeb Rio nggak segalak ibu tiri dan nggak sekejam ibukota. batin Melly asal.


Rio lalu menarik tangan Melly untuk berkenalan dengan papanya "Mel, ini papaku. Pa, kenalkan ini Melly." kata Rio.


Melly meraih tangan papanya Rio dan menciumnya. Eh busyet papanya ayang Bebeb Rio cakep amat ya, andai gue terlahir di tempo dulu pastilah gue naksir nih hihihihi. batin Melly yang suka asal.


Papanya Rio tersenyum dan berkata "ayok duduklah." Rio dan Melly pun langsung duduk.


Ratna dan Dony tampak ngobrol sama Lila. Tidak begitu lama, Bu Ratih dan Bu Endang mengajak mereka semua makan malam bersama, Rio dan Melly membeli banyak sekali makanan dan camilan tadi.


Grey menelepon kantin rumah sakit untuk membawakan beberapa minuman ke kamarnya Lila, setelah itu dia duduk di samping ranjangnya Lila, memposisikan bed nya Lila menjadi tegak, jadi Lila bisa melihat semuanya saat ini.


Grey hendak menyuapi istrinya, siomay makanan kesukaannya Lila. Sengaja tadi Grey memesankan siomay sama Rio dan untuk menu yang lainnya terserah Rio aja, yang penting ada siomaynya.


"Sayang, kamu makan dulu gih aku dah makan tadi disuapi sama ibu." kata Lila.


"Iya ini aku makan." jawab Grey sambil memasukkan sesuap siomay kedalam mulutnya.


"Sekarang giliran kamu ayok aaaaaa." kata Grey sambil mengarahkan sendok ke mulutnya Lila.


"Sayang, malu nih sama yang lain. Ada om dan Tante juga tuh." kata Lila.


"Nggak apa apa nak Lila, Grey sudah kangen banget sama kamu, kami semua ngerti kok." Kata mamanya Rio sambil tersenyum.


"Tuh kan, semua ngerti kok." tambah Grey.


"Emang kalau sama elo tuh harus selalu ngerti, ya kan semuanya ?" sahut Rio sambil nyengir, yang langsung disambut tawa oleh semuanya.


Grey menatap Rio dengan ekspresi datar yang membuat Lila pun ikutan tertawa pelan dan akhirnya membuka mulutnya menerima suapan dari suami tercintanya.


Setelah selesai makan dan bercengkerama sebentar akhirnya semua pamit pulang. Rio pamit sama papa dan mamanya untuk mengantarkan Melly pulang sebentar. Mamanya Rio mengiyakkan sambil memeluk dan mencium keningnya Melly.


Tinggalah Bu Ratih, Bu Endang, Grey dan Lila. Lila sudah tertidur karena pengaruh obat. Grey membetulkan letak selimut isterinya lalu mencium keningnya Lila.


Ibu dan ibu mertuanya pun sudah nampak tertidur di ekstra bednya masing masing. Grey pengen tidur seranjang dengan Lila tapi takut nanti mempengaruhi suhu badannya Lila. Akhirnya Grey melangkah ke sofa dan merebahkan diri diatas sofa.


Sesampainya di rumah Melly, Rio dan Melly pun turun dari mobil. Saat masuk ke dalam rumahnya Melly, Rio langsung dikagetkan suaranya papinya Melly yang memanggil namanya. Hadeeehh ujian apalagi ni. batin Rio.


Rio menuju ke ruang keluarga, papi dan maminya Melly tengah menonton TV.


"Malam Om, Tante." kata Rio sambil menganggukkan kepalanya.


"Tapi Om, ini sudah malam dan saya belum pamit sama orangtua saya kalau akan pulang telat." jawab Rio


"Teleponlah sekarang, apa perlu Om yang ngomong sama papa kamu ? sini teleponnya !" kata papinya Melly.


"Emm iii....iiya Om, maaf ini sudah tersambung." kata Rio sambil menyerahkan HPnya


"Halo calon besan ya ini, selamat malam saya papinya Melly." papinya Melly.


"Selamat malam pak, ada yang bisa saya bantu ?" papanya Rio.


"Rio hari ini nginap disini jangan khawatir nanti tidurnya sama saya satu kamar sama saya, mau saya ajak nonton bola nih, boleh kan ?" papinya Melly.


"OOO begitu hahaha iya pak boleh saja, maaf kalau merepotkan." papanya Rio.


"Ok, terima kasih ya calon besan. kapan kapan kita ketemuan main catur bareng ya hahaha. Selamat malam." papinya Melly.


"Baik pak, terima kasih undangannya. Selamat malam." papanya Rio.


Setelah sambungan teleponnya sudah terputus, papinya Melly menyerahkan HPnya ke Rio lagi, lalu berkata "Tuh kan boleh, sudah nanti mami tidur sama Melly, biar Rio tidur sama Papi."


Rio pun garuk garuk kepala, duduk di samping papinya Melly untuk menemaninya menonton bola.


"Mami tidur sana istirahat dan kamu Mel, bikinin kopi dua cangkir besar sama bawakan beberapa camilan." kata papinya Melly.


"Mami duluan ke kamar ya nak Rio." kata maminya Melly sambil tersenyum dan melangkah menuju ke kamarnya Melly.


Tidak begitu lama Melly nongol lagi menaruh dua cangkir besar kopi dan beberapa camilan diatas meja. Rio menatap Melly, seolah berkata help me. Tetapi Melly cuma bisa mengangkat bahunya. Kalau papi sudah punya keinginan tidak ada satu pun yang berani membantahnya.


"Ngapain kamu masih disini Mel, emang kamu ngerti soal bola ?" tanya papinya.


"Nggak ngerti sih, tapi Melly masih belum ngantuk mau menemani Bebebnya Melly sebentar." sahut Melly.


"Kamu pilih siapa nih, pertandingan persahabatan Perancis sama Inggris ?" tanya papinya Melly ke Rio.


"Boleh milih duluan nih Om ?" tanya Rio.


"Boleh dong, paling juga pilihan kamu kalah nanti. Om ini nggak pernah salah feeling kalau soal bola." sahut papinya Rio bangga.


"Baiklah, Rio pilih Inggris saja Om karena sahabatnya Rio keturunan Inggris heee." jawab Rio.


"Ok, Om pegang Perancis. Kalau Om menang kamu mau kasih apa nanti ? " tanya papinya Melly.


"Apa aja yang Om pengen deh. " sahut Rio.


"Kalo bebebnya Melly yang menang dapat apa dong ?" sahut Melly.


"Kan sudah dapat kamu, mau apalagi dia ?" jawab papinya Melly santai sambil terus menatap layar TV.


"Emang ya papi tuh dari dulu suka semau gue." Sahut Melly jengkel.


Rio nyengir sambil mengelus elus tengkuknya sendiri, sumpah ujian kali ini lebih berat daripada ujian memasak kemarin. Setelah ini dia harus tidur sekamar dan seranjang dengan papinya Melly...........aaaahhhh Tuhan tolooonggggg. Batin Rio.