Lila And Grey

Lila And Grey
Cemburu



Chris langsung berdiri kaget dan menganggukkan kepalanya kepada sosok laki laki yang kini tengah merangkul Lila, dan masih terus menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Grey.


Aahhh ternyata beneran Greyson Adi Wijaya Simpsons yang jadi suaminya mbak Lila, hadeeehh pupus sudah harapanku, kalah saing dalam segala hal dong gue kalau sama pak Grey, hiks hiks. Batin Chris menangis perih.


"Aku tanya siapa kamu ?" tanya Grey dengan tatapan tajam.


"Sayang, kok kamu bisa nyusul ke sini sih ? katanya tadi ada rapat penting." tanya Lila berusaha meredam hawa panas yang sudah mulai menguar diantara mereka saat ini.


"Jawab !" tegas Grey tanpa menanggapi pertanyaannya Lila.


Mati gue. Batin Chris.


Chris akhirnya memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan menatap Grey lalu menjawab dengan hati hati "Saya muridnya mbak Lila pak."


Upik dengan sadar langsung pamit menuju ke dalam mobil. Lalu Grey duduk di atas kursi yang tadi dipakai duduk sama Upik.


"Duduk, tapi jangan di situ agak jauh dari isteriku !" perintah Grey masih dengan tatapan kesal.


"Sayang, dia nggak ngapa ngapain Lila kok, tanya tuh mbak Melly " Kata Lila mencoba menenangkan suaminya.


"Kamu membela dia sayang ?" tanya Grey mulai kesal juga sama Lila.


Melly pun akhirnya berdiri dan mengatakan kalau akan langsung balik ke kantor sama Upik. Grey menganggukkan kepalanya.


Melly pun pamit sama Lila dan Grey kemudian melangkah lebar masuk ke dalam mobil, meluncur ke kantor bareng sama Upik.


Sepeninggalnya Melly, Lila menatap suaminya dan berkata " bukannya membela, tapi memang seperti itu"


"Iya pak, saya cuma menyapa mbak Lila." kata Chris kemudian.


"Diam kamu ! Cih ! mana HP kamu ?" kata Grey sambil menengadahkan tangan kanannya, meminta Chris menyerahkan HPnya.


"Untuk apa pak ?" tanya Chris heran.


"Serahkan cepat !" Grey mulai menaikkan nada suaranya dan membuat Lila yang berada di samping Grey persis, terlonjak kaget.


Chris langsung menyerahkan HPnya, karena tidak di password dengan mudah Grey mengecek semua kontak yang ada di dalam HPnya Chris.


Grey langsung memelototkan matanya dan bertanya dengan nada suara yang penuh dengan amarah "Apa maksud kamu menyimpan nomer HP isteri aku dengan kata cantikku ?"


Lila langsung menatap Chris dengan tatapan kaget dan heran.


"A aaa anu pak, itu " Chris mulai panik dan bingung mau menjawab bagaimana ini. Batinnya.


"Anu anu nggak bisa ngomong elo sekarang hah ?!" kata Grey mulai menggertakkan giginya.


"Sayang, sabar." kata Lila mencoba menenangkan suaminya.


"Hapus nomernya !" kata Grey kemudian sambil menyodorkan HPnya Chris di depan mukanya Chris.


"Tapi saya butuh nomernya mbak Lila untuk menanyakan beberapa bab mata kuliah reading yang belum saya mengerti pak" jawab Chris dengan hati hati.


"Hapus ! Aku tidak peduli dengan kuliah kamu toh aku bukan bapakmu " jawab Grey kesal.


Karena Chris diam saja, akhirnya Grey yang menghapus nomer HP Lila dari daftar kontaknya Chris.


"Pak, itu namanya pelanggaran privasi " kata Chris protes saat Grey sudah menghapus nomernya Lila lalu melemparkan HP Chris ke arah Chris, untung Chris dengan sigap bisa menangkapnya kalau enggak pasti HPnya sudah terjatuh dan hancur berantakan.


"Kamu mau mencoba melawan aku di jalur hukum ? ok ayok aku layani, laporkan aku soal pelanggaran privasi !" sahut Grey mulai kesal.


"Enggak pak, saya cuma bercanda maafkan saya " jawab Chris lirih.


"Pergi kamu ! kalau masih di sini lebih lama, maka aku tidak akan menjamin kamu pulang dengan wajah yang mulus lagi " kata Grey masih menatap penuh amarah ke arah Chris.


"Dan jangan pamit sama isteriku dan jangan menatapnya !!" Grey mulai berdiri saat dilihatnya Chris menatap Lila dan hendak mengucapkan kata pamit.


"Sayang, sabar " kata Lila sambil memegang lengan suaminya.


Chris pun akhirnya pergi dengan terbirit birit, tanpa pamit sama Lila.


"Sayang " kata Lila sambil mengelus elus dadanya Grey.


Grey diam saja dan kembali duduk.


Grey menepis gelasnya dan berkata " Aku tidak haus."


"Kalau gitu kamu pasti lapar kan, aku pesankan ya, kamu mau apa ?" tanya Lila.


"Aku tidak lapar" jawab Grey singkat.


"Sayang, kamu kenapa sih seperti ini ?" kata Lila mulai kesal.


"Menurut kamu ?" sahut Grey tanpa menatap Lila.


"Kamu berlebihan cemburunya tahu nggak, Chris......."


"Kamu sebut namanya ?" Grey memotong kata kata Lila.


"Iya, Chris memang itu namanya lalu kenapa ? lagian aku sama dia nggak ngapa ngapain, aku juga nggak genit sama dia, terus kenapa kalau aku panggil namanya ?" kata Lila mulai menahan amarah dan tangisnya.


Entah kenapa saat ini dia bisa begitu emosi menghadapi sikap Grey yang kelewatan menurutnya.


"Sayang, maafkan aku " Grey mulai menatap Lila.


Grey meraih kedua tangannya Lila dan menciumnya "Aku nggak mengatakan kamu genit, aku nggak........ aahh shit !" Grey mulai kesal lagi, saat Lila tiba tiba menarik tangannya dari genggamannya Grey.


"Kamu nggak percaya sama aku " kata Lila sambil bersedekap.


"Sayang, bukannya aku nggak percaya sama kamu, tapi aku nggak suka kalau ada laki laki lain mendekati kamu, dan kamu lihat kan berandalan tadi menyimpan nomer kamu dengan kata apa, cantikku, cih ! apa coba maksudnya ?" kata Grey mulai kesal lagi.


"Aku cepat cepat menyelesaikan masalah di kantor tadi karena perasaanku nggak tenang, kamu pergi sejauh ini untuk makan soto. Aku langsung menyusul kamu ke sini setelah masalah di kantor sudah bisa aku selesaikan. Tapi malah lihat berandalan tadi menggoda kamu, duduk dekat sama kamu, aku kan kesal" ucap Grey lirih sambil terus menatap isteri tercintanya yang masih bersedekap.


Lila lalu menghambur ke dalam pelukan suaminya.


Grey langsung mencium pucuk kepalanya Lila dan berkata "Aku percaya sama kamu sayang, sedikitpun aku tidak pernah meragukan cinta dan kesetianmu untuk aku, tapi aku tidak percaya sama berandalan berandalan macam dia tadi"


"Dia bukan berandalan sayang, dia murid aku" gumam Lila di dalam pelukannya Grey.


"Kamu membelanya ? mau aku hukum kamu sekarang hah ?" Grey berkata sambil meraih dagunya Lila dan mulai mencium bibir Lila singkat.


"Sayang ini tempat umum, banyak yang lihat tuh " Lila menunduk malu.


"Makanya stop bela berandalan tadi dan stop sebut namanya, kalau nggak, aku akan kasih hukuman yang lebih lagi dari yang barusan aku lakukan" kata Grey sambil tersenyum jahil menatap Lila.


Lila langsung mencubit pinggangnya Grey. Grey meraih tangan Lila dan menciumnya lalu berkata "Sayang, aku lapar "


"Hahaha ok, mau makan apa aku pesankan" jawab Lila.


"Soto aja deh sama kayak kamu " ucap Grey santai.


"Hahahaha sayang, aku tadi tidak makan soto." Jawab Lila.


"Lho, katanya tadi pengen makan soto kok nggak makan soto ?" tanya Grey heran.


"Lila tadi tiba tiba ganti selera pengen sop buntut, enak sop buntutnya, Lila nggak muntah dan nggak mual pas makan tadi, ternyata sweety doyan banget sama sop buntut "jawab Lila.


"Ya udah aku sop buntut juga terus bungkus lagi untuk dibawa pulang 5 porsi ya" kata Grey.


"Hah ? banyak banget sayang ?" kata Lila sambil mengerutkan dahinya.


"Buat jaga jaga kalau nanti malam kamu dan Sweety tiba tiba pengen, kan restonya sudah tutup, bisa pusing dong kepala papanya Sweety" sahut Grey santai.


Lila pun tertawa dan mengayunkan tangannya memanggil pramusaji resto tersebut untuk mulai memesan lagi.


Mereka pun akhirnya makan dengan tenang dan sesekali Grey menyuapkan sop buntutnya ke Lila.


Dari kejauhan Chris menatap mereka. Ternyata Chris belum meninggalkan resto tersebut. Chris meratapi nasibnya, kenapa juga dia harus jatuh hati sama mbak Lila, dan kenapa juga perasaan yang dia milikki untuk mbak Lila sedalam ini. Kata Chris di dalam hatinya.


Hiks hik hiks tanpa sadar Chris pun terisak sedih, tapi belum juga beranjak pergi dari resto tersebut. Masih terus mengawasi kebahagiaan dan kemesraannya mbak Lila dan suaminya.


Beruntungnya Greyson Adi Wijaya Simpsons ya, sudah tampan, kaya raya, gagah dan mempunyai isteri seperti mbak Lila. Batin Chris lagi.


Chris masih terus menatap mereka. Lama lama pandangannya Chris berubah yang semula ramah menjadi gelap dan tersenyum sinis, seperti sedang merancang sesuatu di dalam benaknya.


Beraninya Chris merencanakan sesuatu. Dia belum paham ternyata kehebatan dari trio kwak Kwak. Oalaah biyung Chris Chris.