Lila And Grey

Lila And Grey
Kebayang-bayang



Grey menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kasar, menahan kekesalannya atas ocehannya Lila.


Akhirnya dia memberi ide pada Lila untuk memanggilnya kak Grey.


Dan Lila langsung nyerocos lagi " nah itu yang kelupaan tadi, kalo saya memanggil anda kak hmm anda bukan kakak saya kan, karena saya anak tunggal "


Grey memijit keningnya karena sudah mulai pusing mendengar ocehannya Lila dan baru kali ini ada makhluk yang namanya manusia yang berani membantah perkataannya Grey.


"Lila aku tekankan sekali lagi panggil aja aku kak Grey toh ibukku sudah menganggap kamu anaknya sendiri, kemarin aku melihat ibukku mengajak kamu ke kamarnya, dan itu pertama kalinya ibukku mengajak orang asing ke kamarnya "


Grey menatap Lila yang tengah asyik menghabiskan makanannya tanpa melihat Grey, Lila menganggukkan kepalanya.


"Kamu akhirnya setuju kan memanggil aku kak Grey ?" sahut Grey yang entah kenapa hatinya merasa senang melihat anggukan Lila tadi, yang dia pikir tanda persetujuan dari Lila untuk memanggil dia kak Grey.


Lila mendongak menatap Grey "siapa yang setuju ?" sahut Lila .


Grey langsung protes "lha tadi kamu ngangguk-angguk "


"Saya selalu mengangguk-angguk setiap kali saya merasa cocok dengan rasa masakan yang saya makan." sambil merenges lagi.


Grey pun berteriak "Lilaaaaa"


"Baiklah kak Grey, karena sudah mentraktir saya makanan yang super enak saya setuju memanggil anda kak Grey" sahut Lila setelah dia menghabiskan makanan dan minumannya ludes tak bersisa.


Grey secara nggak sadar tersenyum dan Lila langsung komen " kak Grey kalo tersenyum tampan sekali lho mbok iya senyum terus setiap detik"


Grey langsung memasang muka datar lagi dan berdiri dari kursinya meninggalkan Lila keluar kafe menuju ke mobilnya.


Lha Lila merasa bingung kan belum bayar, waduh gawat nih kalo aku yang disuruh bayar bisa bisa uang semesteranku ludes nggak bersisa buat bayar totalannya,


Lila pun berlari menyusul Grey sambil membungkuk ke arah pelayan yang masih berdiri di samping mejanya "maaf, mbak saya kejar dulu mesin ATM nya ya heeee" pelayan kafenya cuma senyum melihat tingkah Lila


"Kak, tunggu !" Lila langsung masuk ke dalam mobilnya Grey, dan menarik ujung jasnya Grey begitu dia sudah berada di dalam mobil.


Grey melirik tangan Lila lalu bertanya "ada apa ?"


"Kak Grey kan belum bayar kok main pergi aja, saya nggak punya uang lho lagian yang ngajak kesini kan....." tangan Grey langsung membungkam mulut Lila dan berkata "sssstt bisa diam nggak sih berisik banget dari tadi, makanan kita sudah dibayar sama nenek moyang kita " jawab Grey asal.


Lila menyingkirkan tangan Grey dari mulutnya "nenek moyang siapa, memang kita saudaraan kok bisa punya nenek moyang yang sama ?"


Grey menatap Lila tajam " kamu lihat ada yang berlari keluar mengejar kita nggak ? "


Lila menggeleng dan Grey berkata lagi "berarti kita aman, ya udah oke, ayok kita pergi dari sini, aku antar balik ke kampus, aku mau balik ke kantor ada meeting jam 4 nanti"


Grey pun melajukan mobilnya ke arah kampusnya Lila.


"Kok bisa ya makan, terus nggak bayar tapi ok ok aja hmm aneh " gumam Lila sambil melirik ke arah Grey tapi Grey acuh tak acuh tetap menatap ke depan konsentrasi menyetir.


Sesampainya di kampus Lila meraih tangan Grey secara dadakkan dan mencium punggung tangannya Grey yang membuat Grey terlonjak kaget "kkk ka kamu ngapain ?" tanya Grey.


Lila santai menjawab " kan kita saudaraan sekarang kakak kan kakaknya Lila tadi kak Grey bilang gitu kan sudah sepantasnya kalo Lila cium tangan orang yang lebih tua ajaran ibu saya seperti itu kak"


Lalu Lila beranjak keluar dari mobil lalu melambaikan tangan saat mobil Grey pergi tapi tidak dapat balasan lambaian tangan dari Grey. hufffttt sabar Lil emang dia kan aneh batin Lila.


Grey melajukan mobilnya ke arah kantor dan menatap punggung tangan kirinya yang tadi dicium Lila untung Lila tadi nggak pakai lipstick jadi nggak berbekas di punggung tangannya Grey.


Setelah masuk ke ruangannya, Grey menatap lagi punggung tangannya lalu teringat akan Lila gadis jurusan sekretaris yang terkesan tomboy tidak seperti mahasiswi-mahasiswi lainnya yang tadi dilihat sekilas sama Grey yang modis pakai heels dan berdandan, bahkan ada yang dandannya menor sampai membuat Grey bergidik ngeri, tapi Lila tidak pakai lipstick hanya polos saja sudah terlihat manis.


"Cih!" tanpa sadar Grey memaki dirinya sendiri, ngapain aku memikirkan cewek tak berbentuk seperti dia hmm kucing liar yang selalu berisik lagian rambutnya itu terlalu pendek seperti cowok saja "aaaarrrghhhh" Grey berteriak sambil menjambak rambutnya lalu menghempaskan diri ke kursi kerjanya dan mulai mempersiapkan berkas untuk rapat nanti.


Tuuuuuuttt tuuuutttttt


Grey mengangkat gagang telepon di meja kerjanya "ya ada apa Mel ?" Melly memberi info kalau ibu Susan perwakilan dari PT Putra Fajar sudah tiba.


" Persilahkan masuk mel" Grey pun meletakkan gagang telponnya lalu berdiri dari kursinya melangkah menuju ke sofa yang berada di tengah ruangan kantornya dia berdiri menunggu tamu nya masuk ke ruangannya.


Susan perwakilan dari PT Putra Fajar sangat modis mengenakan kemeja berkerah V berwarna coklat muda dan bawahanya rok jeans ketat panjang tapi pinggirannya terbelah sampai batas diatas lutut.


Kecantikannya karena polesan make up tapi terlihat anggun dan elegan.


Grey mempersilahkan Susan untuk duduk. setelah Susan duduk di sofa yang panjang, dengan harapan Grey akan duduk disebelahnya, dan bisa melihat belahan roknya yang ada di samping kanannya tepat yang sengaja memang dia pilih untuk menggoda Grey.


Susan sudah melihat profil pemilik perusahaan Wijaya grup dia sudah langsung tertarik karena Grey memang sangat tampan dan gagah.


Tetapi perkiraan Susan salah Grey memilih duduk di sofa single yang ada di sebelah kririnya Susan dan otomatis Grey nggak akan melihat belahan roknya Susan. Dalam hati Susan mengumpat kesal.


Setelah selesai membahas kerja sama dan hasilnya memuaskan bagi kedua belah pihak, membuat Susan semakin mengagumi Grey, dalam hati Susan memuji Grey sosok cowok impiannya tampan,gagah,sopan,cerdas, dan kaya raya. Susan melancarkan serangan pertamanya.


"Maaf apa bapak sudah menikah ?" tanya Susan dan melihat Grey menggeleng sambil menandatangani berkas berkas kontrak mereka, Susan tersenyum senang.


Saat Grey sudah selesai menandatangani semua berkas, Grey berdiri mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Susan, tapi Susan malah berjalan disamping Grey dan melingkarkan tangannya di lengan Grey membuat Grey bingung menatap Susan.


"Pak, bagaimana kalau kita merayakan kontrak kita hari ini dengan makan malam, bapak bisa mentraktir saya makan malam dimana pun di salah satu kafe bapak pun saya tidak masalah"


Grey masih bengong menatap Susan tapi lalu menganggukkan kepala dan tersenyum mengiyakan Susan lalu mereka pun melangkah keluar dari ruangannya Grey,.


Grey berbicara sambil lalu sama Melly sekretarisnya "pulanglah Mel, sudah selesai semuanya, ini juga sudah jam 7 malam" Melly menganggukkan kepalanya.


Grey sampai di salah satu kafe miliknya dan mempersilahkan Susan untuk duduk terlebih dahulu, dan Grey langsung memesan beberapa menu spesial kafenya untuk menjamu kliennya.


Grey duduk di depan kursinya susan.


Susan melancarkan serangannya yang kedua menceritakan kehidupannya berusaha menarik perhatiannya Grey.


Grey menatap Susan, tapi pikirannya memikirkan Lila, hmm kalau yang di depannya saat ini Lila, pasti lebih seru, dan Grey merindukan wajah lugunya Lila.


Saat ini dia menatap cewek di depannya yang memakai make up komplit banget sampai Grey mikir, ini cewek kalau kerja bangun jam berapa ya sampe makai make up sekomplit ini ckckckck, batin Grey hmm beda banget sama Lila ku, shit! what! tiba tiba Grey mengusap wajahnya dengan kasar membuat Susan kaget


" Maaf pak, apa saya membuat bapak marah ?" Grey malah semakin salah tingkah menyadari kebodohannya menyebut Lila ku secara tidak sadar membuat dia tidak mencerna pertanyaan Susan dengan baik.


"Hmm ada apa Bu Susan ?" Susan menjawab pertanyaan Grey dengan permintaan agar Grey jangan memanggil dia dengan sebutan Bu Susan lagi, toh Susan lebih muda dua tahun dibandingkan Grey jadi panggil Susan aja nggak apa-apa dan Grey hanya tersenyum.


Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannya🙏


Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.


Terima kasih banyak. God Bless You all readers😘🤗