
ceklek
Grey dan Lila nongol setelah mengalahkan anak buahnya Delon yang tengah berjaga di depan pintu kamar.
Rio langsung menarik maju kedua anak buahnya Delon yang tadi memeganginya dan kedua anak buahnya Delon pun jatuh terjerembab tersungkur di lantai di depan kaki nya Delon.
"Apa lo kesasar hah !? kenapa lama sekali ?" kata Rio menoleh ke arah Grey
"Cih ! aku nih ahli melacak mana mungkin aku kesasar. " sahut Grey kesal.
Rio menatap Lila yang tampak nyengir.
"Bro, ngapain Lila elo bawa ? " tanya Rio
Grey bergelagat mau menjawab pertanyaan Rio, spontan mereka malah menoleh ke arah Delon secara bersamaan. Karena tiba tiba Delon bertepuk tangan dan tertawa terbahak bahak.
"Kita apain nih orang ?" tanya Grey.
"Siapa dia ?" tanya Lila
" Eh busyet bisa nggak atu atu nanyanya, huffft ." sahut Rio yang langsung mendapat cengiran khasnya Grey.
"Dia suaminya Adelia, lebih baik kita pergi saja percuma meladeni dia." sahut Rio sembari membalikkan badan beranjak pergi, yang langsung diikuti Lila dan Grey.
"Tunggu !" Delon berteriak lantang tapi tidak dihiraukan sama Rio yang terus melangkah menjauhi Delon.
Akhirnya mereka pun sampai di parkiran mobilnya Grey.
"Tunggu sebentar ya ." Kata Grey yang kembali melangkah masuk ke dalam hotel.
Grey mencari manajer hotel tersebut yang membuat Grey sedikit gusar. Karena manajer hotel tersebut mengenal Lila, kurang ajar berani benar dia tadi menatap Lila ku. batin Grey sambil celingukkan mencari manajer hotel tersebut.
Akhirnya Grey melihat seseorang melambaikan tangan ke arahnya. Nah itu dia gumam Grey.
"Makasih, ini cadangan kartu chip kamar tadi dan aku tegaskan sekali lagi hapus nomer HP nya Lila, jangan pernah menghubungi dia ingat itu." kata Grey sambil menatap tajam manajer hotel tersebut.
"Lho memangnya kenapa ? Lila masih single kan ? apa salahnya............
Kata kata manajer hotel tersebut langsung dipotong Grey. "Lila sudah menikah dan aku suaminya."
Manajer hotel tersebut langsung mengibas ngibaskan tangannya ke jaket Grey yang tidak tampak kotor lalu berkata "Maaf, pak hmm sekali lagi saya minta maaf." sahut manajer hotel tersebut
"Cih ! " Grey mendengus kesal lalu pergi meninggalkan manajer hotel tersebut yang masih menggaruk nggaruk kepalanya seolah tidak percaya kalau Lila sudah menikah.
Akhirnya Grey melajukan mobilnya menuju ke rumah Rio.
"Bro bagaimana bisa kamu berurusan dengan berandalan tadi, suaminya Adelia, siapa namanya ?" cerocos Grey
"Delon, dia membuntuti isterinya dan tahu saat Adelia mendekatiku dan masuk ke kamarku " sahut Rio
"Sayang, jangan mulai aneh aneh ." jawab Grey.
"Aku setuju ." sahut Rio yang langsung mendapat sorotan tajam dari Grey.
"Apa kak yang cocok untuk nama kelompok kita ini ?" tanya Lila berbinar binar sambil memajukan badannya ke arah depan.
Grey melirik ke arah Lila yang kini sudah nongol berada di tengah tengah dia dan Rio.
"Sayang duduk yang benar, atau mau aku makan sekarang " kata Grey.
Lila langsung memundurkan badannya lagi sambil mengerucutkan bibirnya.
"Mau makan memakan itu nanti ya kalo akunya sudah nggak ada." kata Rio kesal karena tiba tiba merasa jiwa jomblonya merana sedih.
"Apa kak namanya ?" tanya Lila lagi.
"Hmmm gimana kalo trio kwak kwak." kata Rio asal, yang anehnya malah membikin Lila tertawa puas mendengar celotehan asalnya
"Bagus kak, Lila suka ." sahut Lila berbinar binar sambil menepuk pundak Rio.
Grey menoleh kesal "Sayang tangan kamu tuh jangan dibiasakan memegang cowok lain selain aku bisa nggak ?" kata Grey penuh kecemburuan.
"Apa sih siapa yang megang, orang cuma nepuk gini " kata Lila sambil menepuk pundak Rio lagi
"Sa....yang." Grey sudah tampak geram
"Buahahahaha ." Rio tertawa melihat ekspresi wajahnya Grey.
Lila kembali mengerucutkan bibirnya.
"Ok, Trio Kwak Kwak menuju ke markas ." ucap Lila tiba tiba yang membuat Rio kembali tertawa terbahak bahak.
Grey memilih untuk diam, tidak menanggapi kekonyolan Lila dan Rio.Terserahlah mau diberi nama trio kwak kwak atau apalah, yang penting saat ini mereka semua selamat dan baik baik saja.
"Eh, tolong antarkan gue di jalan dekat kantor polisi saja. Tadi gue meninggalkan mobil gue disana." ucap Rio yang langsung diiyakan oleh Grey.
Setelah mengantarkan Rio kembali untuk mengambil mobilnya, Grey dan Lila langsung pamit pulang karena malam sudah semakin larut. Takutnya nanti ibu dan orangtuanya Lila mencari mereka dan panik lagi saat mereka tidak ada di rumah.
Sesampainya di rumah, Grey dan Lila langsung berganti baju dan tertidur lelap saking capeknya.
Sedangkan di dalam kamar hotel tadi, Delon mulai mengamuk dan mengusir wanita simpanannya untuk keluar dari kamar meninggalkan dia sendiri.
Memanggil semua anak buahnya yang masih berjalan terseok Seok karena terluka akibat ulahnya Lila dan Grey. Delon menghukum semua anak buahnya yang tidak becus bekerja lalu mengusir mereka semua untuk keluar dari kamarnya.
Cih ! Rio Putra berani beraninya kamu menantang aku. gumam Delon.
Aku akan membalasmu Rio putra, tunggu dan lihat saja, kamu akan menangis darah merasakan pembalasanku. batin Delon penuh amarah dan dendam.