Lila And Grey

Lila And Grey
Belum tapi segera



Pas jam makan siang, Grey memutuskan untuk pulang. Dia kangen sama Lila isterinya. Apalagi tadi Lila menelepon mengatakan kalau Dony sama Ratna mau main ke rumah. Kalau Ratna sih ok ok aja, lha Dony....oh no...no...no, Grey belum percaya seratus persen sama tuh bocah.


Rio keluar dari ruangannya bertepatan dengan Grey yang tengah melangkah lebar hendak pergi meninggalkan ruangannya.


"Hei ! mau makan siang dimana ? barengan yuk." sapa Rio.


Grey menghentikan langkahnya menoleh ke arah Rio. "ok, ayok kita ke rumahku." ajak Grey.


"Maaf bapak bapak hmm nasib Melly gimana nih, nggak diajak ?" sahut Melly.


Grey dan Rio saling menatap dan akhirnya "Ayok ikutlah Mel, Lila masak banyak kok cukup untuk kita semua." ajakkan Grey langsung membuat hati Melly berbunga bunga dan mata indahnya berbinar binar cerah ceria.


Sesampainya di rumah Grey, mereka bertiga langsung masuk menuju ke ruang makan.


Grey langsung mempersilahkan Rio dan Melly untuk duduk dan mengangguk ke arah Ratna temannya Lila.


"Dony nggak jadi kesini ?" tanya Grey ke Ratna


"Jadi pak, hmm Dony baru aja ke toilet." sahut Ratna.


"Lalu dimana isteriku ?" tanya Grey tampak panik.


"Tentu saja disini sayang." sahut Lila yang tiba tiba berdiri dari jongkoknya.


Grey langsung kaget, mundur selangkah ke belakang dan memegang dadanya, saat melihat isterinya tiba tiba nongol, dan semua yang menatapnya pun tertawa terbahak bahak melihat ekspresi kaget dan malunya Grey.


"Kamu ngapain jongkok disitu sayang ?" tanya Grey yang masih memegang dadanya dan menatap heran isterinya.


"Mengambil ini, jatuh tadi." sahut Lila sambil nunjukin centong nasi yang tadi terjatuh, lalu melangkah ke arah wastafel untuk mencuci centong nasi tersebut.


"Mari silahkan dinikmati masakan ala chef Lila." ucap Lila sambil beranjak dari wastafel menuju ke meja makan sambil mengelap centong nasi tadi.


Dony tampak melangkah dari toilet ke arah meja makan dan duduk di samping Ratna.


"Kenalkan, ini Kak Rio partner kerjanya suamiku, dan yang di sebelahnya itu mbak Melly sekretarisnya suamiku." Lila memperkenalkan Rio dan Melly kepada Dony dan Ratna.


"Dan ini Dony yang disebelahnya adalah Ratna hmm mereka baru saja jadian hihihihi." tambah Lila yang langsung mendapat cubitan dari Ratna di bahunya.


"Oooo jadi mereka sudah jadian nih, aman berarti ." sahut Grey asal yang langsung mendapat tatapan kesal dari Dony.


Akhirnya mereka menyantap makan siang mereka dengan penuh canda ria, kekonyolannya Grey, Rio dan Dony menceriakan siang hari mereka.


"Hmm mbak Melly pacarnya pak Rio ya ?" tanya Ratna polos.


"Uhuk uhuk" Melly langsung terbatuk dan Rio dengan sigap menyodorkan segelas air minum ke arah Melly.


"Belum tapi segera." Jawab Grey sembari nyengir ke arah Rio.


"Sok tahu elo." sahut Rio datar.


"Cocok lho kalian ini, mbak Melly cantik modis dan pak Rio cakep banget kayak bintang film Korea." cerocos Ratna lagi dengan polosnya.


"Ehem ehem." Dony langsung berdehem ringan.


"Heeee tapi tetap saja pacar Ratna ini yang paling cakep sedunia." ucap Ratna sambil menepuk nepuk pipinya Dony.


"Uuwwwuuuwww co cweet kalian ini ya." ucap Lila saat menatap kedua sahabatnya tampak mesra di depannya.


Cup Cup


"Sayang, jangan gini ah malu." ucap Lila sambil mencubit pinggang suaminya.


"Apa ? " tanya Grey ke arah Dony yang tengah menatapnya tanpa ekspresi


"Nggak apa apa." sahut Dony datar.


Melly dan Rio yang tampak canggung hmm mau mesra mesraan juga tetapi kan belum jadian hiks hiks dalam hati keduanya merasa sedih jiwa jomblo mereka merana melihat kemesraan dua pasang kekasih yang terpampang nyata di depan mereka.


"Mbak Lila pinter masak ya, masakannya mantul semuanya, nanti kalau Melly mau menikah Melly sering sering kesini boleh ?" tanya Melly.


"Mau apa ?" tanya Rio dan Grey bersamaan ke arah Melly.


"Mau belajar masak dong, memang mau belajar apalagi ?" sahut Melly.


Lila, Dony dan Ratna langsung tertawa terbahak bahak.


"Siap, mbak Melly yang cantik nanti Lila ajarin semua resep andalannya Lila." jawab Lila sambil tersenyum manis ke arah Melly. Melly pun langsung mengacungkan kedua jempolnya.


Akhirnya mereka selesai makan siangnya. Rio dan Melly memakai mobil Grey untuk balik ke kantor. Sedangkan Grey masih duduk di kursi tamu bersama Dony,Ratna dan Lila.


Grey duduk di samping Lila dan merangkul bahu Lila dengan mesra dan sesekali mengecup pipi Lila, Lila sebenarnya risih tetapi pilih mengalah aja membiarkan semua tingkah polah suaminya.


Dony dan Ratna duduk di depan mereka, Dony tampak cuek sama Ratna, Ratna tidak mempermasalahkan itu semua toh mereka juga baru sebulan ini jadian masih canggung itu biasa batin Ratna.


"Kalian sudah nggak ada urusan lagi kan, ini sudah beranjak sore lho." kata Grey yang langsung mendapat tatapan tajam dari Lila.


"Sayang kok nadanya kayak ngusir gitu sih ?" protes Lila.


Dony pun berdiri dan menarik tangan Ratna. "Iya, benar nih sudah beranjak sore hmm Lil kita pamit dulu ya, kapan kapan nanti kita main kesini lagi." Kata Ratna yang spontan ikut berdiri.


Dony dan Ratna pun akhirnya pamit meninggalkan rumah Grey.


Grey memeluk Lila dari belakang yang masih melambaikan tangan ke arah Ratna.


Setelah Ratna dan Dony sudah tidak tampak dari pandangan Lila, Lila pun berbalik badan mau melangkah kaki tetapi Grey tiba tiba menggendongnya.


"Sayang, ada mbok Iyem tuh malu." Lila menyembunyikan wajahnya di dada bidang Grey. "Turunkan aku sayang, malu." tambah Lila lagi.


Grey tidak menggubris ucapan Lila malah melangkah lebar menaikki tangga dan langsung masuk ke kamar dan berjalan ke kamar mandi.


"Sayang, aku bau nih habis masak tadi, malu kalo mandi bersama." kata Lila protes saat Grey mulai menutup pintu kamar, mendekatinya dan langsung ******* bibir Lila. Mereka pun meluapkan cinta mereka, gairah mereka dan Lila pun hanya pasrah meladeni maunya Grey.


Sesudah melakukan kewajibannya yang luar biasa sebagai seorang suami, Grey memandikan Lila, lalu menggendong Lila ke tempat tidur membaringkan Lila pelan.


Cup Cup Cup


Grey mengecup perut Lila lalu mengusapnya dan berkata "Cepat nongol ya Grey Junior."


Lila tersenyum menatap tingkah konyol suaminya.


Grey mengecup kening Lila, menyelimutinya. "istirahatlah, aku mau ke ruang kerja sebentar, membereskan beberapa berkas dan kontrak kerja dengan beberapa klien." ucap Grey lalu beranjak pergi meninggalkan Lila yang mulai memejamkan matanya. Grey menutup pelan pintu kamarnya.