
Lila bangun pagi pagi sekali karena ini mata kuliah typing jam 7 tepat dimulainya. Lila memasang alarm jam 5 setelah mematikan alarm, Lila bersaat teduh dan berdoa lalu segera mandi dan bersiap siap.
Lila turun ke bawah melihat mbok Iyem sudah mulai memasak. Lila mengambil nasi goreng yang dimasak mbok Iyem secukupnya memakannya dengan kilat khusus heee lalu meminum kopi yang sudah dibikinkan mbok Iyem. "makasih mbok" sahut Lila yang langsung dibalas mbok Iyem dengan senyumannya.
Bu Ratih sudah muncul di ruang makan menepuk bahu Lila "Kok pagi pagi benar sudah rapi nak ?" tanya Bu Ratih.
"Iya Bu, maaf Lila buru buru hari ini ada test typing dan dimulainya jam 7 tepat, maaf juga Lila duluan sarapannya." sahut Lila sambil mencium punggung tangan Bu Ratih lalu pamit.
"Nggak apa apa nak" sahut Bu Ratih sambil membelai kepala Lila.
"Eh eh nak sebentar, biar diantar sama mang Udin sebentar ya ibu panggilkan. " ibu menuju ke intern phone yang terpasang di dinding dapur memencet tombol 3 yang langsung terhubung ke ruang satpam.
"Nggak usah Bu, biar Grey antar" tiba tiba Grey nongol.
"Kamu nggak sarapan dulu ?" tanya ibu
"Gampang lah nanti sehabis antar Lila ke kampus Grey pulang lagi untuk sarapan." sahut Grey sambil mencium punggung tangan ibunya dan pamit.
Ibu lalu menutup intern phone nya.
Lila dan Grey masuk ke mobil dan langsung meluncur ke kampus. Begitu sampai di kampus, Lila mencium punggung tangan Grey dan Grey mencium rambut Lila. "Sukses ya testnya" kata Grey yang disambut Lila dengan senyuman dan angkat jempol.
Lila turun dari mobil dan melambaikan tangan saat mobil Grey mulai meninggalkan area parkir kampus.
Jam 8 tepat Test typing sudah selesai. Lila dan Ratna pun keluar dari kelas "Lil, gimana ayah kamu sudah baikan ?" tanya Ratna.
"Sudah Rat, makasih ya perhatiannya ." sahut Lila merangkul pundak sahabatnya.
Ratna mengikuti Lila melangkah ke arah area parkir mobil dekat food court karena tadi Grey mengatakan akan menunggu Lila disana.
"Lho Lil kamu kok nggak belok ke kiri kok malah lurus ? kamu nggak bawa motor ?" tanya Ratna
"Ayok aku Anter kalo kamu nggak bawa motor." Ratna menarik tangan Lila.
Tapi Lila malah giliran menarik tangan Ratna "ayok aku kenalin Rat sama calon suami aku." Ratna pun semangat mendengar kata kata Lila dan mengikuti langkah Lila menuju ke mobil yang di parkir di dekat food court kampus.
Grey turun dari mobil dan Ratna langsung tertegun kaget melihat pangeran impiannya kini ada di depan dia. Yang bikin Ratna tambah kaget saat Lila menepuk bahunya dan berkata "kak, kenalin ini Ratna dan Rat kenalin ini kak Grey dia...."
"Calon suaminya Lila ." potong Grey sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah Ratna.
"Ah iii iya saya Ratna salam kenal." sahut Ratna kikuk karena dia kaget juga merasa kecewa setelah tahu ternyata pangeran impiannya adalah calon suaminya Lila hiks hiks hiks hari patah hati sedunia nih batin Ratna.
Grey dan Lila pun masuk ke mobil, Lila melambaikan tangannya ke arah Ratna yang dibalas lambaian tangan juga sama Ratna yang memaksakan untuk tersenyum.
"Kak, sudah sarapan ?" tanya Lila menoleh ke arah Grey, dan Grey menganggukkan kepalanya.
"Maaf ya kak, Lila tadi sarapan duluan tidak menunggu kakak." Lila berkata sambil menundukkan kepalanya.
Grey pun mengelus kepala Lila lembut. "nggak apa Lil, santai aja."
Setelah sampai di kantor Grey Lila merasa minder untuk turun dari mobil. Gedungnya besar dan bagus banget. Beneran ini milik kak Grey batin Lila.
"Ayok turun kok malah bengong, ini hari pertama kamu untuk jadi asisten aku yang imut." kata kata Grey membuat Lila malu, cepat cepat Lila melepas seat beltnya dan turun dari mobil.
Grey menyerahkan kunci mobilnya kepada satpam "tolong nanti bilang sama Joko untuk bawa mobilnya ke basement."
"Siap pak." sahut pak satpam.
Grey pun menggandeng tangan Lila untuk masuk ke kantornya. Karyawan Grey menatap mereka berdua dan berbisik bisik berasumsi kira kira siapa ya cewek yang digandeng sama bosnya. Secara rumor yang ada tuh bos pemilik gedung ini benci sama cewek. Yah mungkin itu sepupu apa kerabat jauhnya bos beberapa karyawan Grey mempunyai asumsi mereka sendiri sendiri.
Grey menghentikan langkah di depan meja kerjanya Melly yang berada tidak jauh dari pintu ruangan kerjanya Grey.
"Mel, tolong kasih tahu OB untuk membawa meja kerja ke ruanganku ya secepatnya." Lila tersenyum ke arah Melly dan Melly pun membalas senyumannya Lila. Grey langsung menarik tangan Lila, meninggalkan Melly dan masuk ke ruangannya.
"Hai bos, waaahhh bakal cerah ceria hari ini. Ruangan kita bakal tambah hidup ada wanita cantik dan manis sekarang." cerocos Rio yang langsung dipelototi Grey.
"Jangan pernah memuji Lila ku, dan jangan lama lama menatap Lila awas kalau nanti ketahuan sembunyi sembunyi menatap Lila bakal aku potong gaji kamu selama sebulan kalo perlu setahun aja sekalian." tegas Grey yang langsung dipukul pundaknya sama Lila.
"Ehmm Lila harus manggil apa nih?" tanya Lila sambil menoleh ke arah Grey.
"Apa? siapa maksudmu?" tanya Grey.
"Ooo panggil mas Rio aja heee" sahut Rio yang langsung paham maksud Lila.
"Apa!? mana boleh.!!" sahut Grey geram.
"Kenapa sih panggilan aja jadi serumit ini ?" tanya Rio heran
"Lila tuh yang ngajarin kalau manggil mas itu berarti pacar, makanya aku nggak rela, huh! enak aja manggil mas." sahut Grey
Lila pun tertawa "Ya ampun kak Grey, Lila waku itu hanya bercanda selama ini Lila kalo sama cowok yang lebih tua juga manggilnya mas. klo gitu berarti pacar Lila banyak dong " Lila dan Rio tertawa.
Grey menatap mereka berdua dengan kesal "huh! panggil aja Rio."
"Tapi kan Lila lebih muda kalo manggil Rio aja nanti Lila jadi kualat terus Lila jadi jambu monyet kepala Lila dibawah emang kakak rela ?"
Grey langsung melompat memeluk Lila
" jangan dong Lil, huffft ya udah terserah kamu mau manggil Rio apa ?" kata Grey.
Lila melepaskan diri dari pelukannya Grey saat pintu diketuk seseorang.
"Masuk" kata Grey
Dua orang OB masuk membawakan meja kerja ditaruh didepan sofa dekat jendela berhadapan dengan meja Grey. Lalu OB tersebut keluar sebentar dan masuk lagi membawa kursinya. Lalu pamit meninggalkan ruangan.
"Jadi mau manggil aku apa nih? tanya Rio.
"Abang aja gimana ?" kata Lila
"Waah jangan dong Lil, jadi kang bakso aku nanti ." sahut Rio
"Kok bisa?" tanya Lila
"Kan ada lagunya Lil, Abang tukang bakso hufft ya kan." jawab Rio yang langsung tertawa waktu melihat Lila juga tertawa.
Grey berdehem. "panggil kakak aja nggak apa apa tapi kamu ganti manggil aku sayang, titik nggak pakai koma ."
Rio dan Lila saling berpandangan.
"Kamu duduk dulu disana Lil, di meja kerja yang dekat jendela itu, dan kamu bro ayok Kita bahas proyek kita kemarin." Rio dan Grey berjalan ke sofa dan duduk di sofa mulai membahas pekerjaan.
Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannya🙏
Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.
Terima kasih banyak. God Bless You all readers😘🤗