Lila And Grey

Lila And Grey
Khilaf yang terulang



Setelah Grey melepaskan pelukannya mereka pun melangkah ke ruang keluarga untuk mengobrol bersama melepas rindu. Tidak begitu lama, Ibu pamit ke kamar.


Tinggallah Lila dan Grey berdua di ruang keluarga. Grey menggeser duduknya untuk bisa menempel dengan Lila.


Merangkul bahu Lila lalu mengelus elus rambut Lila. Grey mencium pucuk kepalanya Lila, lalu kening Lila, saat Lila menoleh dan mendongak ke arah Grey, Grey pun mencium kedua mata Lila, hidung Lila, kedua pipi Lila, lalu saat bibirnya mendarat di bibir Lila, Grey langsung ******* bibir Lila dengan penuh gairah, tidak selembut biasanya. Lila menarik diri untuk bernapas sambil memejamkan matanya.


Grey menatap Lila sebentar lalu menarik tengkuk Lila dan langsung ******* bibir Lila kembali, Lila tanpa sadar merangkulkan kedua tangannya di leher Grey, Grey menggigit bibir Lila pelan agar Lila membuka bibirnya dan langsung memasukkan lidahnya begitu Lila membuka bibirnya, lidah Grey langsung menari nari menjelajahi mulut Lila. Mereka saling memagut penuh gairah.


Pelan pelan Grey meletakkan tubuh Lila di sofa, Grey melepas ciumannya, menatap wajah Lila, Kedua tangan Lila masih merangkul leher Grey dan masih memejamkan matanya. Grey mencium kedua mata Lila kembali, lalu telinga Lila, Tubuh Grey kini tengkurap diatas tubuh Lila, Grey membisikkan kata kangen dan langsung menciumi telinga Lila, membuat Lila mendesah pelan sambil membelai kepala Grey.


Grey mengarah ke leher Lila menciuminya dan menghirup wanginya Lila. Di belakang telinga Lila, Grey menggigitnya sehingga meninggalkan tanda merah, tanda kepemilikan yang membuat Lila mendesah dan merintih lirih, membuat Grey semakin hilang kendali.


Grey mencium bibir Lila, melumatnya kembali dan tangannya mulai menyelinap ke dalam kaosnya Lila, mulai bermain main diatas bra Lila, membelai dan meremas dada Lila pelan pelan, sambil terus memainkan lidahnya di dalam mulut Lila.


"Kak" Lila melepas ciumannya, mendorong Grey pelan, memanggil nama Grey dengan suara serak penuh gairah.


Grey langsung menarik tangannya keluar dari dalam kaos Lila "Shit!" ucap Grey langsung bangun dan menarik tubuh Lila ke dalam pelukannya.


"Maafkan kakak ya Lil, hufft kakak khilaf lagi, soalnya kakak tuh kangen banget sama kamu Lil." ucap Grey sambil memeluk Lila erat dan membelai rambut Lila.


Grey mencium rambut Lila dan membelai rambut Lila untuk meredakan


gairahnya yang sudah menggebu nggebu tadi.


Lila membenamkan wajahnya ke dada bidangnya Grey dan membelai dada Grey. Saat Lila mendongakkan wajahnya Grey mengecup keningnya.


Akhirnya Grey berdiri dan menarik Lila pelan untuk bangun dari sofa juga.


"Kamu nggak siap siap kuliah nih, ayok aku antar. Sana gih siap siap aku tunggu di ruang tamu." kata Grey mengusap usap rambut Lila.


Lila pun melangkah, membuka pintu ruang keluarga lalu naik menuju ke kamar dan tidak begitu lama keluar kembali sudah siap pergi ke kampus.


"Ibu tidur ya ?" tanya Grey dan Lila menganggukkan kepalanya.


"Ya udah ayok kita berangkat, Mbok Iyem nanti kalo ibu nanya bilang ya kalo kita dah berangkat." kata Grey ke arah mbok Iyem.


"iya mas" sahut mbok Iyem.


Grey pun menarik tangan Lila untuk segera berangkat.


Lila mengenakan blus warna ijo pupus dan celana kulot kain panjang warna hitam. memakai lipstick tipis.


Di dalam mobil menuju ke kampus Lila, Grey meraih tangan Lila dengan tangan kirinya lalu meremas tangan Lila dengan lembut " kakak sudah nggak tahan nih, pengen cepet cepet nikahin kamu, apalagi lihat kamu secantik dan sewangi ini, bikin si komo menangis nih Lil." ucap Grey sambil melirik Lila.


"Komo siapa sih kak ?" tanya Lila heran


Sesampainya di kampus, Grey memarkirkan mobilnya jauh dari keramaian, di bawah pohon di pojokkan kampus sebelah kanan gerbang masuk Kampus.


Grey mau menunggui Lila sampai selesai kuliah nanti karena tahu jam kuliah Lila cuma sejam jadi dia memilih parkir di tempat yang teduh dan sepi. Mau tidur sebentar di dalam mobil nanti sambil nunggu Lila selesai kuliah.


Saat Lila mencium punggung tangan Grey untuk pamit, Grey mencium rambut Lila. "kakak tunggu disini aja, kakak capek mesti bolak balik " kata Grey.


Lila mengangguk lalu turun dari mobil dan melangkah menuju ke gedung sekretaris untuk mengikuti mata kuliahnya siang ini.


Grey menuliskan pesan ke Rio Bro kalo Lo dah sampe kantor tolong Lo handle dulu beberapa hal ya, gue ngantuk mo tidur dulu barang sejam habis nih gue ke kantor barengan sama Lila.


Rio yang sudah berada di ruangan kerjanya membaca pesannya Grey sambil geleng geleng kepala.


Grey pun merebahkan kursinya membuka sedikit kaca mobilnya dan langsung terlelap.


Tidak begitu lama Lila selesai kuliah dan langsung masuk dalam mobilnya Grey saat tahu kedua kacanya terbuka sedikit berarti pintunya tidak terkunci.


Lila mendapati Grey masih tertidur lelap. Lila membelai wajah Grey pelan, lalu membelai rambut Grey. Tiba tiba Grey melek dan menarik tengkuk Lila bruk bibir Lila jatuh di bibir Grey. Grey langsung ******* bibir Lila. Tubuh Lila berada diatas tubuh Grey. Bibir Grey melepas ciumannya dan tangannya membuka satu persatu kancing blus Lila, sambil menatap wajah Lila yang saat ini sedang menatap Grey, Grey langsung menyusupkan bibirnya ke dada Lila saat kancing blus Lila sudah terbuka semuanya, menciuminya dan meninggalkan beberapa tanda merah di dada Lila. Lalu bibirnya kembali mencari bibir Lila melumatnya kembali dan tangannya meremas remas dada Lila.


Tiba tiba Lila melepas ciumannya memegang tangan Grey yang ada di dadanya lalu melepaskannya dari dadanya. lalu saat Lila tiba tiba bangun dan duduk di kursi mobil, Grey pun spontan memencet tombol untuk menutup kaca mobilnya, lalu cepat cepat bangun dan menarik Lila menghadap dia dan mengancingkan kancing blus Lila kembali.


Grey menegakkan kursi mobilnya. lalu menatap Lila yang saat ini tertunduk malu.


Grey mengusap wajahnya dengan kasar. Shit! batinnya.


Grey merapikan rambut Lila. mengusap bibir Lila yang agak bengkak karena lumatannya tadi. mengelap beberapa lipstik yang belepotan di sekitar bibir Lila.


Grey menempelkan keningnya di kening Lila meredam gairahnya kembali.


"Lila, gimana kalo besok kita ke kota S menemui ayah kamu minta ijin beliau agar kita diijinkan untuk menikah secepatnya. Kasihan si Komo Lil, pengen cepet kenal sama kamu" kata Grey parau karena gairahnya masih belum padam sepenuhnya.


Lila pun mengangguk " Bagaimana kalo Sabtu ini kak, Lila nggak ada kuliah ." sahut Lila setuju.


Grey mencium kening Lila agak lama. Untuk melepas penuh gairahnya.


"ok, siap ." Tiba tiba Grey melepas ciumannya di kening Lila. "Sabtu kita pulang meminta restu ayah untuk segera menikah." sahutnya sambil mengusap usap rambut Lila.


Grey pun memasangkan seat beltnya Lila lalu memasang seat beltnya sendiri langsung meluncur menuju ke kantornya.


*Kita mampir ke kafe bentar ya untuk makan siang, kakak laper nih" kata Grey


"Iya kak " sahut Lila.