Lila And Grey

Lila And Grey
Lila hilang



Grey bangun, meraba raba kasurnya, dia langsung melek, "kemana Lila ?" Grey langsung bangun membuka bathroom, Lila tidak ada.


Grey langsung memakai kaos dan celana boxernya. menuju ke kamar ibunya, Lila juga tidak ada di kamar ibunya. Lalu Ibu Ratih menemani Grey ke kamar orangtuanya Lila dan Lila pun tidak ada.


Grey, Ibu Ratih dan kedua orang tuanya langsung menuju ke loby hotel. Grey menelepon Rio untuk turun menemuinya, dan mengatakan kalau Lila hilang.


Rio tergopoh gopoh sambil menenteng tas yg berisi laptop andalannya, menemui mereka semua, barengan sama mama dan papanya. Mereka semua tampak panik dan bingung kemana Lila sepagi ini, dan kenapa HPnya tidak bisa dihubungi.


Grey hampir saja membanting HPnya,, karena Lila tidak bisa dihubungi sama sekali, HP Lila tidak aktif. Rio menemui manajer hotel untuk mengecek CCTV hotel, setelah manajer hotel mengijinkannya, Rio mengajak mereka ke ruang rekam CCTV.


Mereka melihat Lila pukul 04.00 terlihat membuka pintu kamarnya, karena ada seseorang memakai jaket hitam,masker dan topi mengetuk kamarnya Grey, dan Lila yang membukakannya.


Lila tampak memberi penjelasan kepada pria tersebut lalu tampak dari belakang ada yang membekap Lila, Lila pun pingsan. Kedua pria tersebut langsung membopong Lila masuk ke dalam kamar yang berada tidak jauh dari kamar Grey.


Sayangnya rekaman CCTV tidak bisa menangkap dengan jelas wajah kedua cowok tersebut karena mereka memakai masker dan topi.


Mereka langsung berlari menuju kamar tersebut dengan ditemani oleh manajer hotel.


Begitu kamar dibuka oleh manajer hotel, Lila tidak ada dan kamar tersebut telah kosong.


"Atas nama siapa kamar ini dipesan, cepat periksa ! " Grey berteriak sambil mencengkeram kerah baju manajer hotel.


" Saa saya periksa dulu pak, mari semuanya silahkan mengikuti saya !" sahut manajer hotel bergegas pergi ke front office.


"Shit ! ya ampun Bu, bagaimana ini bisa terjadi ?! " Grey frustasi sambil menjambak rambutnya.


Rio menghubungi detektif kenalannya untuk segera datang ke hotel tersebut.


Tidak begitu lama manajer hotel memberitahukan kalau kartu kredit yang digunakan untuk memesan kamar tadi atas nama Raymond Hartawan.


Grey menoleh ke arah Rio "apa mungkin masih berhubungan keluarga dengan Roy Hartawan, papanya Susan ?" tanya Grey.


Rio langsung mengecek data berdasarkan nomer yang ada di kartu kredit tersebut. Lalu muncullah profil dari Raymond Hartawan. Tidak salah lagi tebakan Grey benar. Raymond Hartawan adalah adik dari papanya Susan.


Grey langsung mengambil foto layar laptopnya Rio yang memuat semua informasi tentang Raymond Hartawan dan tanpa permisi Grey berlari menuju ke parkiran mobilnya dan langsung menuju ke kediamannya Raymond Hartawan.


Rio sengaja menunggu kedatangan temannya yang merupakan detektif terkenal, langsung memberikan semua info yang ada, begitu sang detektif nongol. Setelah itu mereka menyusun rencana.


Semuanya akhirnya checkout dari hotel tersebut dan secepatnya pergi ke rumah Grey. Dan berharap Lila ada disana, tetapi sesampainya mereka di rumah Grey, Lila pun tidak ada.


Sedangkan Rio dan sang detektif berpencar. Rio menyusul Grey dan sang detektif mencari keberadaan Susan terakhir kalinya lewat rekam jejak pemakaian kartu kreditnya Susan.


Diketahui kalo Susan ternyata masih berada di kota J dan terakhir kali, kemarin siang sebelum acara resepsinya Grey, Susan menggunakan kartu kreditnya untuk membeli 2 jaket dan 2 topi cowok di salah satu supermarket. Sang detektif langsung bergerak cepat untuk mengumpulkan semua informasi.


Detektif tersebut meminta kepada pihak supermarket tersebut agar mengijinkannya untuk mengecek rekaman CCTV yang ada di parkiran mobil. Langsung mencatat nomer plat mobil Susan dan dengan cepat sudah bisa menemukan keberadaan Susan.


Sang detektif langsung mengabari Rio. Rio menegaskan kalau memang Lila ada bersama Susan langsung saja menghubungi polisi. Rio akan mencari Grey dulu.


Detektif tersebut mengiyakan instruksinya Rio, dan langsung tancap gas menuju ke lokasi dimana Susan berada.


Grey sampai di depan gerbang kediamannya Raymond. Grey turun dari mobil menuju ke pos satpam dan mengatakan kalau dia ada perlu dengan Raymond.


Grey langsung menghentikan mobilnya dan turun melangkah lebar menuju pintu rumahnya Raymond. Grey sudah sangat geram dan tidak sabar ingin menghajar wajah Raymond jika benar Raymond yang telah menculik isterinya. Diketuklah pintu dengan sangat keras.


Tidak begitu lama seorang cowok yang persis sama dengan profil yang tadi dilihatnya di layar laptopmya Rio, nongol.


"Bapak Grey, silahkan masuk " ucap Raymond dengan ramah dan sopan.


"Tidak usah basa basi, dimana kau sembunyikan isteriku ? Jawab !" Grey berkata dengan penuh amarah.


"Hahahaha masuklah dulu dan anda akan tahu" kata Raymond.


Grey menahan emosi dan melangkah masuk sambil mengedarkan pandangannya ke segala penjuru rumah Raymond.


Raymond mengekor langkah Grey. Lalu mempersilahkan Grey untuk duduk.


"Katakan dimana isteriku atau akan aku obrak abrik tempat ini !!" kata Grey lantang.


Raymond tersenyum sinis lalu menjentikkan jarinya.


Tidak begitu lama anak buah Raymond yang berjumlah sepuluh orang sudah menghadang Grey.


Raymond yang sejak tadi berdiri di belakangnya Grey, melangkah maju dan berkata di telinganya Grey.


"Isteri anda sangat menarik, saya sudah mengamatinya selama ini dan saya menginginkannya ." kata Raymond datar.


Grey langsung berbalik ke arah Raymond dan langsung meninju muka Raymond.


Begitu melihat Raymond terhuyung mundur karena pukulannya Grey, anak buahnya Raymond langsung maju serentak menyerang Grey. Grey tersenyum sinis dan maju meladeni mereka semua.


Grey dan Rio jago bela diri, sewaktu mereka kuliah dulu, mereka ikut kursus taekwondo


sudah sampai sabuk hitam strip I (Geup 2) yang merupakan tingkatan tertinggi dalam dunia taekwondo.


Walaupun begitu Grey tetap merasa kerepotan melawan sepuluh orang yang menyerangnya secara bersamaan. Grey pun mendapatkan satu tendangan di perutnya dan


langsung membuatnya tersungkur.


Saat salah satu anak buah Raymond akan mendaratkan pukulan lagi ke arah Grey yang tengah tersungkur dan berusaha bangkit, Rio datang menangkis serangan tersebut dan langsung membantu sahabatnya untuk bangkit.


Kini Rio dan Grey telah siap bekerja sama melawan anak buahnya Raymond.


Raymond tampak duduk di sofa menikmati tontonan tersebut, dengan senyum dinginnya yang tampak menakutkan. Wajah ramah dan sopan yang tadi Raymond tunjukkan sudah hilang dari wajahnya.


Rio dan Grey menoleh ke arah Raymond sejenak. Lalu mengayunkan tangan mereka menyuruh anak buahnya Raymond untuk maju.


ciaaaaatttttttt


Anak buahnya Raymond berteriak serentak dan mulai maju untuk menyerang Rio dan Grey.


Silahkan tinggalkan jejak kalian ya readers, kasih like dan favoritnya. Terima kasih GBU all🤗❤️