
Rio dan Melly dalam perjalanan menuju ke sebuah pantai saat ini. Rio sekilas menolah ke arah Melly, Hmmm cepet banget dia molor ya, batin Rio.
Tidak begitu lama mereka pun sampai di sebuah pantai, Rio menepuk pelan pundak Melly, sembari berkata " kita sudah sampai."
Melly langsung duduk tegap dan spontan melap bibirnya, takut kalo ada sisa air liurnya disana, ya siapa tahu aku tadi ngiler, kata Melly dalam hati.
Rio masih duduk tegak dibelakang kemudinya. Rio sudah melepas seat beltnya, dan menyandarkan kepalanya sebentar untuk melepas penat.
"Kamu mau turun, apa di mobil aja Mel ?" tanya Rio.
"Terserah ayang Bebeb aja." jawab Melly.
"Mel, sebelum turun, aku mau ngomong sesuatu sama kamu, hmm aku ingin mengenal kamu lebih dekat, memahami kamu, dan aku juga serius ingin mengakrabkan diriku dengan keluargamu, aku sudah bersahabat baik dengan kakekmu, aku bersyukur untuk itu." Rio menatap Melly.
Melly mendengar kata kata Rio langsung menundukkan kepala karena malu. Sungguh ini diluar angan angannya Melly, kalau Rio yang selama ini dia kagumi, dia cintai secara diam diam, akhirnya mengatakan kalau Rio ingin mengenal Melly lebih dekat. Bahkan ingin mengakrabkan diri dengan keluarganya. Melly merasa sangat bahagia, hatinya terasa hangat dan bergetar sangat indah.
"Maukah kamu menjadi kekasihku Mel, dan sepertinya aku serius sama kamu, jika kita ternyata cocok dan keluarga kamu semuanya merestui kita, kita pun bisa segera menikah." Rio tersenyum dan meraih kedua tangan Melly.
Melly hanya bisa menganggukkan kepala, karena saat ini saking bahagianya, Melly tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Tatap aku Mel, aku ingin melihat mata kamu yang indah dan penuh kepolosan itu." Rio mengangkat dagu Melly.
Melly menatap Rio, tiba tiba Melly merasa sesak napas, dadanya berdegup sangat kencang, dan.....................
Rio mendaratkan bibirnya di bibir Melly, agak lama, tanpa kecupan tanpa ciuman, Melly langsung memejamkan mata dan tidak berani bergerak sedikitpun.
Rio menarik bibirnya dari bibir Melly, mengusap pelan pipi Melly lalu berkata "Ini pertama kalinya buat kamu Mel ?"
Melly menganggukkan kepalanya pelan dan masih memejamkan matanya. Rio tersenyum melihat tingkah Melly, polos sekali ya ni bocah, kata Rio dalam hati.
Rio kembali mendaratkan bibirnya di bibir Melly, mengecupnya tiga kali, mulai menciumnya dengan lembut dan lama. Tanpa *******, tanpa pagutan. Rio lalu melepaskan ciumannya. mengecup kening Melly, lalu turun dari mobil.
Melly pelan pelan membuka matanya, turun dari mobil dan langsung menyusul Rio yang tengah melangkah ke bibir pantai.
Rio menoleh ke belakang, menghentikan langkahnya menunggu hingga Melly berada di sampingnya. Rio meraih tangan Melly, Menggenggamnya erat dan mengajak Melly berjalan jalan di sepanjang bibir pantai.
"Mel, aku serius nggak nyangka lho, di umur kamu yang sudah menginjak 25 tahun, kamu belum pernah ciuman ?" Rio mengulum bibirnya menahan tawa.
Melly menunduk malu dan berkata " Papi Melly tuh kolot itulah kenapa Melly tidak pernah diijinkan pergi berdua saja dengan seorang cowok."
"Semoga ya beib, Melly juga berharap begitu." sahut Melly.
"Mel, aku pernah punya pacar sewaktu masih kuliah di luar negeri, tetapi pacar aku selingkuh dan aku melihat dengan mata kepala aku sendiri, pacarku tidur dengan cowok lain " Rio menoleh ke arah deburan ombak yang mewakili rasanya, setiap kali dia mengingat Adelia.
"Aku langsung meninggalkannya dan memutuskannya, sejak saat itu aku mulai tidak percaya sama yang namanya cewek." Rio mulai menceritakan masa lalunya pada Melly, Rio pengen mulai saat ini dia bisa selalu jujur sama Melly dalam segala hal.
"Hah ! kok tega sekali sih mbaknya itu, ayang Bebeb Rio kurang apalagi coba ?" Melly mendadak merasa kesal dan marah.
"Hahahahaha yang namanya manusia banyak kurangnya Mel, buktinya aku diselingkuhin berarti aku masih kurang sempurna, kamu serius nih masih mau menerima aku menjadi kekasih kamu ?" sahut Rio sambil menghentikan langkahnya dan menatap Melly.
Melly balik menatap Rio dan menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat sambil berkata " Melly akan menjadikan ayang Bebeb Rio sebagai satu satunya cinta dalam hatinya Melly, dalam jiwa dan raga Melly. Melly nggak akan pernah selingkuh !"
"Hahahaha makasih ya, aku juga janji mulai dari sekarang kamulah satu satunya cewek dalam hidupku." kata Rio sembari mengacak acak rambut Melly.
Mereka pun akhirnya balik masuk ke dalam mobil saat hari mulai beranjak senja. Sebelum pulang mereka menyempatkan makan di sebuah resto.
"Mel, kata kakek hmm papi kamu sudah punya calon untuk kamu ya ?" tanya Rio.
"Iya, tapi Melly nggak pernah suka dan nggak pernah mau kalo diajak pergi berdua aja, kalo papi maksa Melly sama Brian untuk pergi makan di luar, pasti papi juga nyuruh ibu sama Merry untuk ikut he he he." Melly meringis ke arah Rio.
"Hahaha seorang cowok tuh harus bener bener tangguh dan tahan banting ya, kalo mau mendekati kamu dan keluarga kamu." sahut Rio geli membayangkan penderitaan si dokter itu kencan bareng 3 cewek super ceriwis, apalagi ada Merry waduh waduh bener bener harus sabar dan tahan banting. Batin Rio geli.
Melly ikutan tertawa dan berkata "Ya seperti itulah papi, penuh aturan selalu menerapkan kedisiplinan dalam segala hal, mungkin karena aku dan Merry tuh anak cewek, jadi papi ekstra ketat mengawasi kami."
Rio menganggukkan kepalanya tanda setuju. Iya salut juga sama papinya Melly, bener bener bisa menjaga Melly dan Merry tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.
"Aku akan tunjukkan sama papi kamu, kalo aku ini tangguh dan bisa dipercaya untuk menjaga kamu, aku tidak akan kalah sama si dokter itu tadi siapa namanya ?" cerocos Rio.
"Brian, Brian Anggara namanya." sahut Melly.
"Ya , si Brian itu akan melihat ketangguhanku menaklukkan hati papi kamu." kata Rio penuh semangat.
"Kok papi Melly yang harus ditaklukkan hatinya sih ? harusnya kan Melly ?" tanya Melly heran sambil menatap Rio.
Rio tersenyum jahil " kan Melly, sudah Rio taklukkan hatinya." Rio berkata sambil mengedipkan salah satu matanya.
Melly langsung merona malu dan menundukkan kepalanya.