
"Tentu saja saya mencintai istri saya, pak Grey" jawab Dave Erlando sambil tersenyum. menoleh sebentar ke Grey.
Grey langsung membuka tinjunya dan berkata "bagus"
"Apanya yang bagus pak Grey, bukankah sudah sewajarnya seorang suami mencintai istrinya?" kata Dave.
"Hmm" kata Grey.
"Kenapa anda menolong saya?" tanya Grey.
"Jangan bilang kalau saya yang menggaji anda, Bram aja yang sudah lama berada di samping saya dan saya gaji, tega mengkhianati saya!" kata Grey kemudian.
"Saya melihat kalau anda orang yang sangat baik dan anda suaminya Lila, saya tidak mau kalau anda ikutan terseret dalam kasusnya Gilang Erlangga dan anda sampai masuk penjara karena itu, akan membuat Lila sedih dan saya tidak mau saat dia melahirkan nanti anda tidak berada di sampingnya" kata Dave Erlando.
"Tetap saja Lila kan, yang jadi prioritas anda" kata Grey mulai kesal kembali.
"Hahahaha, iya karena, Lila adalah sahabat saya, saya menyayangi dia seperti adik saya sendiri itulah kenapa, saya juga menyayangi semua keluarganya, termasuk anda" kata Dave sambil tertawa ngakak.
"Aaah, terima kasih banyak kalau begitu" kata Grey sambil tersenyum.
"Dan yang terpenting dari semuanya adalah, anda tidak bersalah, itulah kenapa, saya menolong anda" kata Dave Erlando kemudian.
"Sudah sampai nih" kata Grey
"Kita tepikan mobil kita di sini saja, jangan terlalu dekat dengan Losmen itu!" kata Grey.
"Ternyata Gilang Erlangga menginap di Losmen ini" kata Dave.
Rio dan Chef Charlie langsung terbangun.
"Masuk dan serang?" kata Rio tiba tiba.
"Jangan gegabah bro" kata Grey.
"Tumben kata itu keluar dari mulut elo" kata Rio ke Grey.
"Lama lama gue tutup mulut elo pakai selotip" kata Grey kesal ke arah Rio.
"Hahahaha, selotip terlalu kecil Grey" sahut Chef Charlie sambil tertawa geli.
"Bagaimana keadaan orang tua dan mertua gue, ya?" tanya Grey mulai nampak khawatir.
"Orang tua dan mertua kamu pasti dalam keadaan yang baik baik saja karena, Gilang kan mengincar kalian" sahut Chef Charlie.
"Papa bisa fight, om?" tanya Grey ke Chef Charlie.
"Tidak bisa" jawab Chef Charlie.
"Hah! kenapa om tidak mengajarinya?!" kata Grye mulai protes.
"Papa kamu tuh kalau om ajari teknik bela diri nggak pernah mau, dia suka damai nggak suka berkelahi, gitu alasannya" kata Chef Charlie dengan santainya.
"Aaaiish!" Grey mulai merasa khawatir.
"Tenang Grey" kata Chef Charlie.
"Lho, Dave ke mana?" tanya Grey.
"Keluar, dari tadi" kata Rio dengan santainya.
"Aduh! kenapa dia seperti aku sih, selalu ngawur" kata Grey.
"Hah! baru sadar elo sekarang kalau sikap gegabah elo selama ini tuh, selalu bikin orang khawatir dan panik" kata Rio nampak kesal menatap Grey.
"Hahahaha sori ya bro" kata Grey sambil menepuk pelan pundak sahabatnya itu.
"Kita keluar dari mobil atau di dalam dulu nih?" kata Chef Charlie.
"Kita tunggu Dave keluar dari Losmen itu dulu om, sekalian kita tunggu kabar dari pak Gatot" jawab Grey.
"Oke" Chef Charlie mulai membuka tas ranselnya yang selalu dia bawa kemana mana.
"Mau?" tanya Chef Charlie.
Chef Charlie menawarkan beberapa camilan kepada Rio dan Grey.
"Mau om, emm ada cokelat?" tanya Rio.
"Ada nih, kamu pilih saja sendiri" kata Chef Charlie.
Rio mengambil dua batang cokelat dari dalam tas ranselnya Chef Charlie dan menyodorkan salah satunya ke Grey.
Grey menerima cokelat pemberiannya Rio dan berkata "om aneh ya, dari tadi Grey bingung lho, ngapain om ke rumah Grey masih menenteng tas ranselnya om?" kata Grey.
"Hahahaha, kebiasaan Grey, emm, ini ada oleh oleh untuk kamu dan Lila, om lupa kasih tadi, buat kamu juga ada nak" kata Chef Charlie sambil menepuk pundaknya Rio.
"Waaah, aseeekk, makasih banyak ya, om" kata Rio.
Tidak begitu lama, Dave nampak melangkah kembali menuju ke mobilnya Grey. Dave masuk kembali ke dalam mobil mewahnya Grey dan berkata "Aku sudah tanya tanya sama pengurus losmennya, kata dia, Gilang Erlangga menginap di kamar 305, Kamar paling besar yang ada di Losmen itu"
"Terus apalagi?" tanya Grey.
"Kedua orang tua anda dan ibunya Lila, ada di kamar 304" kata Dave.
"Waaahh anda keren pak Dave, saya suka!" kata Grey sambil menepuk pundaknya Dave.
"Elo udah gatal pengen fight ya bro?" kata Grey.
"Bukannya gitu, aku cuma pegel aja berdiam diri di dalam mobil" kata Rio.
"Iya elo keluar sana, joging sore" jawab Grey dengan santainya..
"Cih!" Rio mendengus kesal.
"Kita tunggu kabar dari pak Gatot aja atau kita tunggu telpon dari Gilang Erlangga dulu, baru kita masuk dan serang" sahut Dave.
"Mau cokelat?" tanya Chef Charlie sambil menyodorkan sebatang cokelat berukuran besar ke arah Dave Erlando.
"Terima kasih om" kata Dave Erlando sambil menerima sebatang cokelat dari tangannya Chef Charlie.
Tiba tiba ponsel super canggihnya Grey, bunyi.
"Halo, adikku sayang" kata Gilang saat panggilan teleponnya sudah terhubung.
"Jangan sakiti papa dan ibu, juga mertuanya Grey!" kata Grey menahan geram.
"Hahahaha, tenang saja dek, aku nggak akan menyakiti mereka, tapi kalau kamu, Rio, dan si brengsek Dave Erlando tidak datang ke sini maka, aku akan bunuh semuanya" kata Gilang dengan santainya.
"Aku ingin bicara sama papa" pinta Grey.
"Nggak bisa, kalau pengen ketemu dan bicara, maka kamu dan teman teman sialan kamu, harus datang ke sini!" kata Gilang Erlangga dengan geram.
"Jangan bawa polisi, ingat itu!" kata Gilang mulai mengancam.
"Oke, kita akan meluncur ke sana sebentar lagi" kata Grey
"Bagus, aku tunggu" kata Gilang Erlangga dan langsung menutup sambungan teleponnya.
Grey langsung menghubungi pak Gatot. Pak Gatot memberikan info kalau dia sudah menempatkan anak buah terbaiknya di tempat yang strategis, di sekitar Losmen tersebut. Pak Gatot sedang meluncur ke alamat yang dikirimkan oleh Gilang Erlangga tadi. Pak Gatot meminta Grey untuk menunggu kedatangannya sekitar sepuluh menit lagi.
"Kita tunggu sepuluh menit lagi lalu kita masuk" kata Grey.
Semua langsung menganggukkan kepala mereka sambil mengunyah cokelat mereka masing masing.
The G team sebentar lagi akan beraksi.
Sementara itu di rumahnya Grey, Lila tiba tiba merasa tidak tenang.
"Mbak, kak, kenapa perasaannya Lila tiba tiba nggak enak gini, ya?" tanya Lila kepada Grace dan Melly.
Mereka tengah asyik memasak bersama di dapur. Memasak makanan kesukaan dari pasangan mereka masing masing. Mereka ingin pas nanti para cowok sampai di rumah, masakan sudah siap.
"Mungkin mbak Lila kecapekkan, tidur saja mbak, biar kita yang selesaikan!" kata Melly sambil tersenyum menatap Lila.
"Iya dek, tidurlah, kamu lagi hamil juga" kata Grace.
"Nggak kok, bukan karena capek, aaah, semoga nggak ada apa apa, amin" kata Lila sambil mengelus elus perutnya yang sudah semakin menonjol keluar.
"Kita masak segini, kira kira cukup enggak ya?" tanya Grace sambil menata semua masakan hasil karyanya mereka di atas meja makan.
Ada udang goreng tepung, telor balado, omelet, nasi goreng andalannya Melly, cap cay kesukaannya Chef Charlie, ayam goreng madu kesukaannya Grey dan Lila, dan jus jeruk
"Cukuplah, kita tinggal tunggu nasinya matang" sahut Lila.
"Kita ke ruang keluarga, yuk!" ajak Lila.
Melly dan Grace melepaskan celemek mereka dan melangkah mengikuti langkahnya Lila menuju ke ruang keluarga.
Mereka semua langsung mengulum senyum mereka saat melihat Raja meringkuk seperti seeekor udang dan tidur pulas.
"Kak, tidurkan Raja di kamar itu!" kata Lila.
Raja tiba tiba bangun dan duduk "Laja nggak tidul kok"
"Hahahahaha" Melly, Lila, dan Grace menatap wajah lucu dan imutnya Raja sambil tertawa lepas.
Mereka akhirnya duduk di atas sofa mewah yang berada di ruang keluarga, untuk menemani Raja menonton film karrun.
"Sofanya lucu nih, mungil dan warnanya kuning, membuat ruangan ini jadi semakin cerah" kata Grace.
"Iya, seleranya suami Lila memang unik kalau soal pemilihan warna, hahahaha, sukanya main tabrak warna" kata Lila.
"Hmm, tapi malah jadi oke" sahut Melly.
"Mirip sama ayang bebepnya Melly kalau soal selera, ya, namanya juga sahabat dari kecil, hahahaha" tambah Melly.
"Iya, walaupun wajah Rio dan Grey tuh beda jauh tapi, tingkah mereka tuh kaya anak kembar, mirip dalam segala hal, kecuali soal emosi, Rio lebih sabar kalau dibandingkan dengan Grey" sahut Grace.
"Iya, kakak benar" sahut Lila.
"Laja lebih suka om Lio" sahut Raja.
Semua langsung ngakak mendengar omongannya Raja.
Sementara itu, di lokasi pengintaian the G team sudah nampak berkoordinasi dengan the Gatot team. Pak Gatot menyuruh Rio, Grey,Dave,dan Chef Charlie memakai rompi anti peluru untuk berjaga jaga.
Setelah beres semuanya. The G team siap melangkah masuk ke dalam Losmen.