
"Lil, ibu kamu melotot ke arah kita" bisik Grey pelan.
Lila spontan menjauhkan diri dari Grey, dan gantian menghambur ke pelukan ibunya.
Grey mengusap wajahnya dengan kasar. Gila kenapa aku jengkel saat Lila melepaskan diri dari pelukanku, dan saat ini ibunya Lila masih menatap Grey dengan tajam dan penuh tanda tanya.
"Lil, kenapa kok cepat sekali kamu di dalam tadi. Ada apa heh ?" tanya ibu Lila sambil menjauhkan tubuh Lila agar dapat menatap wajah Lila.
"Lila, tidak tega melihat ayah seperti itu Bu." sahut Lila.
"Maaf Bu, ini sudah sore apa ibu tidak pengen pulang dulu sebentar untuk mandi dan istirahat ? kita pulang dulu Bu mandi, makan dan balik lagi kesini." pinta Lila saat melihat wajah ibunya yang begitu letih.
Akhirnya mereka pulang diantar oleh Grey. Saat menunggu Lila dan ibunya mandi, Grey mengamati rumah Lila yang sederhana tapi rapi dan bersih, saat mau masuk ke rumah Lila tadi Grey melihat di depan ada mobil pick up tahun 2007 kayaknya, tapi kondisinya masih bagus.
Grey mengangkat HPnya saat HPnya berdering "Halo Grey, kalian sudah sampai ?" tanya Bu Ratih.
"Sudah Bu, ini sudah sampai di rumahnya Lila. Tadi mampir ke rumah sakit sebentar melihat kondisi ayahnya Lila dan menjemput ibunya Lila untuk pulang dulu mandi,makan dan beristirahat sebentar. Hmm Lila sama ibunya lagi mandi Bu." kata Grey.
"Baiklah Grey, selalu kasih info sama ibu ya gimana perkembangan ayahnya Lila dan kapan kalian akan pulang nanti." sahut Bu Ratih yang langsung menutup telponnya begitu Grey menjawab ok, ibukku yang cantik.
Ibunya Lila muncul membawakan teh panas untuk Grey. Grey berdiri dan memberikan bingkisan dari ibunya tadi untuk ibunya Lila.
"Ini, sekedar oleh oleh dari ibu saya untuk ibu. Tadi ibu saya menelepon menanyakan kondisi ayahnya Lila dan nitip sungkem buat ibu." kata Grey sambil tersenyum.
"Terima kasih ya nak, ayok duduk dan diminum tehnya." sahut ibu Lila lalu masuk kembali ke dapur untuk menaruh bingkisannya.
"Kak, kakak nggak mandi dulu ?" kata Lila begitu nongol selepas mandi. Lila mengenakan kaos krem dan celana pendek jeans.
"Nanti aja" kata Grey sambil menyeruput minumannya.
"Kamu ke rumah sakit mau pakai itu ? hufft Lil, itu celananya terlalu pendek, ganti gih pake celana panjang " kata Grey jengkel.
"Iya baik Lila ganti dulu" sahut Lila sambil merengut.
Ibu Lila muncul lagi membawa camilan untuk Grey, Duduk di kursi menemani Grey sambil menunggu Lila, rencananya mereka mau cari makan dulu baru balik lagi ke rumah sakit.
Lila nongol dari kamarnya sudah memakai celana jeans panjang. " ayok Bu, kak kita cari makan keburu malam." ajak Lila. setelah semua keluar Lila pun mengunci rumahnya.
Di dalam mobil Grey bertanya soal mobil pick up yang di depan rumah Lila "Lil, mobil pick up tadi keluaran tahun 2007 ya ? terus kamu kata ibukku bisa nyetir mobil, apa belajarnya dulu pakai mobil pick up yang tadi ?"
Ibu Lila yang menjawab "iya nak, Lila sudah belajar menyetir sejak kelas dua SMA. Dulu Lila yang sering mengantarkan barang dagangan dari rumah ke pasar. Karena sekarang Lila sudah kuliah dan nge kost jadi ya ayahnya sendiri yang mengerjakannya."
Grey melirik ke arah Lila. Ingin rasanya Grey membelai kepalanya Lila tapi dia tahan karena ada ibu di kursi belakang mobil. hufft nasib nasib nggak bisa ngapa ngapain nih batin Grey.
Begitu selesai makan malam Grey pun melajukan mobilnya ke rumah sakit. Saat ibu melangkah masuk ke dalam rumah sakit mendahului Grey sama Lila. tangan Lila ditarik sama Grey.
"Ada apa kak ?" tanya Lila kaget.
Grey memakaikan jaket ke tubuh Lila dan merapikannya menutup ritsleting jaketnya setelah dilihat sudah rapat Grey pun membalikkan tubuh Lila ke arah depan lagi.
Grey mengambil langkah di samping Lila "kamu tuh ya, tahu akan ke rumah sakit malam malam Kok ya nggak pake jaket, untung di mobilku tadi ada jaket aku."
Grey yang mendengarnya langsung menghentikan langkahnya menatap Lila yang terus melangkah meninggalkannya yang masih bengong tidak mempercayai apa yang dia dengar tadi.
"Lil tunggu ." tangan Lila ditarik Grey.
Grey berhenti di depan Lila memegang kedua bahu Lila "katakan lagi Lil, ayok please." wajah Grey memelas menatap Lila yang saat ini pun tengah menatap Grey penuh sayang.
"Mengatakan apa nak ?" suara ibunya Lila terdengar di belakang Grey. Grey lalu melepaskan tangannya dari bahu Lila dan menghadap ibunya Lila sambil menggaruk nggaruk kepalanya dan tersenyum malu.
Lila menahan tawa " Kak Grey mau ikut kita menunggu ayah disini apa boleh bu ?" sahut Lila
Ibunya Lila tersenyum dan mengelus pundak Grey "boleh saja tapi ya tempatnya seperti ini nak, nggak seperti di hotel, namanya juga rumah sakit dan ini belum masuk kamar jadi tidurnya ya di kursi seperti itu." tunjuk ibu Lila sambil menyuruh Grey dan Lila untuk duduk.
Grey dan Lila duduk sedangkan ibu pamit mau masuk ke dalam ruangan ICU lagi mau mendampingi ayah Lila siapa tahu nanti tiba tiba sadar.
"Kak, apa kakak bisa tidur di kursi seperti itu." tunjuk Lila pada bangku didepan mereka yang sudah ada ibu ibu paruh baya tertidur sambil meringkuk.
"Kakak yang nggak rela lihat kamu tidur di tempat terbuka seperti ini Lil, apa nanti kalo kamu sudah bener bener mengantuk kamu masuk aja ke mobil kakak, kamu tidur di mobil aja." sahut Grey sambil mengelus elus kepala Lila.
"Lil nanti kalo ayah kamu sudah sadar dan boleh pulang apa boleh Kakak mengatakan kalo kakak kekasih kamu ?" tanya Grey.
Lila mendongakkan wajahnya dan langsung dikecup keningnya sama Grey. Lila lalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Grey mencium rambut Lila.
"Ka Grey " kata Lila
"Hmm ada apa ?" sahut Grey
"Lila mulai merasakan sayang sama kak Grey, Lila kayaknya mulai mencintai kak Grey. " kata Lila lirih lalu Lila menyembunyikan kepalanya di dada bidang Grey.
Grey semakin memeluk Lila dengan erat. "Lil, aku pengen masuk lihat ayah kamu apa boleh ?"
Lila melepaskan diri dari pelukannya Grey "Lila tanya sama suster dulu apa boleh nambah satu orang lagi untuk masuk." Lila pun berlari menemui seorang suster jaga di ruang ICU.
"Boleh kak, tapi nunggu ibu biar keluar dulu harus giliran kata susternya tadi "kata Lila
Grey pun berdiri dan melangkah di depan pintu ICU menunggu ibunya Lila keluar. setelah Ibu keluar Grey pun segera masuk memakai seragam khusus yang sudah disediakan oleh rumah sakit.
Sesampainya di bilik tempat ayah Lila tertidur tidak sadarkan diri, Grey pun duduk di kursi samping bed meraih tangan ayahnya Lila dan menggenggamnya. "ayah ini Grey, salam kenal ayah hmm cepat sadar supaya ayah bisa melihat Lila lulus kuliah lalu menikah dan ayah akan mempunyai cucu setelah Lila menikah nanti. Saya calon suaminya Lila ayah. Saya akan menjaga Lila dan akan selalu membuat Lila bahagia."
Tidak begitu lama setelah Grey selesai mengucapkan semuanya itu, Grey merasakan tangan ayahnya Lila bergerak di dalam genggamannya lalu perlahan lahan matanya pun terbuka.
ππππππππππππππ
Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannyaπ
Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.
Terima kasih banyak. God Bless You all readersππ€