Lila And Grey

Lila And Grey
Penggemar barunya Grey



Pas jam makan siang, Rio meminta ijin sama Grey untuk ke rumahnya Melly. Minta ijin sama orang tuanya Melly, karena mereka besok akan terbang ke London.


"Yaaahhh, gue makan siang sendirian dong" kata Grey.


"Ya udah pulang aja kali, lagian semua urusan kan sudah gue hibahkan ke Andrey" jawab Rio.


"Apa elo mau ikut, temani gue ke rumahnya Melly, sekalian jadi wali gue minta sama orang tuanya Melly, untuk merestui Melly jadi bini gue ?" kata Rio sambil tersenyum jahil.


"Cih ! Emangnya gue bokap elo ?" sahut Grey kesal.


"Wkwkwkwkwk ya udah pulang aja, aku pamit dulu keburu siang nih" kata Rio sambil melambaikan tangannya dan melangkah keluar dari ruangannya Grey.


Grey geleng geleng kepala melihat tingkah asisten sekaligus sahabatnya itu. Akhirnya Grey pun merapikan meja kerjanya, melangkah berdiri dan meninggalkan ruangannya untuk pulang ke rumah.


Andrey tiba tiba nongol di depannya Grey saat Grey menutup pintu ruangannya.


"Pak, maaf bisa minta waktunya sebentar ?" kata Andrey dengan gugup.


"Ada masalah apa, penting nggak ?" tanya Grey.


"Bagi saya penting pak, tapi bagi bapak mungkin tidak begitu penting" jawab Andrey.


"Ya sudah, besok besok aja " ucap Grey santai sambil melangkahkan kakinya mulai meninggalkan Andrey, direkturnya Grey yang masih jomblo dan suka banget tebar pesona ke cewek cewek.


"Ya sudahlah" gumam Andrey sambil garuk garuk kepalanya.


Sesampainya di rumah, Grey kaget saat melihat tetangganya yang rumahnya ada di seberang rumahnya, yang punya pohon mangga, tengah ngobrol dengan ibunya di ruang tamu.


Siapa namanya ya, ah sial gue lupa. Batin Grey.


Charlie berdiri dan tersenyum saat melihat Grey melangkah mendekati Ratih.


"Silahkan duduk om" kata Grey dengan sopan tapi tanpa senyum.


Charlie duduk kembali dan diikuti sama Grey.


"Grey kok sudah pulang ?" tanya Bu Ratih.


"Iya Bu, sudah selesai semua urusan dan besok kita........." Grey tidak melanjutkan kata katanya saat tersadar ada tetangganya yang bertamu saat ini.


"Kamu hebat ya, masih muda sudah sukses, mirip banget sama papa kamu" kata Charlie sambil tersenyum.


"Terima kasih " jawab Grey datar.


"Maaf, aku bertamu ke sini karena kesepian di rumah dan butuh teman ngobrol" kata Charlie menjawab tatapan curiga dari Grey.


"Grey, makan dulu gih ajak Lila, nggak baik bagi wanita hamil kalau telat makan" Bu Ratih berkata sambil mengelus punggungnya Grey.


Grey menghela napas pelan, terpaksa nih gue harus meninggalkan ibu berdua aja sama nih cowok. Batin Grey.


"Baik Bu, maaf saya tinggal dulu sebentar dan jangan macam macam sama ibu saya" kata Grey sambil berdiri dan menatap tajam ke arah Charlie.


"Hahahaha kamu galaknya nurun dari ibu kamu sepertinya" sahut Charlie geli.


"Mana ada ibu saya galak, Cih ! Anda jangan sok tahu ya" Grey kembali duduk dan menatap curiga ke Charlie. Kok bisa tahu ya kalau ibu gue emang sedikit judes. Batin Grey.


"Grey, buruan gih makan siang sana kasihan Lila dan cucu ibu" Kata Bu Ratih sambil mengulum bibirnya menahan tawa.


Grey akhirnya berdiri dan menganggukkan kepala ke Charlie, lalu menuju ke kamarnya.


Ceklek


Grey membuka pintu kamarnya, dan mendapati Lila tengah membaca sebuah buku.


"Aahhh sayang kamu sudah pulang ?" kata Lila sumringah melihat suaminya sudah pulang. Lila langsung meletakkan bukunya dan menghambur masuk ke dalam pelukan suaminya.


Grey mengecup keningnya Lila dengan mesra.


"Kamu baca buku apa ?" tanya Grey.


"Ada deh, nanti aja aku ceritain, kita makan siang dulu yuk" ajak Lila sambil meraih tas kerjanya Grey dan menaruhnya di atas sofa.


Mereka makan siang tapi wajah Grey tampak tidak tenang dan pandangannya terus terarah ke ruang tamu.


"Sayang, kamu mengkhawatirkan ibu ya ?" kata Lila.


Grey menganggukkan kepalanya sambil merengut.


"Jangan khawatir sayang, om Charlie orangnya baik dan sopan kok" kata Lila kemudian.


"Kok kamu ingat sama namanya ? aku aja lupa lho" Grey mulai kesal.


"Udah deh jangan mulai lagi cemburu nggak jelasnya, pastilah Lila ingat, karena ingatan Lila itu bagus bahkan sempurna heeee, dan om Charlie kan yang sudah kasih mangga buat Lila dan Sweety." jawab Lila santai.


"Tapi aku nggak percaya sama dia " ucap Grey masih cemberut.


Sementara itu di rumahnya Melly, Rio sedang harap harap cemas duduk di ruang tamu, menunggu papinya Melly keluar menemuinya.


"Lho tumben jam kantor kok ke rumah papi ?" tanya papinya Melly sambil duduk di depannya Rio.


Melly dan Rio tersenyum ke papinya Melly.


"Emm begini Pi, besok kami berdua ada tugas kantor ke London, dan maaf banget kalau dadakan begini pemberitahuannya, karena memang dadakan acaranya" kata Rio berusaha untuk tenang.


"Apa ? London ? hanya kalian berdua yang berangkat ke sana ?" tanya papinya Melly.


"Papi nggak percaya, mana papi pengen ngomong sama bos kamu" kata papinya Melly serius.


Hmm mati nih gue, gue belum konfirmasi sama Grey nih, apa reaksi Grey nanti ya, bisa dicincang nih gue. Batin Rio.


"Papi minta sambungan video call ya" tambah papinya Melly.


"Emm baik Pi, sebentar saya hubungi dulu bosnya Rio" ucap Rio sambil memencet nomer HPnya Grey.


Grey mengerutkan dahinya saat melihat layar HPnya "Ngapain ya, Rio video call gue ? aneh nih." ucap Grey heran.


"Angkat aja sayang ,siapa tahu penting" Kata Lila sambil mengunyah buah apel.


📱 "Iya bro, ada apa ?" jawab Grey.


📱 "Maaf bos kalau mengganggu makan siangnya, emm ini papinya Melly pengen ngobrol sama bosnya Rio" Kata Rio santai.


📱 "What ? gila nih anak" kata Grey sambil menatap Lila.


Lila pun nampak heran, ada apa kok papinya mbak Melly pengen ngobrol sama suaminya.


Tiba tiba nongol lah wajah dari papinya Melly di layar HPnya Grey.


Rio emang gila, gue jadi bingung nih mau ngapain, awas aja nanti gue bakalan cincang dia. Batin Grey kesal saat menatap layar HPnya dan melihat wajah dari papinya Melly.


📱 "Halo, maaf mengganggu ya pak, emm anda benar bosnya Melly anak saya ?" tanya papinya Melly.


📱 "Iya pak benar " jawab Grey singkat.


📱 "Emm apa benar kalau ada perjalanan bisnis ke London besok, dan acaranya dadakan ? karena Rio baru aja bilang sama saya, dan saya curiga kok dadakan gini" kata papinya Melly.


📱 "Ooo soal itu pak, iya memang benar besok kita harus berangkat ke London untuk mengurus salah satu kafe saya yang ada di sana dan saya membutuhkan bantuan dari Rio dan Melly." jawab Grey.


📱 "Oooo begitu, emm maaf apa boleh saya ikut ?" kata papinya Melly polos.


📱"hah? emm maaf pak, tapi ini perjalanan bisnis dan tidak diperbolehkan orang di luar perusahaan saya untuk ikut" jawab Grey.


Seru juga hidup Rio ya, punya calon mertua kocak kaya gini. Batin Grey geli.


📱 "Tetapi anak saya belum pernah pergi jauh jauh dari saya, apalagi ini ke London " kata papinya Melly mulai protektif.


📱 "Jangan khawatir pak, Isteri dan Ibu saya ikut kok, jadi Melly akan aman" jawab Grey.


📱 "Oooo begitu ya, iya sudah saya tenang sekarang, saya nitip anak saya ya dan tolong diawasi nih Rio" kata papinya Melly santai


📱 "Maaf diawasi untuk apa ya pak ?" tanya Grey heran.


📱"Ya anda kan tahu, mereka belum menikah dan pergi ke London, kan jauh dari pengawasan kami, takutnya mereka nanti terbawa suasana romantisnya London dan kebablasan " kata papinya Melly polos.


📱"Ooooo hahaha anda tenang saja pak, sahabat saya Rio tuh anaknya bisa dipercaya dan dia sangat mencintai anak bapak jadi pastinya Rio akan menjaga anak bapak dengan baik baik, nggak akan merusak anak bapak." kata Grey bijak.


Lila menatap bangga suaminya.


Waahhh Grey, I love you. Batin Rio senang mendengar ucapan bijak dari sahabatnya itu.


📱"Baiklah saya percaya kalau anda yang bilang hahahaha" kata papinya Melly tampak sumringah.


📱"Sebenarnya alasan utama saya pengen ngobrol sama anda tuh bukan soal Melly akan berangkat ke London sama Rio. Saya sudah percaya seratus persen sama Rio" kata papinya Melly kemudian.


Grey mengerutkan dahinya.


Rio juga mengerutkan dahinya.


📱 "Aaahh hahahaha saya malu ngomongnya nih " kata papinya Melly sambil menatap Grey dengan tatapan malu.


📱 "Anda bicarakan saja enggak apa apa pak, enggak usah sungkan dan malu sama saya" ucap Grey santai.


📱 " Saya sebenarnya sudah lama nge fans sama anda pak Greyson Adi Wijaya Simpsons, saya sudah lama pengen bertatap muka dengan anda hahahahaha" Papinya Melly nampak tersenyum malu.


Melly dan Rio langsung saling menatap dan langsung mengulum bibir mereka menahan tawa, membayangkan wajah kikuknya Grey sewaktu mendengar ucapan dari papinya Melly tadi.


Lila pun menahan senyum gelinya.


📱"Aaahhhh hahahahaha begitu ya pak hahahaha terima kasih sudah nge fans sama saya" Grey tersenyum canggung menatap layar HPnya.


📱 "Anda ternyata jauh lebih tampan dari yang terlihat di televisi ya, anda pernah jadi tamu di salah satu acara talkshow kan, saya nonton waktu itu" kata papinya Melly penuh semangat sambil menatap dekat layar HPnya Rio.


Grey spontan mengernyitkan dahi dan memundurkan wajahnya dari layat HPnya.


📱 "Sudah ya pak Greyson Adi Wijaya Simpsons, saya tutup sambungan teleponnya, terima kasih waktunya, kalau lama lama menatap anda, saya takut nanti naksir hahahahahaha" kata papinya Melly bercanda dan langsung menutup sambungan teleponnya.


Grey menatap HPnya sambil garuk garuk kepala, waahh benar benar kocak papinya Melly ya . Batin Grey antara geli dan kesal soalnya ada kata naksir tadi, Cih! jangan sampai beneran naksir gue tuh bapak bapak.


Lila tertawa lepas melihat tingkah suaminya.


"Papi apaan sih, Melly malu nih sama bosnya Melly" kata Melly sambil meraih HP Rio yang disodorkan papinya ke arahnya.


"Ya namanya nge fans Mel, daripada tidak dituruti nanti anak papi ileran lagi" jawab papinya Melly santai.


"Buahahahaha" Rio spontan tertawa ngebayangin Melly ileran.


Melly langsung mengerucutkan bibirnya.


Sumpah bikin cerah ceria hidup gue kalau sudah berada di dalam keluarga ini. Batin Rio.