Lila And Grey

Lila And Grey
LIla takut kalo berduaan aja



Grey berdiri melangkah menuju ke bed nya ayah meraih tangan ayah lalu mencium punggung tangan ayahnya Lila.


"Sudah ayah cup cup cup nggak usah terlalu dipikirkan yang penting ayah sehat lagi dan bisa kembali beraktivitas."


Lila menepuk pundak Grey "kok di cup cup cup sih kak ? memangnya ayah anak balita." sahut Lila yang disambut gelak tawa ayah dan Ibunya. Grey mencubit hidungnya Lila dan mengusap usap rambutnya sambil tersenyum.


Keesokan harinya semua sudah siap untuk kembali pulang, ayah duduk di kursi roda dan didorong sama seorang suster menuju ke mobilnya Grey yang sudah siap di depan pintu masuk rumah sakit.


Setelah semua masuk ke dalam mobil, Grey pun meluncurkan mobilnya ke rumah Lila.


Setelah menuntun ayahnya Lila masuk ke kamar dan dirasa ayah sudah nyaman, Grey pun mencium punggung tangan ayah untuk pamit balik ke kota J.


Ayah menepuk nepuk kepalanya Grey "makasih nak untuk semuanya, ayah titip Lila ya nak."


Grey mengecup kening ayahnya Lila "siap ayah tenang aja, Lila aman di tangan Superman ." kata Grey sambil menepuk dadanya yang membikin ayah Lila langsung tertawa terbahak-bahak.


Lila pun masuk ke kamar pamit juga sama ayahnya meraih punggung ayahnya dan menciumnya.


"Ayah, maaf ya Lila harus buruan balik untuk kuliah hmm ayah harus nurut sama ibu nggak boleh ngeyel kalo disuruh minum obat, kalo ada apa apa langsung telpon Lila ya." cerocos Lila .


"Nak Grey harus sabar ya sama Lila, ini anak galak dan ceriwisnya minta ampun." sahut ayah lalu tertawa lagi.


Grey menatap Lila "Grey sudah kebal kok, jadi ayah tenang aja." mendengar kata kata Grey Lila spontan menepuk pundak Grey.


Mereka pun melangkah keluar kamar dan pamit sama Ibunya Lila. Setelah mereka bergiliran mencium punggung tangan ibunya Lila, mereka pun melangkah keluar rumah masuk ke dalam mobil dan meluncur balik ke kota J.


Lila memberikan botol minum berisi kopi yang tadi dibuatkan ibu ke arah Grey. Grey meraihnya dengan tangan kiri dan meminumnya pelan pelan sambil menyetir. Saat botolnya sudah kosong Grey mengulurkannya ke arah Lila, Lila meraihnya dan memasukkannya ke dalam tas Selempangnya.


"Kak, kalo capek dan mengantuk menepi dulu ya, nggak keburu buru juga kan kita."


"Siap sayangku" kata Grey melirik Lila dan tersenyum.


"Oooo iya kakak lupa telpon ibu, tolong Lil kamu telpon ibu kasih kabar kalo ayah kamu sudah sadar sudah pulang ke rumah dan kita OTW balik. ini ambil aja HPnya di saku kemeja kakak." pinta Grey.


Lila pun mengambil HP Grey yang ditaruh di saku kemejanya Grey. Setelah menelpon ibu Ratih memberi kabar kalo semuanya sudah baik baik saja dan mereka sudah perjalanan balik, Lila pun menutup sambungan telponnya dan menaruh kembali HP grey ke saku kemejanya.


Lila menempelkan pipinya ke bahu Grey, saat sudah berhasil memasukkan HP ke saku kemejanya Grey, Lila hendak duduk tegak lagi tapi tangan kiri Grey meraih kepala Lila dan menempelkan kepala Lila ke bahu Grey.


Grey mengelus elus rambut Lila "tidurlah kalo kamu capek." kata Grey lirih.


Lila merasakan nyaman dengan semua perhatian Grey dan akhirnya tertidur lelap. Grey melirik Lila sambil tersenyum. Grey menaruh tangan kirinya kembali ke atas kemudi saat mulai masuk ke jalan tol.


Setelah menempuh perjalanan selama 6 jam, mereka akhirnya memasukki pekarangan rumah Grey.


Ibu Ratih berlari tergopoh gopoh keluar rumah menyambut mereka. Lila turun menghampiri Bu Ratih yang langsung dipeluk erat sama ibu Ratih.


"Ibu kangen Lil " kata Bu Ratih sambil mencium rambut Lila.


Bu Ratih menoleh dan memberi kode agar Grey mendekat dan Grey pun menghambur ke pelukan ibunya melepas koper dan tas ranselnya. Lila dan Grey dipeluk Bu Ratih dengan erat.


"Sudah ayok buruan masuk, buruan mandi lalu makan sana." sahut Bu Ratih sambil melepas pelukannya dan dan menggandeng Lila untuk masuk ke rumah dan langsung naik ke lantai atas menuju ke kamar Bu Ratih.


Grey menyusul saat sampai di depan pintu kamarnya Bu Ratih, Grey menyerahkan tas ranselnya Lila dan dia pun masuk ke kamarnya sendiri.


Bu Ratih meninggalkan Lila untuk mandi lalu turun ke dapur menyiapkan makan malam untuk Lila dan Grey.


Tidak begitu lama Lila dan Grey turun bersamaan menuju ke ruang makan, Grey langsung duduk dan Lila mengambilkan nasi dan lauk untuk Grey. Setelah itu dia mengambil nasi dan lauk untuk dirinya sendiri. Lila duduk di depan kursinya Grey.


Ibu Ratih meninggalkan mereka berdua kembali ke kamarnya.


"Lil, besok kamu ada test typing kan ? perlu belajar nggak ? kalo iya habis makan nanti ke ruang kerjanya kakak." kata Grey sambil makan.


"Nggak usah kak, Lila sudah menguasai typing heee bukannya sombong sih cuma Lila takut berada berdua aja sama kakak di dalam satu ruangan ." sahut Lila nggak berani menatap Grey.


Grey tertawa terbahak bahak "memangnya kamu memikirkan apa hah !?" sahut Grey masih tertawa terbahak bahak.


Lila diam saja nggak meladeni kata katanya Grey barusan. Entah kenapa dia memang takut membayangkan kalau harus satu ruangan dengan Grey. Tiba tiba Lila teriak "hiihhh." sambil menutup wajahnya.


Tingkah Lila membuat Grey tertawa lagi "buahahahahaha hei anak kecil apa yang ada di pikiranmu sih huffttt Lila Lila ." sahut Grey sambil tertawa dan menggeleng nggelengkan kepalanya.


"Tetapi besok kalau kamu kerja jadi asistennya kakak, tiap hari kamu harus satu ruangan sama kakak, berdua aja. dan tidak boleh protes." ucap Grey sambil tersenyum.


Lila hanya diam saja menatap Grey. Jangan berdebat Lil ini sudah malam dan kak Grey pasti lelah banget hari ini batin Lila.


Setelah mereka selesai makan Lila membereskan meja makan. Lila tidak menelpon ibu kostnya karena Lila kemarin sudah pamit sama ibu kostnya satu Minggu lagi baru balik ke kost karena ayahnya sakit


Lila melihat jam di dinding sudah pukul 10.09 tapi dia belum mengantuk. Tapi nggak enak juga sama Bu Ratih kalo nggak balik balik ke kamar.


Grey mengamati tingkah Lila "kenapa, belum mengantuk ya ? apa mau terima tawaran kakak tadi belajar typing di ruang kerja kakak ?" kata Grey sambil nyengir menggoda Lila.


"Nggak usah kak, hmm Lila naik aja ya nggak enak sama ibu nunggu lama nanti " Grey menggangguk meraih tengkuk Lila dan mengecup bibir Lila.


"Biar semangat tidurnya nanti, biar dapat mimpi indah" sahut Grey santai lalu menarik tangan Lila untuk naik ke lantai atas barengan.


Mereka pun masuk ke kamar masing masing dan merebahkan diri. Grey langsung terlelap sedangkan Lila jam 12 malam baru bisa terlelap.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannya🙏


Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.


Terima kasih banyak. God Bless You all readers😘🤗