
Setelah selesai mandi dan makan malam, Grey pun menjatuhkan tubuhnya keatas ranjang dan meraih HP nya yang tadi dia letakkan di atas bantalnya. Grey mengambil posisi duduk dan mencari nomernya Lila dia mengernyitkan dahi memandangi HP nya.
"Shit! bodohnya aku " ucap Grey seraya mengusap wajahnya kasar. Grey belum punya nomer HPnya Lila hufft Grey merasa gusar dia pengen melakukan panggilan video call tapi apa daya dia belum punya nomer HPnya Lila. Mau ke kostnya Lila bisa-bisa dia digerebek warga sekitar yang sedang ronda karena saat ini sudah jam 10.00.
Grey kangen sama Lila tapi mau bagaimana lagi dia harus menahan rasa kangennya sampai besok. Akhirnya Grey pun tertidur dan pagi harinya dia terbangun karena bunyi alarm yang sengaja dia pasang di pukul 5 pagi.
Grey bergegas bangun, mandi setelah memakai dasi dan jasnya dia menyambar tas kerjanya dan langsung turun ke bawah menuju ke garasi mengambil mobilnya dan tancap gas ke kostnya Lila.
Tepat jam 6 pagi Grey yang cakep sudah sampe di depan kostnya Lila dan dia langsung memencet bel yang ada di samping gerbang kostnya Lila. Tak berapa lama keluarlah ibu ibu paruh baya yang langsung tersenyum sumringah memandang wajah Grey. Waah vit A pagi hari ni batin ibu kostnya Lila heeee.
"Ada perlu apa nak ?" tanya si ibu sembari membuka gembok pintu gerbangnya.
"Maaf Bu pagi pagi mengganggu " sahut Grey sembari menganggukkan kepala setelah si ibu kost mempersilahkan Grey untuk masuk ke teras kostnya.
"Nggak apa apa sudah biasa ibu bangun memang sepagi ini, ada apa ya nak ?" tanya si ibu kost.
"Saya ada perlu sama Lila Bu hmm penting banget ." kata Grey sambil senyum semanis mungkin yang membikin hati wanita di seluruh dunia klepek-klepek termasuk si ibu.
"Oooo kirain ada perlu sama ibu heeee ya udah duduk disini dulu ya, ibu panggilkan Lila " kata si ibu sambil senyam senyum menatap Grey. Grey pun menganggukan kepala lagi dan duduk di kursi teras.
Agak lama Grey menunggu, sudah lumayan gelisah dia menahan kangen yang begitu besar tapi kenapa Lila kok nggak nongol nongol juga hufffttt sabaaarrrrr gumam Grey.
Akhirnya Lila nongol dan melonjak kaget saat tahu ada Grey sedang duduk di teras "lho kak Grey ngapain pagi pagi kesini ?" tanya Lila heran.
Grey pun langsung berdiri menghampiri Lila dan mau memeluk Lila tapi Lila langsung mundur ke belakang. "kak, jangan sembarangan meluk ini masih di kost dan banyak orang lalu lalang noh di depan." kepala Lila mengarah ke jalan raya di depan kostnya.
"Aku kangen banget Lil dan aku sudah nunggu sejam lho disini hufft emangnya ibu kost kamu nggak kasih tahu kamu kalo aku nyari kamu ?" tanya Grey
Lila tertawa " iya ibu kost tadi bilang ada yang nyari, cowok lha Lila pikir tukang sayur keliling langganan Lila ya udah Lila santai aja keluarnya, biasa juga abangnya nunggu didepan, nah tuh dia orangnya ." tunjuk Lila ke seberang jalan ada Abang tukang sayur keliling.
Grey mendengus kesal "sabar Grey, sabar gue disamain dengan tukang sayur keliling hufft sabar." yang langsung ditepuk Lila bahunya dan Lila pun tertawa melihat tingkah konyol Grey.
"Kamu nggak ada kuliah pagi memangnya, kok belum siap siap ? " tanya Grey dan Lila pun menggeleng.
Grey menatap Lila yang masih memakai setelan baby doll hijau bergambar Doraemon.
Lila menunduk malu hufft kenapa juga tadi dia keluar pake baby doll ini yaaa dia juga nggak tahu klo Grey yang menunggunya.
"Duduk dulu yuk kak" kata Lila sambil menarik tangan Grey untuk duduk.
Grey menatap Lila "kamu tuh kalo belanja di depan sana jangan pakai baju kayak gini " kata Grey mulai posesif.
"Lila ambilkan sarapannya ya, hmmm makan di depan teras gini nggak apa apa kak ?" tanya Lila ragu. Grey tersenyum meraih tangan Lila "nggak apa apa asal makannya ditemani kamu dimana aja nggak masalah." langsung aja Lila mencubit hidung Grey, lalu masuk kost lagi untuk mengambilkan Grey sarapan.
Saat Lila masuk tiba tiba HP Grey bunyi "halo Grey, kamu dimana kok ilang tiba tiba ?" tanya ibu begitu Grey angkat telponnya dan Grey langsung tepok jidatnya sendiri "oo iya Bu, maaf pergi tiba tiba lupa pamit sama ibu maaf ya Bu, ini Grey ada urusan penting mendadak dan darurat Bu, nanti Grey ceritain di rumah ya. " kata Grey lalu mematikan HPnya setelah ibunya terlebih dahulu mematikan HPnya.
Lila keluar membawakan nampan berisi sandwich buatan Lila dan kopi juga susu karena Lila bingung Grey saat ini pengen minum apa, ya sudah Lila bawakan aja 2 jenis minuman.
"Sarapan dulu kak, keburu siang nanti. " kata Lila yang langsung bingung saat Grey menyodorkan HPnya.
"Lila nggak perlu telpon siapa siapa saat ini kak ." Grey senyum "ini, HPku tolong kamu masukkan nomer HPmu kan aku belum punya nomer HPmu." sahut Grey sambil mengunyah sandwichnya. Lila pun mengetikkan namanya dan nomer HPnya.
"Ketikkanmu salah Lil ." kata grey yang membuat Lila bingung, lah apa yang salah batin Lila.
"Tolong ketik Lila ku." Lila menoleh ke arah Grey saat melihat Grey tersenyum sangat tampan Lila pun merona malu. Lila akhirnya nurut mengetik nama Lila ku. lalu menyodorkan HP nya Grey ke arah Grey.
Grey meraihnya dan langsung mencet nomernya Lila untuk sekedar missed call.
"Aku udah missed call kamu, entar disimpen ya nomer aku, pakai nama sa-yang." kata Grey sambil senyam senyum lalu memasukkan HP ke dalam saku kemejanya.
"Kak, Lila ke seberang dulu ya mo belanja." tiba tiba Grey berdiri melepas jas nya dan menyuruh Lila untuk memakainya.
Lila mendengus kesal "kak, Lila mau belanja bukannya ngantor kok disuruh pake jas?"
"Baju kamu tuh tipis Lil kalo kesorot sinar matahari dari arah timur, tuh Abang kang sayur bisa dapat Vit A gratis, nggak rela aku." dengus Grey kesal.
Akhirnya Lila nurut memakai jasnya Grey yang kedodoran waktu Lila pakai. hufft yang waras ngalah ya Lil batin Lila sebel. Lila pun menyeberang dan berbelanja. gerak gerik Lila selalu diawasi Grey. Grey juga mengawasi kang sayur awas aja berani kurang ajar sama Lila langsung gue kasih bogem mentah gumam Grey.
Lila selesai berbelanja dia ke dalam dulu buat menata belanjaannya di lemari es masih mengenakan jasnya Grey yang langsung dikomentari sama Rena "Lil blazer zaman now ya ?" hihihihi sahut Rena dan Lila hanya tersenyum ke arah Rena lalu menepuk bahu Rena dan balik lagi melangkah ke teras.
Sampai di teras sandwich 3 lapis sudah ludes kopi dan susu pun ikut ludes. Lila senang kalo kak Grey menyukainya. "Lil makasih ya, karena ini sudah jam set 9 aku cabut ya soalnya ada meeting nanti jam 10 takutnya telat. Lila pun mengangguk dan mencium punggung tangan Grey dan Grey pun mencium pucuk kepalanya Lila
Tukang sayur berteriak dari seberang jalan "mbak Lila itu pacar apa suaminya ?" Grey yang menjawab "suaminya" yang langsung dicubit pinggangnya sama Lila. setelah masuk mobil Grey membuka kaca dan melambaikan tangan lalu tancap gas menuju ke kantornya.
Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannya🙏
Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.
Terima kasih banyak. God Bless You all readers😘🤗