Lila And Grey

Lila And Grey
Makan siang romantis



Rio langsung membeku setelah mendengar pernyataan cinta dari Susan. Aku harus gimana nih kalau aku katakan aku sudah memilikki calon isteri maka Melly akan masuk ke dalam zona merah. Maafkan aku Mel, aku menempatkan kamu dalam bahaya lagi. batin Rio.


"Kak Rio kok melamun sih, mikirin Susan ya heee" kata Susan sambil tersenyum menggoda.


"Berhenti manggil aku kak." kata Rio.


"Terserah aku dong mau manggil kamu apa ini mulut kan mulut aku sendiri. Oooo iya gimana nanti sore bisa kan kita mulai kencan untuk mulai mengenal lebih dalam satu sama lain."


"Maaf aku sudah ada acara." jawab Rio singkat.


"Acara apa ? " tanya Susan.


"Bukan urusan kamu." ucap Rio datar.


"Kalau bukan acara penting aku akan memaksa ikut " sahut Susan tanpa dosa.


"Hufft emm itu acara syukuran isterinya pak Grey." Jawab Rio asal.


"Waaahh kebetulan dong, aku mau ikut emm aku pengen kenal sama isterinya pak Grey yang terkenal cantik dan hebat itu." Ucap Melly penuh semangat.


"Nggak bisa karena acaranya khusus untuk kerabat dekat dan keluarga saja." Jawab Rio.


"Kalau gitu kenalkan aku ke semuanya nanti, kalau aku tuh pacar kamu dengan begitu otomatis aku jadi kerabat juga kan." Susan mengedipkan matanya.


Rio mengusap wajahnya dengan kasar dan akhirnya dia memutuskan untuk jujur


" aku sudah mempunyai calon isteri."


"Hahaha baru calon kan ? aku tadi sudah bilang kalau aku akan menjadikan kamu milikku secara adil,jujur dan terbuka." Susan merespon ucapan Rio dengan santai.


"Aku mengatakan calon isteriku itu berarti aku tidak main-main dan aku tidak berniat untuk meninggalkan calon isteriku demi apapun juga." Sahut Rio mulai kesal.


"Hahaha aku tidak peduli." Susan berkata sambil beranjak berdiri dari duduknya.


Rio spontan ikutan berdiri.


Susan hendak melangkah keluar dari ruangannya Rio.


"Jangan pernah berpikir untuk menyakiti kekasihku." tegas Rio.


Susan menoleh dan tersenyum penuh arti lalu melangkah keluar dari ruangannya Rio.


Rio kembali duduk di atas sofa sambil menyenderkan kepalanya.


Tidak begitu lama Melly pun masuk ke dalam ruangannya Rio.


"Ayang Bebeb kenapa ?" tanya Melly sambil duduk di samping Rio.


Rio langsung membenamkan kepala Melly ke dalam pelukannya.


"Maaf Mel, aku jujur sama kamu kalau tadi Susan baru aja nembak aku." kata Rio lirih.


"Apa ?!" tanya Melly sambil menarik diri dari pelukannya Rio.


Rio menarik Melly ke dalam pelukannya lagi.


"Tapi aku langsung menolaknya ." kata Rio kemudian.


"Apa ?!" tanya Melly sambil menarik diri dari pelukannya Rio lagi.


Rio mendengus kesal "Mel, kalau kamu bertingkah kayak gini lagi aku akan memakan kamu."


Melly menghambur masuk ke dalam pelukannya Rio lagi dan berkata "maaf beb habisnya Melly khawatir kalau ayang Bebeb menolak Bu Susan terus nanti Bu Susan nekat terus nanti ayang Bebeb kenapa kenapa gimana ?"


"Aku justru mengkhawatirkan kamu Mel, sekali lagi aku menempatkan kamu di zona merah. Kalau soal aku, kamu nggak usah khawatir karena aku ini salah satu anggota dari trio kwak kwak." kata Rio kemudian.


"Hahaha emang ada ya trio Kwak Kwak, terus anggotanya siapa aja ?" tanya Melly geli.


"Aku, Grey, Lila." jawab Rio.


Melly menarik diri dari pelukannya Rio lagi sambil manyun dan berkata "Kok Melly nggak dijadikan anggota, aaaa curang nih."


Rio mengecup bibirnya Melly tersenyum geli dan berucap " kalau kamu masuk anggota, nanti namanya berubah jadi kwartet kwak Kwak nggak enak pengucapannya Mel, bisa keseleo nih lidah kalau sering ngucapin kata kwartet Kwak Kwak "


Melly menepuk pelan pundak Rio sambil tertawa geli, lalu berkata " Melly kembali kerja ya, nanti disemprit pak Grey kalau kelamaan berduaan sama ayang Bebeb."


Melly pun melangkah keluar dari ruangannya Rio. Tidak begitu lama kemudian Lila muncul dan langsung memeluk Melly lalu berkata penuh keceriaan " Selamat siang mbak Mellyku yang cantik "


"Nih aku bawain paket makan siang lengkap dengan minumannya untuk mbak Melly dan Kak Rio, kita makan siang bareng pasangan kita masing masing siang ini hihihi romantis kan." ucap Lila penuh semangat sambil melepaskan pelukannya dan menyerahkan bingkisan yang dia bawa ke arah Melly.


"Waaahhh cocok banget nih, makasih ya mbak Lila. Eh tapi mbak Lila sudah beneran fit nih kok sudah jalan jalan sampai sini ?" tanya Melly.


"Sudah dong Lila kan cat womannya Greyson Adi Wijaya hahaha." sahut Lila penuh kebahagiaan.


" Hahaha selamat ya mbak, sudah gih buruan masuk ke ruangannya pak bos, sudah tercium bau bau mala rindu tropi kangen nih." ucap Melly sambil melangkah menuju ke ruangannya Rio.


Lila tersenyum dan melangkah masuk ke ruangannya Grey.


Ceklek


Grey menoleh kaget ke arah pintu, saat mendengar seseorang masuk tanpa permisi ke dalam ruangannya.


Grey pun langsung sumringah berdiri dari kursi kerjanya, langsung memeluk Lila dan menuntun Lila untuk duduk di atas sofa.


Lila menaruh bingkisan yang dia bawa di atas meja.


"Apa itu ?" tanya Grey sambil membelai rambut Lila.


" Kejutan makan siang sayang, aku pengen makan siang sama kamu karena aku merindukanmu." sahut Lila.


"Kamu kan seharusnya kontrol hari ini ke rumah sakit ? kok malah ke sini ? Sama siapa ke sini ?" Nggak nyetir sendiri kan ?" tanya Grey tanpa jeda, yang langsung berhenti ngomong karena dipaksa Lila untuk menerima suapannya Lila.


"Sudah dong, aku dari rumah sakit terus ke sini." jawab Lila.


"Diantar Upik, tapi langsung aku suruh pulang tadi." kata Lila kemudian.


"Terus apa kata dokter ?" tanya Grey.


"Kata Dokter aku sudah boleh melakukan aktivitas seperti sediakala." jawab Lila sambil menyuapi Grey.


"Lalu untuk aktivitas proyek kita bikin Grey junior gimana ? sudah kamu tanyakan belum ?" Grey mulai antusias.


"Aaaa itu ya emm aku lupa." sahut Lila sambil menepok keningnya sendiri.


Grey langsung menarik tangan Lila dari keningnya dan mencium kening Lila lalu berkata " jangan suka nepok kening dong sayang, nggak rela aku kalau sampai kening kamu memerah nanti "


Lila mencium pipi Grey dan menatap suaminya penuh cinta.


"Huft sayang, kok kamu lupa nanya soal itu sih, kamu kan tahu itu penting banget buat aku." Grey mulai manyun.


Lila memegang kedua pipi Grey sambil mengecup bibir Grey lalu berkata "hahaha aku merindukan ekspresi kamu yang seperti ini sayang."


Grey meraih kedua tangan Lila lalu menggenggamnya dan bertanya lagi "lalu gimana ? lupa beneran nggak sih kamu ?"


"Hahaha tentu saja nggak lupa dong." sahut Lila.


"Lalu apa kata dokter ?" tanya Grey masih menggenggam tangan Lila.


"Kata dokter sudah boleh ." sahut Lila sambil mengedipkan matanya.


Klik


Grey meraih remote dan langsung mengunci pintu ruangannya.


Salah satu tangan Grey menarik tengkuk Lila dan mulai ******* bibir Lila penuh gairah yang menggebu tanpa kelembutan seperti biasanya.


"Emmm aahhh ugghh emmm sayang nanti aja ya di rumah." Lila berucap sambil berusaha melepaskan diri dari dekapan dan ciumannya Grey.


Grey menempatkan Lila di atas pangkuannya lalu menatap mata Lila penuh gairah dan berkata "kesempatan yang ada tidak boleh dilewatkan begitu saja sayang, aku kan pebisnis."


Lila menepuk pelan dada bidang suaminya, dan Grey mencium tangan Lila, memulai kembali aksinya mencium kening Lila, kedua mata Lila, kedua pipi Lila, sambil tangannya membuka satu persatu kancing blusnya Lila. Grey menyusupkan ciumannya di leher Lila, mulai meninggalkan beberapa tanda kepemilikkan di sana.


Lila mendesah dan merintih pelan membuat Grey langsung ******* bibir Lila dan terjadilah pergulatan panjang mereka, penuh gairah dan penuh cinta.


Setelah puas mendapatkan jatahnya, Grey merapikan bajunya Lila, memakai kembali kemejanya dan berkata " makasih ya sayang, aku mencintaimu, tapi nanti di rumah masih ada lagi lho ronde kedua dan ketiganya ." Grey berucap sambil menarik Lila duduk kembali di atas pangkuannya, mencium kening isteri tercintanya itu dan mulai menyuapi Lila.


"Sayang kamu juga makan dong, kok aku terus yang makan " kata Lila sambil memukul pelan dada suaminya.


"Iya nih aku juga makan" sahut Grey sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya