Lila And Grey

Lila And Grey
Rayuannya Rio



Sementara itu setelah mengantarkan sendok yang baru ke Lila, Grace kembali ke tempatnya semula, melayani pelanggan pelanggannya sambil berkata sedih di dalam hatinya. Betapa beruntungnya Lila, bisa hidup bahagia dengan Grey, mendapatkan mertua yang sangat menyayanginya dan bahkan sekarang sudah hamil anaknya Grey.


Andai saja aku yang berada di posisinya Lila saat ini, aku pasti akan sangat bahagia. Kenapa aku tidak seberuntung Lila, bisa bersanding hidup bahagia bersama dengan orang yang dia cintai dan mencintainya. Batin Grace di tengah lamunannya.


Tiba tiba tampaklah Rio dan Melly melangkah mendekatinya "Hai, Grace melayani pelanggan kok sambil melamun sih ?" suara Rio membuyarkan lamunannya Grace.


"Oooo hai, tumben ke sini ? lho bukannya ini sekretarisnya Grey ?" tanya Grace sambil menatap Melly yang tengah menampakkan senyum cantiknya.


Rio merangkul pundak Melly dan berkata "Iya, dan sekaligus calon isteriku"


Melly menatap Grace sambil tersenyum malu.


"Aaahh so sweet banget ya kalian bisa cinlok, selamat ya, oooo iya Grey dan Lila ada di dalam ruangan itu, masuklah dulu, nanti aku susul" kata Grace sambil menunjuk satu ruangan di pojok kiri kedainya.


Rio pun mengangguk, menggenggam tangannya Melly lalu melangkah masuk ke dalam ruangan yang dimaksud Grace.


"Lho bro, kok bisa ke sini ?" kata Grey begitu melihat Rio nongol dan langsung duduk di depannya.


"Aaahh mbak Melly, senangnya bisa makan es krim bareng mbak Melly" kata Lila dengan mata berbinar binar.


"Anak ini siapa mbak ?" tanya Melly kepada Lila.


"Itu anaknya Grace " sahut Rio.


"Saya Laja, nama ante siapa ?" tanya Raja.


"Waaahhh mirip kamu tuh bocah, begitu lihat cewek langsung deh ngajak kenalan" kata Grey kepada Rio.


"Apa cih! mana ada aku seperti itu ? jangan percaya Mel sama bos kamu nih " kata Rio kesal, takut Melly menyangka yang enggak enggak sama Rio.


"Hahahahaha iya aku percaya kok sama kamu ayang bebebku " Kata Melly langsung tertawa.


"Emm nama kamu cakep ya Raja, cocok sama wajah kamu yang cakep, nama Tante, Melly." kata Melly menjawab pertanyaannya Raja tadi.


Raja lalu turun dari kursi tempat dia duduk dan melangkah mendekati Melly, dan tiba tiba berjinjit dan mencium pipinya Melly.


"What ?" Rio melotot kaget.


"Waaahh busyet nih anak ya, playboy kelas kakap ternyata " kata Grey sambil tertawa dan menggeleng nggelengkan kepalanya.


Lila dan Melly langsung tertawa terbahak bahak.


Setelah mencium Melly, Raja dengan santainya melangkah kembali ke tempat duduknya dan berkata dengan polosnya dan tanpa ekspresi "Laja selalu kasih cium siapa saja yang bilang Laja cakep, tapi hati Laja cuma untuk ante Lila."


"What ??" giliran Grey yang kesal.


Laja menoleh ke Grey sambil mengedip ngedipkan kedua matanya dan tersenyum jahil.


Grey menjadi tambah kesal dan langsung menatap tajam ke Raja.


"Sayang jangan gitu ah, Laja kan masih anak anak, masih empat tahun nih masih polos" kata Lila.


"Buahahahaha kena juga elo bos" kata Rio geli menatap wajah kesalnya Grey.


Melly pun tidak kuasa menahan tawanya.


Tidak begitu lama Grace datang membawa buku menu, Rio memesan kopi sama seperti yang dipesan Grey dan Melly memesan es krim coklat almond.


Grace pun kembali permisi keluar dari ruangan untuk mempersiapkan pesanannya Melly dan Rio.


"Dari tempat prakteknya mama ya ?" tanya Rio ke Grey.


"Iya, tolong pesankan tiket ke London untuk Minggu depan ya bro." kata Grey.


"Lho kalian akan ke London ?" tanya Rio.


"Iya, kakak aku kemarin menelepon aku, kasih kabar kalau papa aku sakit " jawab Grey.


"Ok, tiga tiket apa dua aja ?" tanya Rio.


"Tiga Bro, Lila sudah dapat ijin dari mama kamu untuk naik pesawat." jawab Grey.


Grace nongol lagi membawakan pesanannya Rio dan Melly. Lalu permisi untuk kembali melayani pelanggan pelanggannya.


"Lumayan ramai juga ya kedai es krimnya Grace " kata Rio.


"Iya kak, karena es krimnya enak, bahkan di kota B kedai es krimnya kak Grace tuh viral makanya terus bikin cabang di sini" jawab Lila.


"Ooooo, bukannya ada udang......" kata kata Rio tidak dia lanjutkan karena kakinya ditendang sama Grey.


"Udang apa Beb ? ada menu masakan seafood juga ya di sini ?" tanya Melly antusias.


"Hahahaha sayangku, Mellyku mana ada kedai es krim jualan seafood juga, yang ada nanti es krimnya amis semua " jawab Rio sambil tertawa geli.


Lila pun ikutan geli.


"Ooooo kirain" jawab Melly sambil meringis karena malu.


"Iya bro, kamu ikut aja sama Melly untuk menemani Lila dan kamu bisa sekalian urusi kafe Grey yang ada di sana" kata Grey.


"Aaahhh benarkah boleh ? Melly belum pernah pergi keluar negeri" kata Melly sumringah.


"Emm ok lah, nanti biar semua tugas dan masalah di sini aku serahkan ke Andrey direktur kita yang suka tebar pesona itu" jawab Rio.


"Kalau begitu nggak usah menunggu Minggu depan sayang, bagaimana kalau tiga hari lagi, aku khawatir papa tidak bisa menunggu terlalu lama" kata Lila.


"Emm ya sudah bro, elo pesan tiket keberangkatqn kita untuk tiga hari ke depan." kata Grey kemudian.


"Siap" jawab Rio.


"Emm Raja sini deh om Rio pangku, om Rio punya cerita buat Raja." kata Rio sambil tersenyum manis ke Raja.


Raja pun turun dari tempat duduknya dengan sumringah dan penuh semangat mendekati Rio dan langsung duduk di pangkuannya Rio.


"Raja, kamu tuh emang pilih kasih ya, kalau dipangku sama om Grey aja nggak betah dan nggak mau, giliran sama om Rio kamu langsung semangat mau" kata Grey mulai kesal lagi.


Raja membalas ucapannya Grey dengan mengedip ngedipkan kedua matanya lagi.


"Aaahh moga moga anak om nanti nggak seperti kamu " kata Grey sambil menggeleng nggelengkan kepalanya.


semuanya langsung tertawa terbahak bahak melihat tingkah polosnya Raja dan tingkah konyolnya Grey.


"Om Lio heee Laja boleh nusuk pipi om Lio kalau om tersenyum ?" kata Raja sambil tersenyum jahil menatap Rio.


"Hahaha kenapa kok pipi om pengen kamu tusuk ?" tanya Rio heran sambil mencium pipi gembulnya Raja.


"Habis lesung pipitnya om Lio kelen, Laja suka" sahut Raja sambil tersenyum masih menatap Rio.


"Oooo gitu ya, ok boleh kamu tusuk tusuk nih" Kata Rio sambil tertawa senang.


"Beruntungnya brooooo, elo punya lesung pipit " kata Grey dengan nada iri.


Grey menatap Raja jadi teringat dia waktu kecil dulu, sering juga menusuk pipinya Rio dengan jari telunjuknya.


"Mbak, buruan nikah gih tuh lihat kak Rio suka banget sama anak kecil" bisik Lila lirih di telinganya Melly.


"Melly juga maunya gitu mbak, tapi kak Rio belum melamar juga " bisik Melly di telinganya Lila.


"Nanti sepulangnya kita dari London aku langsung melamar kamu Mel" sahut Rio.


"Aahhh hahahaha kedengeran sampai situ ya ?" kata Melly sambil menggaruk nggaruk kepalanya.


"Ya pasti kedengeranlah, orang bisik bisiknya sekencang itu " jawab Rio santai.


Melly dan Lila pun langsung tertawa terbahak bahak, dan Grey hanya menggeleng nggelengkan kepalanya.


"Iya cepetan lamar tuh Melly entar keburu diambil sama yang lain " sahut Grey kemudian.


"Mana bisa diambil, hatinya Melly kan sudah aku simpan di dalam hatiku, terkunci rapat di dasar relung jiwaku" jawab Rio sambil tersenyum jahil.


"Uuuwwwuuuuwww co cweet " sahut Lila.


"Cih ! pamer nih kalau elo tuh pinter ngerayu." sahut Grey.


"Kak, suami Lila juga pinter ngerayu lho, ayok sayang tunjukkan rayuanmu " kata Lila penuh semangat.


Rio dan Grey langsung saling menatap, dan Rio langsung tertawa terbahak bahak mengingat kata kata gombalan yang dia bikin untuk Grey waktu itu. Grey langsung menendang lagi kakinya Rio.


"Ayok sayang !" Lila mulai merajuk.


"Emmm" Grey menggeser duduknya mendekati Lila lalu mengecup pipinya Lila.


"Aku cinta kamu titik nggak pakai koma" kata Grey kemudian.


"Yaaahhh kok cuma gitu sih ?" kata Lila mulai mengerucutkan bibirnya.


"Ante Lila itu cantik secantik bidadali sulga " kata Laja ikutan nimbrung.


"Aahhh kamu pinter ngerayu juga ya Raja, aaah terima kasih sayang." Lila menatap Raja dengan mata berbinar binar.


"Cih ! lebih baik tuh tindakan nyata daripada rayuan" kata Grey.


"Buahahahahaha ya ya ya terserah elo, sebahagianya elo aja bos." sahut Rio kembali tertawa terbahak bahak.


Melly pun tidak kuasa menahan tawanya.


Mereka tidak sadar kalau ada yang tengah menguping pembicaraan mereka di sebelah ruangan mereka. Susan ternyata mengikuti Rio. Susan penasaran akan Rio dan mulai memata matai Rio, dia pengen tahu sebenarnya siapa pacarnya Rio.


Setelah tahu ternyata Melly adalah kekasihnya Rio, dia pun tersenyum sinis. Dasar sekretaris penggoda. Batin Susan kesal.


Susan bertekad akan mengikuti mereka sampai ke London.