Lila And Grey

Lila And Grey
So sweet



Selesai makan, Grey dan Lila langsung masuk ke dalam mobil dan meluncur untuk pulang, mereka tidak mampir ke butik Ibu Ratih, karena Bu Ratih hari ini tidak membuka butiknya.


"Sayang, Lila pengen belanja " Kata Lila.


"Ke pasar langganan kamu ya ? ok aku temani" ucap Grey sambil melirik Lila.


"Emm Lila pengen beli lemon, sama buah kiwi di pasar nggak ada " kata Lila kemudian.


"Ok, kita ke mall dulu, pangeranmu ini akan mengantarkanmu kemanapun kamu mau" kata Grey sambil tersenyum.


"Aaah kamu sedang ngerayu ya sayang? lagi dong" kata Lila dengan mata berbinar binar menoleh ke Grey yang tengah fokus menyetir.


"Mana ada rayuan, aku beneran pangeran dan siap mengantarkan kamu " jawab Grey santai.


"Ya ya ya, terserah kamu deh sayang" jawab Lila.


Sesampainya di mall, Lila langsung menggandeng lengan suaminya dan mereka pun masuk ke dalam mall. Lila langsung berkata "Sayang, tolong kamu carikan mayonaise, keju, sama susu putih, Lila mau langsung ke buah buahan ya "


"Siap " jawab Grey.


Grey celingukkan mencari mayonaise, kalau susu putih dia tahu dan sekarang sudah dia dapatkan, terus keju juga sudah dia temukan, "emm mayonaise mana ya" gumam Grey.


Tiba tiba ada seorang cewek cantik dan seksi menyodorkan sebotol mayonasie ke Grey.


Grey langsung menoleh dan berkata "Terima kasih " dan beranjak pergi meninggalkan cewek tersebut.


"Maaf, apa aku sudah mengijinkan kamu untuk pergi " Kata cewek tersebut.


Grey langsung mengerem langkahnya dan menoleh ke belakang dengan kaget.


"Aku membantu kamu karena aku pengen kenalan sama kamu" kata cewek tersebut dengan pedenya.


Grey hanya menganggukkan kepalanya, menatap ke arah depan lagi dan beranjak pergi meninggalkan cewek tersebut.


"Heeiii !! jangan mentang mentang kamu ganteng dan keren lalu seenaknya nyuekin aku " teriak cewek tersebut ke Grey.


Grey terus melangkah pergi meninggalkan cewek tersebut dengan cepat dan langkah lebar, tidak mempedulikan sama sekali omongan cewek tersebut, terus mendorong trolinya sambil celingukkan mencari Lila.


Aahhh Lila dimana nih, aku takut diperkosa sama tuh cewek hiihhhh ngeri bener ya cewek tadi. Ucap Grey dalam hati.


Tiba tiba ada yang menepuk pundak Grey, Grey kaget dan spontan berkata tanpa menoleh ke belakang "Jangan nekat, aku sudah menikah dan isteriku galak seperti macan" Grey mengira cewek tadi yang menepuk pundaknya.


"Sayang, memangnya Lila galak ya ?" tanya Lila heran.


Grey langsung membelokkan badannya ke belakang, dan langsung memeluk Lila "Aahh syukurlah ternyata kamu sayang" kata Grey tampak lega.


"Ada apa sih ?" tanya Lila heran.


"Tadi ada cewek aneh minta kenalan sama aku, aku takut diperkosa sayang hiihhh" jawab Grey.


"Hahahaha mana ada orang memperkosa di siang bolong dan di tempat terbuka seperti ini sih sayang, ada ada aja deh kamu tuh" sahut Lila geli, sambil memasukkan buah buahan yang tengah dia bawa ke dalam troli.


"Ini permintaanmu sudah aku penuhi semua, ini susu, keju terus mayonaise, heeee pinter kan aku " kata Grey sambil mencium pipi isterinya.


"Sayang, kebiasaan deh suka cium cium di muka umum, malu tahu" sahut Lila.


"Hihihi " Grey langsung meringis lalu mendorong trolinya menuju ke kasir.


Grey terus berjalan menuju ke kasir tanpa menyadari kalau Lila masih nyangkut di rak aneka cokelat. Grey menoleh dan kaget saat tahu Lila tidak ada di sampingnya. Spontan menoleh ke belakang dan melangkah mundur mendekati Lila.


"Sayang kalau mau mengerem langkah tuh kasih aba aba dong, suami kamu nih takut jalan sendirian, entar ketemu cewek yang tadi bisa blaik " kata Grey sambil menatap Lila yang masih memilih beberapa cokelat.


"Hahaha yang ada tuh cewek takut sama cowok, mana ada cowok takut sama cewek " sahut Lila sembari memasukkan cokelat yang telah dia pilih ke dalam troli.


"Sudah siap nih kita melangkah bareng dan jangan nyangkut lagi" kata Grey.


"Kayak layang layang dong Lila kalo nyangkut" sahut Lila santai.


"Sayang itu dia ceweknya, lihat kan bajunya aja kayak gitu, apa nggak takut kalau nanti masuk angin ya ?" ucap Grey polos.


"Dia mendekat sayang, aku pergi dulu ya " kata Lila menggoda Grey.


Grey langsung memeluk bahu Lila dan berbisik "Kamu nggak takut suamimu diambil sama tuh kecebong ?"


"Buahahaha mana ada kecebong seksi dan cantik seperti itu sayang" Lila spontan tertawa terbahak bahak mendengar bisikan suaminya.


"Halo, ketemu lagi kita " kata cewek itu saat sudah berdiri mengantri di belakangnya Lila dan Grey.


"Kamu adiknya ya ?" tanya cewek tersebut.


Grey langsung menoleh dan menatap kesal cewek tersebut. Eh busyet bagaimana bisa dia menganggap Lila adikku. Memang aku dan Lila tidak nampak seperti pasangan suami istri ya. Batin Grey kesal.


"Hai ganteng, makasih sudah mau menoleh " kata cewek tersebut sambil tersenyum menggoda ke arah Grey.


Grey langsung menatap ke arah depan lagi dengan kesal, dan Lila mengulum bibir menahan tawa.


"Dek, boleh nggak kakak kenalan sama kakak kamu, habis ganteng banget sih" kata cewek tersebut kemudian.


"Stop bilang dia Adek, berani benar kamu memanggil istri aku nih adek" sahut Grey mulai menoleh dan menatap tajam cewek tersebut.


"Hah ? Adek beneran istrinya ?" tanya cewek tersebut heran.


Lila menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Ups maaf ya " Cewek tersebut langsung melangkah pergi meninggalkan Grey dan pindah deretan antrian menjauhi Grey dan Lila.


"Cih ! malu kan elo, dasar kecebong" kata Grey kesal.


"Hahahaha dia anak orang sayang, bukan kecebong" sahut Lila geli.


"Tingkahnya tuh mirip kecebong" kata Grey masih kesal.


"Sayang, lama lama aku minder kalau jalan sama kamu" kata Grey lirih sambil merangkul erat bahunya Lila.


"Kenapa minder ? kamu kan keren nah buktinya tadi ada cewek ngejar ngejar kamu." kata Lila heran.


"Itu karena kamu tuh terlalu imut sayang, entar lima tahun ke depan bisa bisa aku dikira bapak kamu hiks hiks hiks " kata Grey mulai pasang wajah meweknya.


"Buahahaha mana ada seperti itu sayang ?" kata Lila mencoba menenangkan Grey.


"Kamu itu gagah, keren, ganteng, pinter mana ada minder." kata Lila kemudian.


"Lha buktinya tiap kali ketemu orang pasti manggil kamu mbak, dan aku pak terus si kecebong tadi mengira kamu tuh adik aku, bagaimana aku nggak minder coba ?" kata Grey yang kemudian mengerucutkan bibirnya.


"Sayang, jangan gitu ah mana ada seorang Gresyson minder, yang ada tuh Lila yang minder, Lila kan cuma lulusan D3, dan bukan dari keluarga kaya raya bisa jadi istri kamu tuh Lila sebenarnya minder" kata Lila.


"Jangan gitu dong sayang, yang penting kan aku cinta mati sama kamu dan aku nggak mau yang lainnya, aku hanya mau sama kamu aja " kata Grey mulai sumringah.


Lila pun ikutan sumringah melihat suaminya sudah mulai cerah ceria kembali.


Akhirnya mereka sampai di rumah dan langsung mandi, selesai mandi mereka makan malam bersama dengan Bu Ratih, makan SOP buntut kesukaannya Bu Ratih, yang tadi dibelikan Grey.


"Ooo ternyata cucu Ibu seleranya sama dengan neneknya " kata Bu Ratih sambil tersenyum senang.


"Ibu suka banget sama sop buntut" Kata Bu Ratih sumringah.


"Emang iya ya Bu ? kok Grey nggak tahu kalau ibu suka banget sama sop buntut ?" tanya Grey ke ibunya.


"Berarti kamu tuh kurang perhatian sama ibu" jawab Ibu sambil tersenyum menggoda Grey.


Tetapi Grey menanggapinya dengan serius dan menjadi benar benar merasa bersalah, lalu melangkah mendekati ibunya dan memeluk ibunya erat dan berkata "Maafkan Grey ya Bu, kalau Grey kurang perhatian sama Ibu"


"Apaan sih Grey kok jadi cengeng gini sih, ibu cuma bercanda" jawab Bu Ratih sambil mengelus kepala Grey penuh kasih.


Grey melepas pelukannya lalu mencium pipi ibunya dan kembali duduk di tempatnya semula.


"Kamu waktu kecil tuh nggak begitu suka makan daging, jadi ibu jarang masak yang berbau daging jadi ya wajar kalau kamu sampai nggak tahu makanan kesukaannya ibu." kata Bu Ratih sambil menatap Grey penuh kasih.


"Kenapa kok nggak suka daging sayang ?" tanya Lila heran.


"Susah ngunyahnya bikin capek gigi aku heeee" jawab Grey polos.


"Sampai usia berapa ?" tanya Lila kemudian.


"Sampai kenal sama kamu heeee kamu kan pemakan segalanya, aku jadi ngikuti selera kamu, kecuali es krim sama cokelat aku masih nggak bisa karena aku nggak suka makanan manis." jawab Grey.


"Aahh so sweet banget sih kamu" kata Lila menatap mesra suaminya.


"Baru tahu ya, aku kan memang manis makanya aku nggak suka makan yang manis manis karena aku sudah manis, benar kan ?" Grey meringis.


Lila dan ibu pun tertawa menatap Grey.