Lila And Grey

Lila And Grey
Raymond



Begitu Pak Hartawan mengetahui kelakuan memalukan dari Puteri kesayangannya. Pak Hartawan langsung menampar anaknya sesampainya di rumah, seusai dia menemui Rio.


Pak Hartawan memberitahukan kepada Susan kalau Grey sudah menikah dan tidak mengijinkan Susan untuk menganggu Grey lagi. Kalau sampai ngeyel, pak Hartawan akan mencabut semua fasilitas yang selama ini dia limpahkan untuk Puterinya itu.


Begitu papanya meninggalkan kamarnya, Susan berteriak histeris, dia merobek robek baju pengantin yang dia beli, dan mengobrak obrik kamarnya.


Sejenak Susan menangis di samping ranjangnya. Kemudian tersenyum penuh arti. Susan meraih HPnya dan menghubungi pamannya.


Raymond Hartawan adik dari Roy Hartawan, masih muda berusia 30 tahun. Tetapi belum berniat untuk menikah. Dan dia sangat menyayangi Susan. Apapun yang Susan minta tanpa berpikir panjang selalu dia turuti.


Susan mengatakan kalau mempunyai seorang kekasih bernama Greyson Adi Wijaya yang tinggal satu kota dengan pamannya itu. Raymond tahu mengenai siapa itu Grey.


Susan menambahkan kalau Grey mengkhianatinya gara gara seorang wanita murahan yang bernama Lila. Lila Putri Cantika seperti yang dikatakan papanya tadi.


Raymond percaya dengan semua cerita Susan dan langsung geram. Dia tidak terima keponakan kesayangannya dipermainkan oleh Grey.


Susan pun meminta bantuan pamannya untuk membalaskan dendamnya, dan seperti biasanya sang paman langsung mengiyakan permintaan Susan tanpa berpikir panjang


Raymond sejak itu mulai menyewa seseorang untuk mengawasi Lila dan Grey setiap hari. Dan tanpa disadari Lila, Raymond mulai tertarik dengan sosok Lila.


Raymond berpikir Lila adalah cewek murahan seperti yang dikatakan Susan, Oleh karena itu Raymond berpikir tidak ada salahnya dia merebut Lila dari sisinya Grey. Cih ! cewek murahan yang sok polos, kata Raymond saat mengamati tingkah laku Lila lewat rekaman video yang dikirimkan oleh anak buahnya.


Raymond pernah nekat datang ke kampusnya Lila, dia ikut masuk ke dalam kelas sewaktu Lila menjadi asisten dosen. Dan mengajukan beberapa pertanyaan saat itu, Lila menanggapinya dengan sopan, dan bisa menjawab semua pertanyaan Raymond dengan sempurna. Maka ketertarikannya Raymond akan Lila pun semakin dalam.


Selama dua Minggu lebih dia mengamati Lila, dan selama itu pula perasaanya perlahan lahan mulai berubah. Raymond mencintai Lila.


Raymond menyusun rencana untuk menculik Lila, dan tidak mengijinkan Susan untuk menyentuh Lila. Raymond mengatakan kepada Susan untuk menyerahkan semuanya kepada Raymond. Susan cukup menjadi penonton saja.


Tugas Susan cuma satu, menyiapkan 2 jaket, 2 topi dan 2 masker untuk dipakai pelayan hotel dimana Grey menyelenggarakan resepsi pernikahannya.


Raymond merekrut pelayan hotel tersebut menjadi anak buahnya di pagi hari sebelum Acara resepsinya Grey diselenggarakan sore harinya.


Raymond bertekad akan melawan Grey, secara terang terangan akan merebut Lila dari Grey. Itulah kenapa dia menculik Lila dan sengaja memancing Grey untuk datang ke rumahnya.


Raymond bertekad tidak akan pernah memberitahukan dimana keberadaan Lila yang pasti itu akan membuat Grey menderita sama seperti perbuatan Grey yang telah menyakiti Susan begitu pikirnya.


Bruk Bruk Bruk


Satu persatu anak buah Raymond jatuh tersungkur mendapat balasan serangan dari Grey dan Rio Melihat semua anak buahnya akhirnya tumbang. Raymond bertepuk tangan dari tempat dia duduk.


Grey melangkah lebar ke arah Raymond dan menarik kerah baju Raymond, memaksa Raymond untuk berdiri. "Katakan dimana isteriku !!! " teriak Grey geram.


Rio membaca pesan dari si detektif kalau Lila tidak bersama Susan. Selesai menatap layar HPnya, Rio mendongak menatap Raymond penuh amarah.


"Carilah sampai ketemu hahahahaha lucu sekali muka kalian berdua. " Sahut Raymond yang langsung mendapatkan bogem mentah dari Grey.


Raymond terjatuh di sofa sambil memegangi wajahnya yang kini lebam akibat pukulannya Grey.


"Bangun, lawan aku !! " Teriak Grey lantang.


"Apapun yang akan kalian lakukan, aku tidak akan memberitahukan dimana Lila." Raymond menyeringai.


"Aku ingin memiliki Lila memangnya kenapa Hah ! " ucap Raymond sambil mendorong Tubuh Grey.


"Aku mencintai isterimu dan akan aku sembunyikan selama lamanya dari kamu hahahahahaha" Bug bug Grey memukul Raymond lagi berulang ulang dan langsung ditarik sama Rio.


Rio memegangi tubuh Grey agar tidak memukuli Raymond lagi.


"Gila kau ! Brengsek ! kembalikan isteriku !" Teriak Grey selantang lantangnya.


"Hahahaha tidak akan, cih ! dan jika kalian menelepon polisi, aku akan pastikan Lila yang akan menerima konsekuensinya." Ucap Raymond sambil duduk dan mengusap bibirnya yang berdarah kena pukulan Grey tadi.


"Grey, tunggulah di mobil. Aku akan mencoba bicara dengannya. " ucap Rio lirih.


"Nggak bisa, aku akan mengobrak abrik tempat ini " sahut Grey sambil melepaskan diri dari Rio.


"Grey." ucap Rio sekali lagi dengan tegas.


Grey pun menatap tajam ke arah Raymond lalu beranjak pergi.


Rio melangkah untuk duduk di hadapannya Raymond.


"Tolong kamu katakan dimana Lila, maaf jika saat ini aku tidak berkata dengan sopan, karena kamu memang tidak pantas untuk dihormati ." kata Rio sambil menatap Raymond.


"Hahahaha " Raymond tertawa mendengar ucapannya Rio.


"Aku yakin Susan telah mencekokki kamu dengan cerita khayalannya sendiri, jadi aku mohon kembalikan Lila " sahut Rio berusaha untuk tenang.


"Susan yang telah menjebak Grey, kamu bisa tanya sama kakak kamu Pak Roy Hartawan, dan Susan ingin merebut Grey yang sudah menikah dengan Lila. Itu cerita yang sebenarnya. " tambah Rio.


"Aku tidak peduli sekarang dengan kebenaran ceritanya, yang aku tahu saat ini aku tidak mau kehilangan Lila, aku mencintainya dan ingin memilikinya." ujar Raymond santai.


Rio menggertakkan giginya menahan geram sambil menatap Raymond tajam.


Sementara itu di luar, Grey tidak masuk ke dalam mobil, melainkan melangkah ke samping rumah Raymond mencari tanda tanda keberadaan isterinya.


Grey melangkah dengan hati hati menghindari pengawasan dari satpam rumah tersebut dan menghindari CCTV. Dia takut sebelum berhasil menemukan Lila, dia tertangkap kamera CCTV dan digerebek anak buahnya Raymond tanpa dia berhasil menemukan Lila.


Grey terus melangkah ke arah belakang rumah Raymond dan langsung menghentikan langkah dan bersembunyi di balik tembok.


Grey menemukan sebuah pondok kecil yang dijaga begitu banyaknya anak buah Raymond.


Grey melongokkan kepalanya sedikit untuk mengintip pondok tersebut, cukup jauh dari tempatnya bersembunyi sekarang jadi Grey tidak bisa melihat terlalu jelas.


"Apa Lila ada di dalam pondok itu ?" batin Grey penuh rasa penasaran.


🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞


Jangan lupa untuk kasih like, vote dan klik favorit ya readers. Terima kasih and GBU 🙏🤗😘