Lila And Grey

Lila And Grey
Adelia dan Delon



Kegembiraan dan keceriaan yang tengah dirasakan Grey dan Rio berbanding terbalik dengan yang dirasakan Adelia saat ini.


Adelia pulang ke rumah, menghela napas panjang dan langsung melangkah menuju ke bar mini yang ada di ruang keluarga. Polusi udara yang sudah sering dia dengar, berasal dari kamarnya, ya saat ini suaminya sedang bercinta dengan wanita simpanannya.


Adelia mengambil gelas dan sebotol wine. Dia menaruh es batu ke dalam gelasnya, lalu menuang wine ke dalam gelas tersebut. Menyesapnya pelan pelan, ternyata minuman ini tidak membantu aku untuk merasa lebih tenang dan lega, gumam Adelia pada dirinya sendiri.


Tidak begitu lama, suaminya keluar dari kamar tersebut masih mengenakkan piyama, melangkah menuju ke arah Adelia. Mereka saling menatap tanpa bersuara.


Saat suaminya meraih dua gelas dan sebotol wine, Adelia memegang tangan suaminya.


"Aku ingin bicara." kata Adelia sambil menatap tajam suaminya.


Delon menatap balik Adelia, lalu meletakkan kembali gelas dan wine yang tadi dia pegang.


"Bicaralah." Kata Delon datar.


"Kamu anggap aku ini apa ? kenapa kamu menikahi aku, hah !" Adelia setengah berteriak ke arah Delon.


Delon tersenyum sinis dan masih menatap tajam isterinya yang sangat cantik. Delon jatuh cinta kepada Adelia pada pandangan pertama, dan langsung memberanikan diri untuk mengajak Adelia berkencan.


"kamu lupa akan statusmu, kalo kamu itu isteriku ?" tanya Delon santai, meraih gelas wine yang telah disesap isterinya tadi dan langsung menenggaknya habis tak bersisa.


"Aku tidak lupa, tapi sepertinya kamu yang lupa ." kata Adelia lirih menahan sedih.


"Apakah kamu pernah menganggap aku sebagai seorang suami, apakah kamu pernah mencintai aku ? tanya Delon dengan sorot mata tajam menatap Adelia.


"Memang aku akui, aku menerima lamaran kamu dulu, setuju untuk menjadi isteri kamu, itu semata mata karena aku ingin lepas dari masa laluku, aku ingin menjadi seseorang yang lebih baik, menebus semua kesalahanku di masa lalu, aku butuh kamu untuk bisa membantu aku mencintai kamu, tetapi yang kamu lakukan......................" Adelia mulai terisak.


Delon meredupkan sorot matanya dan secara tidak sadar tangannya bergerak menyentuh pipi isterinya. Wanita yang sangat dia cintai. Seharusnya aku bisa lebih bersabar menghadapi kamu, seharusnya aku bisa lebih lembut dan tidak mengambil tindakan bodoh membuat kamu cemburu. Aku memilikki wanita lain karena aku ingin membuatmu marah dan cemburu sayangku. Kata Delon di dalam hatinya.


Delon melepas tangannya dari pipi isterinya, lalu memutari bar dan berdiri di belakang tubuh isterinya.


Delon tampak ragu ragu ketika ingin memeluk raga isterinya. Karena sejak menikah, Adelia hanya bersedia bercumbu dengannya tetapi selalu menolak untuk berhubungan badan. Delon merasa sakit hati, setiap kali Adelia menolaknya tanpa pernah bertanya kenapa Adelia selalu menolak kewajibannya sebagai seorang isteri.


Dan tidak lama kemudian semenjak Adelia seringkali menolaknya, Delon langsung membawa seorang wanita untuk tidur dengannya di depan Adelia.


Delon akhirnya nekat memeluk Adelia dari belakang, membisikkan kata maaf di telinga Adelia yang masih terisak.


Delon mencium rambut Adelia, mengecup telinga Adelia, dan mencium leher jenjang isterinya, menghirup wangi Adelia yang khas.


Adelia menghela napas lalu membalikkan badannya untuk bisa melihat suaminya.


Delon merangkul pinggang Adelia yang kini berdiri tepat di depannya. Delon menghapus air mata Adelia dengan mulutnya. Pelan dan penuh kelembutan. Adelia memejamkan matanya, berusaha untuk mencoba menerima suaminya kembali. Mencoba menyelamatkan pernikahannya.


Delon akhirnya mendaratkan bibirnya di bibir Adelia. Mencium bibir Adelia dengan lembut, semakin lama semakin dalam dan menggairahkan. Delon menggendong tubuh Adelia, menuju ke sofa, meletakkan dengan pelan tubuh Adelia. Delon menatap Adelia yang masih memejamkan matanya.


Delon memulai aksinya, menuntut Adelia untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang isteri, pertama kali bagi mereka semenjak mereka menikah, mereka akhirnya bisa menikmati malam pengantin mereka, malam pertama mereka dengan penuh gairah, dan penyerahan penuh dari Adelia, membuat Delon merasa dicintai.


Wanita simpanannya Delon keluar dari kamar, melihat Adelia tengah diselimuti oleh Delon, Wanita itu menatap Delon yang bertelanjang dada dan kini hanya memakai celana boxernya.


"Apa arti semua ini ?" tanya wanita tersebut yang masih memakai lingerie seksinya.


Delon menatap wanita tersebut dari tempat dia berdiri lalu berkata "Artinya kita sudah selesai, pulanglah dan jangan temui aku lagi, uang untuk membeli apartemen yang aku janjikan akan aku transfer."


Wanita tersebut melangkah hendak mendekati Delon.


"Berhenti ! jangan dekati aku lagi, aku tegaskan sekali lagi kalo kita sudah selesai, pegilah ! akan aku transfer uangnya " kata Delon tegas.


Wanita tersebut akhirnya kembali ke kamar untuk berganti baju, tidak begitu lama kemudian tampak keluar dari kamar dan pergi meninggalkan Delon.


Delon memanggil asisten rumah tangganya untuk mengganti seprai kamarnya, dan membersihkan kamarnya sebersih mungkin. Delon menyuruh asisten rumah tangganya untuk membuang seprainya. Dia tidak mau mengingat apapun tentang wanita simpanannya.


Setelah semua beres, Delon mengangkat tubuh isterinya, dan diletakkan pelan di atas ranjang, begitu mereka masuk ke dalam kamar mereka.


Delon merapikan rambut isterinya lalu mencium kening isterinya, pipinya dan mengecup lembut bibir Adelia, menyelimuti tubuh Adelia dengan penuh cinta.


Delon berbisik terima kasih sayang, lalu berbaring di samping Adelia, dan memeluk erat tubuh isteri yang sebenarnya sangatlah dia cintai.