Lila And Grey

Lila And Grey
Mala rindu tropi kangen



Akhirnya Grey dan Rio sampai di salah satu hotel bintang lima di kota B. Grey dan Rio langsung masuk ke kamar mereka masing masing untuk mandi dan beristirahat.


Jam 7 tepat mereka keluar dari kamar barengan menuju ke resto hotel tersebut untuk makan malam.


Grey dan Rio duduk di salah satu meja dekat jendela. Menunggu pesanan mereka datang.


Tiba tiba ada seorang cewek seksi, pakai dress merah pas body, bagian depan terbelah cukup rendah, dan bagian punggungnya terbuka.


Cewek tersebut membawa gelas berisi wine dan tanpa permisi langsung duduk di kursi sebelahnya Grey.


"Maaf numpang duduk karena kursi dah penuh semua. " ucap cewek tersebut sambil meletakkan gelas wine nya di atas meja.


Grey tetap menatap layar HPnya tanpa menoleh ke arah cewek tersebut. Grey sibuk berbalas pesan dengan Lila.


Waaahhh vitamin A nih batin Rio. "silahkan aja mbak, lagian kursinya nganggur kok." sahut Rio.


"Saya Lany" sahut cewek tersebut mengulurkan tangan ke arah Rio yang langsung disambut Rio dengan sumringah.


"Saya Rio." ucap Rio sambil melepas paksa tangannya dari genggaman cewek itu. Rio mulai merasa aneh kenapa ada cewek se agresif ini, yang langsung aja tanpa permisi menggenggam tangannya dengan erat.


Cewek tersebut melirik Grey yang tak bergeming dengan kehadirannya. "Dan anda pak, nama anda siapa ?" tanya Lany sambil menoleh ke arah Grey.


Cewek itu mengumpat dalam hati saat Grey diam aja tidak menoleh ke arahnya dan tidak membalas pertanyaannya.


"Jangan hiraukan sahabat saya mbak, dia itu lagi berbalas pesan sama calon istrinya." sahut Rio.


"Calon istri ? kok nggak ada cincin melingkar di jari manisnya ?" tanya cewek tersebut sambil menatap jari jarinya Grey yang sedang terangkat sambil mengetik sesuatu di HPnya.


"Ada tuh, emang nggak kelihatan ya ?cincinnya cincin jaman now dan hanya orang berhati tulus aja yang bisa melihat cincin tersebut mbak." sahut Rio sambil meringis.


Akhirnya cewek itu berdiri meninggalkan Grey dan Rio sambil membawa kembali gelas wine nya. Pergi tanpa pamit sama Rio. Gila nih orang batin cewek tersebut.


"Buahahahahaha" Grey spontan tertawa, setelah cewek tersebut pergi meninggalkan mereka.


"Hebat kamu Bro, salut gue." ucap Grey sambil menatap sahabatnya.


Rio cengar cengir "Gue lama lama juga takut sama tuh cewek, tadi tangan gue diremasnya lho hiiihhh ngeri juga tuh cewek." sahut Rio bergidik ngeri.


"buahahahaha" Grey tertawa lagi.


Saat makanan mereka tiba, mereka pun langsung melahapnya tanpa ngobrol. Karena sumpah saat ini mereka sudah lapar kelas berat, secara tadi pas berangkat, mereka lupa belum makan siang.


Rio langsung merem terlelap tidur di dalam kamarnya. Sedangkan Grey masih lanjut berbalas pesan dengan Lila. Lila masih belum bisa melakukan video call. karena masih memasak untuk makan malamnya bersama Rena dan Reni. Memasak sambil berbalas pesan dengan Grey membuat Rena dan Reni tidak henti hentinya menggoda Lila.


Setelah masak,makan malam bareng Rena dan Reni akhirnya Lila pamit untuk masuk ke kamarnya. Lila membuka laptopnya untuk menyelesaikan tugas kuliahnya. Akhirnya selesai dan Lila melihat jam sudah menunjukkan pukul 10.00. Lila terlonjak kaget saat melihat layar HP ada 10 missed call dari Grey.


LIla memencet nomer HPnya Grey dan melakukan panggilan video call, yang langsung dijawab sama Grey. Grey tampak cemberut di layar HP Lila.


"Lagi ngapain sih, kok nggak angkat telpon kakak?" tanya Grey kesal.


Lila mengarahkan layar HPnya ke arah laptop "Lagi ngerjain tugas Lila kak, nih kelihatan nggak ? besok harus dikumpulkan, maaf ya." sahut Lila sambil menatap layar HPnya lagi.


"Lil, kakak kangen nih kakak kayaknya sakit nih." kata Grey


Lila langsung memasang wajah panik "sakit apa kak ? sudah minum obat belum ?"


Grey tampak menggeleng sambil memasang wajah lesu.


"Kok belum sih kak ? emang nggak bawa obat ya ? pak Rio mana ?" Lila mulai panik.


"Obatnya kan ada di kamu ? ucap Grey asal.


"kok bisa ? Lila nggak merasa dititipin obat sama kakak ?" tanya Lila heran.


"kakak sakit mala rindu tropi kangen Lil hiks hiks hiks" ucap Grey sambil memasang muka mewek yang bikin Lila langsung tertawa.


Grey menatap Lila yang langsung tahu kalau Lila sudah kelihatan sangat lelah dan mengantuk "Lil, tidur gih mimpiin kakak ya." sahut Grey.


Saat Lila mengangguk dan akan menutup telponnya tiba tiba Grey memonyongkan bibirnya ke layar HP "cium dulu Lil" kata Grey sambil tetap memonyongkan bibirnya.


Lila pun mengecup layar HPnya sambil tertawa "sudah ya kak, met bobok." Lila pun menutup sambungan telponnya.


Grey berguling guling ke kanan dan ke kiri di atas ranjangnya sambil senyam senyum kayak orang gila setelah mendapat video call dari Lila. Dan bertekad kalau besok bakalan menyelesaikan segala urusan yang ada secepat kilat dan langsung terbang balik ke kota J. Sumpah dah kangen berat nih. Lama lama Grey pun terlelap.


Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannya🙏


Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.


Terima kasih banyak. God Bless You all readers😘🤗