
Lila bangun pagi-pagi sekali setelah bersaat teduh dan berdoa, Lila pun beranjak ke dapur mengambil roti tawar dan membuat kopi, dia lagi malas memasak karena, masih terlalu pagi, dan dia harus buru-buru bersiap-siap untuk mata kuliah typing yang selalu dimulai pukul 7 tepat.
Lila akhirnya sudah siap memakai celana kain kulot panjang berwana biru langit, atasannya t'shirt putih berpadu blazer biru langit senada dengan kulotnya, dan heelsnya dia masukkan ke dalam bagasi motornya. Lila memilih memakai sneaker nya dulu baru nanti berganti sepatu klo pas sudah sampai kampus.
Peraturan untuk mahasiswi jurusan sekretaris di kampusnya adalah harus memakai heels minimal 5 cm, berpakaian sopan, rapi, dan tidak diperbolehkan memakai celana jeans.
Kenapa Lila dulu mengambil jurusan sekretaris karena, dia tertarik dengan semua mata kuliah yang ada karena, Lila memang ingin cepat-cepat bekerja dan hidup mandiri. Dia tidak mau menyusahkan orangtuanya lagi yang hanya seorang pedagang baju di pasar. Bisa menguliahkannya, itu sungguh luar biasa, dan jurusan sekretatis hanyalah D3 jadi tidak butuh kuliah terlalu lama, Lila pun bisa langsung bekerja.
Walaupun peraturan yang ada sangat bertolak belakang dengan kepribadiannya yang tomboy, Lila pun tidak masalah untuk mengikuti dan menaatinya.
Sesampainya di parkiran motor, Lila pun mengganti sepatunya, dan berjalan cepat menuju ke gedung sekretaris, hendak masuk ke ruangan kelasnya. Ratna sudah datang lebih awal dan memberi kode Lila untuk duduk di bangku sebelahnya, begitu melihat Lila sudah nongol di dalam kelas.
Tanpa terasa mata kuliah typing sudah selesai. Begitu keluar dari ruang kelasnya Ratna langsung menarik lengan Lila.
"Lil hei, ceritain dong kemarin tuh siapa ?"
Lila membalas perkataan Ratna dengan ajakan ke salon.
"Eh Rat, salon hari ini ada yang buka nggak ya ?"
Ratna pun langsung menatap Lila mendekatkan wajahnya ke wajah Lila "kenapa mau ke salon, rambut Lo kan dan pendek ? emangnya mau kamu plontosi tuh rambut ?"
"Enak aja, ya nggak lah, hmm aku pengen smoothing, pengen sekali seumur hidup ngerasain punya rambut lurus bak model hihihihi " kata Lila sambil meringis
"Hah! nggak salah dengar nih gue ?" ucap Ratna kaget "emang kenapa sih tiba-tiba pengen smoothing ?" Ratna masih bengong.
"Ada salon buka nggak ? anterin yuk mumpung aku ada uang kemarin, uang dari mata kuliah reading pas aku jadi asisten dosen dah keluar, mayan bisa buat smoothing dan nraktir elo entar, yuk ah cuss ! eh tapi sebentar aku ganti sepatu dulu" cerocos Lila sambil menarik tangan Ratna ke parkiran motornya, mengganti heelsnya dengan sneaker Lalu meluncurlah mereka ke salon langganan mamanya Ratna yang bisa didatangi tiap jam karena sudah kaya mamanya Ratna sendiri.
Ya, Ratna kelahiran kota J asli orang kota J kalau Lila pas tongpes belum dapat kiriman dari orangtuanya dan uang dari kampus kalau dia jadi asisten dosen belum cair ya Ratna yang ngajakin Lila untuk makan di rumahnya.
Apa-apa selalu dibantuin sama Ratna seperti masalah salon saat ini berkat Ratna pun Lila dapat diskon untuk smoothing mayan nih pikir Lila "thanks ya Rat, elo emang sahabat terbaik sedunia dan akhirat" kata Lila seusai dia keluar dari salon. Rambut Lila sudah lurus bak model dan Lila pun menjadi semakin cantik membuat Ratna memandang wajah sahabatnya tidak berkedip.
"Sumpah Lil, kamu tambah cantik"
Lila merona malu "yuk aku traktir makan siomay depan kampus kita, sekalian mulangin kamu, kalo nggak, motor kamu kasihan kedinginan sendirian di kampus"
Akhirnya mereka sampe di warung siomay depan kampus mereka yang terkenal paling enak SE kota J. "Lil, kamu berhutang banyak penjelasan sama aku" cerocos Ratna sambil makan siomaynya. "pertama, cowok cakep keren yang kemarin narik tangan kamu tuh siapa sih, kenalin dong, terus kamu tiba tiba pengen smoothing kenapa ?"
Lila menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan "hmm cowok yang kemarin tuh aku juga baru kenal namanya Greyson Adi Wijaya, kalo masalah aku smoothing aku tuh pengen punya rambut yang nggak usah nyisir tapi udah langsung rapi, lha kemarin rambut keritingku sudah banyak sekali makan korban, sisirku patah karena nyangkut di rambutku hiks hiks"
Lila terpaksa membohongi sahabatnya yang sebenarnya dia meluruskan rambutnya karena perkataan Dony kemarin, ya Lila lama-lama punya perasaan yang lain sama Dony.
Lila rasain lebih dari sekedar sahabat. Karena Dony kemarin nyletuk suruh Lila ngelurusin rambut itu membuat Lila ingin menurutinya, hmm semoga Dony suka, batin Lila.
Setelah mereka selesai makan, Lila membayarnya, tapi tukang siomaynya bilang nggak usah karena, sudah dibayar sama seseorang.
Sesampainya di parkiran motor kampusnya, Lila pun ditepuk bahunya sama seseorang, Lila menoleh dan langsung merona malu, saat tahu Dony yang menepuknya.
"Lil, hei kok wajah kamu merah, emang siomaynya pedas banget ya sampe wajah kamu semerah itu" tanya Dony.
Ratna tertawa " ooooo jadi kamu ya Don, yang ngebayari siomay kita, makasih ya and yuk aku cabut dulu aku ada remidi listening" ucap Ratna sambil ngeloyor pergi.
"Makasih ya Don dah dibayari tapi kamu kok nggak gabung duduknya sama kita tadi ?" ucap Lila sambil menundukkan wajahnya saat tahu Dony menatapnya terus.
"Lil kamu tambah cantik sumpah tadi aku pangling pas aku mau bayar siomay, pas sadar itu ternyata kamu makanya aku bayarin sekalian pas mau nyamperin eh aku dipanggil temenku" kata Dony sambil menggaruk tengkuknya.
"Aku cabut ya Don, mau ke pasar belanja buat masak nanti sore, sama besok karena, besok jadwal kuliahku full terus, sore sampai malam aku harus jadi asisten dosen."
Dony menatap Lila yang berbicara sama dia, tapi mengalihkan pandangannya.
Salah aku apa ya kok Lila nggak mau menatap aku, batin Dony.
"Hmm Lil, aku antar ya pakai motormu aja nanti sekalian aku anterin ke kost an, pulangnya nanti aku bisa naik angkot ke kampus untuk ambil motor aku lagi."
Lila pun mengangguk tapi masih belum berani menatap mata Dony dia malu dengan penampilan baru nya yang dia persiapkan untuk Dony dan saat Dony bilang dia tambah cantik sumpah dada Lila serasa membuncah karna bahagia dan sekaligus membuatnya malu.
Sepulang dari pasar mereka langsung ke kost- annya Lila dan Dony menunggu di kursi teras depan kost karena ada tulisan gede banget "COWOK DiLARANG MASUK"
Lila keluar ke teras menemui Dony sambil membawakan minum dan camilan.
"Makasih ya Don dah dianterin " ucap Lila yang disambut senyuman sumringah dari Dony.
"Apa sih yang nggak buat elo Lil " sahut Dony sambil memakan camilannya.
" Lil, hmm ternyata setelah di smoothing rambut kamu tuh panjang sebahu ya, pas kemarin ngombak tuh kelihatan pendek banget. Bagusan gini deh nah entar kalo kontrak rambut lurusnya dah habis, kamu perpanjang lagi kontrakannya." sahut Dony yang hanya disambut senyuman oleh Lila
Entah kenapa hari ini Lila malas untuk banyak membalas obrolannya Dony karena jantungnya masih belum berdegup dengan teratur dia takut Dony bisa mendengar degupan jantungnya.
Setelah Dony pamit balik ke kampus karena ada kuliah ilmu manajemen ya Dony adalah mahasiswa fakultas ekonomi, Lila pun masuk ke kost untuk mandi memasak bareng-bareng sama temen kostnya yang cuma ada 3 orang termasuk dia, memasaknya giliran dan hari ini gilirannya Lila.
Temen-temen kostnya namanya Rena dan Reni ya mereka saudara kembar, kuliah jurusan theologia, dan mereka pun berkomentar kalo Lila lebih bagus dan tampak lebih cantik berambut lurus. Setelah selesai makan bareng-bareng, Lila pun pamit masuk ke kamar dan tidur.
Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannya🙏
Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.
Terima kasih banyak. God Bless You all readers😘🤗