
Sesampainya di depan pintu rumah Grey, Rio menghentikan mobil dan langsung turun dari mobil menyusul Grey yang telah terlebih dahulu melangkah masuk ke rumahnya.
Grey langsung naik menuju ke kamarnya, sedangkan Rio langsung duduk di ruang tamu.
Rio, menoleh ke pintu masuk tampak dua bodyguard cewek, Rio mengamati kedua cewek itu dari belakang, dan langsung tersenyum penuh arti.
Grey membuka pintu kamarnya, dilihatnya Lila tengah menata baju baju di lemari pakaiannya . Grey langsung memeluk tubuh isteri tercintanya dari belakang.
"Sayang, aku sangat merindukanmu dan sangat mengkhawatirkan kamu sepanjang hari ini." kata Grey lirih sambil menciumi wangi rambutnya Lila.
Lila berbalik badan, merangkul leher suaminya. "Kamu nggak perlu khawatir sayang, aku ini kan cat woman, lagian aku dijaga dua bodyguard yang hebat hebat." Lila berujar sambil mengelus elus tengkuknya Grey
"Sayang, masih ada Rio di bawah kalo kamu menggoda aku kayak gini nanti Rio bakalan protes nunggu kita kelamaan." kata Grey nenatap Lila penuh arti.
"Hahaha apa sih siapa yang lagi menggoda coba ?" sahut Lila mencebikkan bibirnya ke arah Grey.
Grey langsung ******* bibir Lila, menelusup kan lidahnya untuk mulai menari nari di dalam mulutnya Lila, mendekap Lila semakin erat. Ciuman yang dalam dan semakin panas itu sangat memabukkan bagi mereka berdua.
Lila langsung tersadar kalo dibawah masih ada Rio yang tengah menunggu mereka, kalo meladeni suaminya bakalan lama nih. Akhirnya Lila menarik diri dari ciuman dan dekapannya Grey. Menepuk pelan dada Grey dan berkata " Cepatlah mandi, kasihan Kak Rio nunggu kelamaan entar."
Grey tersenyum lalu mengecup pipi Lila. Lila pun melangkah keluar kamar meninggalkan Grey yang akan menyegarkan dirinya.
Sesampainya di ruang tamu, Lila duduk dan tersenyum sama Rio.
"Maaf ya kak, kelamaan nunggunya." kata Lila.
"Nggak papa, kalau memang mau lamaan dikit, gue bisa kan nginap disini." sahut Rio sambil tersenyum penuh arti.
Lila tersenyum malu, karena Rio ternyata paham betul apa yang tadi terjadi yang membuat Rio menunggu begitu lama.
"OOO iya Lil, emm pengawal kamu yang cewek, dikucir itu namanya siapa ?" tanya Rio tiba tiba.
"Eh, kak Rio jangan naksir dia lho awas aku bilang entar ke mbak Melly." sahut Lila mulai kesal.
"Hahaha mana ada naksir naksiran. Emm aku tuh punya rencana untuk menjebak Raymond dan kayaknya kita bakalan melibatkan tuh cewek " Rio berkata sambil menunjuk ke salah satu cewek bodyguardnya Lila.
"Kita bahas dulu apa mau makan dulu ? OOO iya Bro, elo nggak mandi dulu ? kalo iya mandi gih sana." kata Grey yang tiba tiba nongol dari lantai atas.
"Nggak usah, entar aja aku mandi di rumah. Kita bahas dulu aja ya, entar kemalaman akunya nggak jadi keluar sama Melly."sahut Rio.
Grey duduk di samping Lila dan tampak kaget sewaktu Rio ngomong mau keluar sama Melly "what ? elo udah jadian ya sama Melly ?" tanya Grey.
"Iya, baru beberapa hari ini heeee aku memutuskan untuk move on, capek juga ternyata terjebak di dalam masa lalu ku sendiri." Rio berujar sambil tersenyum.
"Bagus itu bro, aku setuju." sahut Grey.
"Emm Lil, bisa minta tolong elo panggilkan pengawal elo yang dikucir itu ? " kata Rio kemudian.
Lila langsung duduk di samping suaminya kembali, sedangkan Uci berdiri mematung.
"Duduklah." kata Rio.
Uci pun duduk di sofa single yang berada di tengah tengahnya Rio dan Grey.
"Emm langsung aja ya, kita disini membutuhkan bantuan kamu, secara tadi aku mengamati kamu dari belakang kamu tuh mirip banget sama Lila." Rio berujar sambil menoleh sebentar ke arah Lila lalu kembali menatap Uci.
"Kami butuh kamu untuk memancing Raymond biarkan Raymond kembali berulah, karena hanya dengan begitu barulah kita bisa menjebloskan Raymond selama lamanya ke dalam penjara dan tidak akan mengancam keselamatannya Lila lagi." Rio mulai menjelaskan rencananya.
"Apa kamu bersedia ?" tanya Rio kemudian.
"Apa yang harus saya lakukan pak ? tanya Uci.
"Kamu tinggal memancing Raymond, tetapi kamu nanti harus selalu memakai topi dan rambut kamu dikucir seperti ini. karena kalau pakai topi, Raymond tidak akan bisa langsung mengenali kamu, apakah kamu itu Lila apa bukan." Rio memberi penjelasan lagi.
"Kamu bisa bela diri ?" tanya Grey kemudian.
"Bisa pak, kalo tidak bisa mana berani saya melakukan pekerjaan ini, menjadi seorang bodyguard " sahut Uci.
"Bagus kalo begitu dan untuk honornya nanti kamu tinggal sebut aja berapa yang kamu mau, aku akan kasih DP dulu ke kamu, kalo semuanya sudah selesai aku akan melunasinya." tambah Grey kemudian.
"Masalah honor saya ngikut aja pak, saya bersedia melakukan apa saja untuk melindungi non Lila " sahut Uci serius.
"Mbak, jangan gitu dong bikin Lila terharu nih." ucap Lila.
"Ok, kita sudah sepakat selanjutnya kita tinggal atur strategi bagaimana cara yang terbaik untuk menjebak Raymond. Cukup disini dulu aja ya, aku mau pamit dulu mau bersiap siap untuk berkencan heeee." Rio berkata sambil berdiri dan langsung melangkah keluar rumah.
Rio menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Grey "Aku bawa mobilnya ya, secara kan mobil aku ada di kantor. Besok pagi aku kesini jemput kamu." ucap Rio sambil menunjukkan kunci mobilnya Grey, dan kembali melenggang meninggalkan Grey dan Lila.
"Emang gila tuh anak." kata Grey kemudian.
"Kalau begitu Uci permisi pak Grey, non Lila." kata Uci Sambil berdiri dan menganggukkan kepalanya lalu beranjak pergi kembali berjaga di depan rumah.
Lila dan Grey pun melangkah ke ruang makan untuk makan. Setelah mereka selesai makan, Grey langsung naik menuju ke kamarnya, sedangkan Lila keluar sebentar menyuruh Uci, Ari dan Upik untuk masuk dan makan dulu.
Lila menemani mereka sebentar untuk makan. Lalu meminta tolong mereka untuk menutup semua pintu rumah dan mulai beristirahat saja, nggak usah berjaga lagi. Setelah semuanya beres mereka pun kembali ke kamar mereka masing masing.
Ceklek
Lila membuka pintu kamarnya, Dilihatnya Grey masih bersandar di ranjang sambil membaca sebuah berkas. Begitu dilihatnya sang isteri telah masuk ke dalam kamar, Grey menaruh berkas tersebut dan langsung memeluk tubuh Lila yang kini telah berbaring di sampingnya.
"Sayang, kita selesaikan yang tadi sempat tertunda ya " Grey berkata sambil memulai aksinya mencumbui isterinya dengan penuh cinta.
Aaaaaaaa bakalan lembur lagi nih aku. batin Lila.