
Pagi hari ini Grey sudah memulai aktifitasnya dengan ditemani Rio asistennya.
Rio orang kepercayaannya Grey ya mereka sudah bersahabat sejak mereka masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
Rio lebih ramah dibandingkan Grey dan kalau secara fisik juga sangat menarik lumayan tampan untuk produk lokal.
Rio setelah lulus kuliah memutuskan untuk membantu sahabatnya, mengurusi bisnisnya dengan tulus dan ikhlas karena, Rio sangat menyayangi Grey.
Sejak Grey ditinggalkan papanya pergi kembali ke London, Grey selalu merindukan kasih sayang seorang papa, dan itu tergantikan dengan hadirnya papanya Rio, ya papa dan mamanya Rio juga sangat menyayangi Grey. Hubungan keluarga mereka sangat harmonis saling peduli satu sama lain.
Setelah Rio nongol langsung saja mendapat pelukan hangat dari mamanya Grey, yang langsung menarik Rio ke ruang makan untuk sarapan bersama sambil menunggu Grey turun dari kamarnya.
Grey sampai ke ruang makan setelah rapi dan menepuk pundak Rio "thanks ya bro sudah ngebantuin gue ngurusi kafe yg di London dan thanks elo sudah kembali dengan selamat" ucap Grey sambil duduk.
"Sama-sama Grey, kok kayaknya lo kurang tidur beberapa hari ini, hmm kangen ya ma gue ?" kata Rio dibalas tatapan datar dari Grey.
Sebenarnya Rio di London secara tidak sengaja bertemu dengan kakak tirinya Grey, cewek cantik berwajah bule tulen nggak seperti Grey yang separo lokal separo import, heeee, batin Rio.
Rio sempat berbincang panjang lebar dan intinya kakak tirinya dan papanya Grey sebenarnya pengen Grey kesana, mama tirinya Grey sudah tahu tentang Grey dan Ibunya.
Tetapi Rio masih memikirkan waktu yang tepat untuk mengatakannya nanti pada Grey.
" Grey " suara Bu Ratih menyadarkan lamunannya Rio "nanti, pas istirahat makan siang tolong kamu ke kampusnya Lila lagi ya " Grey menatap ibunya tanpa ekspresi.
"Siapa Lila ?" tanya Rio "kucing liar" Grey asal menjawabnya yang langsung dipukul pundaknya sama Bu Ratih.
" Lila itu cewek manis,sopan dan baik hati yang sudah menolong ibu kemarin waktu ibu dijambret" kata Bu Ratih sama Rio
"Ibu nggak apa-apa kan ? tanya Rio kemudian.
"Nggak apa apa nak, makanya ibu nyuruh Grey ngajak Lila kesini lagi, nggak tahu kenapa kok ibu merasa kangen sama Lila ya Grey, tolongin ibu ya ?"
Grey pun menganggukkan kepala sambil berdiri setelah melihat Rio pun sudah selesai makan lalu keduanya bergiliran mencium punggung tangan Bu Ratih.
Di dalam mobil Rio sudah ada gelagat mau bertanya lebih jauh soal Lila tapi sudah didahului grey "sudah nggak usah banyak tanya, nanti Lo ikut aja sama gue ke kampus tuh cewek, Lo lihat dan kenalan sendiri nanti, kayaknya Lo berdua bakalan cocok.".
"Apanya yang cocok? cantik nggak sih terus kayak apa orangnya hmm sepertinya dia jagoan ya bisa ngalahin tuh jambret busyet hebat juga tuh cewek." dan kata-kata pujian dari Rio untuk Lila membuat Grey gusar entah cemburu atau jengkel aja mana ada cewek tak berbentuk seperti Lila dikatakan hebat.
Cih! hebat apanya batin Grey tapi Grey diam aja tidak menanggapi ocehannya Rio.
Sesampainya di kantor menuju ke ruangannya Grey, Melly sumringah bahagia melihat Rio spontan menyapa Rio setelah Grey masuk ke ruangannya terlebih dahulu.
"Ayang Bebeb Rio " ucap Melly sambil mengedip ngedipkan matanya yang tidak kelilipan.
Rio merasa risih dengan kedipan mata dan panggilannya Melly untuknya "kamu sakit Mel ? kayaknya perlu dokter mata deh kamu " sahut Rio sambil ngeloyor pergi menyusul Grey.
Melly jengkel sambil ngedumel awas aja nanti kamu pasti aku dapatkan ayang Bebeb Rioku emprutku hihihihi. "eh, apa bener aku perlu dokter mata ya" kata Melly pada dirinya sendiri.
"Kamu jadi ikut atau mau kencan makan siang sama Melly ?" tanya Grey "Gila Lo daripada makan siang bareng Melly mending ikut elo lah, gue penasaran juga sama yang namanya Lila.".
Grey mengatakan pada Melly setelah mereka keluar ruangan. kalo mereka ada acara di luar untuk jadwal meeting setelah makan siang diundur besok jam 10 aja karena ada urusan keluarga.
Sesampainya di kampusnya Lila, Grey turun dari mobil dan menyuruh Rio untuk tetap di dalam mobil.
Grey akhirnya sampai di gedung sekretaris dan mulai celingukkan mencari sosok Lila, ramping, tinggi sekitar 165cm, rambut bergelombang pendek dibawah kuping dan polos no make up, tapi kok nggak ada sosok tersebut lah kok ada cewek cantik berambut lurus sebahu pakai heels melambai ke arah Grey, Grey sampai menoleh ke belakang tapi nggak ada orang selain dia berarti bener dong ni cewek melambai ke arah dia tapi siapa ya..............
"Kak Grey, kenapa kemari lagi buku Lila lengkap kok nggak ada yang hilang" sahut Lila setelah sampai persis di depan Grey.
"Kkk ka kamu siapa tadi?" tanya Grey.
"Ini Lila kak, hmm jangan sok nggak kenal deh tak kasih bogem mau nih " kata Lila sambil mengepalkan tinju di depan mukanya Grey.
Grey menatap Lila tidak percaya tapi dari suara dan tingkahnya memang bener Lila tapi sumpah ni cewek cantik juga kalo gini batin Grey.
"Hmm anu itu eh aduh" ucap Grey sambil garuk garuk kepalanya, kenapa mendadak gagu blank lupa mo ngomong apa ya ??
Shit! batin Grey. Akhirnya dia menarik tangan Lila tanpa permisi dan membawanya ke parkiran mobilnya.
Begitu melihat Grey berjalan menuju ke mobil otomatis Rio keluar dari mobil dan berdiri di samping mobil menunggu Lila dan Grey mendekat.
"Kak iiihhh kebiasaan deh seneng banget main tarik tarik emangnya Lila ini tali apa main tarik aja." sahut Lila setelah Grey melepas tangannya.
"Kenalkan ini asisten sekaligus sahabatku namanya Rio." sahut Grey.
Rio menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Lila tapi langsung ditepis sama Grey "nggak usah pake salam-salaman segala "
Rio dan Lila langsung menatap tajam ke arah Grey yang memasang wajah datar.
"Aku Rio hmm kamu jurusan apa?" tanya Rio dan saat Lila mau menjawab sudah disamber sama Grey "dia jurusan sekretaris, kenapa kamu mau minta dikenalin sama cewek sini ? huh urusin aja tuh si Melly !"
Rio langsung memelototi Grey karna kesal ada apa ni anak kok ada tanda tanda posesif ya sama Lila batin Rio.
"Ayok ikut aku ! kita makan siang bareng terus ke rumahku, Ibukku pengen ketemu kamu."
Belum sempat Lila bereaksi grey langsung menarik Lila untuk masuk ke mobil duduk di belakang bareng Lila yang otomatis membuat Rio langsung masuk juga dan menjalankan mobil.
"Ke tempat biasa aja " kata Grey yang langsung dijawab Rio "ok, siap!"
Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannya🙏
Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.
Terima kasih banyak. God Bless You all readers😘🤗