Lila And Grey

Lila And Grey
Menikah



Rio menghela napas kembali dan duduk kembali dengan tegak. Menelpon Melly untuk masuk ke ruangannya dan membawakan berkas kontrak kerja sama dengan pak Hartawan.


Saat Melly masuk, Rio menatap Melly. Melly sebenarnya cantik, pintar dan sudah beberapa kali menyatakan perasaannya secara nyata kepada Rio hufft maaf Mel, aku masih belum bisa membuka hatiku untuk cewek lain batin Rio.


Melly meletakkan berkas yang Rio minta diatas meja kerjanya Rio dan mengamati Rio "ayang bebeb sakit ya, kok kelihatan lemah, letih, lesu ?" tanya Melly khawatir


Melly tiba tiba memegang kening Rio yang tengah menunduk membaca berkas yang tadi dia minta, Rio pun kaget dan langsung mendongak menatap Melly.


Melly juga menatap Rio dan tangannya masih menempel di keningnya Rio, tiba tiba Melly merona malu dan melepaskan tangannya


"maaf. " menganggukkan kepalanya dan cepat cepat keluar dari ruangannya Rio.


Sesampainya Melly di meja kerjanya, dia langsung duduk dan memegang dadanya. Astaga kenapa tiba tiba aku panas dingin begini ya batin Melly dan dadaku berdegup kencang nih huffft Melly menghembuskan napasnya pelan pelan.


Tiba tiba Rio pun keluar dari ruangannya sudah menenteng tas kerjanya, melihat sekilas ke arah Melly yang masih memegang dadanya, lalu Rio melangkah masuk ke ruangannya Grey.


Lila tampak tertidur di atas sofa diselimuti jasnya Grey.


"Ayok kita pulang, kita ketemu ibu." ajak Rio sambil berdiri di depan meja kerjanya Grey.


Grey langsung berdiri dan melangkah ke arah sofa lalu membangunkan Lila dengan pelan dan lembut. Setelah Lila bangun, mereka langsung pergi meninggalkan kantor dan menuju ke rumahnya Grey.


Sesampainya di rumah Grey, Grey langsung menuju ke ruang keluarga diikuti Rio. Sedangkan Lila pamit untuk naik menemui ibu di kamarnya dan mengajak ibu turun menuju ke ruang keluarga.


"Apa!!!!! Grey ibu tidak pernah mengajarkan kamu melakukan hal hal seperti itu." Bu Ratih tiba tiba berteriak kaget begitu mendengar Grey menceritakan awal masalah yang timbul di kantornya tadi.


Lila merangkul bahu ibu "Bu, tolong dengarkan kak Grey dan pak Rio menyelesaikan dulu penjelasan mereka ." kata Lila yang dibalas ibu dengan anggukkan kepala


Setelah Grey selsai menceritakannya ke pada ibu, giliran Rio memberi penjelasan lebih lanjut sambil menunjukkan kepada ibu semua bukti bukti yang dia punya untuk memberikan Susan sebuah pelajaran.


"Ibu pikir, kamu harus segera menikah dengan Lila. Ibu takut akan ada kejadian serupa nantinya, kalo kamu sudah menikah kamu akan aman dari segala masalah seperti ini." ucap ibu sambil memegang tangan Lila dan Grey.


"Iya Bu, Rio tadi juga sudah menyarankan hal yang sama hmm Bu, besok kita ke rumahnya Lila ya, kita menemui ayah dan ibunya Lila kita jelaskan semuanya dan meminta restu mereka agar aku dan Lila bisa segera menikah."


Ibu mengangguk lalu menoleh dan meraih tangan Rio "Terima kasih ya nak, untuk semua bantuanmu, untuk semua kasih sayangmu sama Grey. Tuhan memberkatimu nak." kata ibu sambil tersenyum menatap Rio penuh kasih.


"Sama sama Bu, Rio menyayangi Grey lebih dari sahabat, Rio juga menyayangi Ibu, Rio juga menyayangi Lila." sahut Rio sambil tersenyum.


"Thanks ya bro, tapi kata kata elo barusan klo elo sayang sama Lila harus kamu jelaskan dulu nih." sahut Grey cemburu.


Ibu dan Lila memukul pundak Grey secara bersamaan, dan Rio menatap sahabatnya itu dengan mengangkat bahunya lalu meringis.


"Gue awasi elo 24 jam, ingat itu." sahut Grey


sambil menatap Rio.


Setelah makan malam, Rio pun pamit pulang. Lila menelpon ibu kostnya memberitahukan ke ibu kostnya kalo Lila akan pulang kampung dan baru balik lagi lusa. Akhirnya mereka pun masuk kamar mereka dan tertidur lelap.


Pagi harinya setelah berdoa dan bersaat teduh bersama di kamarnya Bu Ratih, mereka pun turun untuk sarapan dan bersiap siap berangkat ke rumahnya Lila.


Mang Udin memasukkan semua koper ke bagasi mobilnya Grey.


Ibu menelpon mbok Iyem dan Bi Inah kemarin malam untuk tidak masuk kerja dulu selama 3 hari karena rumah akan kosong selama itu.


"Mang tolong jaga rumah dengan baik ya, kalo ada apa apa langsung hubungi Ibu." kata ibu sambil naik ke mobil.


Mang Udin pun mengangguk dan menutup pintu mobil setelah ibu naik.


Setelah menempuh perjalanan selama 6 jam mereka pun sampai di rumahnya Lila.


Ibu Ratih memperkenalkan diri kalo dia ibunya Grey, Setelah mereka masuk dan duduk di dalam rumahnya Lila. Lila bahagia banget melihat ayahnya sudah tampak lebih bugar.


Ayah dan ibunya Lila langsung menyetujui permintaan dari ibu Ratih, setelah Bu Ratih menceritakan panjang lebar kejadian mengerikan yang baru saja Grey alami, sambil menunjukkan bukti yang sudah di layar HP Grey. Ya kemarin malam Rio sudah menyerahkan sebuah flashdisk yang berisi rekamannya Susan waktu menjebak Grey untuk Grey bawa.


Akhirnya mereka menetap di kota kelahirannya Lila selama lebih dari tiga hari, untuk mempersiapkan pernikahan Grey dan Lila.


Hari H pun tiba, setelah melengkapi semua berkas persyaratan, dan sedikit bantuan dari Rio untuk melancarkan semuanya, akhirnya pernikahan Grey dan Lila sudah sah tercatat di kantor pencatatan sipil. Lila dan Grey akhirnya resmi menikah. Lila dan Grey sudah mengantongi surat nikah Yeeeaaayyy.........


"Ayah, maaf untuk acara resepsinya akan Grey selenggarakan secepatnya setelah masalah Grey selesai." Kata Grey sepulang mereka dari kantor catatan sipil.


Ayah meraih tangan Lila dan Grey, "Selamat ya kalian sudah menikah, tolong jaga Lila dengan baik ya nak, untuk resepsinya nanti, ayah ikut aja." Sahut Ayah disambut senyum sumringah dari ibu Ratih, Ibu Endang,Lila dan beberapa tetangganya Lila yang tadi menjadi saksi untuk pernikahannya Grey dan Lila.


Grey lalu mengajak semuanya untuk makan siang di sebuah resto mewah, merayakan pernikahannya.


Setelah selesai makan, semua tamu undangan pun pamit untuk pulang ke rumah mereka masing masing.


Grey mengantar Ayah dan ibunya Lila pulang ke rumah lalu buruan pamit untuk balik ke hotel. Ya karena Rumah Lila hanya ada dua kamar dan ranjang Lila hanya berupa single bed, oleh karena itu Grey memutuskan untuk mengajak Lila menginap di hotel dimana ibunya dan dia kemarin kemarin menginap.


"Ibu Endang memeluk Lila setelah ayah Lila melepaskan pelukannya


"Nurut sama suami dan mertua kamu ya nak " kata ibu Endang sambil melepas pelukannya lalu mencium kening anaknya menatap Lila dan membelai rambut Lila.


Lila mengangguk dan tersenyum.


Ibu Ratih menjabat tangan ayah Lila lalu memeluk ibunya Lila. "Saya akan menjaga dan menyayangi Lila seperti anak saya sendiri Bu." ucap Bu Ratih kepada ibunya Lila.


"Terima kasih Bu, saya titip Lila kalo ngeyel jewer aja nggak apa apa." sahut ibu Endang yang disambut tawa semuanya.


Grey pamit untuk segera ke hotel, setelah mencium punggung tangan ayah dan ibu mertuanya.