
Jamuan makan akhirnya digelar. Semua tamu dipersilakan untuk menuju ke aula depan untuk, memulai menikmati semua hidangan yang telah tersedia.
Grey, terus memeluk bahunya Lila. Grey, tidak berniat sedikit pun untuk melepaskan istrinya. Dia merasa khawatir kejadian Radit terulang kembali. Grey, tidak ingin melihat istrinya kembali berada di dalam bahaya.
"Sayang, kamu mau makan apa?" tanya Grey.
"Aku pengen sate ayam heeeee" jawab Lila.
"Oke, kita meluncur ke sana" kata Grey sambil menuntun langkahnya Lila menuju ke sebuah tenant yang, menyajikan sate ayam dan lontongnya.
"Mau aku suapin?" tanya Grey sambil menyodorkan sebuah piring yang sudah berisi lontong plus satenya.
"Enggak usah, aku malu, banyak orang nih" Lila menjawab pertanyaannya Grey sambil meraih piring yang, disodorkan sama Grey.
"Kamu nggak makan?" tanya Lila.
"Mau, aku ambilkan?" Lila berkata sambil menaruh kembali piring satenya di atas meja tenant.
"Enggak usah sayang, kamu makan aja, aku bisa ambil sendiri, nih aku dah ambil sate sama lontongnya" ucap Grey sambil tersenyum menatap istri tercintanya.
Ibu dan ayahnya Lila, nampak bercengkerama dengan Ibu Ratih dan Pak Edward.
Sedangkan Om Arkan dan Tante Florence nampak asyik berbincang bincang dengan Papi dan Maminya Melly. Merry adiknya Melly nampak terus mengikuti langkahnya Rio yang masih sibuk memastikan semua hal berjalan dengan baik dan benar.
"Merry, kalau kamu terus mengekor langkahnya kakak, entar kakak tiba tiba berbalik badan, kamu bisa ketabrak, lho" kata Rio sambil melangkah masuk ke dalam ruang CCTV.
"Merry, pengen melihat kerjanya kakak, emm, Merry besok kalau sudah gede, pengen kerja seperti kakak, Merry juga akan ambil jurusan teknik" kata Melly dengan polosnya, sambil terus mengekor langkahnya Rio.
"Amin, kakak doakan kamu sukses, ya" kata Rio sambil mengecek setiap layar yang ada di dalam ruang CCTV tersebut.
Grace dan Raja juga nampak hadir di dalam pesta pembukaan perdana, Hotel The Rain.
Raja berlari larian kesana kemari sambil, menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari keberadaannya Lila.
Grace nampak kesulitan mengikuti langkahnya Raja yang sangat lincah dan cepat.
Grace memakai dress ketat, dress tersebut panjangnya sampai mata kaki, dengan belahan sampai lutut di sebelah kiri, dan berwarna hijau pupus. Rambutnya dicepol, nampak sederhana dan cantik.
Tiba tiba........
Bruk
Raja menabrak seseorang. Raja jatuh terduduk. Lalu mendongakan kepalanya untuk menatap orang yang dia tabrak tadi.
Chef Charlie langsung berjongkok dan meraih Raja, membantu Raja untuk berdiri lagi.
"Maafkan Laja, Om" kata Raja sambil menyodorkan tangannya ke Chef Charlie.
Chef Charlie menyambut uluran tangannya Raja dan langsung menggendong Raja "nama kamu, Raja?" tanya Chef Charlie kemudian.
Raja,menganggukan kepalanya dan tersenyum senang karena, digendong sama seorang cowok yang keren. Raja, merindukan sosok seorang Ayah. Sedangkan Papanya, tidak pernah mempedulikannya.
"Hahaha kamu lucu,cakep,dan menggemaskan" kata Chef Charlie sambil terus menatap Raja.
Tiba tiba Raja mencium pipinya Chef Charlie.
Chef Charlie langsung membelalakan matanya karena kaget dan berkata "untuk apa ciuman barusan?"
"Laja, selalu mencium siapa saja yang, memuji ketampanannya Laja" jawab Raja dengan polosnya.
"Hahahahaha, kamu benar benar lucu, kenapa kamu tadi lari lari? tanya Chef Charlie sambil terus menggendong Raja.
"Laja, mencali ante Lila" jawab Raja.
"Oooo, kamu kenal sama Tante Lila ?" tanya Chef Charlie.
"Semua cewek cantik, Laja kenal" jawab Raja dengan polosnya.
"Wkwkwkwk, mengapa Gue seperti melihat miniaturnya Gue nih, wkwkwkwk" Chef Charlie langsung tertawa lepas meihat kepolosannya Raja. Mirip banget sama Om Charlie yang selalu ceplas ceplos kalau ngomong.
"Mau, Om antar ke tempatnya Tante Lila?" tanya Chef Charlie.
"Mau, Laja akan kasih cium lagi nanti" jawab Raja.
"Hahahaha, oke, oke, Om nantikan ciuman kamu, ya" kata Chef Charlie sambil melangkah menuju ke tempatnya Lila.
Tiba tiba.......
"Raja!" panggil Grace sambil terengah engah, sehabis berlari larian untuk mengejar putranya.
Chef Charlie langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Grace.
"Mama" kata Raja.
Chef Charlie langsung menurunkan Raja dari gendongannya.
"Maafkan anak saya Om, dia memang sangat aktif anaknya" kata Grace masih terengah engah.
Chef Charlie langsung meraih satu gelas minuman dari atas tenant yang ada di sebelahnya.
"Minumlah dulu!" kata Chef Charlie sambil menyodorkan minuman tersebut ke Grace.
Grace meraih minuman tersebut dan langsung meminumnya sampai tak bersisa lalu, menaruh kembali gelas yang telah kosong di atas meja tenant yang berada di sebelahnya.
"Terima kasih banyak Om" kata Grace sambil tersenyum ramah kepada Chef Charlie.
"Saya Grace, ini Raja anak saya" kata Grace sambil menyodorkan tangannya ke Chef Charlie.
"Ma, Laja punya satu pelmintaan" kata Raja sambil menarik narik dress mamanya.
"Iya, mama tahu, kamu pengen ketemu sama Tante Lila, kan?" kata Grace sambil menatap Raja dengan sedikit kesal.
"Aaahh, kalau gitu dua pelmintaan belalti" kata Raja.
"Hahahaha, putra kamu ini sangat menggemaskan" kata Chef Charlie.
Raja mendengar perkataannya Chef Charlie lalu, memberi kode dengan jari telunjuknya kepada Chef Charlie untuk, menundukan badan ke arahnya Raja.
Chef Charlie tersenyum geli lalu, menuruti perintahnya Raja, dia menundukan badan ke arah Raja, dan mendapatkan ciuman lagi dari Raja, di pipi kirinya.
"Hahahahaha" Chef Charlie langsung tertawa lepas.
Grace hanya bisa tersenyum malu dan menggeleng nggelengkan kepalanya.
"Oke, katakan apa mau kamu selain, bertemu sama Tante Lila?" tanya Grace kemudian.
"Laja pengen, Om ini, jadi papanya Laja" jawab Raja dengan polosnya.
"Raja, hentikan omong kosong kamu!" tiba tiba Grace membentak Raja dengan sangat keras, Grace merasa malu dengan ucapan polosnya Raja.
Raja kaget dan tiba tiba melompat masuk ke dalam gendongannya Chef Charlie.
Chef Charlie langsung membeku, dia tidak tahu harus berbuat apa.
Grace mulai menitikan air matanya.
Chef Charlie langsung merogoh kantong celananya, mengambil sebuah sapu tangan lalu, dia berikan ke Grace.
"Sapu tangan ini, bersih kok" kata Chef Charlie.
"Terima kasih banyak" kata Grace sambil meraih sapu tangan tersebut, menutup wajahnya dengan sapu tangan tersebut, dan mulai terisak menangis.
"Maafkan Laja, Ma" kata Raja yang langsung merasa bersalah, melihat Mamanya menangis.
"Kita duduk dulu saja" kata Chef Charlie sambil melangkah dan menggendong Raja, menuju ke deretan kursi yang ada di pinggir aula tersebut.
Grace, mengikuti langkahnya Chef Charlie.
Mereka pun akhirnya duduk bersebelahan di atas kursi tersebut. Chef Charlie memangku Raja.
"Emm, aku antarkan Raja ke Lila dulu ya, kamu tunggu di sini, jangan kemana mana" Kat Chef Charlie.
"Anda mengenal Lila?" tanya Grace.
"Iya, kenal dengan sangat baik, sebentar ya" jawab Chef Charlie, sambil bangkit berdiri, menggendong Raja, dan meninggalkan Grace.
"Ante Lilaaaaaa" Raja langsung beringsut turun dari gendongannya Chef Charlie, langsung kegirangan melihat sosoknya Lila.
"Aaaahhhh, Raja" Lila langsung menaruh piring satenya di atas meja tenant dan langsung memeluk Raja.
"Emmm, aku nitip Raja sebentar ya, mamanya sedang menangis di sana, sepertinya pengen curhat sama Om, hahahaha" kata Chef Charlie dengan polosnya.
Grey, mengerutkan dahinya dengan heran. Kenapa seorang Grace, bisa langsung akrab dengan Om Charlie. Grace, itu orangnya pendiam dan jarang banget bisa langsung akrab dengan seseorang.
Lila menjawab "Oke Om, Raja akan aman sama Lila" kata Lila sambil tersenyum tulus ke Chef Charlie.
"Oke, Om tinggal dulu ya" kata Chef Charlie sambil tersenyum menatap Grey, Lila, dan terakhir Raja.
Chef Charlie kembali ke tempat Grace berada.
Chef Charlie duduk di sebelahnya Grace.
"Raja, sudah sama Lila, di sana tuh" kata Chef Charlie.
"Terima kasih banyak, Om" kata Grace tulus.
"Maafkan Raja, dia anaknya memang seperti itu, selalu ceplas ceplos kalau ngomong" kata Grace kemudian.
"Aaah, nggak apa apa, santai saja, emm, maaf, memangnya Papanya Raja kemana?" tanya Chef Charlie dengan polosnya. Mirip banget sama Raja, ceplas ceplos kalau ngomong.
"Papanya Raja tidak pernah mempedulikan Raja, Om" jawab Grace dengan nada getir.
"Kok bisa, kalian sudah bercerai?" tanya Chef Charlie langsung, to the point.
"Papanya Raja, tidak pernah mempercayai saya, papanya Raja selalu meragukan keberadaannya Raja, selalu menyangkal kalau, Raja adalah putranya" jawab Grace.
"Lho kok bisa?" tanya Chef Charlie dengan raut muka bingung.
"Hufft, Papanya Raja itu divonis sama dokter, sulit untuk mempunyai keturunan" jawab Grace.
"Tapi, sulit berarti tidak mungkin kan, kenapa kamu tidak melakukan test DNA?" tanya Chef Charlie.
"Saya sudah terlanjur marah dan sakit hati Om, biarkan saja dia bersikap seperti itu, dia akan sadar dengan sendirinya" jawab Grace.
"Tapi, kasihan Raja" kata Chef Charlie penuh rasa simpati.
"Iya, sih" kata Grace.
Tanpa mereka sadari, Dewi Asmara langsung melangkah mendekati mereka berdua, Dewi Asmara, mulai bersiap siap meluncurkan anak panahnya, tepat ke arah Chef Charlie dan Grace.
"Yes!!! berhasil!!!" gumam si Dewi Asmara sambil melangkah pergi meninggalkan Chef Charlie dan Grace.