Lila And Grey

Lila And Grey
Zona merah buat Melly



Selesai sarapan dengan seluruh keluarganya Melly, yang penuh kehangatan dan canda tawa, akhirnya Rio dan Melly pun berangkat ke kantor, sebelum ke kantor, Rio mengajak Melly untuk mampir terlebih dahulu ke rumahnya untuk berganti baju.


Jarak rumahnya Melly dengan rumahmya Rio lebih dekat daripada jarak rumahnya Melly dengan rumah papanya Rio.


Sesampainya di rumah Rio, Melly pun ternganga karena rumahnya Rio benar benar keren. Tidak sebesar dan seluas rumahnya Grey, tetapi rumahnya Rio terlihat mewah,unik dan elegan.


Saat masuk ke dalam rumahnya Rio, Melly tambah melongo, eh busyet perabotan rumahnya ayang Bebeb bagus dan mewah banget.


Rio selesai berganti baju, keluar dari kamarnya dan langsung tersenyum geli melihat tingkahnya Melly.


"Kenapa Mel ? Rumah ini hadiah dari Grey untuk pernikahan kita nanti. Aku baru sempat memindahkan beberapa bajuku ke rumah ini. Sebagian besar masih ada di rumahnya papaku." kata Rio saat dilihatnya Melly tengah mengamati rumahnya dan melongo tiada henti.


"Semua perabotan ini juga hadiah dari pak Grey ?" tanya Melly.


"Oooo kalo perabotan ini, semua aku yang beli via online, kalo ada yang cocok langsung aku beli. Kamu mau melihat kamarnya ?" tanya Rio.


"Eh, ini masih pagi nga...nga...ngapain ke kamar ?" tanya Melly langsung merona wajahnya.


"Buahahaha kenapa wajah kamu jadi merah begitu buahahahaha kamu mikirin apa hah ?" tanya Rio geli.


"Aaaaa." Melly langsung menutup wajahnya karena malu.


Rio duduk di sebelahnya Melly, meraih tangannya Melly, mencium tangannya Melly dan berkata " Mel, aku akan jaga kesucian kamu sampai kita menikah nanti." Rio pun mengecup bibirnya Melly.


Melly memejamkan matanya, membuat Rio kembali mendaratkan bibirnya di bibirnya Melly dan mereka pun mulai berciuman, cukup lama dan cukup panas.


Rio melepaskan ciumannya, merapikan rambutnya Melly dan mencium keningnya Melly, lalu mengangkat tubuh Melly pelan untuk beranjak dari duduknya, keluar dari rumah dan langsung menuju ke kantor.


Sesampainya di kantor, Rio berkata sambil memeluk Melly "Mel, tolong kamu handle beberapa hal dulu ya. Aku mau memejamkan mata sebentar emm satu jam aja, karena sumpah aku ngantuk berat saat ini."


"Maafkan papi ya Beb, ya udah ayang Bebeb istirahat dulu gih biar Melly yang tangani semuanya sendiri, Melly bisa kok." sahut Melly sambil melepaskan diri dari pelukannya Rio lalu melangkah ke meja kerjanya.


Rio tersenyum dan langsung melangkah ke dalam ruangannya. Mengunci pintunya dan langsung merebahkan diri diatas sofa, menghidupkan AC, lalu memejamkan matanya. Aaaa nyaman sekali. Batin Rio.


Tidak begitu lama Grey pun nongol " Mel, Rio sudah datang ?" tanya Grey ke Melly.


Melly langsung berdiri dan menjawab


" Sudah pak, tapi emm ayang Bebeb eh anu pak Rio minta waktu satu jam untuk memejamkan mata, karena kemarin diajak papinya Melly lembur nonton bola."


"Hahaha begitu ya, oke oke biarkan dia beristirahat dulu." Grey pun melangkah masuk ke dalam ruangannya.


Grey langsung menelepon isterinya sambil duduk di atas sofa "halo, sayangku jangan capek capek dulu biar cepat fit terus jangan lupa makan dan minum obatnya secara teratur, dan jangan lupa untuk selalu merindukan aku sepanjang hari ini ya ."


Lila tersenyum mendengar bawelnya Grey yang melebihi bawelnya ibu kandungnya Lila sendiri "Lila dah minum obat, lagian nih ada dua ibunya Lila di rumah yang super ketat menjaga Lila, jadi suaminya Lila tercinta nggak usah khawatir, Lila terjaga dengan sangat aman, emm Lila pun siap untuk merindukan suaminya Lila tercinta sepanjang hari ini, selamat bekerja mmuuaaahh."


Grey pun menutup sambungan teleponnya sambil senyam senyum sendiri, lalu melangkah ke meja kerjanya untuk memulai berkutat dengan email dan berkas berkasnya kembali.


Tok tok tok


Melly masuk dan berkata "pak, emm maaf diluar ada Bu Susan. Apa bapak berkenan untuk menemuinya ?"


"Mau apa dia ?" tanya Grey sambil mengerutkan dahinya.


"Tadi Bu Susan berkata kalau Bu Susan ingin meminta maaf mewakili papa dan omnya." Jawab Melly.


"Bilang aja aku sudah terima permintaan maafnya, tetapi untuk kasus hukum omnya bilang aja aku tidak akan pernah melepaskannya." Sahut Grey.


"Baik pak, permisi." Melly pun melangkah keluar dari ruangannya Grey dan menyampaikan semuanya kepada Susan.


"Baiklah, tidak apa apa kalo pak Grey belum mau menemuiku. Aku mengerti." Kata Susan sambil tersenyum.


"Aku bawakan buah tangan nih buat isterinya pak Grey" kata Susan sambil menyerahkan keranjang buah dan bingkisan besar yang dia bawa kepada Melly dan bertanya "emm pak Rio nggak masuk ya hari ini ?"


"Ada Bu, tetapi maaf pak Rio hari ini sedang tidak berkenan untuk menerima tamu." jawab Melly sambil meletakkan buah tangan dari Susan tadi di atas meja kerjanya.


"Oooo sayang sekali aku tidak bisa menemui pak Rio saat ini emm sampaikan salam ya dari Susan putrinya pak Hartawan." kata Susan sambil tersenyum penuh arti dan melangkah pergi meninggalkan Melly.


"Apa maksud Bu Susan ya, kok pakai salam salam segala buat ayang bebebnya Melly ?" Melly bergumam sendiri sambil membawa buah tangan dari Susan tadi ke ruangan bosnya.


Tok tok tok


"Masuk." sahut Grey.


Melly masuk dan langsung berkata "Maaf pak, ini buah tangan dari Bu Susan, Melly taruh di meja sofa ya pak."


"Nggak usah Mel, kamu bawa pulang aja." Jawab Grey.


"Aaaa beneran nih pak ? makasih banyak ya pak, pak bosnya Melly emang paling baik sedunia." Sahut Melly sambil tersenyum senang.


"Kalo Rio dengar kamu memuji aku saat ini, aku pasti bakalan kena pukulannya Rio lagi nih." Jawab Grey masih menatap berkas berkasnya.


"Hahaha permisi pak." Melly pun melangkah keluar dari ruangannya Grey dan membawa kembali buah tangan dari Susan tadi, dan dia taruh di samping meja kerjanya.


Apa maksud Bu Susan tadi ya, aku kok jadi kepikiran gini. Kok jadi aneh nggak nyaman gini ya perasaanku mendengar perkataannya Bu Susan tadi. Batin Melly sambil duduk dan mencoba menenangkan hatinya.


Ah sudahlah, ayok mulai bekerja Mel, semangat semangat. Kata Melly kepada dirinya sendiri.


Susan sudah masuk ke dalam mobilnya, alih alih melajukan mobilnya dia malah melamun. Melamunkan Rio. Susan senyam senyum sendiri membayangkan wajah tampannya Rio, keramahannya Rio, lesung pipitnya Rio, kelembutan dan kesabarannya Rio.


Entah sejak kapan Susan mulai tertarik sama Rio. Susan menyesali kebodohannya kenapa dari dulu dia tidak memperhatikan Rio malah memperhatikan Grey. Rio masih single dan belum menikah hmm kesempatan bagus buat aku untuk mulai mendekatinya.batin Susan penuh semangat.


Susan masih tersenyum penuh arti sambil melajukan mobilnya. Mulai membulatkan tekadnya untuk mulai mendekati dan untuk memulai menggoda Rio. Zona merah buat Melly.


Yang kuat ya Mel, heeee siap Thor jawab Melly😁


🌞🌞🌞🌞🌞Bersambung🌞🌞🌞🌞🌞