Lila And Grey

Lila And Grey
Menyelamatkan Melly



Hari pun berganti dan sudah beranjak petang, para Avengers ala dunia nyata heee sudah berkumpul di rumahnya Grey. Bersiap untuk menjalankan rencana yang sudah mereka susun secara matang sejak kemarin siang.


Detektif kenalannya Rio sudah mengintai tempat yang dikirimkan Raymond lewat pesan text. Rio mengirimkan instruksi dengan sangat jelas, jika nanti The Avengers lokal sudah sampai di lokasi, maka sang detektif harus secepatnya menghubungi polisi.


Uci, Ari dan Rio berangkat terlebih dahulu ke lokasi yang dimaksud Raymond, kemudian Grey, Dony dan Lila menyusul.


Dan dua mobil lainnya yang berisi anak buahnya Grey pun mengikuti mereka


Lokasinya berada di pinggiran kota, setelah mereka menempuh perjalanan selama 2 jam sampailah mereka semua di tempat tujuan.


Rio melangkah menuju ke mobil sang detektif, menanyakan kondisi sekitar dan situasinya saat ini. Menurut pengintaian dari sang detektif ada sekitar 50 anak buah Raymond. dan Melly disekap di ruang tengah rumah tua tersebut. Raymond sudah datang sejak tadi siang.


Rio, Uci dan Ari mulai melangkah memasuki rumah tersebut. Rio melangkah sambil menelepon Raymond, mengabarkan kalau mereka sudah berada di pekarangan rumah Raymond dan siap melakukan penukaran.


Rio memilih tetap berada di pekarangan rumah karena lampunya tidak begitu terang jadi bisa sedikit membantu penyamarannya Uci.


Tidak begitu lama, Raymond datang bersama Melly dan di belakang Raymond telah mengekor sekitar sepuluh anak buahnya.


"Cukup sampai di situ saja, aku tidak mau kau curang dan membawa paksa Lila tanpa penukaran." Teriak Rio mencegah Raymond untuk mendekatinya.


Raymond pun menghentikan langkahnya. Raymond menuruti Rio karena saat ini dia benar benar tidak mau kehilangan Lila lagi.


Melly tampak ketakutan, badannya gemetar semuanya. Melly tidak mengkhawatirkan dirinya sendiri tetapi dia mengkhawatirkan Rio dan Lila. Melly tidak ingin kalo kekasih dan sahabatnya itu terluka.


"Mendekatlah kalian, aku tidak mau tertipu lagi. Aku mau melihat wajah Lila. Buka topinya !" teriak Raymond.


"Aku minta Melly melangkah kesini dulu, baru kami mendekat, aku ingin memastikan Melly baik baik saja." Sahut Rio lantang tanpa gentar.


"Baik, aku turuti mau kamu Rio Putra hahahaha tapi jangan sampai kau bohongi aku." Raymond berteriak lagi, lalu mendorong tubuh Melly untuk maju menuju ke tempat Rio berdiri.


Mereka berjarak 20 langkah cukup jauh untuk menyamarkan Uci. Melly seolah tidak bisa melangkah, kakinya lemas.


"Melly, jangan takut ada aku ayok melangkah kesini cepat !" teriak Rio.


Melly akhirnya memutuskan untuk berlari karena dia benar benar sudah merasa lemas dan takut pengen segera berada di pelukan amannya Rio.


Rio melihat Melly berlari sempoyongan menjadi khawatir kalau Melly sampai terjatuh. Akhirnya Rio pun berlari untuk menjemput Melly. Saat Melly sudah berada di dalam pelukannya Rio, Rio pun memberi kode kepada Uci untuk melangkah ke arah Raymond. Uci melangkah maju pelan pelan.


Rio membopong Melly yang tiba tiba pingsan dan segera berlari keluar untuk membawa Melly ke mobil sang detektif. Setelah menaruh Melly pelan di dalam mobil tersebut. Rio menoleh kaget saat tiba tiba mendengar suara DOR.


hah ?! suara pistol ?? gumam Rio.


"Shit ! Uci dan Ari ?" kata Rio pada dirinya sendiri dan langsung berlari masuk ke dalam rumah tua itu lagi.


Uci dan Ari kini tengah di sandera anak buahnya Raymond. Untunglah mereka masih hidup, batin Rio sedikit lega.


Tidak begitu lama Rio mendengar beberapa langkah kaki yang tengah berlari mendekatinya. Grey, Dony dan beberapa anak buahnya Grey, telah masuk untuk menolong Rio.


"Berani benar kau membohongiku ?!" kalau kalian mendekat aku akan menembak gadis ini. Cepat serahkan Lila !!" teriak Raymond penuh amarah.


Uci memberi kode kepada Rio supaya jangan memperdulikan dia. Tapi Rio mengabaikan kode dari Uci, Ari tiba tiba bertindak, dia mencoba merebut pistol yang tengah diarahkan Raymond ke Uci. Tetapi berakibat fatal. Ari tertembak bahunya dan terjatuh.


Semua menatap Ari, tapi Ari langsung memberi kode kalo dia baik baik saja.


"Aku tidak peduli, aku mau Lila ku." Teriak Raymond penuh penekanan.


"Kau gila ! berani benar kau sebut nama isteriku " Teriak Grey geram sambil melangkah maju mendekati Raymond.


"Grey, jangan gegabah." Rio mencoba menghentikan Grey tetapi Grey sudah terlanjur geram, Grey terus melangkah mendekati Raymond.


"Sayang, hentikan." Lila tiba tiba berteriak lantang menghentikan langkah Grey.


Grey menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Lila " Sayang, jangan kesini, shit ! kenapa sih kamu itu selalu keras kepala ?!kalo pas keras kepala tuh ya jangan pas genting gini dong sayang !" Grey berteriak ke Lila.


Lila tidak menghiraukan ucapannya Grey, Lila berlari dan berdiri di samping Grey.


Raymond langsung sumringah melihat Lila, Raymond pun lengah saat terpesona melihat Lila, Kesempatan bagi Uci untuk menendang pistol yang mengarah kepadanya. Pistol pun terlempar jauh dari mereka dan semua langsung maju untuk melawan anak buahnya Raymond. Raymond mundur ke belakang.


Ari pun membebat bahunya dengan sapu tangannya, beruntung pelurunya tadi meleset jadi lukanya pun tidak begitu parah. Dan Ari pun bisa ikut membantu melawan anak buahnya Raymond.


Polisi sudah dihubungi sama sang detektif dari tadi tetapi paling cepat mereka sampai masih satu jam lagi.


Detektif tetap waspada menjaga Melly. Dia tidak mau kehilangan Melly lagi, bisa ngamuk nanti Rio.


Baku hantam yang sengit, cukup alot dan telah memakan waktu yang lumayan lama. Mereka semua sibuk melawan anak buahnya Raymond, dan tidak menyadari kalau Raymond sudah menemukan pistolnya kembali. Dia menggenggam pistolnya dan berusaha terus untuk membidik Grey.


Kalau Grey mati, maka Lila akan menjadi milikku selamanya hahahahaha, batin Raymond.


Tetapi sangat sulit untuk membidik Grey, karena banyaknya orang yang ada disekitar Grey. Saat sudah terbidik, Lila melihatnya. Lila melihat Raymond mengarahkan pistol ke seseorang, siapa yang dia bidik, batin Lila.


Lila melihat arah pistolnya Raymond dan langsung pucat wajahnya.....oooo tidak...... Grey. Lila langsung berlari ke arah Raymond secepatnya berusaha melindungi suaminya.


DOR


Semua berhenti dan menoleh ke arah suara pistol. Grey langsung berlari saat dilihatnya sang isteri tercinta tersungkur terkena tembakan di bahu kirinya. Bukan hanya meleset tetapi benar benar peluru tertanam di bahu kirinya Lila.


Raymond hendak memeluk Lila, tapi Grey lebih cepat memeluk isterinya dan Rio langsung melompat menendang Raymond.


Tidak begitu lama polisi pun datang, langsung membekuk Raymond dan komplotannya.


"Lila maafkan aku ! aku mencintaimu Lila !!!" teriak Raymond yang sudah di borgol sama polisi.


Grey langsung membopong Lila sambil berkata " Sayang bertahan ya, Bro apa ada rumah sakit terdekat ?" Grey terus mengelus wajah isterinya yang saat ini pingsan.


"Ada klinik kecil sepuluh menit dari sini" Sahut sang detektif.


"Aku titip Melly." kata Rio pada sang detektif lalu Rio langsung membawa Grey dan Lila menuju ke klinik tersebut.


Dony langsung membawa mobilnya Grey untuk mengikuti Rio.


Uci, Ari, dan sang detektif memberi keterangan sama polisi. Dan mengikuti polisi menuju ke kantor polisi. Melly masih pingsan, saat mereka dalam perjalanan menuju ke kantor polisi.


Lila masih pingsan dan mengeluarkan banyak darah. Grey mulai terisak dan menciumi wajah isterinya, "Bertahanlah sayang demi aku" bisik Grey lirih di telinganya Lila.


❤️❤️❤️❤️Bersambung❤️❤️❤️❤️