
Setelah melalui penerbangan yang panjang, akhirnya mereka mendarat di London dengan selamat.
Mereka dijemput sama manajer kafenya Grey yang ada di London. Langsung menuju ke rumahnya Grey.
Sesampainya di rumahnya Grey, mereka langsung disambut sama si pengurus rumah dan juru masak. Langsung saja mereka menuju ke ruang makan untuk makan malam, karena sudah teramat lapar dan juga lelah.
Lila langsung berjalan cepat menuju ke kamar mandi, Lila muntah muntah. Grey langsung menyusul isterinya, karena khawatir.
"Sayang, kenapa ?" tanya Grey panik melihat Lila tiba tiba muntah muntah, padahal selama menempuh penerbangan yang sangat panjang saja Lila tidak pernah muntah.
"Aku nggak suka bau dari masakannya " kata Lila.
Grey langsung membopong Lila menuju ke kamarnya, tanpa menghiraukan semua mata yang tengah menatapnya.
"Kamu istirahat saja, kamu mau makan apa ?" kata Grey masih duduk di tepi ranjang dan membelai pipi isterinya dengan penuh cinta.
"Aku nggak mau makan apa apa " jawab Lila.
"Jangan gitu dong sayang, kamu sekarang nggak sendirian lho, ada sweety di dalam perut kamu " kata Grey sambil mengelus elus perut Lila.
"Tapi aku terlanjur mual nih, malas makan" kata Lila lemas.
"Aku bikinin susu ya, mau rasa apa aku beli varian rasanya komplit, ada vanila, cokelat, strawberry, dan mangga, mau yang mana sayang ?" tanya Grey.
Lila menggelengkan kepalanya lalu berkata "peluk aku sebentar ya sayang, aku masih malas makan dan minum apapun saat ini, tunggu satu jam lagi ya biar hilang dulu rasa mualku ini, tapi peluk ya "
"Iya iya aku peluk, mau aku peluk lebih dari satu jam juga nggak apa apa kok" jawab Grey sambil berbaring di sebelahnya Lila saat Lila mulai menggeserkan tubuhnya ke samping, memberi tempat untuk Grey berbaring.
Grey langsung memeluk isterinya dengan penuh sayang, sambil mengelus elus perut Lila, dia pun berkata "Sweety, ini kamu yang pengen dipeluk sama papa, apa mama kamu yang manja nih ?"
Lila memegang tangan Grey yang mengelus elus perutnya dan tertawa lirih.
Grey mencium pipi Lila, entah kenapa kalau Lila sedang ingin dimanja tuh terlihat indah banget di matanya Grey.
Tidak begitu lama mereka pun tertidur pulas.
Sementara itu di ruang makan, Melly, Rio dan Bu Ratih mulai makan.
"Kasihan mbak Lila ya " kata Melly.
"ya, tapi Lila itu termasuk kuat, nggak begitu parah ngidamnya, dulu ibu waktu hamil Grey sampai bed rest total selama 3 bulan, kalau turun dari ranjang langsung pusing dan mual" sahut Bu Ratih.
"Langsung doa nih Rio, Tuhan buat Mellyku nanti kalau hamil nggak pakai ngidam ya Tuhan, biar Rio aja yang ngidam, biar Rio aja yang menanggung nggak enaknya " kata Rio.
"Aaahh so sweet banget sih kamu ayang bebebku " kata Melly senang.
"Ya harus dong Mel, masak enaknya aja yang mau tapi giliran yang nggak enaknya lari " jawab Rio santai.
Melly langsung menepuk pelan bahu Rio sambil tertawa.
Bu Ratih pun ikutan tertawa dan menggeleng nggelengkan kepalanya.
"Emm Bu, maaf Rio mendahului Grey, besok sebaiknya kalian cewek cewek di rumah dulu ya, biar Grey sama Rio yang menjenguk om Edward dulu" kata Rio kemudian.
"Kenapa ?" tanya Bu Ratih heran.
"Nggak apa apa Bu, emm Grey dan Rio pengen lihat situasinya dulu " jawab Rio sambil mengeluarkan senyum manisnya.
"Oooo begitu, baiklah Ibu nurut aja" jawab ibu Ratih sambil tersenyum.
"Emm Mel, kamu berani kan tidur sendiri, kamu kan kalau di rumah tidurnya sekamar sama Merry ?" tanya Rio.
"Kalau nggak berani, nanti bisa tidur sama Ibu" kata Bu Ratih sambil tersenyum ke arah Melly.
"Berani kok Bu, Beb" jawab Melly.
"Rumah Grey cukup besar ada lima kamar, kamu pilih kamar yang mana ?" kata Rio setelah mereka menyelesaikan makan malam mereka dan Bu Ratih langsung pamit masuk ke salah satu kamar yang ada di dalam rumahnya Grey.
"Aku pilih yang dekat sama kamar kamu heeee" jawab Melly.
"Nah, ini kita sudah di depan kamar nih, kamu pilih yang kanan apa yang kiri ?" tanya Rio yang merasa geli karena Melly sudah mulai nggak konsen.
"Oooo heeee iya ya, maaf Beb kalau ngebahas soal kamar, Melly langsung nggak konsen hahahaha Melly yang kanan aja deh " kata Melly sambil tertawa dan langsung masuk ke dalam kamar karena malu."
Sementara itu di dalam kamar utama, Grey mulai menepuk pelan, mencium pipinya Lila dan berkata lembut dan lirih "Sayang, bangun yuk, kamu dan Sweety belum makan lho, aku sudah bikinin susu buat kamu nih, diminum dulu ya, ini rasa mangga untuk ngilangin mual kamu"
Lila pun langsung menyandarkan tubuhnya di ranjang dan meraih susunya lalu meminumnya sampai habis.
"Pinter nih isteri aku sudah habiskan susunya" kata Grey dengan mata berbinar binar melihat isterinya langsung bisa menghabiskan susunya tanpa merasa mual dan muntah.
"Terima kasih ya sayang" kata Lila sambil tersenyum dan meletakkan gelas yang sudah kosong di atas meja yang ada di samping ranjang.
"Kamu pengen makan apa ?" tanya Grey.
"Emmm nasi sama abon saja sayang, Ibu bawa abon, serundeng kelapa dan kering tempe dari rumah kemarin " kata Lila.
"Serius cuma itu ? nggak pengen yang lainnya ?" tanya Grey lagi.
Lila menganggukkan kepalanya dan tersenyum "Ada nasi kan ?" tanya Lila kemudian.
"Ada, aku sudah minta sama juru masak rumah ini kemarin kemarin untuk selalu menyediakan nasi " jawab Grey
"Ok tunggu sebentar ya aku ambilkan dulu " jawab Grey dan langsung beranjak keluar dari kamar untuk mengambilkan Lila nasi dan abon.
Saat keluar dari kamar, Grey langsung kaget dan hampir saja menabrak Ibunya.
"Bu maaf kalau Grey hampir nabrak Ibu nih, kok Ibu tiba tiba ada di depan kamar Grey, ada apa Bu ?" tanya Grey.
"Ibu mengkhawatirkan Lila, dan ini Ibu sudah bawakan nasi plus serundeng, abon dan kering tempe, kamu makan dulu gih, biar ibu yang temani Lila" kata Bu Ratih.
Grey langsung mencium pipinya Bu Ratih dan berucap "Ibuku memang yang terbaik, terima kasih ya Bu"
Ibu Ratih tersenyum dan melangkah masuk ke dalam kamarnya Grey, dan Grey menuju ke ruang makan untuk makan.
"Lho kok Ibu ?" kata Lila kaget dan langsung beranjak bangun dari tidurnya.
"Sudah berbaring aja nggak apa apa, nih ibu sudah ambilkan nasi plus abon,serundeng kelapa, dan kering tempe, kamu bisa pilih sendiri mau makan pakai lauk apa " Kata Bu Ratih sambil meletakkan meja kecil di atas pahanya Lila.
"Maaf Bu kalau Lila merepotkan, terima kasih ya Bu" Lila meraih tangan Bu Ratih dan menciumnya.
Bu Ratih tersenyum dan mengusap usap kepalanya Lila "makan gih, dihabiskan ya, biar kamu dan Sweety kuat dan sehat selalu."
Lila pun menganggukkan kepalanya, tersenyum dan mulai makan.
"Besok, yang mau ke rumahnya papa mertua kamu tuh Grey dan Rio dulu, kita diam dulu di rumah" kata Bu Ratih.
"Iya Bu, kak Rio pengen melihat situasinya dulu" ucap Lila sambil makan.
"Bu, terima kasih ya sudah membawakan Lila abon, serundeng dan kering tempe, Lila bisa memakannya dengan aman nih tanpa mual dan muntah heeee, ibu mertuanya Lila memang yang terbaik" kata Lila sambil makan dengan sangat lahap.
"Iya sama sama, menantu dan calon cucunya Ibu juga yang terbaik, ini pengalamannya ibu dulu, sewaktu hamil Grey dulu, Ibu cuma bisa makan nasi sama lauk ini nih heeee" kata Bu Ratih sambil tersenyum senang mengingat masa masa dia hamil Grey dulu.
"Iya Bu, abon, serundeng kelapa sama kering tempe memang top nggak bikin mual sama sekali" Kata Lila tampak senang.
"Ibu khawatir kalau kalau kamu nggak doyan sama masakan Eropa, jadi ibu beli ini semua kemarin, emm Chef Charlie juga membawakan mangga mentah kemarin pas bertamu " kata Bu Ratih.
"Ibu juga bawa sampai sini mangganya hahahaha" ucap Bu Ratih kemudian.
"Waaahhh terima kasih ya bu, emm apa Chef Charlie tahu kalau kita pergi ke London ?" tanya Lila.
Bu Ratih menggelengkan kepalanya, "Ibu nggak bilang heeee."
Akhirnya Lila memakan makanan yang diambilkan Bu Ratih tanpa sisa, Grey pun nongol masuk ke dalam kamar.
"Waaahhh pinternya isteri aku ya, makan banyak dan nggak pakai mual, sini biar aku yang kembalikan ke dapur" kata Grey sambil mengambil meja kecil tersebut dan beranjak pergi keluar dari kamar.
Bu Ratih pun mengecup pipi Lila, Lila pun balas mencium dan memeluk ibu mertuanya, setelah saling mengucapkan selamat tidur, Ibu pun melangkah keluar dari kamarnya Grey dan langsung masuk ke dalam kamarnya sendiri, untuk beristirahat.
Tidak begitu lama Grey pun nongol kembali masuk kedalam kamar dan langsung berbaring di atas ranjang dan memeluk isterinya.
Lila mencium bibir suaminya dan berkata "terima kasih ya sayang, I love you"
Grey pun berkata "I love you too" dan tersenyum sambil semakin mempererat pelukannya.
Mereka pun akhirnya tertidur dengan lelap sambil berpelukan dengan penuh cinta dan kasih sayang.