
3 Bulan kemudian
Hari yang ditunggu tunggu oleh Rio dan Melly. Mereka selalu menunda pernikahan mereka karena, begitu banyaknya masalah yang dihadapi oleh Grey dan Lila. Rio dan Melly selalu mengesampingkan urusan pernikahan mereka demi, membantu sahabat mereka, Lila dan Grey.
Akhirnya hari yang ditunggu tunggu oleh semuanya pun tiba. Di pagi yang cerah, Rio tampak begitu gagah dan sangat tampan. Rio berdiri di atas Altar Gereja, menghadap ke Bapa Pendeta, yang mengenakan jubah putih, senada dengan warna jas yang dikenakan Rio. Rio dengan sabar dan penuh senyum, menunggu kedatangan mempelai wanitanya.
Melly, akhirnya muncul, berjalan dengan sangat anggun dan cantik, mengenakan baju pengantin yang sederhana desainnya, tetapi terlihat sangat indah, elegan, dan mewah.
Melly, berjalan diapit Lila dan Maminya. Raja, diberi tugas membawa nampan yang berisi cincin pernikahannya Melly dan Rio. Raja, terlihat sangat tampan dan menggemaskan, mengenakan jas berwarna putih, Raja, berjalan di depannya Melly. Raja berjalan dengan sangat lincah dan dengan kepolosannya, selalu menebar senyuman ke kanan dan ke kiri, membuat para tamu undangan tersenyum gemas menatapnya.
Rio, berpaling ke belakang, menatap Melly, yang terlihat sangat menawan, Rio tersenyum penuh cinta menyambut tangan Melly, ketika sang mempelai wanita sudah sampai di depan Altar.
Rio dan Melly, mereka menghadap ke Bapak Pendeta, mengucapkan janji pernikahan. Ada sekitar sepuluh janji pernikahan yang harus diucapkan Rio dan Melly secara bergantian. Setelah mengucapkan ke sepuluh janji pernikahan tersebut, mereka kemudian mengucapkan doa secara litany. Setelah semua lancar,Bapak Pendeta memberkati Rio dan Melly, sebagai suami dan Isteri yang sah di mata Tuhan, dan sesama.
Kita menoleh ke sebelah kanannya Rio dan Melly, ternyata juga ada pasangan terkasih kita, Pak Edward dan Bu Ratih.
Rio menyetujui keinginan Om Edward tersayangnya. Papanya Grey, ketika beliau meminta pernikahannya dengan ibunya Grey, dilaksanakan bersamaan dengan pernikahannya Rio dan Melly.
Setelah pemberkatan selesai, Rio dan Melly, pak Edward dan bu Ratih, mereka langsung melangkah keluar dai gedung gereja, untuk melaksanakan ritual melempar buket bunga.
Semua orang yang merasa jomblo, atau pasangan yang belum menikah, bersiap di belakangnya Melly, mereka semua bersiap untuk menangkap bunga yang akan dilemparkan oleh Melly.
Konon katanya, siapa yang menerima buket bunga dari sang mempelai wanita, orang tersebut akan secepatnya menyusul untuk menikah.
Pak Charlie didorong Grey untuk ikut dalam barisan tersebut. Untuk ikut tantangan menangkap buket bunga sang pengantin wanita. Grace, juga ada di dalam barisan tersebut. Grace menoleh ke Pak Charlie dan melemparkan senyum cantiknya. Pak Charlie membalas senyumannya Grace.
Bu Ratih menatap Melly, membelakangi barisan tersebut, bu Ratih, memberi kode kepada Melly untuk, mulai melempar buket bunganya ke belakang, secara bersamaan.
Ajaibnya, buket bunga dari Melly berhasil ditangkap oleh Grace, dan buket bunga dari Bu Ratih berhasil ditangkap oleh pak Charlie.
Lila tertawa lepas saking bahagianya, melihat pak Charlie terlihat canggung, tersenyum malu, dan menggaruk nggaruk kepalanya.
Grace pun tersenyum bahagia, melihat tingkahnya pak Charlie. Ada debaran aneh yang mulai timbul di dalam hatinya, setiap dia bertemu dan menatap pak Charlie. Begitu pun yang dirasakan oleh pak Charlie.
Setelah momen pelemparan buket bunga lancar dilaksanakan. Para tamu undangan dipersilakan untuk langsung menuju ke dalam Aula Hotel The Rain untuk, menikmati jamuan makan dan beberapa pertunjukan seni yang sudah dipersiapkan oleh Event Organizer terbaik dan terhebat yang, dipilih sendiri oleh Grey.
Ibu dan ayahnya Lila tidak henti hentinya mengucapkan selamat kepada besan mereka. Ibu dan ayahnya Lila merasa sangat terharu dan bahagia, besan mereka yang telah terpisah selama dua puluh delapan tahun akhirnya, bisa bersatu kembali.
Setelah semua acara berjalan dengan lancar. Mereka pun segera terbang menuju ke kota J, Hari ini, hari berboros ria bagi Grey. Grey mengeluarkan pesawat pribadinya kali ini, demi kelancaran semua acara hari ini. Akhirnya mereka kembali ke rumah mereka masing masing dengan selamat dan merasa sangat bahagia.
Rio belum diijinkan sama papinya Melly untuk membawa Melly pulang ke rumahnya Rio.
Papinya Melly menginginkan malam ini sang pengantin pulang dulu ke rumah orang tuanya, sebagai malam perpisahan dengan orang tuanya. Rio dan Melly menuruti semua keinginan papinya.
Sesampainya di rumah Grey, pak Edward tanpa malu langsung membopong bu Ratih untuk naik ke atas menuju ke kamar pengantin mereka. Grey, hanya bisa menggeleng nggelengkan kepalanya menatap tingkah papanya itu.
"Ish ish ish, papa itu ya, mirip anak ABG aja" kata Grey.
"Hahahaha, ya wajar dong sayang, papa masih sangat mencintai ibu, dan terpisah selama puluhan tahun lho, wajar kalau papa bersikap seperti itu, ya namanya menyimpan rindu ya, seperti itu" ucap Lila sambil tersenyum bahagia, melihat mertuanya akhirnya bisa menikah kembali, bisa bersatu kembali.
Grey, secara tiba tiba juga membopong Lila.
Lila kaget dan langsung protes "Sayang, apa apaan ini, aku sedang hamil, aku tambah berat lho"
"Nggak, kamu masih seringan kapas" jawab Grey, langsung menuju ke lantai atas.
Di dalam kamar pengantin, pak Edward duduk di tepian ranjang sambil memangku bu Ratih. Bu Ratih menatap mas Edwardnya dengan tatapan yang sama, berpuluh puluh tahun yang lalu.
"Rasa ini masih sama Ratih, sama persis saat kita menikah pertama kalinya, dua puluh delapan tahun yang lalu, kamu tidak berubah, masih sangat cantik dan menarik" kata pak Edward dengan tatapan berkabut dan suara seraknya karena, menahan kerinduan akan kehangatannya Ratih selama ini.
Bu Ratih merangkulkan kedua tangannya di leher mas Edwardnya, dan tersenyum penuh cinta.
"Aku juga merasakan hal yang sama mas, aku masih sangat mencintaimu, kamu masih sangat tampan, gagah, dan menarik" kata bu Ratih.
Pak Edward langsung membungkam bibir bu Ratih dengan bibirnya. Awalnya adalah ciuman yang lembut, pelan, penuh penghayatan, ciuman yang masih mencari rasa yang selama ini hilang dari mereka berdua.
Selanjutnya, menjadi ciuman yang semakin dalam, panas, dan penuh gairah.
Pak Edward membaringkan pelan pelan tubuhnya Bu Ratih. Terjadilah malam pengantin, yang berasa malam pertama bagi mereka berdua. Penyatuan kembali cinta yang terpisah jarak dan waktu yang cukup panjang.
Grey ikutan iri. Grey, juga menginginkan malam pengantin. Lila akhirnya hanya bisa pasrah menuruti keinginannya Grey.
kita tengok Rio dan Melly. Mereka sampai di rumah papinya Melly.
Papinya Melly akhirnya tidur dengan kakeknya Melly, mami dan Merry tidur berdua di kamarnya Melly, sedangkan Rio dan Melly masuk ke dalam kamar utama, kamar papinya Melly.
Melly mulai melepas baju pengantinnya. Melly nampak kesulitan menurunkan ritsleting baju pengantinnya.
"Beb, bisa tolong bantu aku melepas ritsleting ini, kenapa susah sekali ya" Kata Melly saat melihat Rio sudah keluar dari kamar mandi, dan sudah berganti baju. Rio sudah memakai kaos dan celana boxernya.
Rio tersenyum dan melangkah mendekati Melly. Rio menurunkan ritsleting baju pengantinnya Melly dengan pelan pelan, tangannya bergerak turun, diikuti dengan bibirnya, Rio, mengecup punggung putih mulusnya Melly, sambil menurunkan ritsleting bajunya Melly.
"Beb, aku belum mandi, bau nih" kata Melly sambil mendesah menikmati kecupannya Rio di atas punggungnya.
"Mana ada seorang pengantin itu bau" ucap Rio di sela sela aktivitasnya, mengecup punggungnya Melly.
Tiba tiba
Tok tok tok
Nampaklah Merry sedang meringis di depannya Rio.
"Ada perlu apa, dek?" tanya Rio.
"Maaf mengganggu, emm, mami menyuruh Merry untuk mengambil obat nyamuk elektrik, heeee" jawab Merry sambil meringis.
"Oooo sebentar ya" kata Rio.
Merry dengan tanpa dosa mengekor langkahnya Rio untuk ikutan masuk ke dalam kamar.
"Mbak Melly, kok nggak ada?" tanya Merry heran.
"Diculik sama alien" jawab Rio asal sambil menyerahkan obat nyamuk elektriknya ke Merry.
"Hah?" Merry bingung.
"Hahahaha, kakak bercanda, mbak kamu ada di kamar mandi, sedang ganti baju" jawab Rio.
"Oooo, Merry permisi ya, maaf mengganggu heee" kata Merry sambil nyengir lagi.
Rio mengikuti langkah Mery yang langsung keluar dari kamar pengantinnya, lalu menutup dan mengunci pintunya.
Melly, keluar dari kamar mandi, sudah mengenakan lingerie berwarna merah darah, Rio, langsung merasa seeerr, seeerr, seeeeer.
Rio seolah merasakan jantungnya hampir lepas dan perutnya seolah terkena setrum listrik berjuta juta voltase.
"Ya Tuhan, kamu cantik dan seksi sekali Mel" kata Rio dengan suara serak menahan gairah yang tiba tiba muncul di dalam dirinya.
Melly semakin menggoda Rio, berjalan ke arah Rio bak model, melangkah dengan langkah kaki zig zag. Melly mengeluarkan senyum yang menggoda dan memainkan rambutnya.
Rio menatap Melly sambil menelan pelan pelan salivanya.
Melly langsung duduk dengan pelan pelan di atas pangkuannya Rio.
Rio, langsung menarik tengkuknya Melly dan melahap dengan sangat rakusnya bibir Melly.
Mereka berciuman dengan sangat lama, berganti ganti gaya dan posisi.
tiba tiba......
Tok tok tok
Rio melepaskan ciumannya dan tanpa sadar berucap "Shit!"
Melly nampak terengah engah dan masih memejamkan matanya.
"Kamu bangun dulu dari pangkuanku dan masuk ke dalam selimut dulu Mel!" kata Rio.
Melly langsung membuka matanya dan menuruti perkataannya Rio.
Rio mendengus kesal, menarik napas panjang untuk melepaskan gairahnya, lalu melangkah untuk membukakan pintu.
Tampaklah si papi yang sedang tersenyum lebar "maaf mengganggu ya, papi minta obat nyamuk elektrik"
Memangnya kamar ini warung kelontong ya, kenapa semuanya minta obat nyamuk elektrik ke sini, hadeeehhh, sabar Rio. Batin Rio.
Rio lalu menyerahkan obat nyamuk elektriknya kepada papi mertuanya.
'Terima kasih ya, lanjutkan, lanjutkan, hahahaha!" ucap papinya Melly sambil melenggang santai, meninggalkan Rio.
Rio, menutup dan mengunci kembali pintunya.
Rio, masuk ke dalam selimut. Tangannya mulai nakal, merajai semua lekuk indah tubuh istri tercintanya, sambil menatap Melly yang, tengah mendesah dan memejamkan matanya.
"Teruslah mendesah Mel, jangan ditahan, aku suka suara desahan kamu" kata Rio sambil terus memainkan tangannya di atas tubuhnya Melly.
Tiba tiba
Tok tok tok
"Aaahhh, shit! bisa gila aku, lama lama nih!" Rio mendengus kesal dan menghentikan aktivitasnya.
"Kita bakalan begadang sampai pagi Mel tapi, tidak untuk membuka kado malam pengantinku, alih alih jadi satpam nih, bolak balik membuka pintu, hufffttt" kata Rio, sambil bangun dan melangkah untuk kembali membukakan pintu.
Melly langsung tertawa ngakak.