
keesokan paginya Lila dan Melly diantar sama Upik ke kantor imigrasi untuk mengurus paspor. Keduanya sudah menyiapkan semua persyaratannya seperti yang dikatakan sama Rio sewaktu mengantarkan Melly ke rumahnya Lila.
Rio dan Grey dengan sangat amat terpaksa tidak bisa menemani bidadari bidadarinya mereka karena tiba tiba ada urusan genting di kantornya Grey.
"Sayang, kamu hati hati ya, jangan lari lari jalan pelan saja, dan jangan jajan sembarangan terus......"
"Terus, Lila udah gede bisa ngurus diri Lila sendiri, ok ?" kata kata Grey dipotong sama Rio.
"Cih ! ganggu aja elo bro, sayang ?" kata Grey merangkul bahu Lila dan mencium keningnya Lila lama. Seolah olah malas banget untuk berpisah dengan Lila.
"Iya sayang, Lila akan patuhi semua perintah kamu, sudah sana berangkat ditunggu sama klien lho" kata Lila sambil mengecup bibir Grey.
Grey langsung tersenyum senang dan berkata "sayang, lagi dong masak cuma sekali, yang dari sweety belum kan ?"
Melly nampak tersenyum canggung menatap kemesraan yang ditunjukkan bosnya dan isterinya.
Lila pun mengecup bibir Grey sekali lagi.
"Kenapa Mel ? kamu juga mau ngecup aku ?" tanya Rio sambil memonyongkan bibirnya ke arah Melly, saat dia melihat Kekasihnya itu menatap Grey dan Lila tanpa berkedip.
"Aaahh nggak kok " jawab Melly cepat sambil tersenyum malu.
"Ayok bro berangkat, aku sudah dapat vitamin nih " kata Grey setelah mendapatkan kecupan kedua di bibirnya dari Lila.
Akhirnya Rio mengecup keningnya Melly dan mengekor langkah bosnya.
Tidak begitu lama, Melly dan Lila pun berangkat menuju ke kantor imigrasi bersama dengan Upik.
Sesampainya di kantor imigrasi, dengan cepat mereka langsung menyelesaikan semua prosesnya karena mereka berangkat pagi, jadi masih sepi dan tidak banyak antrian.
"Ternyata prosesnya cepat banget ya mbak Melly, emm kita mau kemana nih ? kita jalan jalan dulu yuk cari sarapan heee maklum ibu hamil bawaannya lapar melulu " kata Lila.
"Tapi mbak, emm Melly harus secepatnya balik ke kantor kan masih banyak urusan, lagian tadi di kantor ada masalah genting " jawab Melly.
"Emm sebentar ya, Lila telepon suaminya Lila dulu, Lila pinjam sekretarisnya satu jam aja boleh nggak ?" kata Lila sambil memencet nomer suaminya.
📞"Halo sayang, ini kita sudah selesai " kata Lila.
📞 "Baguslah, cepat pulang aja ya sayang, kamu nanti kecapekkan." jawab Grey.
📞 "Tapi Lila pengen makan soto, emm pinjam mbak Melly sebentar untuk menemani Lila makan soto boleh tidak ?" tanya Lila.
📞 "Soto mana ?" tanya Grey.
📞 "Soto emm sebentar Lila tanya mbak Melly dulu "
"Soto mana mbak yang enak ?" tanya Lila ke Melly.
"Dekat sama butiknya Bu Ratih ada soto yang enak mbak, tapi kan jauh." Jawab Melly ragu.
📞 "Kata mbak Melly tidak jauh kok dekat Sama butiknya Ibu, tempatnya juga bersih dan enak" kata Lila.
📞 "Sayang, itu nggak jauh gimana sih, pulang pergi makan waktu satu jam lebih lho, nggak kasihan apa sama Upik ? lagian kamu nanti kecapekkan" jawab Grey mulai khawatir.
📞 "Pak Grey ini Melly, mbak Lila nangis nih waduh gawat nih Melly mesti gimana ? " kata Melly dengan nada bingung.
📞 "Aahh sial, ya sudah Mel, kamu temani Lila makan soto di tempat tersebut tapi setelah makan langsung bawa Lila pulang ya " kata Grey.
📞"Makasih sayangku, Lila cinta kamu, sweety juga mmuuaahh" kata Lila lalu menutup sambungan teleponnya.
Grey geleng geleng kepala lalu masuk kembali ke dalam ruangan rapat kantornya, saat ini ada rapat akbar jadi rapatnya diadakan di dalam ruangan rapat.
Setelah memakan waktu yang cukup lama, akhirnya mereka sampai di resto yang dimaksud sama Melly, menu resto tersebut soto ayam, soto daging sapi, sop buntut, dan beberapa gorengan juga beberapa macam sate.
"Aaahhh Lila langsung lapar nih mbak " Kata Lila sambil duduk.
"Upik kamu mau pesan apa ?" tanya Lila.
"Saya, soto aja non" jawab Upik.
"Mbak Melly apa ?" tanya Lila.
"Sop buntut aja mbak " jawab Melly.
"Aahh Lila juga sop buntut aja deh " sahut Lila.
"Lho katanya tadi pengen soto kok jadi berbuntut sih eh sop buntut sih ?" tanya Melly bingung.
"Hahahaha iya ya, nggak tahu nih tiba tiba Lila berubah selera " jawab Lila santai.
Akhirnya Lila memesan dua sop buntut, beberapa macam tusukan seperti sate telor, sate tempe, dan satu soto, lalu untuk minumannnya Lila pesan es jeruk, es cincau, dan es beras kencur.
Mereka menunggu makanan mereka datang sambil bercengkerama.
"Mbak, makanannya kok lama ya, apa sapinya masih lari lari ya belum dipotong ?" kata Lila mulai agak nggak sabat, karena sudah hampir satu jam mereka nunggu pesanan mereka datang.
"Mungkin masih dimasak non, kan semua berkuah kalau nggak panas kurang mantap nanti " jawab Upik.
"Ooooo begitu ya " sahut Lila sambil tersenyum ke Upik.
Tiba tiba ada seorang cowok datang menghampiri mereka dan langsung duduk di kursi kosong di sebelahnya Lila.
Melly dan Upik langsung mengerutkan dahi mereka sambil menatap cowok tersebut.
Lila spontan menoleh ke arah cowok yang sudah duduk di sampingnya.
"Maaf anda mbak Lila kan ?" tanya cowok tersebut.
"Iya benar, anda siapa ?" tanya Lila bingung.
"Aaahh maaf, saya salah satu pengagumnya anda" jawab cowok tersebut santai.
"Eh mas e, jaga bicaranya ya kok bisa bisanya bilang pengagum sama bosnya Melly " sahut Melly mulai protektif.
"Aaahhh maaf ya mbak cantik biar saya jelaskan dulu, emm saya salah satu muridnya mbak Lila di kelas reading. Saya selalu setia mengikuti mata kuliah reading kalau mbak Lila yang mengajar, karena cara pengajarannya saya suka, jelas dan mudah dipahami" jawab cowok tersebut.
"Ooooo begitu, hahaha ya sudah mari dilanjutkan ngobrolnya" jawab Melly sambil tersenyum.
"Kenalkan nama saya Chris, nama panjang saya......."
"Sudah, nggak perlu yang panjang nanti kelamaan nyebutnya " Melly langsung memotong kata katanya Chris.
"Mbak ini bukan hanya cantik tapi lucu juga ya, mirip sama mbak Lila." kata Chris.
Upik tertawa melihat tingkah mereka.
"Mbak Lila, saya boleh minta nomer hpnya mbak ? emm saya masih bingung untuk beberapa bab yang dulu pernah diajarkan sama mbak Lila, sayang banget ya sekarang mbak Lila sudah tidak bisa mengajar lagi." kata Chris.
Akhirnya obrolan mereka terhenti sejenak karena makanan dan minuman yang Lila pesan sudah datang. Pesanannya Chris pun akhirnya diantar ke mejanya Lila.
Mereka kembali ngobrol sambil makan.
Chris tidak henti hentinya melirik Lila. Chris sudah menaruh hati sama Lila sejak perjumpaan pertamanya dengan Lila sewaktu dia mengikuti mata kuliah reading untuk pertama kalinya.
"Usia mbak Lila berapa sih ?" tanya Chris setelah menyimpan nomer Hpnya Lila ke dalam kontak Hpnya.
"Sekarang sih 22 tahun jalan 6 bulan heee" jawab Lila.
"Saya 21 tahun mbak, hanya terpaut setahun ya, tapi mbak Lila jauh segala galanya di atas saya dalam hal pelajaran heeee" ucap Chris sambil meringis.
"Apa boleh saya minta mbak Lila untuk jadi guru privat saya di mata kuliah reading ?" tanya Chris hati hati sambil menatap Lila.
"Nggak boleh" jawab Melly spontan.
"Lho kok mbaknya yang jawab nggak boleh ?" tanya Chris heran.
"Ya karena suami Lila itu cemburuan heee" sahut Lila.
"Hah ? mbak Lila sudah menikah ?" Chris langsung ternganga.
"Kenapa elo, patah hati ya ?" kata Melly santai.
"Aaahh eng eng enggak kok, cuma kaget aja " jawab Chris gugup, takut kalau perasaannya dia ke Lila bisa terbaca sama Lila.
Aaahhh sial, gue kalah cepat ternyata. Batin Chris.
"Suami mbak mahasiswa apa dosen ?" tanya Chris masih penasaran akan kehidupannya Lila.
"Kamu tahu Kafe MANGO ?" tany Melly.
"Tahu dong, kafe itu kan tersebar di seluruh kota ini, kafe elit dan terkenal banget di kota ini dan di beberapa kota yang lain.
"Lalu kamu tahu Wijaya Grup ?" tanya Melly kemudian.
"Tahu banget, itu perusahaan baru di bidang property dan perhotelan yang sudah berkembang sangat pesat, om saya bekerja sebagai direktur di sana" jawab Chris santai.
"Hah ? jadi kamu keponakannya pak Andrey ?" tanya Melly kaget.
"Iya heee, sebentar emm apa hubungannya suami mbak Lila sama kafe MANGO dan Wijaya Grup ?" tanya Chris dengan nada bingung.
"Suami mbak Lila nih, pemilik semuanya itu " jawab Melly.
"Hah ? yang benar ? hahahahaha mbak e jangan bercanda ya ?" jawab Chris sambil tertawa.
"Aku nggak bohong, aku kenal sama pak Andrey om kamu, karena aku juga bekerja di sana." jawab Melly santai.
"Bagaimana mungkin Greyson Adi Wijaya Simpsons jadi suaminya mbak Lila ? hahahahahaha saya masih tidak percaya." jawab Chris.
"Siapa kamu ?" tanya seorang cowok yang tiba tiba merangkulkan tangannya di atas pundaknya Lila.