
"Lil, kenapa tadi kamu ijinkan Grace untuk ngobrol berdua aja sama aku ? kamu nggak cemburu, terus kalo suami kamu tiba tiba diculik sama Grace gimana coba ?" tanya Grey.
"Hahahaha mana ada yang mau menculik suaminya Lila, kasihan dong penculiknya, suami Lila kan rewelnya minta ampun terus makannya banyak banget." Lila berujar sambil menepuk bahu Grey.
"oooo gitu ya, kalo beneran diculik kamu beneran nggak khawatir entar ? hiks hiks malang nian nasibku ini ya hiks hiks " Grey memasang wajah meweknya yang khas.
"Ya mesti lah Lila bakalan panik kalo beneran diculik, jangan sampai ah sayang, Lila bisa sesak napas dan.............."
Grey langsung melepas seat beltnya dan memeluk Lila sangat erat.
Setelah melepas pelukannya, Grey pun berkata "Sayang, aku jujur ya sama kamu, aku mau menceritakan semuanya, tapi please jangan protes atau komen dulu sampai aku menyelesaikan ceritaku "
Lila, menganggukkan kepalanya sambil mengelus pipi suami tercintanya.
Grey meraih tangan Lila yang mengelus pipinya dan menciumnya lalu mulai bercerita
"Sayang, Grace itu mantan pacarku dulu semasa kami masih duduk di bangku SMA, sampai kemudian berlanjut LDR karena aku melanjutkan kuliah di luar negeri. "
Grey menghela napas pelan lalu melanjutkan ceritanya sambil menggenggam erat tangan Lila dan menatap mesra wajah isterinya
"Suatu ketika pas masa kuliahku sudah sampai di tingkat dua, aku menerima surat dari Grace. Surat itu bagai petir di siang bolong bagiku kala itu. Grace memberi kabar kalau dia harus menikah dengan seorang cowok pilihan mamanya, karena bisnis papanya tiba tiba bangkrut dan untuk melanjutkan kembali bisnisnya harus merger dengan perusahaan milik orangtua cowok tersebut."
Grey menarik napas sebentar lalu kembali bercerita "Grace terpaksa menerima perjodohan tersebut demi papanya, dan Grace mengatakan dalam surat itu satu kata yang membuat aku sangat terpukul dan sedih."
Grey mengelus pipi Lila, yang masih setia mendengarkannya bercerita " Grace mengatakan dalam surat itu kalo dia tidak akan pernah berhenti mencintai aku, itulah kenapa aku selalu menghindar kalo ada yang bertanya kepadaku soal mantan pacar. Aku tidak ingin mengingatnya."
"Tadi pas ketemu di warung soto, aku baru tahu kalo ternyata dia sudah memilikki Raja, dan dia sudah bercerai." tambah Grey.
"Grace menceritakan semuanya kepadaku sewaktu aku dan dia ngobrol di dalam kafe tadi, kalau selama menikah dia tidak pernah merasa bahagia, dan dia bercerai karena suaminya meragukan Raja, suaminya tidak percaya kalo Raja adalah anak kandungnya."
tambah Grey.
"Terima kasih sayang, kamu mempercayai aku, kamu mengijinkan kami untuk mengobrol sebentar tadi, dari obrolan kami tadi aku sadar kalo Grace sudah banyak berubah." Grey berkata sambil membelai bibir Lila dengan jempol tangannya, lalu mulai mencium bibir Lila penuh kelembutan dan cinta.
Grey melepaskan ciumannya, menatap Lila dan kembali menghela napas pelan "Grace terobsesi akan rasa cintanya padaku. Grace ingin kembali merajut kasih denganku, tentu saja aku menolaknya, aku sudah menikah dengan seorang Lila, yang sangat aku cintai dan sayangi." ucap Grey sambil menciumi telapak tangannya Lila.
"Hahahaha sayang, mana ada seorang cewek memperkosa seorang cowok ?" Lila berkata sambil menangkup wajah Grey dengan kedua tangannya.
"Jujur aku merasa marah tetapi hanya sesaat saja sayang, saat mendengar kelanjutan cerita kamu soal kak Grace, saat mengingat Raja, aku pun mulai bisa memaafkannya." Lila tersenyum menatap suaminya penuh cinta.
"Terima kasih ya sayangku, sudah menjaga kepercayaanku, aku sangat mencintai kamu." Lila berinisiatif mencium bibir Grey, membuat Grey terlonjak kaget tetapi membuatnya bahagia setengah mati, Grey membalas ciumannya Lila, lama dan dalam ciuman penuh cinta mereka, membakar angin malam yang mengelilingi mereka saat ini.
Lila menarik bibirnya dari bibir Grey, masih memejamkan mata dan terengah karena gairah yang tiba tiba muncul diantara mereka berdua. Lila kembali duduk tegak dan memakai seat beltnya.
Grey pun paham, dan langsung memakai kembali seat beltnya. Secepat kilat melajukan mobilnya menuju ke rumah, sambil berkata "kita lanjutkan nanti di rumah ya sayang,
I Love You."
Lila tersenyum penuh cinta saat menoleh ke arah suaminya.
Sementara itu di dalam kafe, Grace masih memangku Raja yang tengah tertidur lelap. Grace masih mengingat wajah Grey, satu satunya cowok yang dia cintai selama ini. Kenapa tidak bisa dia milikki, kenapa tidak berjodoh. Grace kembali terisak pelan karena takut membuat Raja terbangun.
Besok kamu Sudah balik, kembali menjalani hari hari bahagiamu dengan isteri tercintamu. Kata Grace dalam hatinya.
Aku kembali sendirian, hanya bisa hidup dengan kenangan kita berdua, Aku akan selalu mencintai kamu Grey. Grace berkata pada dirinya sendiri sambil memainkan liontin kalungnya yang berbentuk G❤️G.
Kalung dengan liontin G❤️G adalah Kado ultah dari Grey, dulu semasa mereka masih duduk di bangku SMA
Grace tidak pernah sekalipun melepas kalung tersebut semenjak Grey memakaikannya, karena dengan memandang kalung tersebut, Grace otomatis teringat akan ciuman pertama mereka, ingatan akan ciuman pertamanya itu yang selalu bisa membuat Grace kuat menjalani pernikahan yang tidak pernah dia inginkan.
Suaminya kala itu juga tidak pernah bertanya dan tidak pernah mempermasalahkan kalung yang selalu dia pakai itu. Steve nama suaminya adalah laki laki yang kaku dan pendiam, jarang sekali bahkan hampir tidak pernah mengajak Grace mengobrol. Membuat Grace merasa semakin kesepian dalam pernikahannya
Apakah aku terlalu egois jika aku ingin merebut kamu dari isteri kamu Grey, apa aku bisa sejahat itu Grey. Aku memang gila karena terlalu mencintai kamu Grey. Grace mulai tersenyum penuh arti.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya readers, kasih like, vote,komen dan klik favorit. GBU all🤗🙏