Lila And Grey

Lila And Grey
Gilang mulai muncul



Upik melangkah masuk ke dapur dan berkata "ada tamu pak"


"Siapa?" tanya Grey.


"Pak Charlie dengan seorang cewek dan seorang anak kecil, cowok." kata Upik.


"Aaah, pasti Raja tuh" kata Lila sambil melangkah lebar menuju ke ruang tamu.


"Sayang, jalannya pelan pelan, ingat kamu lagi hamil" kata Grey sambil mengekor langkah istrinya.


Upik tersenyum dan langsung menuju ke teras belakang rumahnya Grey, untuk membersihkan kolam renangnya Grey.


"Anteeee Lilaaaa" Raja langsung berteriak dan menghambur masuk ke dalam pelukannya Lila.


Lila tertawa renyah dan menuntun langkah Raja untuk duduk kembali di atas sofa.


"Selamat pagi, Grey, Lila" kata Chef Charlie dan Geace secara bersamaan.


"Pagi, om" Lila dan Grey merespon ucapan selamat paginya Grace dan Chef Charlie secara bersamaan pula.


"Ada apa om?" tanya Grey sambil duduk di sampingnya Lila.


"Om mau minta pertolongan kamu Grey, emm, bisa kita bicara berdua aja?" tanya Chef Charlie sambil tersenyum.


"Oooo, oke, bisa om, kita naik yuk, ke ruang kerjaku!" kata Grey sambil berdiri dan beranjak naik ke lantai atas menuju ke ruang kerjanya.


Chef Charlie mengekor langkahnya Grey dan bertanya "lho, kok sepi, papa sama ibu kamu masih belum bangun ya?"


"Hahahaha, sudah bangunlah, sudah siang gini om, emm, papa sama ibu lagi keluar cari angin, heeee, pacaran lagi mereka" jawab Grey sambil membuka pintu ruang kerjanya dan mempersilakan om Charlienya untuk masuk ke dalam


Chef Charlie melangkah masuk dan menutup pelan pintu ruang kerjanya Grey.


"Silakan duduk, om" kata Grey sambil duduk di atas sofa mungil yang ada di sudut pojok ruang kerjanya.


Chef Charlie duduk di depannya Grey dan berkata "emm, aku langsung saja ya, apa benar kamu dulu pacarnya Grace?"


"Dari mana om tahu?" tanya Grey.


"Kemarin, mantan suaminya Grace menemui Grace, dia sadar kalau Raja anak kandungnya, dan ingin merebut Raja dari tangannya Grace"


kata Chef Charlie.


"Hah, lalu apa yang terjadi om?" tanya Grey,


"Dia ngajak duel om, tentu saja om yang menang hahahaha, dan dia mengatakan kalau dia cemburu dengan masa lalunya Grace. Saat dia menikah dengan Grace, emm, Grace masih terus mencintai kamu, dari situlah om jadi tahu, siapa nama mantan pacarnya Grace, heeee" Chef Charlie berkata sambil tersenyum menatap Grey.


"Itu masa lalu om, aku sudah lama melupakan Grace, kami nggak pernah saling kontak, nggak pernah ketemuan sejak Grace memutuskan hubungan kami, secara sepihak karena, dia dijodohkan sama orang lain." Kata Grey dengan sorot mata penuh kejujuran.


"Iya, om juga percaya sama kamu, om tahu benar watak dan karakter kamu cuma, om pengen tahu bagaimana karakternya Grace yang sebenarnya dari kamu karena, om sama Grace sudah jadian kemarin." kata Chef Charlie dengan senyum polosnya.


"Hah? aaahh, selamat ya, om" kata Grey dengan nada suara setengah bingung dan setengah kaget. Secara om Charlie dan Grace beda usianya sangat jauh, tapi ya, itulah cinta, mungkin om Charlie lah jodohnya Grace. Kata Grey di dalam hatinya.


"Hahahaha, om paham arti dari tatapan kamu saat ini, iya beda usia om dengan Grace memang sangat jauh, tapi entah kenapa setelah sekian lama, om akhirnya bisa move on dari bayang bayang ibu kamu" Kata Chef Charlie sambil tersenyum manis ke arah Grey.


"Aaah, benar kan feeling Grey kalau om itu ada rasa sama ibu" kata Grey sambil tersenyum lebar.


"Hahahaha, iya kamu benar, tapi sejak bertemu dengan Grace, om bisa merasakan cinta yang lain dan mulai move on dari ibu kamu" kata om Charlie sambil mengelus elus tengkuknya.


"Hahahaha, selamat ya om, emm, soal Grace, dia gadis yang baik, lembut, tapi jangan cemburu nih, kalau Grey katakan soal karakternya Grace, ke om" kata Grey.


"Hahahaha, om sudah nggak jamannya lagi buat cemburu cemburuan, lanjutkan nggak apa apa!" kata om Charlie sambil tertawa lepas.


"Ya, dia anaknya lembut, baik, tapi manja, kurang mandiri anaknya, dan lemot, hahaha maaf nih Grey katakan yang sebenarnya, emm satu lagi om, dia itu kalau pengen sesuatu selalu gigih untuk mendapatkannya" Kata Grey.


"Oooo, pantesan dia bisa sukses dengan bisnis es krimnya, ya" kata Chef Charlie.


"Hmm" sahut Grey.


Grey menutupi kejadian saat Grace nekat menggoda dia waktu itu, demi mendapatkan kembali cintanya. Ciuman maut yang dia dapatkan dari Grace, saat Lila terbaring koma, akan dia simpan untuk dirinya sendiri, sampai selama lamanya.


Lebih baik aku tidak katakan tentang kejadian itu ke om Charlie, lagian Grace juga sudah bertobat dan tidak mengulanginya lagi. Kata Grey di dalam hatinya.


"Aaahh, terima kasih banyak ya Grey, aku jadi semakin mantap untuk menikahi Grace" kata Chef Charlie.


"Grey ikut bahagia om, selamat ya, dan Raja?" tanya Grey.


"Waaah, hebat dong, lalu mantan suaminya Grace gimana om?" tanya Grey.


"Dia meragukan Raja selama ini karena, cemburu sama masa lalu kalian, lalu di saat dia ingin mengikat Grace lebih erat dengan seorang anak, dia malah divonis sama dokter kalau dia sulit untuk memiliki seorang anak, itulah kenapa saat Grace hamil dia menolaknya" kata Chef Charlie.


"Lalu, apa yang membuat dia kemudian tersadar kalau Raja itu adalah anak kandungnya?" tanya Grey.


"Dia menyuruh asistennya untuk mengambil sample rambutnya Raja secara diam diam, dan melakukan tes DNA. Dari situ dia tahu, kalau Raja adalah anak kandungnya" kata Chef Charlie.


"Berarti Raja sudah ketemu dong sama papa kandungnya?" tanya Grey lebih lanjut.


"Iya, tapi sejak Grace hamil enam bulan mereka kan sudah pisah rumah, dan saat Raja lahir, tidak lama kemudian mereka pun bercerai, maka Raja tidak mengenali papa kandungnya kemarin, bahkan Raja ketakutan, karena papa kandungnya mendorong mamanya sampai membentur tembok" cerita Chef Charlie panjang lebar.


"Kurang ajar bener tuh orang, tega menyakiti seorang wanita, apalagi itu mama dari anak kandungnya sendiri" kata Grey ikutan merasa geram.


"Makanya, om kasih dia banyak sekali tinju mautnya om, hahahaha" kata Chef Charlie ngakak.


"Bagus om" kata Grey.


"Lalu, selanjutnya bagaimana om?" tanya Grey.


"Om, habis ini mau ke rumahnya Grace, untuk menemui papanya Grace, emm, om akan langsung meminta Grace untuk jadi istrinya om" kata Chef Charlie.


"Waaahh om memang yang terbaik" kata Grey sambil tersenyum lebar.


"Iya, om pengen melindungi Grace dan Raja dari gangguan mantan suaminya Grace dan jalan satu satunya ya menikah" kata Chef Charlie.


"Grey dukung sepenuh jiwa dan raga om" kata grey sambil tersenyum lebar menatap Chef Charlie.


"Hahahaha terima kasih banyak ya" kata Chef Charlie.


Tiba tiba ponselnya Grey, bunyi.


"Maaf, Grey angkat telpon dulu ya, om" kata Grey.


"Silakan!" kata Chef Charlie.


"Greyson Adi Wijaya Simpsons" kata suara seorang cowok di seberang sana.


"Siapa kamu?" tanya Grey langsung mengernyitkan dahinya.


Chef Charlie pun langsung menegakkan badannya, saat dirasanya, ada sesuatu yang mengkhawatirkan, dilihat dari ekspresinya Grey.


"Hahahaha, kamu memang brengsek, tidak mengenali suara abang kamu sendiri" kata cowok tersebut.


"Mas Gilang?" tanya Grey dengan nada suara heran.


"Iya, benar, hahaha, pintar ya adik aku, hahahaha" jawab Gilang sambil ngakak di seberang sana.


"Ada apa mas?" tanya Grey dengan suara lembut dan hati hati, mencoba untuk tidak membuat mas Gilangnya emosi.


"Kamu datanglah ke alamat yang akan aku kirimkan via text sebentar lagi, dan aku juga akan kirim beberapa foto ke kamu, hahahaha, kamu cek ya, aku akan kirimkan sebentar lagi" kata Gilang dan langsung menutup sambungan teleponnya.


"Siapa?" tanya Chef Charlie mulai nampak khawatir.


"Kakak aku om, cucu dari pamannya ibu" jawab Grey.


"Aaah, sial, pamannya Ratih tuh sangat jahat dan kejam, apa cucunya juga sama?" tanya Chef Charlie semakin merasa khawatir.


Grey menganggukkan kepalanya dan terus menatap layar ponselnya, menunggu pesan text dari mas Gilangnya.


Ting


Pesan text pun masuk di ponselnya Grey.


Saat Grey membukanya, Grey langsung menatap layar ponselnya dengan tatapan nanar dan tidak percaya. Grey langsung membeku.


Chef Charlie meraih pelan ponselnya Grey untuk ikutan melihat apa yang dilihat Grey. Chef Charlie pun nampak kaget dan membeku.


Grey dan Chef Charlie kemudian secara bersamaan mengepalkan kedua tinjunya.


Mulai muncul kamu, mas, dan aku akan meladeni kegilaan kamu. Batin Grey penuh emosi.