
Lila kemudian bangkit berdiri dan langsung menuju pintu untuk keluar dari kamarnya. Grey dan ibu langsung bingung dan berkata secara bersamaan "kamu mau kemana ?"
Lila menghentikan langkahnya, menoleh ke belakang dan bekata "Lila mau berangkat kuliah, Lila ada jadwal jadi asisten dosen hari ini." Lila kembali melangkah keluar.
Grey langsung mengejar Lila dan menarik tangan Lila.
Lila menepis tangan Grey dan melotot ke arah Grey.
"Aaahh maaf aku tiba tiba memegang tangan kamu emm kamu sudah lulus kuliah sayang, eh Lila." ucap Grey sambil menatap Lila dengan tatapan sendu.
"Oooo terus kalau Lila sudah lulus kuliah Lila sudah kerja dong, Lila kerja dimana ?" kata Lila sumringah.
"Say emm Lila kamu sudah bekerja di kantorku tetapi selama satu Minggu ini kamu sudah aku ijinkan untuk cuti dulu." jawab Grey penuh kesabaran.
Ibu Ratih keluar dari kamar dan berucap "Iya nak, kamu masih belum sehat benar lagian sekarang kamu lagi hamil, istirahatlah dulu di rumah ya."
"Sebentar emm bagaimana bisa bos Lila adalah kamu eh anda ? dan anda tinggal satu atap dengan Lila dan ibunya Lila ? aaahhh kepala Lila sakit aahhh." Lila memegang kepalanya dan meringis kesakitan.
"Lila, jangan terlalu banyak berpikir dulu ya, kamu istirahat saja dulu ya." sahut Grey yang secara refleks langsung membopong Lila dan menaruh Lila di atas tempat tidur kembali lalu menyelimutinya, saat Grey secara spontan akan mencium kening Lila, Lila menahan bibir Grey dengan telapak tangannya.
"Mau apa ?" Lila melotot.
"Aaah nggak mau apa-apa kok, istirahatlah !" Grey berucap sambil beranjak pergi meninggalkan Lila dan menutup pintu kamarnya.
Grey memutuskan untuk mandi di kamar mandi yang ada di lantai bawah, dan baju gantinya sudah disiapkan ibunya di dalam kamar mandi tersebut.
Setelah selesai mandi, Grey lalu kembali menuju ke kamarnya untuk mengecek keadaannya Lila.
Ceklek
Lila sudah tertidur sangat pulas, Grey melangkah mendekati Lila dan duduk di tepi ranjang di sampingnya Lila. Grey menyibak rambut Lila yang menutupi wajah Lila dengan hati hati.
Grey mengelus pipi isterinya dengan lembut lalu mengelus perutnya Lila dan berkata lirih
"Ini papa nak, yang sehat ya kamu di dalam perutnya Mama, jangan bikin Mama kamu repot ya."
Grey menghela napas pelan dan terus menatap wajah isteri tercintanya. Grey mengecup kening Lila lalu beranjak pergi dari kamarnya menuju ke ruang kerjanya.
Selama empat jam lebih Grey menenggelamkan dirinya pada pekerjaannya. Sesaat dia lupa akan kesedihannya.
Tiba tiba Grey dikagetkan dengan nongolnya Lila secara tiba tiba di dalam ruang kerjanya.
"Sayang, Lila kangen sama kamu, kamu kok keluar kamar nggak bilang bilang, Lila cari di bawah kata ibu kamu ada di sini." Lila berucap sambil berlari dan langsung duduk di pangkuannya Grey.
Grey mengerutkan dahinya, masih menatap Lila dengan heran dan belum berani bertindak apa apa karena belum yakin akan keadaan yang sebenarnya terjadi saat ini.
"Sayang, kok diam ?" Lila berucap sambil merangkulkan kedua tangannya di leher Grey.
"Kamu tahu siapa aku ?" tanya Grey hati hati.
"Hahaha kamu jangan bercanda ya sayang, Lila nggak amnesia mana bisa Lila lupa sama suami Lila sendiri " kata Lila sambil mengusap lembut pipi Grey.
"Aaahh puji Tuhan kamu sudah kembali sayang, puji Tuhan penderitaan yang aku alami hanya hitungan menit saja." Grey langsung mencium lembut bibir Lila penuh kerinduan dan cinta.
Lila menarik bibirnya dari bibir Grey dan bertanya "Kembali darimana, aku nggak kemana mana kan ?"
"Nggak kamu nggak kemana mana aaah nggak usah dipikirkan sayang, aku punya kabar gembira buat kamu." Kata Grey sambil mencium pipi Lila.
"Apa ?" tanya Lila dengan mata berbinar binar.
"Kamu hamil sayang, kita sebentar lagi akan punya anak." Grey berucap sambil tersenyum penuh cinta dan kehangatan menatap ke dalam bola mata indah milik isteri tercintanya.
"Hah ? benarkah ?" kata Lila sambil tersenyum penuh kebahagiaan.
"Iya benar, emm sebentar ya aku mau menelepon mamanya Rio untuk membuat janji dengan beliau untuk memeriksakan kandungan kamu sayang." Grey berucap sambil meraih ponselnya dan memencet nomernya mamanya Rio.
Akhirnya Grey dan Lila bisa memeriksakan kandungannya Lila nanti sore.
Ceklek
Ibu Ratih pun masuk ke dalam ruang kerjanya Grey.
Lila langsung bangkit berdiri dari pangkuannya Grey dan menatap ibu mertuanya dengan penuh kebahagiaan lalu berkata "ibu tebak apa yang suami Lila bilang ?"
Ibu tampak bingung dan heran dan menatap Grey.
"Iya ibu, puji Tuhan Lila sudah ingat semuanya." jawab Grey merespon tatapan penuh tanya dari ibunya.
"Aaahh selamat ya Lila, puji Tuhan." Bu Ratih langsung melangkah mendekati Lila dan memeluk Lila dengan erat.
"Lila hamil Bu." kata Lila tanpa melepaskan pelukan ibu mertuanya.
"Selamat ya nak." ibu Ratih melepaskan pelukannya dan mengecup pipinya Lila.
"Aah Grey, di bawah ada Rio sama Melly pengen nengok Lila. Mereka terlalu khawatir jadi pas jam makan siang mereka memilih ke sini dulu, kelamaan kalau harus menunggu nanti sore katanya Rio tadi." Kata Bu Ratih sambil tersenyum.
"Baik, ayok sayang kita turun kita temui Rio dan Melly." kata Grey sambil menggenggam erat tangan Lila, sedangkan Bu Ratih melangkah mendahului Grey dan Lila dengan rasa penuh syukur akhirnya menantu kesayangannya sembuh dari amnesia.
Ibu Ratih melewati Rio dan Melly sambil tersenyum dan langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan makan siang .
Rio dan Melly langsung berdiri dengan wajah penuh kekhawatiran menatap Lila.
"Aahhh mbak Melly " Lila langsung memeluk Melly.
Melly dan Rio masih tampak bingung, karena tadi pagi Grey mengatakan kalau Lila amnesia dan sekarang kok bisa mengenali Melly.
Lila melepaskan pelukannya dan tersenyum penuh keceriaan menatap Melly.
"Hahaha aku paham kalian bingung, puji Tuhan Lila sudah sembuh, kalian lupa ya kalau Lila ku ini cat woman." kata Grey menjawab wajah penuh tanyanya Rio dan Melly sambil menarik pelan isterinya untuk duduk di sampingnya.
"Memangnya Lila sakit ya ?" tanya Lila bingung sambil menatap semuanya.
"Nggak sayang nggak ada yang sakit." Sahut Grey.
"Aaahh puji Tuhan " Rio dan Melly berucap secara bersamaan lalu duduk kembali.
"Aku hamil mbak." Kata Lila sambil mengusap usap perutnya.
"Waaahhh selamat ya mbak Lila." kata Melly tersenyum penuh sayang menatap Lila.
"Selamat ya Grey, Lila, jangan terlalu sering membatin aku ya Lil, entar anak kamu mirip aku lho hihihi " Rio berkata sambil menatap Grey dengan tatapan usilnya.
"Enak aja, anak gue ya mirip gue lah, gantengnya, pintermya, kerennya, gagahnya dan..............
"Kolotnya, cerobohnya." tambah Rio.
"Mau mati kamu ya bro." kata Grey sambil mendengus kesal.
Lila, Melly dan Rio pun tertawa terbahak bahak. Tiba tiba Lila menghentikan tawanya dan berkata ke Rio "kak, coba kakak tertawa lagi yang lebar."
Rio bingung menatap Lila dan bertanya "Mana bisa tertawa kalau sudah nggak ada yang lucu Lil ?"
"Tolong kak, nggak tahu kenapa kok Lila jadi senang banget ya waktu Lila tadi melihat lesung pipitnya kak Rio." kata Lila santai, tanpa menyadari kalau suaminya spontan merasa kesal dan cemburu mendengar Lila berkata seperti itu.
Melly langsung merespon "Itu namanya ngidam pak Grey, pak Grey nggak usah kesal. Orang hamil itu ngidamnya memang aneh aneh, pak Grey harus siap dengan bermacam macam kejutan nanti."
"Kok kamu tahu, kamu belum pernah hamil kan ?" tanya Rio langsung menoleh ke Melly.
"Hahaha ya tahu lah lewat cerita maminya Melly, lewat buku, lewat internet. Tahu soal kehamilan itu nggak harus pernah hamil kan." kata Melly panjang lebar.
"Syukurlah aman berarti kalau kamu belum pernah hamil." kata Rio santai yang langsung mendapat cubitan dari Melly di pipinya.
"Kak, ayok senyum atau tertawa please Lila pengen lihat lesung pipitnya kak Rio." Kata Lila kembali merengek.
"Aaahhh hahahaha." Rio langsung merasa serba salah saat melihat tatapan penuh kecemburuan dari Grey yang mengarah tepat padanya.
"Sayang, jangan gitu dong kak Rio nggak jadi kasih Lila lesung pipitnya tuh, yang pengen nih anak kamu bukan Lila, kalau mau protes nih protes sama anak kamu nih." kata Lila sambil meraih tangan Grey dan di taruh di atas perutnya.
"Huuufttt sabar Grey sabar, ok bro tunjukkan lesung Pipit mu." Grey akhirnya mengalah.
Melly mengulum bibirnya menahan tawa melihat tingkah bosnya yang menahan cemburu, Lila yang antusias banget pengen lihat lesung pipitnya Rio dan ayang Bebebnya yang nampak salah tingkah.
Rio akhirnya menunjukkan lesung pipitnya dengan canggung sambil mengelus elus tengkuknya sendiri.
"Mbak Melly maaf ya, emm sayang maaf juga heee Lila boleh menusuk lesung pipitnya kak Rio pakai jari telunjuknya Lila ?" Lila berkata sambil meringis.
Aaahhh bisa mati nih gue. Batin Rio serba salah.
"Boleh." Jawab Melly.
"Nggak boleh" Jawab Grey.
Rio hanya tersenyum sambil menggaruk nggaruk kepalanya. Aaahhh kenapa juga ya gue punya lesung pipit.