
Satu Minggu kemudian
Persiapan pembukaan hotel barunya Greyson Adi Wijaya Simpsons telah dimulai.
Semua mendapatkan undangan secara resmi dari Grey. Papa dan Ibunya, Om Charlie, Melly sekeluarga karena, papinya Melly sangat nge-fans sama Grey dan ingin sekali untuk datang menghadiri pembukaan perdana Hotel barunya Grey akhirnya, Grey pun mengundang beliau. Tidak lupa, Grey juga mengundang Om Arkan dan Tante Florence, papa dan mamanya Rio. Dave juga nampak di antara para tamu undangan.
Ibu dan Ayahnya Lila juga nampak hadir, duduk di deretan kursi paling depan.
Grey merangkul mesra bahunya Lila saat duduk di baris terdepan deretan kursi untuk para tamu undangan. Grey mengundang beberapa stasiun TV untuk meliput pembukaan hotel barunya ini.
Rio masih tampak sibuk mempersiapkan semuanya.
Sebelum jamuan makan, akan diadakan sesi wawancara dengan sang pemilik Hotel The Rain. Grey akhirnya memakai nama The Rain untuk hotel barunya. Pak Edward bangga dan bahagia bukan main melihat kesuksesan putranya, juga merasa sangat tersanjung dan terharu saat, Grey mengatakan kalau nama Hotel barunya adalah Hotel The Rain.
Akhirnya tiba saatnya untuk memulai sesi wawancara. Greyson Adi Wijaya Simpsons melangkah naik ke podium dengan gagahnya.
Semua tamu yang hadir saat ini menatap Grey dengan tatapan mata kagum akan kegagahan dan ketampanannya Grey.
Lila tersenyum bahagia menatap Grey, suami yang sangat dia cintai tengah, melangkah menuju ke atas podium.
Grey langsung duduk dengan sangat eloknya di atas sebuah kursi yang sudah disediakan.
Di sebelah kirinya Grey, sudah duduk seorang reporter cewek yang sudah siap untuk mulai mewawancarai Grey.
Setelah mengucapkan beberapa kata pembuka dan basa basi sebentar, mulailah sang reporter mengajukan beberapa pertanyaan kepada Grey terkait dengan hotel barunya.
"Maaf, saya langsung saja bertanya, apa konsep dari hotel bapak ini dan kenapa namanya The Rain?" tanya sang reporter.
"Saya bikin hotel di kota S ini karena, saya mempunyai keinginan untuk memberikan penginapan yang nyaman, dengan harga yang bersahabat, memberikan pelayanan yang mewah dengan harga terjangkau bagi para wisatawan menengah ke bawah" jawab Grey santai.
"Saya melihat kalau di kota S belum ada hotel yang terjangkau harganya, tapi fasilitasnya setara dengan hotel berbintang lima, Semua hotel di kota S ini, mewah dan berbintang lima dengan harga sewa yang gila gilaan. Itulah kenapa saya mencoba untuk membangun hotel ini. Untuk membantu para wisatawan menengah ke bawah agar bisa beristirahat dengan nyaman dengan harga yang terjangkau" tambah Grey.
"Dan kenapa namanya The Rain karena, makna dari The Rain sendiri, saya sangat menyukainya, nama itu saya dapat dari papa tercinta saya, yang sudah terpisah dari saya selama puluhan tahun, dan sekarang beliau sudah berada di samping saya lagi, saya sangat bersyukur untuk itu, Grey sangat mencintai papa" kata Grey sambil menatap penuh kasih papanya, yang duduk di deret depan menghadap ke podium.
Tanpa sadar Pak Edward menitikkan air matanya.
Bu Ratih yang duduk di sebelahnya pak Edward, langsung mengusap pelan pipi mas Edwardnya yang mulai basah kena air mata.
Bu Ratih juga ikutan terharu, begitu juga Lila, Rio, Melly, dan kedua orang tuanya Rio, juga besannya Bu Ratih.
Semua tamu yang hadir pun langsung bertepuk tangan mendengar ucapannya Grey. Semua tamu yang hadir ikutan merasakan haru bahkan beberapa ada yang menitikan air matanya.
"Saya ikutan bersyukur pak Grey bisa berkumpul kembali dengan papanya pak Grey, maaf saya kembali bertanya, apa makna dari kata The Rain?" tanya reporter cewek tersebut.
"Papa saya sangat menyukai hujan, waktu saya masih kecil, papa mengajak saya bermain main di tengah hujan, Ibu saya protes waktu itu, hahahaha biasa kekhawatiran emak emak, takut kalau anaknya main di tengah hujan maka, akan masuk angin, jatuh sakit " jawab Grey sambil menatap Bu Ratih penuh cinta.
Bu Ratih tersenyum bahagia membalas tatapan matanya Grey.
"Lalu?" tanya reporter cewek tersebut.
"Lalu, papa saya menjawab, hujan itu membawa kebaikan karena, di dalam hujan, kita bisa melepaskan semua rasa kita, entah itu capek, amarah, tangisan, sesal, kecewa, cinta, dan bahagia, tanpa kita perlu merasa malu" jawab Grey.
Kembali tepuk tangan bergemuruh dari para tamu undangannya uang hadir.
"Ya, papa saya benar, di dalam hujan kita bisa bebas mengekspresikan semua rasa yang kita punya" tambah Grey.
"Itulah kenapa saya memberi nama Hotel ini The Rain, selain untuk menghormati papa saya yang sangat menyukai hujan, saya juga berharap Hotel ini bisa menjadi tempat bagi para pengunjung untuk meluapkan semua rasa yang mereka punya " ucap Grey sambil tersenyum dengan sangat tampannya, menatap ke arah kamera lalu, menatap ke seluruh tamu undangan yang hadir.
Kembali tepuk tangan yang sangat meriah terdengar bergemuruh di dalam salah satu aula yang ada di dalam Hotel The Rain.
"Anda masih muda, tampan, dan sukses, pasti banyak cewek cewek yang mengidolakan anda saat ini, maaf dengar dengar anda sudah menikah dan usia pernikahan anda baru sekitar enam bulan, apa benar pak?" tanya reporter tersebut.
"Iya benar " jawab Grey sambil menatap Lila penuh cinta.
"Waaahhh hari patah hati sedunia dong hari ini" kata reporter tersebut sambil tersenyum lebar menatap ke arah kamera.
Grey hanya tersenyum menanggapi ucapannya reporter cewek itu.
"Maaf saya ajukan pertanyaan lagi boleh pak?" tanya si reporter dengan sangat hati hati.
"SIlakan!" jawab Grey.
"Bolehkah kita tahu, siapa nama istri anda?" tanya si reporter sambil tersenyum menatap Grey.
Waahhh, tampan sekali pak Greyson Adi Wijaya Simpsons ini, sayangnya beliau sudah menikah, hiks hiks hiks. Batin si reporter, saat dia menatap Grey yang tengah tersenyum menanggapi pertanyaannya.
"Nama istri tercinta saya Lila Putri Cantika, sesuai dengan namanya, dia unik dan cantik, dan saya sangat mencintainya" jawab Grey yang langsung menatap Lila dan memberikan senyuman paling kerennya kepada Lila.
Lila langsung tersenyum dan merona malu mendengar ucapan suaminya.
Ibu dan Ayahnya Lila, menatap menantunya dengan rasa syukur.
"Maaf, apa istri anda hadir di sini pak ?" tanya si reporter.
"Iya, dia selalu mendampingi saya, kemana pun saya pergi " jawab Grey sambil terus menatap Lila.
"Boleh, kita undang istri bapak, emm Ibu Lila untuk naik ke sini?" tanya si reporter.
"Boleh aja, tapi kalian tanya dulu sama istri saya, bersedia tidak dia naik ke sini ?" jawab Grey.
"Maaf, Ibu Lila, bersediakah anda naik ke sini dan duduk di sampingnya pak Grey?" tanya si reporter yang bisa langsung menemukan dimana Lila duduk, dengan cara mengikuti arah pandangannya Grey yang tidak pernah lepas dari isterinya.
Lila kaget dan bingung menanggapi undangannya si reporter yang, secara tiba tiba meminta dia untuk naik ke podium dan duduk di sampingnya Grey, menghadap kamera, dan dilihat oleh seluruh masyarakat Indonesia.
"Naiklah nak, nggak usah malu, kamu cantik dan sempurna malam ini!" bisik Bu Ratih di telinganya Lila.
"Baik Bu " Lila pun bangkit berdiri, tersenyum dengan sangat cantik, lalu melangkah untuk naik ke podium.
Grey secara spontan bangkit berdiri dari duduknya, melangkah lebar menghampiri Lila untuk, membantu Lila naik ke podium.
Grey lalu merangkul bahunya Lila dan mengajak Lila untuk duduk di atas kursi yang telah tersedia.
"Waahhh anda membuat semua perempuan di seluruh Indonesia iri nyonya, pak Grey sangat perhatian dan menyayangi anda, sampai sampai tadi pak Grey langsung menjemput anda dan membantu anda, naik ke sini" kata si reporter sambil tersenyum dengan sangat manisnya menatap Lila dan Grey.
Lila hanya diam dan tersenyum malu menanggapi ucapannya si reporter.
"Iya, wajar kalau saya khawatir dan langsung berdiri untuk membantu istri saya pas naik ke sini tadi, karena istri saya sedang hamil saat ini " jawab Grey sambil tersenyum dan mengusap usap pelan bahunya Lila.
"Ini Lila Putri Cantika, istri saya, sangat cantik, kan?" kata Grey sambil tersenyum lebar dan mengelus elus bahu istrinya.
"Waaah selamat untuk kalian berdua, semoga bayi yang anda kandung dan mamanya selalu sehat, sampai waktunya melahirkan nanti ya, mari kita doakan bersama para pemirsa, dan iya benar kata pak Grey, istri pak Grey sangat cantik" kata si reporter sambil menatap ke arah kamera.
"Maafkan suami saya kalau terlalu berlebihan memuji istrinya" sahut Lila sambil tersenyum dengan sedikit malu.
"Anda memang sangat cantik kok bu Lila, benar kata pak Grey, semua pemirsa pasti juga berkata seperti itu " kata si preporter sambil tersenyum manis menatap Lila.
"Saya sangat mencintai istri dan calon anak saya dan saya akan melakukan apa saja untuk membuatnya selalu tersenyum dengan sangat cantik seperti saat ini" kata Grey sambil mengelus elus bahunya Lila dan menatap Lila.
Lila tersenyum dan semakin merona karena malu.
"Waaahh meleleh nih hati saya pak Greyson Adi Wijaya Simpsons, semoga anda beserta isteri selalu sehat ,bahagia, dan sukses selalu. Juga untuk Hotel The Rain semoga jaya terus ke depannya" kata si reporter yang lalu mengucapkan epilog, untuk menutup sesi wawancara tersebut.
Semua tamu undangan kembali bertepuk tangan sambil bangkit berdiri, memberikan dukungan untuk Greyson Adi Wijaya Simpsons dan Hotel The Rain.