
Beberapa hari ini Lexa melakukan kesibukan baru. Dia mendadak menjadi ketua EO acara konser dandut dengan judul 'King Dangdut' karena penyanyinya pria semua.
Beberapa hari ini juga Zion uring-uringan. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga buat Zion. Lain kali, dia harus lebih berhati-hati saat ingin menyampaikan keingijannya yang tidak biasa kepada Lexa, karena keinginannya bisa lebih berbahaya jika sudah berpindah tangan menjadi keinginan Lexa. Bayangkan saja, seorang CEO terkenal sepertinya harus menyanyi dan berjoget dangdut, bukan hanya di depan istrinya, tapi dalam sebuah konser yang akan diadakan di hotel mewah.
Rasanya Zion ingin kabur!
Istrinya itu jika sudah menginginkan sesuatu, maka akan dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan atas usahanya sendiri. Dia sudah meminta designer terkenal untuk membuat kostum yang akan digunakan oleh sepuluh pria itu. Bahkan Lexa juga menyarankan pada mereka untuk privat cengkok dangdut. Yang benar saja!
Lalu bagaimana kabar David cs?
Mereka sama seperti Zion, ketakutan.
Yosuke, satu-satunya yang bukan CEO ataupun asisten sepertinya malah harus berkonsultasi dengan psikiater untuk menghilangkan kepanikan ini, padahal dirinya sendiri seorang psikiater terkenal.
Lalu Hannie?
Dia malah kegirangan, memuji kejeniusan Lexa akan ide konser dangdut ini, bahkan setiap hari dia tertawa membayangkan acara itu.
Kenapa tidak ada yang menolak? Tentu saja mereka menolak, namun tiba-tiba perut Lexa keram dan harus dirawat di rumah sakit selama dua hari.
Untung saja tidak ada yang tahu ide awal semua ini bersumber dari Zion. Andai mereka tahu, sudah bisa dipastikan kesembilan pria lainnya akan membantai dia habis-habisan tanpa ampun.
Di sinilah Lexa berada, di ballroom hotel tempat acara akan diadakan besok. Dekorasi dengan warna kuning (entah kenapa Lexa memilih warna kuning) menghiasi ruangan. Kursi-kursi dan meja-meja sudah ditata dengan rapih.
Yang menjadi tamu undangan sebenarnya hanya keluarga inti saja, karena kedua orang tua Lexa merupakan anak tunggal begitu juga dengan kedua orang tua Zion, merupakan anak tunggal. Jadi para om, tante dan sepupu mereka tidak memiliki hubungan darah yang begitu dekat karena memiliki kakek nenek yang berbeda.
Sepuluh pria itu harus menghapal dan menyanyikan beberapa lagu, mereka juga harus menyanyikan lagu tambahan pilihan mereka sendiri. Benar-benar niat Lexa, itu.
Hari H
Zion bolak-balik ke kamar kecil karena grogi.
"Beb, batalin aja ya, jangan minta yang aneh-aneh dong, Beb!"
"Ck, ini tuh buat melatih kepercayaan diri kalian dan kemampuan kalian. Lagian kan yang nonton hanya kakek nenek kita dan orang tua kita. Tadinya aku mau ngundang sahabat-sahabat kamu, loh, biar lebih rame. Eh, apa aku kasih tahu saja, ya, sekatang?"
"Jangan!"
Zion langsung menolak mentah-mentah keinginan Lexa. Matanya melirik di tiap sudut ruangan. Ada kamera yang sudah dipasang untuk mereka konser. Para kru dan pelayan juga sudah disuruh tutup mulut untuk tidak menyebarkan apalagi memposting acara ini. Jika ada yang melakukannya, maka sudah pasti orang itu akan dituntut oleh sepuluh pria itu. Sedangkan jika Lexa yang mempostingnya, mereka hanya bisa pasrah dan memasang muka tembok pada orang-orang.
Acara dimulai. Para orang tua sudah menahan tawa akan penampilan pria-pria itu.
Lagu pertama dinyanyikan oleh David.
"Pandangan pertama awal aku berjumpa ... "
Suara tepuk tangan bercampur tawa memenuhi ruangan. Bahkan MC dan kameramen pun harus menunduk dalam-dalam, takut dibilang tidak sopan karena sudah menertawakan sang artis dadakan.
"Pandangan pertama awal aku berjumpa ... "
Hannie membenamkan wajahnya di pundak Lexa. Kakak tersayangnya itu benar-benar lucu. Nyanyi dangdut, tapi boro-boro cengkok dangdut yang keluar, yang ada malah kaya penagih hutang.
Para pemain musik juga harus berhati-hati agar tidak salah memainkan musik gara-gara gagal fokus.
Kini tiba giliran Zion ...
Jreng jreng jreng ... mungkin seperti itulah backsound kepanikan Zion.
Musik mulai mengalun ... dia diam, lupa sama lirik lagunya.
Lalu ...
"Mama bolo-bolo ... papa bolo-bolo ... mama bolo papa bolo ... "
Lexa langsung tertawa ngakak sambil memegang perutnya. Sudah jelas musik yang dimainkan adalah lagu begadang milik Rhoma Irama, tetapi malah kenapa jadi lagu anak-anak jaman dulu. Musik langsung berubah haluan, mengikuti keinginan Zion.
Tapi ...
Sepertinya Zion juga tidak hapal dengan lagu itu.
Ck, benar-benar kacau.
"Beb, sudah dong jangan ketawa gitu!"
Zion menghentak-hentakkan kakinya di lantai bagai bocah yang menggemaskan.
Jangankan Lexa, orang tuanya Zion saja, tidak berhenti tertawa dengan aksi konyol putra mereka yang selama ini terlihat berwibawa.
Lalu sekarang giliran Kenzo.
" ... Sakitnya tuh di sini ... "
Hannie dan Lexa saling melakukan tos, bukan karena penampilan Kenzo keren, tapi karena lucu. Kenzo yang merupakan orang Jepang, untuk pertama kalinya menyanyikan lagu dangdut yang aslinya dinyanyikan oleh penyanyi wanita, sudah pasti lucu.
Satu demi satu mereka tampil, tapi tidak sejauh ini belum ada yang normal, semuanya kacau. Selanjutnya mereka duet dan menyanyikan lagu pilihan mereka.
David vs Zion
"Bang Toyib ... Bang Toyib ... kenapa tak pulang-pulang, anakmu ... anakmu ... panggil-panggil namamu ... "
Sepertinya setelah ini Lexa harus memeriksakan kandungannya, karena sering terguncang akibat tawa hingga menangis.
Dia dan Hannie benar-benar senang dengan penampilan Zion dan David juga yang lainnya, meskipun kacau namun sangat menghibur.
Untuk kakek nenek dari Zion dan Lexa, mereka juga sangat terhibur. Di usia yang sudah tua namun masih sangat sehat dan kuat ini, mereka bisa melihat kelucuan pria-pria yang mememiliki profesi bagus.
Sayang saja, para kru tidak diizinkan mengunggahnya atau menyiarkannya secara langsung di televisi, mereka pasti akan mendapatkan penonton yang membludak. Mungkin video ini akan menjadi koleksi favorit Lexa dan akan ditunjukkan pada anak cucu mereka nanti. Senyum merekah hadir di wajah cantiknya membayangkan hal yang masih sangat lama terjadi itu.
Harus diakui kehamilan Lexa ini membuat hubungan David dan Zion semakin dekat. Meskipun mereka bersaing dalam hal bisnis dan pernah ingin saling menjatuhkan perusahaan masing-masing karena salah paham akibat Tiara, tapi sebenarnya hubungan keduanya sangat unik. Mereka tidak pernah saling fitnah, adu jotos, bermain licik atau apapun.
Zion juga sebenarnya sangat berterima kasih pada David cs, karena merekalah yang menyelamatkan Lexa dan menjaga Lexa di Jepang. Tanpa mereka, entah bagaimana nasib Lexa sekarang. Yang Zion rasakan pada David adalah cemburu dan iri. Iri karena David bisa menghabiskan waktu selama lima tahun lebih di Jepang.
Lexa dan Hannie sudah tidak sanggul lagi menahan tawa yang sulit untuk berhenti. Mungkin saja nanti malam mereka akan mengompol karena kebanyakan tawa.