
Seperti yang dikatakan oleh Lexa, lagu yang dinyanyikan oleh Bian menjadi laris manis. Bukan hanya karena lagunya yang bagus, tetapi karena video clipnya yang menggemparkan netizen. Bian menjadi penyanyi yang akhirnya mendapat penghargaan di music award.
Penyanyi pria terbaik
Video clip terbaik
Penyanyi termahal
Lagu yang paling banyak direquest di semua saluran radio
Dan sebagainya
ELF pun tak kalah, para pecinta fashion semakin tergila-gila dengan produk ELF. Harga saham semakin meningkat dan masuk dalam jajaran perusahaan baru yang mendulang sukses.
Setiap hari ada saja yang menyanyikan lagu milik Bian itu, videonya juga sering ditonton oleh netizen.
Banyak yang bertanya seperti ini ... itu couple dibayar berapa, ya?
Lagu milik Bian juga menduduki peringkat nomor satu hingga selama ini.
☆☆☆
Kondisi David cs akhir-akhir ini menurun, mungkin karena mereka sering keluar negeri untuk perusahaan pribadi mereka dan TLV. Bahkan David dan Samuel sampai dirawat di rumah sakit.
Lepas dari David dan Samuel, lalu Aron dan Malvin yang dirawat.
"Bagaimana keadaan kalian?" tanya Lexa yang mencemaskan sahabat-sahahatnya.
"Sudah lebih baik."
"Sebaiknya kamu jangan dekat-dekat kami dulu, Xa."
"Kenapa?"
"Aku takut penyakit kami ini menular. Pulang dari luar negeri kami malah sakit bersamaan."
"Tapi kan ... "
"Kamu pulang saja. Kita bisa komunikasi lewat video call."
"Tapi ... "
"Sudah, Xa. Yang masih sehat harus tetap sehat, yang sakit harus cepat sembuh."
Lexa merasa prihatin dengan sembilan pria itu. Hannie juga sudah kelihatan pucat, karena kelelahan mengurus baby Kai, Kenzo dan David dibantu oleh Lexa. Zion sendiri juga setiap hari harus minum vitamin meskipun dia tidak sakit.
Zion menyuruh anak buahnya berjaga di depan pintu kamar rumah sakit itu. Menjadi pengusaha tidaklah mudah, ada saja orang yang ingin menghancurkan. Apa mungkin ada yang meracuni mereka? Namun dokter menyatakan tidak ada masalah.
Mungkin kah ini penyakit menular yang belum diketahui oleh tim medis?
Mereka akhirnya memutuskan akan tinggal di mansion milik David, agar memudahkan para dokter untuk memeriksa mereka dan bisa saling menjaga. Tidak enak rasanya berlama-lama tidur di rumah sakit tanpa tahu kapan akan keluar.
Makanan dan minuman mereka diuji dulu dengan alat pendeteksi racun. Uang paling cemas dengan keadaan mereka tentu saja Lexa. Bagaimanapun bagi Lexa, mereka adalah saudaranya, kakak laki-lakinya.
Lexa diam-diam menyuruh anak buahnya menyelidiki semua yang terjadi di luar negeri, hingga menyebabkan mereka seperti ini.
"Sudah, Beb, jangan sedih terus nanti kamu jadi ikut sakit."
"Lihat saja, kalau sampai aku tahu siapa yang menyebabkan kalian seperti ini, akan aku hancurkan orang itu sampai ke akar-akarnya." Lexa mengepalkan tangannya.
"Kamu dan Zion juga harus hati-hati!"
"Kalau memang ini racun, racun apa yang digunakan dan siapa pelakunya?"
"Apa kalian punya musuh yang sama?"
"Ada juga, sih."
"Dalam urusan bisnis, tentu kami (Davi, Kenzo, Kenzi, Ryu, Samuel, Malvin, Andre) punya. Lalu Yosuke mungkin ada sejak berdirinya TLV begitu juga Hannie."
"Kalau urusan pribadi kemungkinan Kenzo dan Kenzi juga ... " menunjuk empat orang lagi yang memiliki hubungan keluarga. David dan Hannie saling memandang, begitu juga dengan Samuel dan Malvin yang merupakan sepupu.
"Apa ini masalah pribadi (keluarga) atau masalah persaingan bisnis?"
"Aku rasa orang itu bermasalah dengan kita semua."
"Tapi siapa?"
Mereka terdiam ...
"TIARA!"
Secara reflek Zion langsung memeluk Lexa. Tidak akan dia biarkan siapapun menyakiti Lexa. Dia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi salah satu anak buahnya.
Zion langsung mematikan teleponnya setelah mendapat jawaban dari anak buahnya.
"Kami juga akan menyuruh anak buah kami untuk ikut membantu."
David dan yang lain langsung menghubungi anak buah masing-masing.
"Tiara masih ada dalam penjara, dan mata-mataku mengatakan tidak ada yang membesuknya."
"Bisa saja diam-diam dia masih berhubunfan dengan orang luar. Jangan lupa betapa liciknya wanita itu."
"Kita juga masih belum tahu siapa ayah dari anaknya."
"Beb, pokoknya kamu mulai hari ini enggak boleh keluar rumah, apalagi tanpa aku."
Zion kembali ketakutan mengingat Lexa sudah sering mengalami banyak kejadian yang hampir merenggut nyawanya.
Zion dan Lexa kembali ke mansion mereka, sedangkan yang lain termasuk keluarga kecil Hannie tetap tinggal di mansion David.
Zion kehilangan fokus saat teringat Tiara.
Kalau sampai terjadi sesuatu pada Lexa, aku bersumpah akan membunuhnya dengan tanganku sendiri. Bahkan aku akan membunuh anaknya juga!
☆☆☆
Kondisi yang naik turun membuat pekerjaan juga terganggu. Mereka bekerja dari rumah. Setiap hari para bodyguard memberikan informasi bahwa keadaan aman terkendali. Tidak ada orang atau kegiatan yang mencurigakan.
Lexa terus memantau sahabat-sahabatnya baik secara langsung atau tidak. Zion juga sudah mulai menurun kesehatannya. Sepertinya penyakit itu memang menular.
Hueekk ... hueeekkk ...
Zion terus muntah-muntah, membuat Lexa semakin panik.
"Kok kamu jadi ikut-ikutan sakit gini, sih?"
"Beb, kita untuk sementara waktu ini pisah kamar saja deh. Aku takut nanti kamu ketularan. Masa iya kita berdua belas sakit barengan gini."
Zion melihat wajah Lexa yang juga sedikit pucat.
"Kamu sudah minum vitamin belum, Yang?"
Lexa mengangguk. Sample darah sahabat-sahabatnya akan keluar besok, dan Lexa berharap mereka semua baik-baik saja.
Makan siang hari ini koki membuatkan sop jamur. Mereka makan hanya sedikit. Zion yang tidak nafsu makan karena sakit, sedangkan Lexa yang tidak nafsu makan karena cemas dan setres.
Di mansion David
"Bagaimana kondisi kalian?" tanya Kenzi.
"Sedikit lebih baik setelah minum vitamin dari Zion," jawab Ryu.
"Ck, harus aku akui, orang yang membuat kita seperti ini sangat hebat."
"Benar. Dia bekerja dengan sangat rapih tanpa meninggalkan jejak."
"Jika memang ini ada hubungannya dengan Tiara, kita harus bertindak cepat."
"Aku sudah membawa stok vitamin yang banyak untuk kalian. Bahan-bahan makanan yang dikirim juga sudah terjamin."
"Bagaimana dengan Lexa?"
"Sampai saat ini dia masih sehat walaupun sedikit pucat. Aku melarang ke sini."
"Lexa itu setia kawan. Melihat kami yang seperti ini dia pasti tidak akan tinggal diam."
"Hannie dan Yosuke sudah ambil cuti dari rumah sakit sampai keadaan kita semua membaik."
"Sebelum Lexa sakit, sebaiknya dia juga diperiksa."
"Lexa itu paling tidak suka diperiksa oleh dokter kalau dia merasa kondisinya baik-baik saja."
"Apa ada pihak luar yang tahu kondisi kita?"
"Tidak ada."
"Pihak dokter dan rumah sakit juga tidak akan pernah berani membocorkan. Selain karena kode etik, mereka juga pastinya sangat takut dengan kita berdua belas."
"Terutama Lexa yang bermulut pedas dan kejam."
Mereka terkekeh, masih sempat-sempatnya membicarakan keganasan Lexa yang memiliki sifat unik.