ARROGANT WIFE

ARROGANT WIFE
48 MEMULAI HIDUP BARU DAN MISI BALAS DENDAM



Lexa sudah bisa mengenali David, Hannie, Kenzo, Kenzi, Yosuke, Ryu, Andre, Samuel dan Malvin. Hanya saja Lexa masih takut pada mereka.


Ya, wajar saja. Zion yang sudah lama dikenalnya saja bisa berbuat jahat seperti itu padanya.


Lexa juga masih bermimpi buruk setiap malam dan menangis sendirian. Badannya sudah semakin kurus. Tidak ada lagi keceriaan dalam dirinya.


Hari ini Lexa dan Hannie mulai kuliah dengan bantuan Kenzo dan Kenzi.


Lexa mengambil jurusan yang sama dengan David, Kenzo, Kenzi dan Samuel. Sedangkan Hannie mengambil jurusan kedokteran.


Hal itu memudahkan David dan kawan-kawan untuk menjaga Lexa. Lexa akan diantar sampai kelasnya lalu dijemput saat gadis itu selesai. Lexa selalu memeluk Lengan Davjd dengan erat saat mereka berdua berjalan. Menandakan kalau gadis itu selalu ketakutan dengan orang-orang di sekitarnya. David juga memberikan Lexa dan Hannie jam tangan yang sudah dipasangi dengan GPS. Mereka hanya ingin belajar dari pengalaman.


☆☆☆


Orang-orang yang melihat Lexa selalu di kawal oleh para bodyguard keren merasa bingung dan iri. Sebelumnya memang banyak yang sudah mengenal David cs, lalu muncullah Lexa yang berwajah cantik juga Hannie.


Lexa yang sebelumnya sangat ramah dan bersahabat, mudah bergaul kini berubah 180 derajat. Dia selalu menaruh curiga pada laki-laki. Pendiam tapi juga galak bila merasa terganggu.


Tidak pernah tersenyum dan berbicara hanya seperlunya saja pada orang-orang kecuali pada sahabat-sahabatnya. Itu pun harus dengan proses yang panjang dan pendekatan yang sulit dengan dibantu oleh psikolog dan psikiater yang sampai sekarang masih membantu pengobatan Lexa.


Tidak terasa hampir satu tahun setelah kejadian itu. Lexa merasa gelisah di dalam kamarnya. Badannya sudah menggigil. Dia meringkuk ketakutan.


Hannie membuka pintu kamar Lexa dan mendapati sahabatnya itu sedang menangis. Hannie langsung memeluk Lexa untuk memberikannya ketenangan.


Malam ini tepat satu tahun.


Lexa kembali berteriak histeris. Yang lain sudah berusaha menenangkannya. Ibunya Yosuke juga sudah datang. Dia menyuntikkan obat penenang pada Lexa karena gadis itu tidak berhenti berteriak hingga suaranya serak dan wajahnya pucat pasi. Lexa bahkan sempat melukai dirinya sendiri.


Sepuluh orang berusaha menenangkan satu wanita, terlihat mudah namun ternyata sangat sulit. Emosi Lexa tidak terkendali. Dia menendang, memukul, melempar apa saja yang ada di sekitarnya.


Tiga hari setelah itu Lexa kembali tenang.


☆☆☆


Lexa membujuk David untuk memiliki perusahaan sendiri. Dia juga mengenalkan David pada rekan bisnis keluarganya. Lexa melarang ayah dan bundanya untuk mengunjunginya ke Jepang dengan alasan ingin mandiri. Padahal dia sangat takut jika kedua orang tuanya itu membahas tentang Zion.


Mengingat nama Zion saja sudah kembali membuat Lexa histeris dan lagi-lagi mereka akan kesulitan menenangkan Lexa.


Tidak boleh ada yang menyebut nama Zion!


Tidak boleh ada yang mengingatkan Lexa dengan Zion!


☆☆☆


Akhirnya David mendirikan perusahaan sendiri. Tujuannya hanya satu, ingin menghancurkan Zion. Dia bersama yang lain mulai menyerang RW Group.


Dengan kecerdasannya, perusahaan David mulai berkembang pesat meskipun pria itu masih kuliah.


Dia merebut satu persatu klien yang akan bekerja sama dengan AW Group.


Si kembar Kenzo dan Kenzi, Samuel, Ryu, Andre dan Malvin juga membantu.


Ada yang tugasnya mengacaukan harga saham RW Group.


Ada yang mempengaruhi investor untuk membatalkan investasinya.


Sedangkan Hannie?


Tentu saja gadis itu tidak tinggal diam dan hanya menjadi penonton saja.


Selama bertahun-bertahun mengenal Lexa, gadis itu semakin cerdas memanfaatkan situasi yang ada. Apalagi dia sering mendengar pembicaraan David dan yang lain.


Diam-diam dari jarak jauh (Jepang-London) dia menyuruh orang untuk mengambil foto-foto Zion bersama para wanita dan menyebarkannya. Membuat skandal bagi Zion dan semakin kacaulah harga saham RW Group.


Dengan berita miring itu, para investor akhirnya merasa ragu untuk berinvestasi di RW Group. Hannie juga bertindak sebagai netizen yang memanas-manasi keadaan.


Mengatakan kalau Zion sering bermain wanita dan hanya mengandalkan perusahaan dengan menggunakan akun palsu. Tidak ada yang dapat melacak siapa pembuat keonaran itu. Sebab semua itu sudah diurus oleh mereka.


Semakin lama ARD Group terkenal sebagai pesaing nomor satu RW Group. Tidak ada orang yang banyak mendapatkan informasi tentang ARD Group. Semuanya sangat privasi.


Lexa juga sering menceritakan tentang kelemahan RW Group karena dia sering mendengar pembicaraan kedua orang tuanya juga orang tua Zion. Hal itu semakin memudahkan langkah mereka.


☆☆☆


Setiap tahun menjelang malam kejadian itu, trauma Lexa akan kembali datang. Meskipun sudah tiga tahun berlalu, dia masih rutin melakukan pengobatan. Masih berkonsultasi dengan psikiater maupun psikolog.


Entah kapan traumanya benar-benar hilang. Mungkin membutuhkan waktu seumur hidupnya. David dan yang lain juga sudah menyelesaikan S2 mereka.


Lexa yang berotak encer bahkan bisa lulus lebih cepat dan tidak membuang-buang waktu langsung meneruskan S2.


“Perusahaan itu tidak mudah goyah juga, ya!” ucap Samuel.


“Tidak masalah. Yang penting kita selalu kacaukan saja agar jalan mereka juga tidak lancar.”


“Apa kalian sudah mendapat kabar dari 4C Group?”


“Susah sekali mendapatkan kerja sama dengan perusahaan itu!”


“Apa dia bekerja sama dengan RW Group?”


“Tidak!”


“Baguslah!”


“Apalagi yang akan kita lakukan?”


“Kita harus mengembangkan perusahaan ini di negara lain. Aku ingin ke London tapi tidak mungkin meninggalkan Lexa dan Hannie. Mengajak mereka ke sana juga tidak mungkin!”


“Biar aku saja!” ucap Samuel.


Samuel memang banyak memiliki relasi di London dan dia bisa dengan mudah mencari informasi tentang Zion.


☆☆☆


Tahun ke empat.


“Sudahlah Hannie, kalau Kenzo tidak mau melamarmu biarkan saja!” ucap Lexa di depan yang lain.


“Bukannya aku tidak mau melamar, hanya saja ... “


“Takut dikeluarkan dari keluarga dan tidak mendapatkan warisan?”


“Bukan begitu, Lexa!” Kenzo cemberut.


“Biarin Han, nanti aku kenalin ke dokter-dokter muda anak ralasi bisnis ayah. Atau kalau tidak kamu sama Kenzi, saja!”


Kenzo langsung cemberut.


“Tidak boleh!”


“Boleh lah!”


“Pokoknya tidak boleh!”


“Jangan egosi Ken. Nikahi enggak mau, melepas juga tidak mau. Harta masih bisa dicari, Ken. Coba lihat David! Dia dari keluarga sederhana. Tidak diwarisi harta. Tapi bisa sukses dengan usahanya sendiri!”


Lexa tersenyum memandang David.


“Kamu tahu tidak Kenzo, banyak loh yang suka sama Hannie. Cantik, pintar, calon dokter, lagi!”


Lexa tidak henti-hentinya memanas-manasi Kenzo. Yang lain menahan senyum. Lexa memang pintar bicara.


Hasilnya?


Kenzo langsung menikahi Hannie satu minggu kemudian. Tidak diadakan besar-besaran, karena pernikahan ini ditentang oleh ayah Kenzo.


Hanya Kenzi satu-satunya keluarganya yang tahu dan mendukung hubungan Kenzo dan Hannie.


“Mulai sekarang, panggil aku kakak ipar!” bukan David yang mengatakan itu, tapi Lexa.


“Baiklah kakak iparku tersayang!”


“Dih, geli!”


Mereka hanya tertawa. Pesta kecil-kecilan yang diadakan di apartemen David itu terasa penuh dengan suasana kekeluargaan.


☆☆☆


“Lexa, pulanglah, Sayang. Sudah lima tahun kamu tidak pernah pulang. Bunda kangen!”


“Aku tidak ingin kembali ke Indonesia lagi, Bun!”


“Tapi kenapa?”


“Tidak apa!”


“Pulanglah! Bunda jadi sering sakit karena merindukan kamu. Apa kamu mau melihat bunda meninggal dan tidak sempat melihat kamu lagi?”


“Jangan bicara seperti itu lagi, Bun!”


“Kalau begitu pulanglah secepatnya. Bunda tunggu!”


Haruskah aku pulang ke Jakarta?


Seketika itu jufa Lexa kembali merasa cemas dan gemetaran.


Bagaimana bisa aku menjalaninya?


Bagaimana kalau aku bertemu lagi dengannya, apa yang harus aku lakukan?