
Saat ini David sedang makan malam dengan seorang wanita yang cantik dan anggun. Wanita itu terus memandang David dengan tatapan kagum.
Beruntung sekali wanita yang menjadi istrinya, semoga saja wanita itu aku.
Memang tak heran kalau banyak wanita yang menyukai David, tak kalah jauh dari Zion. Mereka juga sangat tahu kalau David sangat dekat dengan Lexa, sama seperti Zion.
Wanita itu menghela nafas sesaat. Mengingat Lexa membuat hatinya kesal. Meskipun kini Zion lah yang bersama Lexa, tapi tetap saja belum ada satupun wanita yang dapat dekat dengan David melebihi Lexa. Membuat kecemburuan-kecemburuan baru dari para wanita untuk gadis yang bernama Alexa Elora William.
Memang tak dapat dipungkiri kalau Lexa memanglah luar biasa. Terlahir dengan wajah yang sangat cantik dan dari keluarga terpandang baik di dalam maupun luar negeri. Belum lagi dia juga sangat cerdas dan tidak mudah didekati oleh pria, yang membuat dia bagaikan permata langka yang sulit didapatkan.
David dan Zion memang telah diketahui oleh orang banyak jika mereka berdua telah dekat dengan Lexa saat masih kecil. Zion yang telah dekat dengan Lexa saat gadis itu lahir ke dunia dan David saat gadis itu pertama kali masuk SD.
Tumbuh bersama dengan saling memahami sifat masing-masing. Lexa yang sejak kecil tidak pernah memandang sratus sosial orang dan sangat ramah.
Dibalik semua itu, banyak juga yang penasaran dengan sikap dingin seorang Alexa Elora William, terutama saat pernikahannya dengan Zion. Sebuah drama air mata dimana Lexa menangis dalam pelukan David sesaat setelah ijab kabul. Seolah pernikahan itu adalah sebuah tragedi besar. Bukankah mereka berdua (Lexa dan Zion) bersahabat. Sampai sekarang semua itu masih menjadi misteri, terutama untuk para pemburu berita yang sangat ingin tahu kisah percintaan ketiga orang itu.
Kembali lagi ke David.
Pria itu masih menikmati makan malamnya. Sesekali dia membalas pesan dari Lexa dengan senyuman, membuat wanita yang ada di hadapannya mendengus kesal.
Wanita itu pernah membaca artikel tentang perbandingan Zion dan David. KEPRIBADIAN DUA PRIA YANG DEKAT DENGAN NONA MUDA WILLIAM.
Jika Zion bersikap acuh dan cuek, maka David lebih terlihat ramah dan murah senyum.
Zion lebih suka olah raga tinju, futsal dan karate sedangkan David lebih suka basket, karate dan balapan.
Zion lebih suka warna abu-abu dan silver, David lebih suka warna hitam dan coklat.
Zion berwajah campuran asia dan eropa sedangkan David berwajah asia (jika orang perhatikan lebih teliti, wajah David itu berwajah Indonesia tapi seperti ada unsur Jepang atau Korea).
Masih banyak lagi hal yang dibahas dalam artikel tersebut seperti makanan favorit, negara kesukaan. Satu hal yang menjadi persamaan mereka, apalagi kalau bukan sama-sama dekat dengan Alexa Elora William.
"Apa kamu dekat dengan seorang perempuan?"
"Benar!"
"Siapa perempuan beruntung itu?"
"Lexa!"
Singkat padat dan jelas.
"Tapi dia kan sudah menikah dengan tuan Zion!"
"Aku tidak peduli."
"Apa kamu ingin menrusak rumah tangga orang?"
"Aku akan bahagia selama Lexa bahagia. Jika Zion memang bisa membuat Lexa bahagia, maka aku akan tenang. Lagi pula hubunganku dengan Lexa bukan urusan anda, Nona!"
David langsung meninggalkan perempuan itu. Makan malam bisnis itu berakhir begitu saja tanpa sempat perempuan itu meminta peluang untuk makan malam selanjutnya diluar urusan bisnis.
☆☆☆
Lexa membaringkan tubuhnya di kasur. Ingatan tentang kecupan singkat dia dan Zion di dalam lift tadi membuatnya mati gaya. Pikirannya langsung blank. Dia menutupi wajahnya dengan bantal, antara malu dan kesal. Oke, sepertinya malam ini dia tidak bisa tidur.
Sedangkan di kamar sebelahnya, Zion tidak henti-hentinya mengumbar senyum. Meskipun kecupan itu terjadi dengan tidak sengaja dan sangat singkat, tapi dia seperti mendapatkan undia berhadiah. Bukannya dia mesum, tapi kan Lexa memang istrinya.
Zion seperti memiliki sayap yang menerbangkannya sampai langit ke tujuh. Padahal baru seperti itu, apalagi kalau Lexa bisa benar-benar pernikahan mereka ini. Mungkin Zion bisa terkena serangan jantung saking bahagianya. Zion tertawa sendiri dengan pikirannya membayangkan sebuah artikel bercetak tebal bertuliskan PENERUS WILLSON TERKENA SERANGAN JANTUNG KARENA BAHAGIA. Entah orang akan merasa sedih atau tertawa mengejek.
☆☆☆
Pagi ini Lexa terlihat tidak semangat, dia benar-benar tidak dapat tidur semalaman.
"Pagi, apa tidurmu nyenyak?" tanya Zion. Lexa melihat Zion yang terlihat santai. Tidak terlihat canggung ataupun malu-malu dengan kejadian tadi malam.
Sepertinya hanya aku saja yang baper. Apa itu bukan ciuman pertamanya? Ish, rugi dong aku. Tapi kata bunda seharusnya umurku sekarang dua puluh empat tahu, berarti Zion dua puluh enam tahun. Mana mungkin dia belum pernah berciuman, kan.
"Kamu kenapa sih bengong terus dari tadi, sakit?"
Lexa hanya mengerucutkun bibirnya.
"Kita mau ke proyek loh, Xa. Jangan bengong, bahaya!" peringat Zion.
Zion dan Lexa memang akan ke lokasi pembangunan hotel. Zion langsung menggenggam tangan Lexa, membuat jantung gadis itu seperti genderang yang ditabuh sangat kencang.
Sesampainya di proyek, tangan Lexa tak pernah lepas dari genggaman Zion. Mandor proyek, arsitek dan beberapa orang lainnya tentu saja tidak merasa heran, karena Zion dan Lexa memang telah menikah.
Setelah mengitari beberapa area, Lexa mengistirahatkan dirinya dibawah pohon rindang.
Tidak lama kemudian seorang pria datang dengan membawa makan dan minuman dingin.
"Ini dari suami Anda, Nona!"
"Suami? Maksudnya ... "
Belum sempat Lexa menyelesaikan pertanyaannya, Zion telah duduk di sampingnya dan membuka tutup botol minuman itu dan memberikannya pada Lexa dan menyuruh orang itu pergi.
"Ayo minum, cuacanya sangat panas, kamu pasti haus."
Mereka berdua menikmati minuman dan cemilan itu. Zion merapihkan rambut Lexa yang berantakan karena tiupan angin. Dia juga tidak segan-segan mengelap keringat Lexa dengan tangannya.
Setelah berbicara pada arsitek tentang hal-hal yang ingin ditambahkan, Lexa dan Zion meninggalkan lokasi tersebut. Lagi-lagi tangan Zion menggenggam tangan Lexa, mengusapnya dengan lembut.
Kalau dia seperti ini, aku akan berpikir kalau dia sangat menyukaiku. Jangan salahkan aku, kalau nanti aku jadi baper. Kamu harus bertanggung jawab Zion, dengan apa yang sudah kamu lakukan.
Apa memang dia seperti ini? Mungkin saja dia memang sering seperti ini pada para perempuan. Ayolah Lexa, jangan kegeeran. Kalian hanya bersahabat. Jangan rusak persahabatan kalian dengan perasaan cinta yang belum tentu ada balasan yang sama.
Sementara itu yang ada dalam pikiran Zion adalah aku akan membuatmu merasa nyaman dan membutuhkanku, Lexa. Lalu aku akan membuatmu mencintaiku, bukan orsng lain, karena kamu adalah istriku.
I love you forever, my wife ...