ARROGANT WIFE

ARROGANT WIFE
70 BERTEMU KEMBALI



Tiga pria di tempat yang berbeda berlari tanpa arah menghindari beberapa pria lain yang mengejar mereka.


DOR!


DOR!


DOR!


Suara tembakan tepat di kaki salah satu pria. Sebut saja di pria B.


Sementara di tempat lain pria C juga terkena tembakan di lengannya.


Pria D pun tidak jauh berbeda. Pinggangnya terkena peluru.


Bisa saja tembakan itu tepat mengenai jantung mereka. Bukan karena si penembak itu bodoh. Dia sangat profesional. Tapi bukan itu tujuan utamanya. Para penembak jitu itu hanya ingin memperlambat pergerakan target mereka. Mereka harus dibawa hidup-hidup untuk mendapatkan siksaan berikutnya.


Sementara di lain tempat lagi, seorang pria dengan penuh tato dibawa dengan mata tertutup. Tangan dan kakinya diikat dengan rantai. Seorang pria memegang bagian tangannya dan pria lain memegang kakinya. Lalu kedua pria itu langsung melempar si pria bertato begitu saja ke dalam mobil bagai karung beras. Tidak peduli dengan bunyi berdegum saat badan pria bertato itu terhempas di dalam mobil.


"Buat dia pingsan!" ucap salah seorang pria.


Pria lain membuat pria bertato itu pingsan bukan dengan obat bius atau bogem mentah. Tapi dengan setruman dengan tegangan yang cukup tinggi hingga tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat pria itu pingsan.


Mobil itu segera melaju meninggalkan bangun dengan tembok kokoh dan gerbang beton yang menjulang tinggi di keheningan malam tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


Benar-benar profesional.


Selanjutnya mereka akan menjalankan misi berikutnya!


☆☆☆


Alex, Zion dan David masing-masing di tempat yang berbeda sudah mendapatkan data kelima pria itu. Mereka membacanya satu-satu persatu dengan sangat teliti.


Ada yang ditemukan sedang berada dalam penjara untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup.


Ada yang sedang di pusat rehabilitas untuk penyadang HIV AIDS.


Ada yang masih menjadi buronan polisi karena jual beli narkoba.


Ada yang menjadi mucikari untuk anak dibawah umur.


Ada yang menjadi pembunuh bayaran.


Semua berada di kota yang berbeda-beda. Setelah dicari lebih dalam lagi kebenarannya, ternyata empat dari lima pria tersebut tengah mendapat penyakit kelamin yang berbeda-beda selama delapan sampai tujuh tahun yang lalu. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi pada Lexa kalau saja kejahatan mereka berhasil?


Hal itu membuat darah Alex, Zion dan David mendidih.


Alex, Zion dan David memutuskan untuk bertemu.


"Kita pertemukan saja mereka berlima untuk mempermudah pekerjaan kita!"


Maka dipertemukanlah kelima pria itu di bangunan yang menjadi markas tempat pria A disiksa. Pria yang seharusnya menjalani hukuman seumur hidup dikeluarkan dari penjara dengan bantuan orang dalam.


Kelima pria itu saling memandang. Wajah mereka sama-sama babak belur. Mata mereka menampakkan keterkejutan satu sama lain. Sudah enam tahun berlalu kini mereka dipertemukan kembali dengan keadaan seperti ini. Terakhir kali mereka bertemu tentu saja saat akan melakukan kejahatan kepada Lexa. Mereka sepakat akan saling melupakan dan bersikap tidak akan saling mengenal walaupun mereka sama-sama seorang penjahat.


Mereka diam seribu bahasa. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Apakah ini ada hubungannya dengan kejadia enam tahun yang lalu? Bahkan mereka sendiri sudah melupakannya kalau saja tidak dipertemukan dengan cara seperti ini.


Mereka diikat dibangku besi.


Suara pukulan, cambukan dan siksaan lain terdengar bercampur dengan teriakan penuh kesakitan.


Ucapan mohon ampunan tidak dihiraukan oleh para penyiksa itu. Mereka justru sangat menikmatinya.


Ada yang tangan dan kakinya dijepit dengan jebakan tikus.


Ditampar


Ditonjok


Ditendang


Entah apalagi yang harus mereka rasakan. Mau bertanya karena apa mereka disiksa saja sangat sulit. Mereka tidak diberi kesempatan untuk bertanya.


"Cukup!" ucap seorang pria.


Langkah kaki terdengar mendekat. Kelima pria itu mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang.


"Jadi ini para a****g yang menyakiti putriku?"


BUGH


BUGH


BUGH


BUGH


BUGH


Alex menonjok kelima pria itu. Meskipun dia sudah tua, bukan berarti tenaganya melemah.


"Katakan dengan sejujur-jujurnya kejadian enam tahun yang lalu!"


Apakah dugaan mereka benar? Banyak sudah kejahatan yang mereka lakukan bahkan sebelum enam tahun yang lalu. Tapi melihat mereka berlima berkumpul seperti ini, apakah ini mengenai gadis remaja yang ditaman waktu itu?


Mereka meneguk saliva dengan susah payah. Ini sudah cukup lama berlalu. Mereka pikir masalah itu berlalu begitu saja, ternyata mereka salah besar.


"Siapa yang menyuruh kalian menyakiti gadis ditaman malam itu, tepatnya enam tahun yang lalu. Yang menyuruh kalian menyebut nama Zion!"


Jadi benar dugaan mereka. Bayangan kejadian itu kembali terukir dibenak mereka.


"Cepat katakan atau kalian kembali ingin disiksa dan mati perlahan. Tidak semudah itu juga kalian akan mati. Kalian akan kehilangan anggota tubuh dulu satu persatu. Bagaimana kalau kelingking kaki kanan terlebih dahulu?"


Membayangakan kalau mereka akan kehilangan jari satu persatu membuat mereka bergidik ngeri. Disiksa seperti ini saja sudah sangat menyakitkan. Apalagi harus diamputasi secara asal-asalan dalam keadaan sadar dan tanpa obat bius?


Cukup!


Jangan dibayangkan lagi!


"Mau mengatakannya atau tidak?"


"Kalian boleh memilih ... mau dengan silet? Pisau? Parang? Atau cutter, mungkin? Mau diasah dulu hingga tajam atau tidak?"


Benar-benar tawaran yang mengerikan.


"Kami hanya disuruh oleh seorang wanita," ucap salah satu dari pria itu.


Dia tidak ingin menjadi korban mutilasi. Akal sehatnya masih berjalan dengan baik.


"Siapa dia, bagaimana ciri-cirinya, apa yang dia katakan pada kalian?"


"Namanya Tiara. Dia adalah seorang model namun sekarang di penjara. Dia mengatakan untuk menunggu seorang gadis di taman itu, jika gadis itu ingin pulang kami disuruh untuk mencegahnya dan mengatakan kalau tuan muda Zion yang menyuruh kami. Kalau perlu kami juga menodai gadis itu!"


Alex, Zion dan David mengepalkan tangan. Rahang mereka mengeras dengan wajah yang sudah sangat merah karena emosi.


"Kenapa kalian mau melakukan hal yang diperintahkan oleh gadis yang masih muda tersebut?"


"Itu karena dia memberikan kami uang yang sangat banyak. Siapa yang tidak tertarik dengan uang sebanyak itu? Kami bisa berfoya-foya bahkan hidup nyaman untuk beberapa tahun mendatang."


"Sebanyak apa yang dia berikan?"


"Satu milyar ... untuk masing-masing! Jadi totalnya lima milyar!"


Alex, Zion dan David tercengang mendengarnya. Ini berita baru yang mengejutkan.


Bagaimana mungkin gadis miskin yang masih muda bisa memiliki uang sebanyak itu?


Bagaimana Tiara mendapatkannya?


Siapa yang memberikannya?


Apakah benar ada dalang yang mengatur semua ini?


Nampaknya masalah ini tidak sesederhana itu. Mereka harus kembali bekerja keras untuk menemukan jawaban atas semua permasalahan ini.


Kalau saja memang ada orang lain dibalik semua ini, itu berarti bisa saja Lexa sedang dalam bahaya.


Alex menatap curiga pada Zion dan David.


Kedua pria itu juga menyadari arti dari tatapan Alex.