ARROGANT WIFE

ARROGANT WIFE
118 KEMBALI BEKERJA



Zion membuka pintu kamarnya, tiba-tiba saja nafasnya terasa sesak dan jantungnya berdetak kencang. Dia ingin menghubungi dokter tapi tubuhnya hanya mampu terdiam mematung.


Ya Allah ... tolong jangan ambil nyawaku dulu, kasihan nanti istriku jadi janda dan kami belum punya anak.


Keringat dingin mulai bercucuran di wajah tampan itu dan dia juga gemetaran.


"Kok kamu bengong, enggak mau tidur?" tanya Lexa yang bingung karena Zion hanya diam saja.


"Mau mau mau ... Beb, kamu jangan tidur dulu ya!"


Zion langsung menutup pintu, lebih tepatnya membanting. Lexa tersentak kaget.


"Kamu kenapa, sih?"


"Enggak kenapa-kenapa. Oya, aku mau ke kamar mandi dulu sebentar. Janji loh kamu jangan tidur dulu."


Brakkk ... suara pintu kamar mandi yang tertutup dengan kasar.


Di dalam kamar mandi Zion jadi grogi sendiri.


Itu benaran Lexa kan, ya?


Zion menepuk-nepuk pipinya. Zion yakin matanya tidak salah lihat. Dia melihat Lexa memakai lingerie hitam yang tadi dia beli, yang sangat kontras dengan kulit putih Lexa. Dia memegangi dadanya yang berdetak tak karuan.


Zion langsung keluar dari kamar mandi, khawatir Lexa menunggunya sangat lama.


"Beb?"


Zion melihat punggung Lexa yang mulus itu. Cahaya lilin aroma teraphy menghiasi kamar yang lampunya sudah dimatikan oleh Lexa.


"Yang?"


Zion mengusap lembut rambut Lexa. Lexa memutar badanya dan membuat Zion tak mampu berkata-kata. Lagi-lagi nafasnya seolah berhenti, tali yang ini beda alasannya dari yang tadi.


Tidur?


Zion tidak terima dengan siksaan ini, CEO itu menoel-noel pipi Lexa agar istrinya terbangun.


Lima menit


Sepuluh menit


Lima belas menit


Yang diganggu tak juga bangun ...


Akhirnya Zion tertidur dengan perasaan hampa sambil memeluk Lexa bagai guling, tanpa berpikir bisa saja istrinya itu sesak nafas.


Lima belas menit kemudian Lexa terbangun dan melihat Zion yang tidur dengan wajah kusut.


Ck, kok tidur sih?


☆☆☆


Pagi ini Lexa dan Zion memakai pakaian dengan warna yang sama, biru muda. Memang kemarin Lexa juga membeli banyak baju baru untuk dirinya dan Zion, dan semua warnanya berpasangan.


Mereka ke ruang makan yang sudah dipenuhi oleh orang-orang.


"Good morning."


"Morning cantik."


Hari ini Lexa dan Zion kembali bekerja ke perusahaan. Zion juga sudah meminta kepada sekretaris dan asisten Lexa, kalau semua pertemuan dengan klien Lexa harus diadakan di perusahaan Lexa. Zion benar-benar takut kecelakaan itu terjadi lagi dan kali ini dia benar-benar kehilangan Lexa.


Kadang Zion juga berpikir untuk menggabungkan dua perusahaan itu, dalam artian tempatnya yang jadi satu. Jadi dia bisa terus memantau Lexa, bukannya dia possesif (tapi memang benar, dianya saja yang tidak sadar diri) .


Sesampainya di perusahaan Lexa, mereka disambut oleh seluruh karyawan yang memberikan selamat atas kesembuhan Lexa dan kembalinya Lexa ke perusahaan. Zion benar-benar mengatar Lexa bukan hanya sampai perusahaan saja, tapi sampai di dalam ruang kerjanya.


Setelah memastikan Lexa duduk dengan nyaman di kursi kebesarannya, Zion pergi ke perusahaannya sendiri.


Jam sepuluh nanti dia akan meeting dengan klien dari Paris. Meeting itu akan diadakan di lantai bawah yang berdindingkan kaca transparan.


Tepat jam sepuluh Zion memasuki ruang meeting bersama Aron dan sekretarisnya. Di sana sudah ada seorang wanita cantik dengan sekretarisnya.


Mereka membicarakan tentang proyek yang akan dibuka di Jerman. Wanita itu terus memandangi Zion dengan penuh kekaguman.


Kesepakatan dicapai, Zion dan wanita bernama Jasmine itu menandatangani perjanjian kerja sama.


"Tuan Zion, bisa kita bicara empat mata?" tanya Jasmine.


"Tidak!" jawab Zion to the point.


"Tapi ada hal penting yang ingin saya bicarakan."


"Bicara saja sekarang."


"Tapi ... "


"Kalau tidak ada, Anda bisa pergi sekarang. Saya sibuk dan ingin segera bertemu dengan istri saya yang sangat cantik."


Bagaimana rasanya kalah sebelum berperang? Ya seperti yang dirasakan oleh Jasmine ... malu dan sakit.


"Saya tahu istri Anda keguguran dan akan sulit memiliki anak lagi ... "


"Saya juga tahu Anda sangat ingin memiliki anak ... dan saya bisa memberikan Anda anak."


Zion tidak berkata apa-apa tapi dia langsung merobek surat kerja sama yang belum ada lima menit ditanda tangani itu dan melemparkannya ke wajah jelek (menurut Zion) Jasmine.


Dua wanita itu kaget dengan tindakan yang dilakukan oleh Zion, sedangkan Aron dan sekretaris Zion tidak heran lagi. Mereka lebih kaget dengan perkataan Jasmine yang seenaknya tentang Lexa dan Zion.


"Keluar! Wanita rendahan sepertimu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan istriku."


"Bukankah istrimu lebih rendahan? Bergaul dengan banyak pria (David cs) dan sekarang sulit untuk memiliki anak."


Zion mengepalkan tangannya, tidak terima istrinya direndahkan seperti itu. Lexa memang akrab dengan David cs, tapi dia tidak pernah menggoda pria dan berpakaian seksi. Tidak pernah menawarkan diri untuk memiliki anak dengan suami beristri.


Kejadian saat Zion merobek kertas dan melemparkannya ke wajah Jasmine dapat dilihat oleh orang-orang yang ada di luar meskipun mereka tidak dapat mendengar.


"Pasti godain CEO kita."


"Kalau nona Lexa tahu, habis tuh perempuan."


Bisik-bisik mulai terdengar.


"Aku tidak munafik Zion ... "


"Aron, seret perempuan gila ini ke luar!"


Aron langsung mengeluarkan perempuan itu dari ruang meeting.


"Lepas, aku bisa jalan sendiri. Aku pasti akan mendapatkan kamu Zion!"


"Cih, mimpi!"


Kamu berani menghina istriku, lihat saja aku pasti akan membalasnya di waktu yang tepat.


Suasana hati Zion menjadi buruk.


"Ayo Ron, kita ke tempat My Bebeb."


"Ngapain?"


"Main gundu."


☆☆☆


Zion membuka pintu ruangan Lexa begitu saja.


"Beb, aku kangen banget sama kamu."


Lexa saat ini sedang menikmati salad buah dan sayur kesukaannya.


Sekali lagi pintu ruangan Lexa terbuka, kali ini Aron yang masuk.


"Woy, bisa enggak sih ketok pintu dulu sebelum masuk? Asisten kok enggak ada sopan santunnya," ucap Zion yang tadinya ingin bermanja-manja dengan Lexa namun gagal akibat ulah asistennya itu.


"Sengaja, mau mergokin adegan mesum."


Pikiran Lexa mulai menerawang, seperti apa sih mergokin adegan mesum itu?


Dia lalu duduk di atas pangkuan Zion sambil memain-mainkan dasi Zion. Kali ini bukan hanya Zion saja yang grogi, tapi juga Aron.


"Hubby, kamu kok ganteng banget, sih?"


CUP


Lexa mengecup ujung hidung Zion yang mancung itu.


CUP


Zion langsung membalas, mengecup ujung hidung Lexa yang juga mancung.


Sialan nih mereka!


"Kamu wangi banget sih, Beb?"


"Kamu juga, aku suka banget aroma tubuh kamu."


Ada penyesalan yang mendalam dalam diri Aron. Kenapa dia memancing dua orang somplak nan gesrek ini.


Zion mulai mengeluarkan suara desahannya meskilun tidak diapa-apakan oleh Lexa.


Kamvreettt ...


Aron berdiri dari duduknya.


"Kamu mau kemana Ron? Katanya mau mergokin adegan mesum? Sekalian kamu videoin biar viral. 'Telah tersebar video pasangan suami istri yang diduga mereka adalah Zion Melviano Willson dan Alexa Elora William.'"


Aron langsung kabur dan membanting pintu, sedangkan Lexa dan Zion tertawa melihat wajah merana dan merona milik Aron, si asisten jomblo yang sampai saat ini tidak pernah dekat dengan perempuan manapun.


Di luar ruangan ...


"Dasar bos-bos enggak ada akhlak. Nyesel aku, niat hati mau ngerjain mereka kenapa malah aku yang jadi ngenes. Pantasan jodoh, sama-sama eror tuh otak!"