
Hari ini adalah peresmian perusahan hasil kolaborasi dua belas sahabat itu, yang dinamakan TLV Corp (baca: twelve \= 12) dengan lambang angka 12 sebagai icon, sekaligus peresmian perusahan Lexa dan sahabat-sahabat perempuannya yang dinamakan BF Corp (bukan blue film, tapi best friends).
Kenzo memberikan kata sambutannya selaku CEO TLV lalu dilanjutkan Aron sebagai CEO BF. Lexa sebagai pemegang saham terbesar di BF juga memberikan kata sambutan sekaligus menjawab pertanyaan para wartawan, kenapa Aron yang ditunjuk sebagai CEO dari BF.
Sahabat-sahabat Lexa sendiri memang tidak ada yang mau jadi CEO karena mereka sibuk dengan yang lain (ada yang jadi dokter seperti Hannie, ada yang jadi artis, pengacara, model).
"Keren kan, aku!" kata Aron.
"Cih, norak banget baru jadi CEO."
Gelak tawa memenuhi ruangan itu. Karena dua perusahaan ini, akhirnya terjadi juga perubahan untuk David dan Zion secara pribadi. Ada empat orang yang ditunjuk untuk mendampingi Zion, David, Aron dan Kenzo.
Keempat orang itu tentu saja orang-orang yang sudah diseleksi dan digembleng oleh sepuluh pria itu secara bergantian.
☆☆☆
Satu tahun setelah kecelakaan ...
Kesibukan mendirikan perusahaan baru milik Lexa pribadi yang dinamakan ELF (EL dari Elora yang juga artinya terang ... F dari fashion ... ELF berarti peri).
Bukannya Lexa serahkah, tapi sejak satu tahun yang lalu dia menyibukkan diri agar tidak selalu bersedih mengingat baby Arion.
Lexa sedang mengedip-ngedipkan matanya kepada Zion dan David cs agar mau memenuhi keinginannya.
"Ya ya ya?" lagi, Lexa masih membujuk sepuluh pria itu.
"Ada syaratnya, Beb."
"Apa?"
"Hmmm ... nanti malam tujuh ronde, ya!" kali ini Zion yang mengedip-ngedipkan matanya.
"Apa kita juga harus minta syarat itu ke Lexa, ya?"
Pletak
Pletak
Pletak
Pletak
Pletak
Pletak
Pletak
Pletak
Pletak
Padahal Yosuke yang bicara, tapi yang lain ikut mendapat jitakan dari Zion. Setelah mengabsen kening para pria itu dengan jitakan, Zion kembali menatap Lexa dengan mesum.
"Jangankan tujuh ronde, sepuluh ronde juga aku sanggup!"
Tapi perkataan Lexa itu membuat Zion berpikir sendiri, begitu juga dengan David cs ...
Ini ngerti enggak sih apa yang dimaksud dengan ronde?
Setelah melakukan kesepakatan dan syarat (David cs juga mengajukan syarat ke Lexa yang sebelumnya Lexa tolak) akhirnya mereka bubar.
"Silahkan kalian kembali ke habitat masing-masing. Aku mau yayang-yayangan dulu sama my bebeb sweety."
"Kalau mau kerokan yang benar!"
Sepertinya David cs masih trauma dengan kejadian kerokan dulu, tapi masih menjadi misteri untuk Zion dan Lexa, mengapa pria-pria itu sepertinya sangat sensi dengan kalimat 'kerokan dalam ruang kerja'.
"Beb, kamu enggak lelah punya perusahaan baru lagi?" tanya Zion setelah yang lain pergi.
Lexa hanya menggeleng. Zion bukannya tidak suka dengan kesibukan baru Lexa, dia hanya tidak ingin Lexa kelelahan. Kesibukan Lexa juga sebenarnya tidak mengganggu quality time antara mereka. Pada akhir pekan, mereka dan para sahabat juga masih berkumpul. Lexa sungguh pintar membagi waktu, antara pekerjaan, keluarga dan sahabat-sahabatnya. Dia belajar dari orang tuanya, ayah dan bundanya juga seorang pengusaha tapi tidak pernah lalai dalam memperhatikan keluarga.
Lexa membaringkan tubuhnya di atas paha Zion.
"Kita liburan dulu yuk, Yang. Akhir-akhir ini kamu terlalu banyak bekerja."
Tanpa menunggu lama Lexa langsung mengangguk. Zion tersenyum bahagia, tidak menyangka Lexa langsung menyetujuinya. Dia memang sudah menyiapkan semuanya sejak satu bulan yang lalu, hanya tinggal mendapat persetujuan dari Lexa saja.
Tiga hari kemudian ...
Lexa dan Zion kini berada di stasiun kereta api. Ya, kali ini Zion mengajak Lexa liburan keliling pulau jawa dengan kereta api.
"Asiiikkkk liburannnn ... "
"Kalian?" tanya Lexa bingung.
"Suprise!"
Ya, tanpa sepengetahuan Lexa, Zion juga mengajak yang lain berlibur.
Sudah disiapkan gerbong khusus untuk para bodyguard, tim medis, pelayan, pemusik dan koki. Ini adalah liburan pertama sejak satu tahun yang lalu, sekaligus merayakan kesuksesan TLV yang semakin maju.
Kereta api mulai berjalan. Baby Kai berteriak kegirangan, karena ini untuk yang pertama kalinya dia naik kereta api.
Zion memesan khusus kereta api ini. Kereta yang di dalamnya bukan dengan bangku-bangku berjejer, melainkan sofa bed, ruang karaoke, mini bar, kamar mandi dengan bathub dan sower, ruang makan, dapur dan kamar-kamar.
Seperti yang pernah Zion katakan saat Lexa sadar dari kecelakaan dulu, kalau dia akan mengajak Lexa dan yang lain berlibur dengan kereta api, kini dia merealisasikannya, agar Lexanya bahagia.
Sepanjang perjalanan mereka disuguhkan dengan pemandangan hijau berupa sawah. Kerja keras yang mereka lakukan terutama sebelum cuti untuk bisa liburan bersama kini terbayar sudah. Kerja memang penting, dan liburan untuk menikmati hidup juga penting. Tidak perlu liburan bersama ke luar negeri, liburan keliling Indonesia ... setidaknya keliling jawa bersama-sama dengan kereta api juga ternyata sangat menyenangkan. Bukankah pulau jawa juga luas, dari jawa barat, jawa tengah hingga jawa timur. Berapa banyak tempat wisata yang dapat mereka singgahi? Berapa banyak makanan tradisional yang dapat mereka nikmati?
Ini hal yang memang menyenangkan. Jika naik pesawat kita hanya disuguhi awan di sekeliling kita, jika naik kapal kita akan disuguhi oleh luasnya samudera, maka di darat akan disuguhi dengan sawah, gunung, pedesaan dan kota-kota yang dilintasi dengan jalur kereta/mobil.
Sementara yang lain mengobrol, Lexa dan Hannie ketiduran di sofa.
Mereka tiba di tujuan pertama, yaitu Bandung. Mereka (lebih tepatnya kaum hawa) membeli berbagai macam cemilan khas Bandung, karena jika hanya cemilan tentu saja chef akan membuatkannya, tapi bukankah seni dari wisata itu adalah berburu kuliner dan pernak-pernik khas kota/negara tersebut. Mereka juga tidak lupa foto-foto. Ini adalah hoby Zion yang sudah mendarah daging, menfoto Lexa dan mengoleksinya.
Baby Kai tidak dapat diam dalam gendongan Kenzo. Zion yang melihatnya menjadi gemas dan langsung mengambil alih baby Kai dan menggendongnya di atas kedua pundaknya, membuat baby Kai kegirangan.
Setelah puas keliling Bandung dan ke tempat-tempat wisatanya, mereka kembali ke kereta, melanjutkan perjalanan panjang dengan hamparan sawah sebagai viewnya.
Malam hari ...
Mereka makan dengan makanan yang sudah dimasak oleh chef profesional.
Saat mereka berkumpul bersama menikmati film action ...
"Hubby, kamu tahu enggak bedanya iklan-iklan teh celup yang ada di tv dengan kamu?"
" ... "
"Kalau teh celup itu dipilih dan dipetik dari kuncup daun teh pilihan ... kalau kamu dipilih oleh hati aku, dipetik oleh pikiranku yang selalu ingin memiliki kamu, dikemas dengan kerinduan yang menggebu dan diseduh dengan hasrat cinta yang semakin dalam ... "
Jantung Zion serasa meledak.
Seperti inikah rasanya digombalin? Arrrghh ... Mommyyy ... anakmu baperrrr ...