
Jam sepuluh malam, Zion memasuki kamar Lexa. Dia mengamati wajah istrinya.
"Good nigth my wife, have a nice dream!" bisik Zion di telinga Lexa.
Yang Lexa tidak pernah tahu selama ini adalah Zion selalu tidur bersamanha sejak mereka tinggal bersama.
Bagaimana mungkin, padahal selama ini Lexa selalu mengunci kamarnya? Bukan dengan kunci cadangan Zion membukanya, tetapi melalui pintu rahasia yang hanya bisa dibuka dengan sidik jari Zion.
Pintu yang menghubungkan kamar Zion dengan kamar Lexa. Di Jakarta, maupun di Turkey.
Zion akan masuk disaat Lexa sudah tertidur nyenyak. Tetapi kenapa selama ini Lexa tidak pernah menyadarinya? Itu karena di kamar Lexa sudah disemprotkan obat tidur. Obat itu akan membuat Lexa mengantuk dan tertidur pulas dua jam setelah menghirup udara di kamarnya, bisa lebih cepat kalau Lexa benar-benar lelah.
Waktunya memang sengaja diatur, tidak akan membuat Lexa langsung mengantuk agar wanita itu tidak menaruh curiga sedikitpun.
Setelah Lexa tertidur, udara akan langsung dibersihkan, untuk menghilangkan sisa-sisa obat yang sudah tersebar di kamar itu, lalu Zion masuk ke kamarnya.
Benar-benar licik!
Zion akan kembali ke kamarnya sebelum Lexa bangun. Semua waktu sudah diatur, dan selama ini selalu berhasil.
Zion juga memasang CCTV yang tidak pernah diketahui Lexa. Zion tahu, sejak mereka tinggal bersama Lexa sudah memeriksa kamarnya dengan teliti apakah ada kamera tersembunyi atau tidak. Memang ada, tapi tentu saja kamera itu sangat mini dan diletakkan di tempat yang tersembunyi juga.
Zion juga tahu kalau Lexa selalu menyimpan pisau kecil di bawah bantalnya.
Memangnya apa yang dia takutkan? Diperkosa oleh suaminya sendiri? Ck, yang benar saja!
Zion terus memandangi wajah Lexa hingga dia tertidur.
Tepat jam empat Zion bangun. Kembali merapihkan sisi yang dia tiduri.
Benar-benar teliti!
☆☆☆
"Ayo kita jalan-jalan!"
Lexa menghabiskan teh madunya yang dibuatkan oleh asisten rumah tangga.
"Jalan-jalan saja sendiri, kamu kan punya kaki!"
"Kamu mau aku gendong, Beb? Bridal style?"
"Mimpi saja kamu!"
"Kamu selalu hadir di mimpi aku, kok!"
"Kamu bisa diam tidak, sih?"
"Sini cium aku, nanti aku diam!"
"Ngarep!"
"Memang!"
Lexa diam, tidak ingin meladeni Zion.
Setengah jam kemudian mereka akhirnya jalan-jalan juga. Lexa ingin berbelanja karena dia sudah bosan dengan barang-barang yang dia punya.
Dari kebutuhan yang paling atas sampai bawah dia beli.
Kosmetik, baju, tas, sepatu, pakaian dalam, jam tangan, sepaket perhiasan, kaca mata. Semuanya bukan hanya satu, tapi lima.
Zion memberikan kartunya untuk pembayaran.
"Sudah aku bilang, aku bisa bayar sendiri!"
"Jangan sampai orang-orang berpikir kalau aku ini sudah bangkrut atau pelit sama istri! Banyak paparazi yang mengawasi kita."
"Memangnya aku peduli!"
"Kamu bisa membelikan aku barang!"
"Aku tidak mau mengeluarkan sepeser uangku untukmu!"
"Tidak masalah, kamu hanya cukup memberikan hatimu untukku!"
"Berhenti merayuku! Itu tidak akan berhasil."
"Berikan barang-barang itu!"
"Kamu mau memintanya lagi?"
"Ck, aku hanya mau menyuruh bodyguard membawanya. Dari pada menenteng belanjaan sebanyak itu, lebih baik kita bergandengan tangan dengan mesra."
"Berhentilah berkhayal, saat kamu tersadar itu akan membuatmu jatuh dan sakit!"
"Kamu perhatian sekali. Aku jadi tersanjung!"
Sudahlah, susah berbicara dengan orang yang otaknya sudah bergeser!
"Ayo kita lanjutkan belanja!"
Mereka akhirnya melanjutkan lagi berbelanja untuk oleh-oleh.
"Untuk siapa kamu membeli itu?"
"Tentu saja untuk David! Memangnya untukmu?"
Zion mencebikan bibirnya.
"Ayo kita foto-foto!"
Zion lalu menarik Lexa dalam rangkulannya dan mulai berfoto.
"Jangan cemberut terus, Lexa! Kamu seperti istri yang kekurangan belaian suami. Eh, tapi kan memang benar! Kamu kekurangan belaian aku."
Lexa langsung menjambak rambut Zion yang ditanggapi dengan tawa oleh Zion.
Diam-diam sejak tadi ada yang merekam mereka dan langsung mengunggahnya ke internet.
Tidak membutuhkan waktu lama, berita tersebut langsung menjadi perbincangan publik.
'KEROMANTISAN DUA PASANGAN MUDA'
'HONEYMOON PENUH ROMANTIS ANTARA DUA PEWARIS PERUSAHAAN'
'TURKEY SEPERTINYA AKAN MENJADI NEGARA PENUH KENANGAN UNTUK PASANGAN TERSEBUT'
'TURKEY AKAN MENJADI DESTINASI BULAN MADU FAVORIT BAGI PASANGAN PENGANTIN BARU SELANJUTNYA'
'KEROMANTISAN MEREKA MEMBERIKAN DECAK KAGUM ORANG-ORANG'
'AKANKAH SEGERA HADIR PENERUS WILLIAM DAN WILSON GROUP?'
'BLA BLA BLA ... '
'BLA BLA BLA ... '
'BLA BLA BLA ... '
Lexa belanja dengan gila-gilaan. Untunglah Zion kayanya diatas rata-rata. Jadi dia tidak akan mengelus dada, gigit jari ataupun meratapi nasib karena memiliki istri seperti Lexa.
Lexa sendiri tidak merasa bersalah.
Bukan aku yang memintanya membelikan semua ini.
"Apa lagi yang kurang?"
Itulah tanggapan Zion. Dia berkata dengan santai.
"Untuk saat ini cukup, aku mau pulang saja."
Sebelum pulang mereka makan siang dulu di restoran khas Turkey.
☆☆☆
David melihat berita tersebut di internet.
"Berita sampah!" ucapnya dengan menggelengkan kepala.
Kakinya masih terasa sedikit sakit pasca kecelakaan. Pekerjaannya menumpuk karena kecelakaan itu. Untung saja dia memiliki orang-orang kepercayaan yang siap membantunya kapanpun.
☆☆☆
Banyak mata yang memandang
Banyak hati yang iri
Banyak keinginan untuk memiliki
Entah wanita
Maupun pria
Berharap ada di posisi itu
"Yang, kamu kok makannya sedikit? Tenang saja, aku tidak akan bangkrut kalau kamu makan banyak!"
Ya mana mungkin bangkrut hanya gara-gara makan banyak, sebelumnya saja entah berapa Milyar yang dia habiskan hanya untuk belanjaan Lexa. Belum termasuk barang yang dia beli untuk dirinya sendiri.
"Tidak perlu diet Xa. Mau kamu langsing, ceking, gamuk, cantik, jelek, aku tetap sayang sama kamu."
"Dasar pembual. Kalau aku jelek dan miskin, mana mungkin perjodohan ini ada. Bicaralah dengan logika, jangan hanya mulut saja yang pintar berbohong!"
"Jangan merusak suasana Xa."
"Kamu beruntung, coba deh kamu pikir, ribuan wanita yang sudah kamu bikin iri. Seharusnya kamu bersyukur. Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?"
"Sudahlah, aku malah jadi lapar. Aku mau nambah!"
"Dengan senang hati sweetheart!"
Zion langsung memanggil pelayan untuk memesan lagi makanan untuk Lexa. Kali ini Lexa memesan banyak makanan.
Diam-diam Zion memotretnya dan mengunggahnya di sosial medianya.
'My Love Forever. My happines is you. You are destination in my life. I love you so much my wife!'
Misi keempat, tunjukkan pada orang-orang kalau dia adalah satu-satunya wanita yang kamu cintai. Dia adalah milikmu!
Lexa sangat menikmati makanannya, tanpa sadar kalau sejak tadi Zion merekamnya.
Zion tersenyum, membuat para wanita yang juga sejak tadi memandangnya seperti akan terkena serangan jantung. Mereka baper sendiri. Sedangkan yang wanita yang duduk dihadalan Zion saja nampak acuh.