
Bunga tulip menjadi background foto-foto Zion dan Lexa.
'KEINDAHANMU LEBIH DARI APAPUN!'
Begitulah keterangan yang Zion tulis dalam postingannya. Alhasil, ribuan komentar dan like langsung didapatnya, melebihi selebrity.
'DUNIA MENJADI INDAH KARENAMU, DAN AKU MENJADI BAHAGIA JUGA KARENAMU'
Yang membacanya akan senyum-senyum sendiri.
"Ih romasntisnya ... "
"So sweet!"
"Mau dong dibaperin ... "
"Hatiku enggak kuat ... "
"Jomblo itu menyakitkan!"
"Suamiku enggak romantis!"
"Suamiku ... ganteng? Enggak! Kaya? Enggak! Romantis? Enggak! Ah nasibbb ... "
Itu yang baper. Yang julid seperti ini ...
"Namanya juga pengantin baru, lama-lama juga biasa saja. Pasti bosan!"
"Tukang pamer!"
"Nanti kalau mereka cerai, aku akan jadi orang pertama yang menertawakan mereka."
"Mendingan disedakahi, dari pada foya-foya!"
"Itu muka paling oplas!"
"Sok cantik!"
"Sok ganteng!"
Akhirnya terjadi perang sosmed dan perang mulut!
"Masalah buatmu? Memang mereka ganteng dan cantik!"
"Dasar, sirik tanda tak mampu!"
"Padahal ngarep tuh. Kalau punya uang juga mereka seperti orang kaya baru."
"Dasar julid!"
"Kenapa kamu yang sewot?"
"Bla bla bla ... "
"Bla bla bla ... "
"Bla bla bla ... "
Lexa dan Zion sedang menikmati makan siang mereka di sebuah restoran.
"Lexa!"
Dua orang itu langsung melihat ke sumber suara.
Sial!
"David?"
Ya, dia adalah David. David tidak ingin membiarkan Lexa berlama-lama dengan Zion. Kalau bukan karena harus berobat jalan dan ada pekerjaan yang menumpuk, dia pasti akan ke Turkey di hari yang sama dengan Lexa.
"Aku kangen!"
"Aku juga kangen!"
Tontonan yang mendebarkan untuk yang menyaksikan secara live.
David langsung duduk di sebelah Lexa tanpa sungkan.
"Kamu baik-baik saja?"
"Seharusnya aku yang bertanya, kamu sudah benar-benar sehat?"
"Tentu saja. Aku sangat mengkhawatirkan kamu, jadi menyusul kamu ke Turkey."
Ada nyamuk! Tapi bukan kah nyamuk fungsinya untuk mengganggu ketenangan manusia?
"Sayang, kamu tahu tidak bedanya bumi dengan kamu?" tanya Zion.
Jangan mengharapkan jawaban dari Lexa, itu sama saja dengan Jakarta akan turun salju.
"Kalau bumi mengitari matahari, kalau kamu mengitari hidupku."
"Lexa, kamu tahu perbedaan huruf A dengan kamu?" kali ini David yang bertanya.
"Apa?"
"Kalau huruf A selalu ada di urutan pertama pertama alfabet, juga seperti namamu, Alexa. Tapi kalau kamu selalu ada di urutan pertama hidupku."
Lexa tersenyum.
Cih, nantangin dia!
"Xa, kamu tahu perbedaan bunga melati dengan kamu?"
" ... "
"Kalau melati bunga negara, kalau kamu bunga di hati aku."
"Kamu tahu perbedaan pohon kelapa dengan kamu?" Sekarang giliran David.
"Apa?"
"Kalau pohon kelapa, semuanya bagian dari dirinya bermanfaat. Kalau kamu, aku tidak ingin memanfaatkanmu, tapi aku ingin melindungimu!"
"Kamu tahu bedanya jelangkung sama kamu? Kalau jelangkung datang tidak diundang pulang tidak diantar. Kalau kamu, kedatanganmu aku harapkan, kepergianmu tidak aku inginkan!"
"Kamu tahu bedanya orang gila sama kamu? Kalau orang gila ada di RSJ. Kalau kamu ada di hati aku."
"Kamu tahu bedanya uang koin dengan kamu? Uang koin itu kecil, tapi semakin banyak semakin berat. Kalau kamu, cukup kamu, tapi hatiku sudah berat untuk berpaling darimu. Tidak mau yang lain lagi!"
"Bla bla bla ... "
"Bla bla bla ... "
"Bla bla bla ... "
"GILAAAAAA!"
"MIMPI APA AKU TADI MALAM?"
"Serius ini?"
"Kok aku ngiri ya?"
"Mau dong dibucinin!"
"Bagi napa satu, Mbak Lexa!"
"Pengen nangis!
"Romantis habis!"
"Emakkkk aku mau cowok yang seperti itu!"
"Ya Allah, kabulkanlah doa hamba. Berikanlah satu saja pria yang seperti itu, tidak perlu dua. Nanti aku galau memilihnya. Aamiin!"
"Bla bla bla ... "
"Bla bla bla ... "
"Bla bla bla ... "
Lalu bagaimana reaksi Lexa?
Dia sendiri bingung. Haruskah dia tertawa?
Marah?
Menangis?
Mungkin dia juga jadi ikut-ikutan galau. Lalu siapakah pemenang rayuan gombal tersebut? Para netizen dan pendukung dua pria tampan itulah yang menentukannya.
"Kamu tahu tidak bedanya kamu dengan kaktus? Kalau kaktus bisa hidup dengan sedikit air, kalau aku tidak bisa hidup tanpamu!"
Kalau begitu mati saja, kamu!
Sudah bisa dipastikan rayuan tersebut berasal dari Zion.
"Kamu tahu perbedaan pelangi dengan kamu? Kalau pelangi mewarnai langit, kalau kamu mewarnai hidupku!"
Benar-benar tidak mau mengalah pria ini!
Aku tidak akan kalah darimu, Zion!
Haruskah perdebatan ini terus berlanjut? Astaga David, kenapa kamu jadi ikut-ikutan aneh seperti pria itu?
☆☆☆
Acara debat rayuan telah berakhir. Dampak positif apa yang didapat dari perang rayuan tersebut?
> Harga saham meningkat untuk tiga group tersebut.
> Penjualan produk-produk meningkat.
> Hotel, mall, tempat-tempat wisata milik mereka padat pengunjung.
> Para pemburu berita ingin melakukan wawancara eksklusif.
> Bayi-bayi yang baru dilahirkan akan diberikan nama Zion David atau David Zion untuk bayi laki-laki, dan Alexa Elora untuk bayi perempuan. Berharap kalau anak mereka akan seberuntung tiga tokoh tersebut. Ya minimal setengahnya, lah! Bukankah nama merupakan doa dari orang tua?
> Jumlah followers untuk tiga tokoh tersebut pun meningkat.
Kalau saja mereka bertiga tidak memiliki masalah pribadi, mereka pasti bisa menjadi rekan bisnis yang saling menguntungkan.
☆☆☆
Sisa bulan madu itu akhirnya dilalui bertiga. Mereka mengunjungi beberapa tempat wisata, berwisata kuliner, foto-foto, shopping.
Zion masih tampak santai menghadapi kenyataan kalau bulan madunya direcoki oleh pihak ketiga.
Bukankah dalam berperang harus tahan banting? Lebih baik menyerah sejak awal kalau bernyali cemen.
Dia sudah terbiasa menghadapi berbagai karakter orang.
Bukankah orang yang terlihat santai itu lebih membahayakan?
Ini adalah hari terakhir Lexa dan Zion berbulan madu. Bulan madu dengan kehadiran orang ketiga.
Mungkin akan berkesan? Entahlah.
Sepertinya wartawan sudah mencari informasi kapan mereka bertiga akan kembali ke Jakarta. Bandara sudah dipadati oleh puluhan wartawan yang ingin meliput berita tentang mereka. Dunia kekepoan tidak pernah sirna.
Entah darimana berita kepulangan mereka itu bocor.
Ingin memperpanjang bulan madu sepertinya juga tidak mungkin. Tapi merencana bulan madu kedua sangat mungkin.
Ternyata Zion tidak kapok juga. Dia sepertinya benar-benar tahan banting.
Malam terakhir di Turkey.
Malam yang bertaburan bintang-bintang.
Malam dengan kelap-kelip lampu kota.
Malam sebagai tanda akhir dari awal perjuangan juga awal dari pertempuran baru.
Sudah cukup puas kah bersenang-senangnya?
Sudah siapkah mereka memasuki level baru dari games yang mereka mainkan?
☆☆☆
Pagi ini, tiga orang sudah duduk dalam jet pribadi milik Zion.
Zion - Lexa - David
Zion membiarkan David ada di dalam jetnya, dari pada Lexa pulang dengan jet pribadi milik David.
Mengalah bukan berarti kalah!
Tidak ada pembicaraan selama perjalanan. Lexa nampak lelah. Kali ini Zion tidak dapat menggendong Lexa.
Masih ada hari esok!