ARROGANT WIFE

ARROGANT WIFE
86 TRAGEDI TITANIC



Suasana kapal sudah mulai ramai di pagi ini. Beberapa teman futsal Zion sudah mulai berdatangan. Ada yang membawa anak istri, ada yang hanya membawa istri karena belum memiliki anak, ada yang membawa kekasih, ada juga yang datang sendiri karena jomblo – seperti Aron.


Lexa nampak sangat antusias menggendong seorang balita laki-laki berusia sekitar dua tahun.


“Halo sayang, sini sama onty cantik.” Jemari Lexa menoel-noel dengan gemas pipi gembul itu.


“Aku juga mau dong Xa, ditoel-toel gitu,” ucap Zion sambil memasang puppy eyesnya.


“Sini aku toel, pakai pisau steak!”


Aron dan yang lain langsung tertawa.


Bagaimana mungkin seorang Zion yang menjadi pujaan banyak wanita itu mendapatkan istri segalak Lexa. Setahu mereka, dulu hubungan Lexa dan Zion sangat dekat. Mereka juga tidak heran kalau Lexa dan Zion akhirnya benar-benar menikah. Yang mereka herankan hanyalah sikap Lexa, juga berbagai berita antara cinta segitiga antara Zion – Lexa – David.


“Ck, pakai bibir dong!”


Lexa langsung mencium bocah laki-laki itu, meninggalkan bekas lipstik berwarna merah yang membuat Zion iri dan mupeng. Lagi-lagi teman-teman mereka hanya tertawa melihat tingkah Lexa dan penderitaan Zion.


“Onty antik, au ium agi,” ucap si bocah dengan kalimat yang masih belum jelas.


Lexa langsung tertawa dan mulai mencium anak yang sangat menggemaskan itu.


“Wah, masih kecil seleranya sudah bagus sekali, ya. Tapi ganjen kaya ayahnya,” ucap Aron.


Ayah dari anak itu yang bernama Viko hanya mendengus kesal, sedangkan sang istri mengangguk mengiyakan.


"Yang, masa kamu kalah sih sama bakso?" tanya Zion.


"Maksudnya?"


"Bakso aja beranak, kok kamu belum?"


Lexa mendengus kesal ditengah kekehan para teman-teman Zion.


"On, kamu tahu gak bedanya kamu sama bakso?"


Oke, untuk kali ini sepertinya Lexa yang akan menggombali Zion.


" ... "


"Sama-sama pengen aku tusuk pake garpu terus aku cocol peke sambel yang banyak."


Wkwkwkkk, tentu saja itu tawa dari orang-orang selain Zion.


"Iya dong, terus dijilat, diemut, digigit, ditelan ahhhhhh ... nikmat banget rasanya. Apalagi ditengah cuaca yang dingin, jadi anget-anget gimana gitu. Hmmmm ... yummy."


Wkwkwkkk, sekali lagi terdengar suara tawa yang membahana.


STOP!


Untuk yang berotak mesum, pasti langsung membayangkan yang tidak-tidak. Termasuk para sekutu Zion.


Sepertinya Lexa salah memberikan gombalan, malah jadi boomerang buatnya.


"Ada yang mau ngamar gak sih, ini?" tanya Riko, yang otaknya termesum diantara yang paling mesum.


"Ayang, aku jadi pengen makan bakso, deh. Bakso beneran, loh!" ujar Sinta, istri dari Riko.


Akhirnya koki membuat bakso untuk cemilan mereka.


Para pria itu juga berlomba membuat masakan ala master chef. Mereka tidak boleh memberi tahukan mana yang hasil masakan mereka kepada para wanita. Para wanita harus menilai rasa yang paling enak dan penampilannya juga memilih masakan mana yang dibuat oleh pasangan mereka (kasihan sekali yang tidak memiliki pasangan). Setelah nilai diberikan dan tebakan mereka benar, mereka juga harus menjelaskan secara detail tentang masakan mereka. Persis seperti perlombaan master chef di televisi.


Semua makanan itu disajikan sebagai hidangan makanan malam. Para wanita itu takjub dengan makanan yang tersaji dengan sangat indah dipandang mata. Mereka curiga kalau pria-pria itu dibantu oleh para koki.


Lexa mengamati makanan itu satu persatu. Dia langsung tersenyum mendapati satu menu yang banyak buah-buahannya.


Ck, dasar Zion, yang lain pada bikin steak, spageti, sate dan lain-lain, dia malah bikin rujak dan salad sayur.


Tentu saja Lexa tahu kalau itu yang membuatnya adalah Zion, karena Zion tahu Lexa menyukai buah dan sayuran segar.


Sekarang giliran Zion menjelaskan hasil masakannya.


"Malam ini saya membuat rujak dan salad sayur untuk istri tercinta saya. Buah dan sayur yang ditanam tentu saja memiliki kualitas yang baik, karena ditanam di kebun cinta, dipupuk dengan kasih sayang, disiram dengan air kebahagian, dipetik tanpa rasa sakit, dicuci dengan kecupan, dipotong dengan kartu kredit no limit, dibumbui dengan senyum dan tawa! Rasa yang tersaji adalah asam, manis, segar dan pedas disertai warna-warni kehidupan."


Uluh uluhh uluuuhhhh ... ada yang baper. Siapa itu? Tentu saja para kaum hawa.


Sedangkan para kaum adam melongo tak percaya. Ini benaran Zion, kan? Cowok yang terkenal galak sama cewek yang mendekatinya kecuali Lexa.


Bisa dipastikan tidak ada pria seromantis Zion di kapal ini.


Para netizen yang yang melihat siaran itu secara langsung, karena salah satu teman Zion ada yang menyiarkannya, langsung pada kejang-kejang iri tingkat dewa dewi. Meretapi nasib yang tidak seberuntung Lexa.


Setelah menikmati makan malam itu, mereka mulai berbincang-bincang ringan dibawah sinar bulan dan kelap-kelip bintang. Membicarakan tentang masa-masa mereka sekolah dulu. Mereka juga merencanakan akan mengadakan reoni di kapal pesiar itu, namun menyesuaikan waktu yang tepat.


“Eh, kalian ngerasain, enggak?” tanya Zion dengan wajah serius.


“Apa?”


“Kok ada yang bergetar ya. Tuh, kan!”


Yang lain mencoba untuk merasakan apa yang Zion katakan.


“Enggak ada, ah.”


“Ada. Tuh, makin lama getarannya makin kencang.”


“Coba cek ponsel masing-masing!”


Mereka lalu mengecek ponsel.


“Bukan. Bukan ponsel yang bergetar. Ini lebih kencang!”


Para orang tua yang memiliki anak langsung menggendong anak mereka. Para wanita mulai merapatkan diri pada pasangan masing-masing.


Terlihat raut wajah yang mulai khawatir. Ada yang teringat film Titanic, yang kapalnya menabrak gunung es lalu tenggelam dan terjadinya di malam hari. Mereka saling menggenggam tangan, berdoa akan keselamatan mereka. Zion juga menggenggam tangan Lexa dengan erat. Mencoba menenangkan Lexa agar gadis itu tidak panik.


“Tuh kan, makin lama getarannya makin kencang. Gimana, nih!” lagi-lagi Zion berkata dengan suara cemas. Dia memeluk Lexa, takut kehilangan gadis itu.


“Apa sih yang bergetar?” tanya Lexa.


Gadis itu meremas tangan Zion yang menggenggam tangannya. Tidak bisa dipungkiri kalau dia juga cemas.


“Hati dan jantungku, Yang. Hati dan jantungku selalu bergetar hebat karena dirimu, semua tentang kamu!” ucap Zion tanpa merasa berdosa.


Lexa langsung menoyor kepala Zion, bodo amat deh, mau dibilang dosa, juga.


“Anjrit!”


“Kamvrettt!”


“B******k!”


“Sialan!”


"B***ke!"


Padahal mereka sudah ketakutan dari tadi, siapa yang menduga kalau Zion malah ngegombal, dan tidak merasa bersalah, lagi.


Segala macam makian dicurahkan sepenuh hati untuk Zion, pria terbucin dan tergombal seantero dunia. Mereka lupa kalau ada anak kecil di sana. Sedangkan para wanita bukannya marah, mereka malah berteriak heboh.


“Yang, aku juga mau dong, digombalin kaya gitu!”


“Aaaaaa so sweet banget, sih.”


Aron hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Memang hanya Lexa, deh, yang bisa membuat Zion seperti itu.