
Hari ini adalah ulang tahun si kembar. Banyak yang menghadiri acara spesial pasangan ideal ini.
Si kembar Lina sedang bermain dengan teman-teman seusianya. Bukan hanya dari kalangan bisnis, mereka juga tidak malu bermain dengan anak-anak dari panti asuhan. Karena didikan kedua orang tua, juga para ayah, papa, papi dan yang lain, mereka tumbuh menjadi anak yang rendah hati dan menyenangkan.
Zion memeluk tubuh Lexa dengan mesra. Dia bahagia, benar-benar bahagia bisa merasakan semua ini dengan istri tercintanya. Sudah banyak masa-masa sulit yang dia alami, yang saat itu dia sendiri takut untuk melewatinya, takut tidak sanggup untuk menghadapinya.
Untung saja dia punya sahabat yang selalu membantunya, punya keluarga yang pasti mendoakannya, dan punya tujuan hidup yang pasti.
Dia akan memastikan, tidak akan ada lagi orang yang bisa menyakiti istri dan anak-anaknya.
Mereka adalah orang-orang yang paling berharga dalam hidupnya, selain kedua orang tuanya.
Cukup pengalaman dari kedua orang tuanya dan orang tua Lexa saja, yang memberikan mereka pelajaran bahwa, semua ujian itu berasal dari rasa iri hati. Rasa tidak terima akan keberuntungan orang lain.
Lihat saja bagaimana sahabat kedua orang tuanya dan Lexa, yang merasa iri dan cemburu akan kebahagiaan sahabatnya.
Lihat saja bagaimana Tiara, yang juga sama, iri dan cemburu, lalu mudah terhasut akan bujukan orang lain yang ingin menghancurkan.
Tapi di balik semua itu, Tuhan menggantikan para pengkhianat itu dengan yang lebih baik.
Para sahabat mereka, yang layaknya seperti saudara sendiri. Bukan hanya sebagai sahabat, tapi memang dirasakan seperti saudara, saudara yang tidak pernah Zion dan Lexa dapatkan. Saudara untuk berbagi keluh dan kesah, senang dan sedih, kebahagiaan dan penderitaan.
Mereka akan saling menjaga, hingga ke anak cucu cicit, dan begitu terus selamanya. Mengajarkan mereka kebaikan dan saling berbagi, dan yang terpenting, tidak boleh saling iri, karena semua akan mendapat jatah kesulitan dan kebahagiaan masing-masing.
Tidak akan ada kesenangan yang abadi tanpa air mata.
Mana mungkin ada penderitaan yang selalu terjadi tanpa jeda, pasti akan ada waktunya untuk bahagia juga.
Mereka akan selalu bergandengan tangan, saling memeluk dan saling menguatkan.
Zion menyeka sudut matanya. Melihat anak-anaknya yang sedang berteriak dan tertawa. Dulu dia dan Lexa hanya bermain berdua saja, tapi untungnya, anak-anaknya tidak merasakan kesepian itu. Mereka bisa langsun memiliki saudara tanpa harus menunggu lama.
Bukankah ini anugerah terindah?
Keterlaluan sekali jika Zion tidak bersyukur. Dia juga selalu mendoakan kebahagiaan sahabat-sahabat mereka.
Zion memeluk Lexa dari belakang, mengucapkan berjuta kata cinta. Mereka bersama-sama melihat pemandangan indah di hadapan mereka, yaitu anak-anak mereka dan sahabat-sahabat mereka, juga orang tua mereka.
Yang iri dengan kemesraan Zion Lexa, hanya bisa meratap dalam hati. Yang ikut senang, tentu saja ikut mendoakan semoga kebahagiaan itu terus terjaga selamanya.
Pada akhir acara, mereka semua foto bersama. Tidak terpisah antara orang tua dan sahabat, karena bagi orang tua Lexa dan Zion, semua sahabat mereka itu juga anak-anak mereka, yang juga mereka sayangi seperti anak kandung sendiri, juga yang didoakan oleh mereka.
Hati mereka berdebar, merasa bersyukur akan keluarga besar ini, yang walau tidak memiliki ikatan darah, tapi saling menyayangi.
12F akan selalu ada di hati mereka, dan tidak akan ada yang bisa menghancurkannya.
...π»π»π»TAMATπ»π»π»...
**Masih ada yang baca enggak sih, ini? π
Enggak ada, ya? π€**