
Pulau Bali sejak dua hari yang lalu menjadi pusat perhatian publik saat ini. Para wartawan sudah berkumpul di pantai Kuta untuk meliput persiapan acara akbar yang diselenggarakan oleh penerus keluarga William ... Alexa Elora William.
Bahkan sejak satu minggu yang lalu hotel sudah penuh semua, villa dan semua tempat sudah penuh. Suatu anugerah untuk para pencari rezeki itu, baik pemilik hotel dan sejenisnya, tempat makan, tempat wisata dan sebagainya.
Hari ini adalah peresmian ELF yang akan dihadiri bukan hanya oleh keluarga besar William - Willson, David cs, sahabat-sahabat mereka yang lain, tapi juga para pengusaha dalam dan luar negeri, artis dalam dan luar, model dalam negeri dan internasional, pejabat, sosialita.
Dari iklan yang beredar, akan ada kejutan di acara ini yang semakin membuat penasaran orang-orang.
Lexa memilih Bali karena banyak turis yang tentunya juga secara langsung atau tidak akan ikut mempromosikan produk ELF.
Lokasi pembukaan sekaligus peluncuran perdana produk ELF didekor dengan sangat indah.
Para tamu undangan sudah duduk di posisi ysng sudah ada nama mereka. MC dari luar negeri mulai membuka acara.
" ... please welcame, Ms Alexa Elora Wiliam ... "
Lexa mulai menaiki podium dengan gaun muda hasil rancangannya sendiri. Suara tepuk tangan menyambut kedatangan Lexa yang sangat memukau.
" ... thank you to all those who have helped, family, friends and beloved husbands. without you I am nothing. I love you guys ... "
Zion berdiri menyambut kedatangan Lexa dan memberikan kecupan di keningnya.
Salah seorang penyanyi mulai menyanyikan lagunya. Para tamu menikmati lagu itu sambil menunggu peragaan busana milik ELF.
Perhatian para tamu semakin fokus saa musik mulai berubah menjadi lagu boyband Korea ...
Model laki-laki mulai memasuki stage dan membuat mereka heboh dan berteriak histeris.
Kenapa?
Karena model itu adalah Zion yang ngedance ala boy band korea. Zion memakai jas hitam lengkap dengan semua atributnya. Gerakan badannya sangat lincah. Tidak lama kemudian keluarlah David, disusul 10 pria lainnya yang juga ngedance.
Meskipun mereka memakai jas, namun gerakan mereka sangat luwes. Memang itu yang ingin Lexa tunjukkan pada orang-orang, bahwa produk ELF 'NYAMAN DIPAKAI DALAM SETIAP AKTIFITAS'
Setelah pakaian pria, kini pakaian wanita.
Mereka kembali heboh, karena Leza sendiri ikut memeragakan produk miliknya. Dia berjalan dengan anggun.
Di belakang stage ...
"Kalian bakalan nyesel sudah nyuruh Lexa ngedance. Awas kejang-kejang!" kata David.
Mereka lagi melihat di layar monitor Lexa berjalan, disusul oleh Hani, Kartika dan beberapa teman perempuan Lexa yang berprofesi sebagai model, artis, pengacara, dan sebagainya.
Tiba-tiba saja semua wanita itu meliuk-liukkan badannya mengikuti irama musik.
Penonton melongo ...
Yang dibekakang stage menelan ludah ...
Semua wanita itu ternyata sangat mahir.
"Apa aku bilang, kalian salah kalau menyuruh Lexa ikut dance juga." Kali ini Zion yang bicara.
"Kalian tahu?" tanya Yosuke.
"Saat kecil aku sudah sering lihat Lexa dance, sama si ulat bulu."
"Aku sering menemani Lexa dan Hannie latihan dengan teman-temannya."
Dari sepuluh pria itu memang hanya Zion dan David yang tahu. Bahkan Kenzo sendiri tidak tahu kalau Hannie bisa dance. Sejak kejadian di taman dan Lexa di Jepang, dia dan Hannie memang tidak pernah lagi dancing.
Lexa memang membujuk Zion dan yang lain untuk menjadi model dan dancing. Tentu saja mereka menolak karena buka model. Namun setelah dipikir-pikir, mereka akhirnya setuju, mungkin dengan ini Lexa akan terhibur. Mereka juga tidak ingin kalah, lalu menyuruh Lexa dan Hannie untuk melakukan hal yang sama.
Lexa dan Hannie menolak dan membuat delapan pria yang tidak tahu apa-apa itu semakin bersemangat untuk ikut mengerjai para wanita.
Tiga bulan lebih para pria itu latihan dance, untung saja badan mereka bagus dan lentur.
"Bebebku seksi banget sih, jadi pengen ke kamar!" Pikiran Zion mulai menerawang.
"Ngapain ke kamar?"
"Halah, sok lugu. Ya main congklak, dong. Memangnya kalian, mengenaskan ... di kamar cuma numpang mimpi b***h doang!"
Mereka memandangi Zion yang berkata seperti itu tanpa dosa. Siapa yang sebenarnya mengenaskan di sini?
Kembali ke depan
Penonton masih terus bertepuk tangan melihat peragaan busana sekaligus dance itu.
Saat semua wanita itu membalikan badan menuju belakang, para pria kembali masuk. Kali ini mereka memakai pakaian olah raga. Zion memakai pakaian olah raga berwarna hitam dengan celana panjang warna senada dengan bahan yang lembut dan adem. Dia memainkan bola di kakinya, karena dia memang pemain futsal. Sedangkan David memakai pakaian berwarna abu-abu dengan celana selutut dan memainkan bola basket, karena dia memang pemain basket.
Para wanita menjerit histeris seperti fans yang heboh saat menonton konser artis idolanya.
David yang tersandung menabrak Zion membuat mereka terjatuh. Bola yang mereka pegang menggelinding dan terinjak oleh Andre lalu ikut jatuh juga. Sedangkan pria yang masih berdiri dengan normal bukannya menolong malah tertawa, mereka lupa ada di mana dan sedang melakukan apa.
Penonton?
Antara mau ketawa tapi kasihan bercampur takut.
Sedangkan Lexa yang melihat di belakang stage bukannya marah karena acaranya sedikit kacau malah ikut tertawa.
Ya mau diapain lagi, memang pada dasarnya mereka bukan model!
"Ternyata capek juga ya jadi model!" keluh Aron.
Mereka sudah berganti kostum lagi. Setiap pergantian kostum, musik juga berganti.
Setelah beberapa kali pria dan wanita itu berganti kostum, kini mereka ada dalam satu stage bersama dengan menggunakan pakaian santai namun berkelas. Mereka dancing bersama.
Lagu berganti menjadi lagu We Like To Party milik Vengaboys
Lalu sekumpulan pria dan wanita dari berbagai sisi keluar bersama, mereka juga menggunakan pakaian keluaran ELF. Lagi-lagi para tamu heboh.
Kenapa?
Karena yang keluar itu adalah para pebisnis muda, model, artis (pria dan wanita) yang masih lajang dengan membawa setangkai mawar putih (untuk yang pria) dan boneka kecil berbentuk love berwarna merah (bagi yang wanita).
Mereka juga menari bebas dan mendekati tamu-tamu.
Yang pria mendekati tamu wanita yang masih lajang dan memberikan bunga mawar putih itu.
Yang wanita mendekati tamu pria yang masih lajang dan memberikan boneka love merah itu.
Sedangkan yang sudah memiliki pasangan hanya bisa menggigit jari.
Begitu juga yang ada di atas stage. Zion memberikan mawar putih untuk Lexa dan Lexa memberikan boneka hati untuk Zion. Zion lalu sempat-sempat mengecup kening Lexa, emang dasar enggak mau rugi.
Hannie dan Kenzo.
Kartika dan Yosuke.
Sedangkan pria sisanya berpasangan dengan teman-teman Lexa yang juga ada di atas stage.
Semua yang terlibat dalam acara ini ternyata orang terkenal semua yang memang memiliki hubungan yang baik dengan Lexa, Zion dan David cs. Bahkan teman-teman futsal Zion juga ikut menjadi model dadakan.
Berapa budget yang dikeluarkan Lexa?
Berapa mereka dibayar untuk menjadi model.
Jawabannya adalah mereka tidak dibayar.
Bukan karena Lexa pelit atau memanfaatkan teman.
Mereka memang tidak mau dibayar, karena bisa terlibat langsung dalam acara ini akan lebih menguntungkan dari segi bisnis. Baik itu bisnis dengan keluarga William, Willson, 4C, TLV, ARD, BF atau perusahahan milik sahabat Lexa ... atau menjalin kerja sama dengan perusahaan lain diluar perusahan yang sudah disebutkan (itu kalau dinilai dari segi bisnis, selain itu juga karena mereka memang berteman baik).
Mereka juga tahu kalau keuntungan dari acara ini akan disumbangkan kepada yayasan sosial, tidak termasuk yayasan 12.
Wanita yang mendapat bunga dari para pria senyum malu-malu.
Pria yang mendapat boneka dari wanita juga ikut tersenyum.
*B*eruntungnya aku hadir di acara ini.
Itulah yang mereka rasakan. Wartawan yang meliput juga berdecak kagum dengan acara ini. Memang kejutan yang diberikan oleh Lexa luar biasa. Zion cs dan David cs yang menjadi model dan dancing. Lalu pengusaha, model dan artis terkenal yang tiba-tiba muncul dan memberikan kejutan selanjutnya.
Jujur saja, memang ada yang merequest kepada siapa mereka ingin memberikan bunga dan boneka.
Syukur-syukur setelah ini ada yang pedekate, jadian, lalu menikah.
Sedangkan yang sudah berpasangan, panitia menyiapkan meja khusus yang diatasnya dipenuhi oleh bunga dan boneka untuk mereka ambil sendiri dan diberikan kepada pasangannya.
Para tamu dari berbagai kalangan itu sangat puas dengan acara peresmian ELF dan peluncuran perdana produk ini. Acara selanjutnya adalah makan malam yang menunya juga tidak perlu ditanyakan lagi, lah.
"Ini shownya sudah, kan?"
"Kamu kenapa, kok mukanya gitu?"
"Aku kebelet banget!"
Aron langsung ngacir ke kamar mandi.