ARROGANT WIFE

ARROGANT WIFE
91 KEMBALI KE AWAL



Dua bulan kemudian ...


Margareth


Stevie


Michella


Jasmine


Monica


Jullia


Dan seterusnya ...


Deretan pesan yang dikirim disertai nama pengirim di bawahnya memenuhi pesan masuk di ponsel Zion.


Brakkk!


Entah ini yang keberapa kalinya Zion membanting ponselnya, dan sebanyak itu juga dia selalu mengganti nomornya dengan yang baru.


Selama dua bulan ini juga berita di berbagai media selalu membahas tentang keretakan rumah tangganya dengan Lexa. Hal itu tentu saja langsung dimanfaatkan oleh para wanita untuk mendekati Zion.


"Ron, sebenarnya siapa sih yang kasih nomor aku ke perempuan-perempuan tidak jelas itu? Aku kan juga sudah bilang, jangan sampai orang-orang tahu tentang masalah aku sama Lexa!" hardik Zion.


"Enggak tahu, Zi. Toh setiap ada telepon dari klien, mereka juga menghubungi nomor aku, kan. Bahkan ke klien pun aku tidak memberi tahu nomor kamu. Untuk masalah kamu dan Lexa, mereka mungkin menarik kesimpulan sendiri. Selama dua bulan ini kamu selalu berada di Belanda, sedangkan Lexa di Indonesia. Kalian tidak pernah lagi terlihat bersama. Aku sudah menyuruh orang memblokir semua berita itu, tapi tutup satu tumbuh seribu. Kita enggak bisa mengendalikan setiap jari orang yang menulis masalah kalian di berita online dan media sosial."


"Keluar!"


Zion mulai menyetel berbagai macam lagu galau.


Kutatap dua bola matamu


Tersirat apa yang kan terjadi


...


...


...


Salahkah bila diriku terlalu mencintaimu


Jangan tanyakan mengapa karna ku tak tahu


akupun tak ingin bila kau pergi tinggalkan aku


Masihkah ada hasratmu tuk mencintaiku lagi - (Ratu) -


...


...


...


Hingga saat kau tak kembali


Kan kukenang di hati saja


Kau telah tinggalkan hati yang terdalam


Hingga tiada cinta yang tersisa di jiwa - (Peterpan) -


...


...


...


Pergilah kasih kejarlah keinginanmu


Selagi masih ada waktu


Usah hiraukan diriku


Aku rela berpisah


Demi untuk dirimu


Smoga tercapai sgala keinginanmu - (Chrisye) -


Pintu terbuka, Aron meletakkan berkas-berkas yang harus ditanda tangani oleh Zion. Aron menggeleng-gelengkan kepalanya. Dilihatnya Zion yang sedang berdiri di deoan jendela sambil termenung. Selama dua bulan ini Zion selalu mendengarkan lagu-lagu galau. Gimana mau move on, coba?


Mengapa kau pergi


Mengapa kau kecewakan


Mengapa kau hancuri


Mengapa kau menghinakan


Mengapa kau sakiti


Mengapa kau melukakan


Mengapa kau memberi


Mengapa kau melupakan


Mengapa kau akhiri


Mengapa Kau Memulakan


Dengan getaran jiwa


Kukemukakan pertanyaan


Tak ingin kau pergi


Tak ingin ku dikecewakan


Tak ingin cinta dinodai


Tak ingin dihancurkan


Tak ingin ku disakiti


Tak ingin ku dilukakan


Tak ingin ku kau kuberi


Bila kau melupakan


Tak ingin ku di akhiri


Bila kau memulakan


Dengan perasaan hampa


Ku meminta jawaban


Di kiriku racunmu


Kalimah sakti yang mana untukku


Dapat kau membuat pilihan


Agar kita dapat bersama


Kau ... bisa membahagiakan menceriakan


Kau ... bisa menggembirakan mempesonakan


Aku … ingin dicintaimu dan mencintai


Aku … ingin bila terjaga kau di sampingku Slamanya


Semoga cinta bersemi


Semoga cintamu kan dekat padaku


Asmara kan mengundang


Tanpa mengira waktu bertahta di hatimu dan di hatiku - (Nicky Astria) -


Lagu 'mengapa' dari Nicky Astria ini benar-benar menggambarkan perasaan Zion saat ini.


Hidupnya terasa hampa. Senyum dan tawa yang sering Aron lihat pada diri Zion saat dia berada di kapal pesiar kini tak berbekas. Lingkaran hitam di matanya, brewok yang tumbuh di rahangnya menggambarkan seberapa besar frustasinya pria itu.


Aron iba, sangat iba!


Dia lah yang sangat tahu, bahkan dari mereka TK, bahwa Zion selalu berjuang untuk memberikan yang terbaik untuk Lexa. Perpisahan ini bukan karena Zion yang mau, bukan karena dia tidak tegas, tapi dia ingin Lexa bahagia.


Dulu Zion akan bercerita 'Lexaku bla bla bla ... '


Lexa yang memotivasi Zion untuk mendirikan perusahaan yang bernama 4C Group yang akhirnya menjadi perusahaan besar yang bergerak di berbagai bidang.


Aron ingin bertemu dengan Lexa. Menceritakan bagaimana hancurnya pria itu karenanya.


Mati-matian Zion menutupi masalah rumah tangganya dengan Lexa dari media, agar tidak ada satu pria pun yang mendekati gadis itu, tapi mau sampai kapan?


Aron mengelap ujung matanya yang basah. Bagaimana pun Zion bukan hanya sebagai sahabat, tetapi juga sudah seperti saudara baginya. Saat dia merasakan broken home, Zion lah yang selalu bersama dan menghiburnya. Mengajaknya melanjutkan kuliah di London satu minggu setelah kepergian Zion dulu dan berbagi apartemen.


Dukanya Zion dukanya Aron.


Aron sadar Lexa bukanlah gadis miskin yang akan takhluk dengan kekayaan Zion.


Bukan juga kalangan biasa yang akan bangga dengan kedudukan Zion.


Bukan gadis kecentilan yang akan mengejar-ngejar pria kaya seperti kebanyakan wanita yang mendekati Zion.


Lexa bukanlah perempuan yang mudah dikendalikan oleh harta dan kedudukan. Dia juga bukan perempuan yang mudah didekati oleh pria.


Zion teringat malam terakhir saat dia tidur bersama Lexa. Wajah damai itu terus membayangi malam-malam Zion selama dua bulan ini.


Zion bahkan membeli sampo, sabun dan minyak wangi yang sama dengan Lexa, agar dia dapat merasakan kehadiran gadis itu walau sebatas aromanya saja. Zion bahkan membeli lotion yang Lexa gunakan. Lagi-lagi, bagaimana bisa move on, coba?


Ratusan foto Lexa saat di kapal pesiar dia cetak. Memandangi foto Lexa saat rindu melanda dan menyesakkan dada, adalah obat yang paling ampuh sekaligus racun yang menggerogoti perasaannya. Dia ingin memandangi wajah Lexa untuk memuaskan rasa rindunya, tapi memandangi foto itu juga membuatnya merasakan sakit yang begitu besar dan dalam.


Serba salah!


Meskipun tidak nafsu makan, tapi dia tetap memakan makanan-makanan kesukaan Lexa.


Di sini aku masih sendiri


Merenungi hari-hari sepi


Aku tanpamu


Masih tanpamu


Bila esok hari datang lagi


Ku coba untuk hadapi semua ini


Meski tanpamu meski tanpamu


Bila aku dapat bintang yang berpijar


Mentari yang tenang bersamaku di sini


Ku dapat tertawa menangis merenung


Di tempat ini aku bertahan


Suara dengarkanlah aku


Apa kabarnya pujaan hatiku


Aku di sini menunggunya


Masih berharap di dalam hatinya


Suara dengarkanlah aku


Apakah aku slalu di hatinya


Aku di sini menunggunya


Masih berharap di dalam hatinya


Kalau ku masih tetap di sini


Ku lewati semua yang terjadi


Aku menunggumu Aku menunggu


Suara dengarkanlah aku


Apa kabarnya pujaan hatiku


Aku di sini menunggunya


Masih berharap di dalam hatinya


Suara dengarkanlah aku


Apakah aku ada di hatinya


Aku di sini menunggunya


Masih berharap di dalam hatinya - (Hijau Daun) -


Aku kangen banget sama kamu, Xa. Entah sudah berapa banyak lagu yang aku dengarkan. Meskipun aku sudah pergi jauh, namun itu hanyalah ragaku saja. Hatiku tetap untukmu ...


Zion memegang dadanya yang berdetak kencang.


Aku tidak pernah menyesali mencintaimu. Yang aku sesali, mengapa waktu belum memihak kita untuk bersama, bahkan setelah sekian tahun kita sempat berpisah dulu.


Namun aku akan tetap menunggumu ... lagi dan lagi.